Beasiswa Kominfo – StuNed Studi S2 di Universitas Belanda

Selain beasiswa StuNed untuk studi S2 di perguruan tinggi Belanda, Kementerian Kominfo bersama Neso Indonesia juga menawarkan peluang beasiswa baru, yakni Beasiswa Luar Negeri Kominfo – StuNed. Beasiswa S2 ini khusus memberi kesempatan untuk melanjutkan studi di universitas-universitas Belanda pada program teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pelamar bisa melanjutkan studi S2 bidang TIK di perguruan tinggi terakreditasi Belanda.

Bidang studi yang dicakup beasiswa Kominfo – StuNed:
▪ Bidang Komunikasi (dan bidang studi terkait):
Communications, Media and Public Relations, Mass Communications, Media and Communications Research, Media and Public Relations, New Media and Society, New Media, Governance and Democracy, Informatics, Media and Communications, dan sebagainya;

▪ Bidang Informatika (dan bidang studi terkait):
Law and Technology, Information Law, Cyber Law, Telecommunications Law, E-commerce, E-business, Digital Economy, Management of Information Technology, Computer Science, Computer Engineering, Information System, Software Engineering, Software Engineering Techniques, Cloud Computing, Computing with Management, Web Applications and Services, Communications and Electronic Engineering, Electrical and Electronic Engineering, Embedded Systems and Control, Information and Communications Engineering, Cyber Security, Web Science, Web Technology, Communications Design (Animation), Design Management, Information and Communication Systems, Electronic Information Systems, Mathematical Information Science, Computer and Radio Communications Engineering, Satellite Engineering, dan sebagainya.

Beasiswa S2 TIK yang ditawarkan Kominfo – StuNed bisa dikategorikan sebagai beasiswa penuh, yang mencakup sebagian besar kebutuhan studi selama studi master di Belanda. Di antaranya mencakup biaya kuliah, tunjangan bulanan, tunjangan penempatan awal, biaya transportasi saat keberangkatan dan kepulangan setelah studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan, serta biaya visa.

Selain itu, pelamar terpilih juga akan ditanggung biaya asuransi kesehatan, tunjangan buku, serta pelatihan bahasa dan budaya Belanda selama 10 hari di Jakarta  (termasuk akomodasi, transportasi dan uang saku). Menarik bukan?

Persyaratan:
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Berusia maksimal 37 tahun pada tanggal 31 Desember 2018;
3. Belum memiliki gelar S2 dan tidak sedang menerima beasiswa lain dan/atau sedang mengikuti program pendidikan S2 dari lembaga lain;
4. Melampirkan surat izin pejabat yang berwenang minimal setingkat pejabat eselon II (bagi Aparatur Sipil Negara);
5. Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan perusahaan/dosen/tokoh masyarakat (bagi Aparatur Sipil Negara dan non Aparatur Sipil Negara);
6. Telah memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kerja atau Surat Rekomendasi Perusahaan;
7. Pelamar harus menunjukkan potensi menjadi pemimpin, pembuat keputusan, memiliki atribut personal, integritas, intelektual dan interpersonal yang mencerminkan potensi ini;
8. Akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan;
9. Diutamakan telah mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance (LoA) dari salah satu perguruan tinggi yang termasuk dalam 300 universitas terbaik dunia berdasarkan QS World University Ranking dan/atau Times Higher Education (THE) tahun 2018;
10. Lulusan Sarjana (S1) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3 (dari skala 4,0);
11. Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimal 550;
12. Memiliki nilai TOEFL iBT minimal 90 atau IELTS 6.5;
13. Masa studi maksimal 2 (dua) tahun dengan bidang studi terkait TIK, meliputi:
    a. Ekonomi terkait e-commerce, e-business, digital economy;
    b. Hukum terkait TIK (hukum siber, hukum IT, hukum telekomunikasi, dll);
    c. Media dan Komunikasi, Komunikasi Bisnis Internasional, Animasi;
    d. Kebijakan publik bidang TIK;
    e. Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, Manajemen Informasi, Sistem Informasi, Telematika, Keamanan Informasi; dan f. Bidang studi lain yang menunjang TIK selain Master of Business Administration (MBA) dan Kedokteran. 13. Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menanggung tuition fee dan living expenses;
14. Beasiswa ini terbuka bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan di atas;
15. Pendaftaran dilakukan secara online melalui beasiswa.kominfo.go.id dari tanggal 24 Desember 2017 sampai dengan 24 Februari 2018.

Baca juga » Daftar Beasiswa 2018 - 2019 untuk S1, S2, S3

Dokumen aplikasi:
1. Pasfoto Berwarna terbaru (maksimal 500kb)
2. Identitas Diri (KTP/Paspor/SIM)
3. Ijazah terakhir
4. Transkrip Nilai
5. Hasil TPA
6. Hasil Tes Bahasa TOEFL ITP®/TOEFL iBT®/ IELTS™
7. Letter of Acceptance (apabila ada)
8. Surat Izin Atasan
9. Surat Rekomendasi
10. Motivational Statement

Pendaftaran:
Pelamar dapat mendaftar beasiswa Kominfo – StuNed 2018 secara online di laman beasiswa.kominfo.go.id

Buat akun di laman tersebut, kemudian isi formulir aplikasinya dan unggah dokumen aplikasi seperti yang diminta di atas. Batas akhir pendaftaran online adalah 24 Februari 2018.

Hasil seleksi online akan diumumkan pada 12 Maret 2018 melalui website Kominfo di atas. Dan, mereka yang lolos berhak mengikuti seleksi psikotes yang dilaksanakan pada Maret 2018. Tahap terakhir peserta yang lolos psikotes akan direkomendasikan mengikuti seleksi wawancara yang digelar April 2018. Hasil akhir akan diberitahukan kepada pelamar melalui surat tertulis, email, dan juga diumumkan melalui website Kominfo. Selamat mencoba!
FOLLOW US : Terima kasih sudah berkunjung di beasiswapascasarjana.com. Silakan dilanjutkan berburu beasiswanya. Jika bermanfaat, bisa klik tombol bagikan. Atau gabung bersama pembaca lainnya di Facebook, Twitter, Google +, dan di Email. Salam..