Beasiswa Dosen/Calon Dosen 2015 (BPP-LN)

Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (sebelumnya Ditjen Dikti) kembali menawarkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) bagi dosen tetap, calon dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Ristek & Dikti. BPP-LN 2015 terdiri dari beasiswa S2 dan Beasiswa S3. Penerima beasiswa S2 akan mendapatkan pembiayaan studi selama maksimum 24 bulan (2 tahun) dan beasiswa S3 diberikan maksimum 36 bulan (3 tahun) dan dapat diperpanjang maksimum 12 bulan berdasarkan pertimbangan kasusnya.

BPP-LN 2015 mencakup uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, biaya buku, biaya kedatangan di negara tujuan, dan biaya program khusus (satu kali mengikuti konferensi/seminar). Selain itu disediakan pula bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi dan biaya pendaftaran ke universitas.

Pelamar BPP-LN Ditjen Sumberdaya Iptek & Iptek 2015 dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu:

Kategori-1: Pelamar ke perguruan tinggi luar negeri yang telah menjalin kerjasama dengan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kerjasama antar perguruan tinggi (U to U) yang telah disahkan oleh Ditjen Kelembagaan Iptek & Dikti

Kategori-­2: Pelamar yang belum menentukan perguruan tinggi tujuan studi dan bersedia diarahkan oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti dalam memilih perguruan tinggi tujuan studi di luar negeri.

Persyaratan:
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, adalah dosen yang:
    1. Memiliki NIDN
    2. Memiliki NIP
    3. Tidak memiliki NIDN/NIP pada bidang keilmuan tertentu dan memiliki masa kerja minimal 5 tahun serta berusia antara 27 sampai 50 tahun;
b. Dosen tetap PTN yang sudah mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, atau dosen tetap PTS yang sudah mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing;
c. Tenaga kependidikan tetap pada PTN, atau Kantor Pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kantor Kopertis Wilayah, yang sudah mendapat ijin dari pemimpin institusi yang bersangkutan;
d. Bagi dosen tetap dan tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara, sedangkan untuk tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S2 harus telah memiliki gelar S1 atau yang setara;
e. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
f. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris, penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
g. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana bahasa pengantar kuliahnya bukan bahasa Inggris, yang bersangkutan harus menguasai bahasa Inggris minimal setara dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500, atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5;
h. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
i. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian;
j. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN. Untuk tenaga kependidikan, umur pelamar tidak lebih dari 40 tahun untuk studi lanjut gelar S2 dan tidak lebih dari 44 tahun untuk gelar S3;
k. Pelamar yang berstatus suami dan istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (on-line), yaitu melalui laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) di http://beasiswa.dikti.go.id/. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata-sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem;
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;
c. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris (English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
d. Bagi pelamar yang akan studi di negara tan bahasa Inggris (non-English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
e. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
f. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) bagi pelamar program S3. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 4 (pedoman);
g. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi, berupa NIDN. Bagi tenaga kependidikan tetap di Perguruan Tinggi Negeri, atau di Kantor Pusat di lingkungan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau Kopertis Wilayah melampirkan bukti sah berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian;
h. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;
i. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin PTN bagi tenaga kependidikan tetap di PTN, atau sekurang-kurangnya pejabat Eselon-2 Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) bagi tenaga kependidikan tetap di kantor pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau koordinator Kopertis Wilayah bagi tenaga kependidikan tetap di kantor Kopertis Wilayah tersebut.
j. Bagi pelamar Kategori-1 yang telah memiliki LoA (Letter of Acceptance) atau LoO (Letter of Offer) dari perguruan tinggi tujuan studi, diminta untuk melampirkannya ketika melamar;

Jadwal kegiatan seleksi BPP-LN untuk keberangkatan tahun 2015 akan diumumkan secara terpisah oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti. Batas waktu pendaftaran bagi pelamar Kategori-1 adalah akhir Juni 2015. Bagi pelamar Kategori-2, batas waktu pendaftaran paling lambat akhir April 2015.

Seleksi akan dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Seleksi akan didasarkan pada beberapa aspek, yaitu aspek akademik, aspek bahasa, dan aspek sosial dan keluarga.

Pengumuman hasil seleksi administrasi, wawancara dan pelaksanaan lokakarya pra-keberangkatan dilakukan melalui laman resmi Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (http://www.dikti.go.id). Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui pedoman BPP-LN 2015 yang disediakan di laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti.
3/23/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Program Beasiswa Indonesia Austria

Anda berminat kuliah S3 di Austria? Jangan lewatkan tawaran ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Riset Austria menyediakan beasiswa PhD untuk studi S3 di universitas-universitas Austria. Beasiswa ini tertuang melalui perjanjian ASEA-UNINET antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Badan Kerjasama Internasional Austria bidang Pendidikan dan Riset (OeAD-GmbH).

Beasiswa doktor di Austria ini tersedia untuk tahun akademik 2014-2015. Sasaran utamanya adalah para calon dosen atau dosen tetap universitas di Indonesia. Beasiswa dibuka untuk semua bidang ilmu yang ada di Austria. Setiap tahunnya disediakan 20 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di sana.

Kandidat terpilih akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.000, asuransi kesehatan dan kecelakaan, akomodasi, serta subsidi biaya perjalanan untuk kedatangan dan keberangkatan yang dibayarkan oleh otoritas Indonesia.

Beasiswa akan diberikan selama 36 bulan atau 3 tahun sejak dimulainya program. Bagi Anda yang berusia maksimal 35 tahun atau 5 tahun setelah menyelesaikan kuliah master, tawaran beasiswa Indonesia Austria ini bisa diikuti.

Dokumen persyaratan:
1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas di Austria
3. Deskripsi projek studi/tesis (2-4 halaman, judul, isi, metodologi, tabel waktu) yang telah disetujui oleh supervisor di Austria
4. Satu lembar surat rekomendasi dari supervisor (harus ada kop surat, tandatangan yang memberi rekomendasi, dan cap universitas/departemen. Tidak boleh lebih dari enam bulan saat aplikasi)
5. Scan paspor pada halaman nama dan foto
6. Scan ijazah dan transkrip dari studi sebelumnya (diploma, sarjana, master, atau PhD)
7. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman yang baik (skor tes TOEFL 500 atau IELTS 5.5)

Pendaftaran:
Dokumen yang tertera di atas dikirim via email: tuantrieu.ha@oead.at yang ditujukan kepada:

OeAD – Programme Manager
Mag. Tuan Trieu HA, Bakk


Batas pendaftaran adalah 1 Februari 2014.

Setelah mengirimkan dokumen ke OeAD-GmbH, calon kandidat terpilih akan diundang untuk mengikuti sesi wawancara yang digelar di Indonesia. Kemudian para nominee mendaftar ke universitas di Austria dengan dukungan dari OeAD-GmbH. Pada waktu yang sama peserta juga diminta untuk mengajukan aplikasi kedua ke Dikti melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id (dosen tetap) atau http://beasiswa.dikti.go.id/ln (calon dosen).

Keputusan final akan diambil setelah kandidat diterima di universitas Austria. Informasi lebih jauh bisa ditanyakan kepada Mr. Tuan Trieu Ha (tuantrieu.ha@oead.at).
11/30/2013 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Terapan Buat Calon Dosen Politeknik

Dikti membuka kesempatan seleksi beasiswa S2 terapan di luar negeri bagi lulusan D4 baik politeknik maupun universitas. Program beasiswa ini diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan atau calon dosen di politeknik/vokasi. Tujuannya untuk mewujudkan ketersediaan sumber daya staf pengajar yang berkualifikasi S2 magister terapan. Selain beasiswa S2, juga dibuka beasiswa S3 terapan.

Nantinya, peserta yang lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris selama 3-6 bulan di perguruan tinggi/institusi yang ditunjuk oleh Ditjen Dikti. Program ini disiapkan untuk menjembatani calon dosen politeknik/vokasi agar memiliki akses yang luas untuk studi lanjut S2 terapan atau S3 terapan di luar negeri.

Selama pelatihan peserta akan mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris akademik (English for Academic Purposes). Luaran dari program ini peserta memperoleh LoA (unconditional) untuk melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi di luar negeri yang memenuhi standar Dikti. Durasi beasiswa diberikan selama 1-2 tahun untuk S2 terapan dan 2-4 tahun untuk S3.

Kelompok bidang studi yang ditawarkan, di antaranya teknologi dan rekayasa, seni, kerajian dan pariwisata, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi, agribisnis dan agro teknologi.

Persyaratan Pendaftaran
1. Calon Dosen Politeknik: 

• Memiliki ijazah D-IV dari program studi yang teraktreditasi (izin Dikti)
• Memiliki IPK minimum 3.00.
• Umur maksimum 26 tahun bagi lulusan baru (fresh graduate)
• Umur maksimum 30 tahun bagi lulusan yang punya pengalaman kerja (melampirkan bukti pengalaman kerja)
• Lulus ujian seleksi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
• Berbadan sehat dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya (napza), dibuktikan dengan surat keterangan dokter;

B. Seleksi Peserta
1. Seleksi Administrasi:

a. Borang isian pendaftaran calon peserta;
b. Foto kopi ijazah D-IV yang sudah dilegalisir oleh Perguruan Tinggi asal;
c. Foto kopi Transkrip Nilai yang dilegalisir oleh Perguruan Tinggi asal;
d. Foto copy nilai TOEFL atau nilai IELTS, internasional atau institusional (apabila ada)
e. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan sesuai peraturan yang berlaku dan kesediaan ditempatkan sesuai dengan tempat penugasan yang ditetapkan;
f. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar.

2. Seleksi Akademik:
a. Panitia melakukan seleksi akademik (Tes Potensi Akademik, dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris) secara online.
b. Panitia menetapkan hasil seleksi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan melaporkan ke Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Dikti.

Bagi Anda yang berminat pendaftaran dibuka secara online. Lihat di sini. Aplikasi diterima paling lambat 28 Oktober 2013.
10/12/2013 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri Dikti

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) alokasi tahun 2013. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap, calon dosen pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta tenaga kependidikan tetap pada perguruan tinggi negeri dan kantor pusat Ditjen Pendidikan Tinggi.

BPP-DN 2013 merupakan penggabungan dua skema beasiswa yang ada sebelumnya, yaitu beasiswa pendidikan pascasarjana (BPPS) dan beasiswa unggulan (BU). Proses seleksi BPP-DN 2013 khusus untuk dosen tidak diperlukan lagi penetapan status oleh perguruan tinggi negeri/Kopertis pemilik dosen. Namun, demikian dosen bersangkutan tetap harus mendapat izin tugas belajar dari perguruan tinggi negeri/Kopertis asal.

Ketentuan Calon Penerima BPP-DN:
Pelamar BPP-DN untuk dosen dan tenaga kependidikan harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN untuk dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari Kopertis Wilayahnya (dapat di lihat di panduan).

Pelamar BPP-DN untuk calon dosen harus menandatangani Perjanjian antara yang bersangkutan dengan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Lampiran 1), yang harus diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju.

Ketentuan khusus lainnya:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang pernah menerima BPPS, BU, atau Beasiswa Luar Negeri Dikti pada jenjang pendidikan pascasarjana yang sama.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada mereka yang sedang menerima beasiswa (yang meliputi: biaya hidup, biaya pembelian buku, biaya penelitian, dan/atau biaya penyelenggaraan pendidikan) yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia.
4. Batas usia penerima BPP-DN
a) Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
b) Calon dosen adalah 26 tahun untuk S2, dan 28 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
c) Tenaga kependidikan adalah 40 tahun untuk S2, dan 42 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
5. Persyaratan IPK:
a) Dosen tidak disyaratkan IPK;
b) IPK S1 untuk calon dosen yang meneruskan program magister adalah 3.00 dan IPK S2 untuk calon dosen yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
c) IPK S1 untuk tenaga kependidikan yang meneruskan ke program magister adalah 2.75 dan IPK S2 untuk tenaga kependidikan yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
6. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 24 bulan untuk program magister (S2) dan 36 bulan untuk program doktor (S3).
7. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja atau penempatan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
8. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara BPP-DN dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
9. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku.

Unduh pedoman BPP-DN 2013 di sini untuk mendapatkan petunjuk teknis pengajuan beasiswa sertar formulir yang dibutuhkan.
4/05/2013 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Dosen dan Calon Dosen Skema IGSP Dikti

Skema beasiswa Indonesia-German Scholarship Programme (IGSP) kembali digulirkan bagi para dosen dan calon dosen. Dikti melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menawarkan beasiswa tersebut untuk alokasi 2014. Pelamar yang diterima akan mendapat kesempatan mengenyam pendidikan S3 (PhD) di perguruan tinggi terkemuka di Jerman.

Bagi yang berminat, Anda dapat melakukan pendaftaran beasiswa PhD ini secara online di http://beasiswa.dikti.go.id (untuk dosen) dan http://beasiswa.dikti.go.id/ln (untuk calon dosen). Nantinya, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online. Berbeda dari sebelumnya, sistem seleksi berkas juga dilakukan secara online. Pelamar diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang diperlukan dan akan menjadi pertimbangan oleh panitia seleksi. Pedoman pengajuan beasiswa dapat diunduh di sini.

Syarat untuk Pelamar:
1. Dosen tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemdikbud dan telah memiliki NIDN.
2. Calon dosen di lingkungan Kemdikbud, dan melampirkan bukti kontrak kesediaan untuk ditempatkan sesuai penempatan dari Ditjen Dikti (Lihat Lampiran 5).
3. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dari institusi dan/atau dari calon pembimbing dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju.
4. Bagi dosen tetap yang melamar program pendidikan S3 mempunyai gelar S2 atau yang setara.
5. Bagi calon dosen yang melamar program pendidikan S3 harus mempunyai gelar S2 atau yang setara dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,25 (skala 4).
6. Tidak akan menggunakan BPP-LN (beasiswa pendidikan pascasarjana-luar negeri) untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama.
7. Penguasaan bahasa Inggris yang memadai (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 75, atau IELTS minimal 5.5), dan/atau bahasa pengantar lain yang digunakan di perguruan tinggi tujuan masing-masing di luar negeri.
8. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian yang disetujui oleh atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju.
9. Untuk pelamar yang dosen tetap, umur tidak lebih dari 45 tahun ketika mendaftar. Untuk pelamar yang calon dosen, umur tidak lebih dari 28 tahun.
10. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran beasiswa IGSP paling lambat 15 Oktober 2013. Seleksi wawancara akan dilakukan pada November 2013. Masih tersedia waktu untuk melakukan persiapan. Lampiran yang dibutuhkan dan petunjuk lebih lanjut tertera dalam pedoman yang bisa diunduh di atas. 

Selamat mencoba!
2/21/2013 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Pendaftaran Beasiswa S2/S3 Calon Dosen Double Degree

Sebagai upaya meningkatkan kualifikasi calon dosen dan tenaga kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan membuka pendaftaran beasiswa Double Degree/Joint Degree S2/S3 Beasiswa Unggulan Luar Negeri untuk alokasi tahun 2012. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi calon dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sedang studi di Pascasarjana Penyelenggara Double Degree/Joint Degree.

Bagi yang berminat melamar beasiswa tersebut, silakan mendaftar secara online melalui website http://beasiswa.dikti.go.id/bu paling lambat tanggal 20 Juli 2012. Setelah mendaftar secara online, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online.

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi informasi yang telah disampaikan secara online, pelamar dimohon mengirimkan berkas-berkas lamaran berupa:

1. Nomor registrasi online;
2. Copy U to U yang sudah disahkan oleh Direktorat Lemkerma Ditjen Dikti;
3. Surat izin rector/pimpinan perguruan tinggi untuk yang sudah memiliki Homebase;
4. Form-A Dikti;
5. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri ketika memasuki perguruan tinggi luar negeri;
6. Progress report/Academic Transcript Study yang diketahui dosen pembimbing;
7. Salinan ijazah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah S2 bagi pelamar jenjang S3;
8. Surat rekomendasi dari dosen pembimbing luar negeri khusus untuk S3
9. Publikasi ilmiah di luar negeri khusus untuk S3 (jika ada)

Seluruh berkas tersebut di atas dimasukkan dalam Map Kuning dengan menuliskan nama, alamat, serta nomor registrasi online pengirim, dan paling lambat diterima 31 Juli 2012 pukul 15.00 WIB. Berkas lamaran dikirim ke:

Kasubdit Kualifikasi
Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ditjen Pendidikan Tinggi
Kompleks Kemdiknas Gedung D Lantai 5
Jln. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10270


Jika terdapat pertanyaan atau permasalahan berkaitan dengan pendaftaran secara online, Anda dapat menyampaikan melalui email: beasiswaunggulan@dikti.go.id atau mengunjungi alamat situs di atas.
7/13/2012 | 0 komentar | Baca selengkapnya