Beasiswa Dosen/Calon Dosen 2015 (BPP-LN)

Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (sebelumnya Ditjen Dikti) kembali menawarkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) bagi dosen tetap, calon dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Ristek & Dikti. BPP-LN 2015 terdiri dari beasiswa S2 dan Beasiswa S3. Penerima beasiswa S2 akan mendapatkan pembiayaan studi selama maksimum 24 bulan (2 tahun) dan beasiswa S3 diberikan maksimum 36 bulan (3 tahun) dan dapat diperpanjang maksimum 12 bulan berdasarkan pertimbangan kasusnya.

BPP-LN 2015 mencakup uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, biaya buku, biaya kedatangan di negara tujuan, dan biaya program khusus (satu kali mengikuti konferensi/seminar). Selain itu disediakan pula bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi dan biaya pendaftaran ke universitas.

Pelamar BPP-LN Ditjen Sumberdaya Iptek & Iptek 2015 dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu:

Kategori-1: Pelamar ke perguruan tinggi luar negeri yang telah menjalin kerjasama dengan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kerjasama antar perguruan tinggi (U to U) yang telah disahkan oleh Ditjen Kelembagaan Iptek & Dikti

Kategori-­2: Pelamar yang belum menentukan perguruan tinggi tujuan studi dan bersedia diarahkan oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti dalam memilih perguruan tinggi tujuan studi di luar negeri.

Persyaratan:
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, adalah dosen yang:
    1. Memiliki NIDN
    2. Memiliki NIP
    3. Tidak memiliki NIDN/NIP pada bidang keilmuan tertentu dan memiliki masa kerja minimal 5 tahun serta berusia antara 27 sampai 50 tahun;
b. Dosen tetap PTN yang sudah mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, atau dosen tetap PTS yang sudah mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing;
c. Tenaga kependidikan tetap pada PTN, atau Kantor Pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kantor Kopertis Wilayah, yang sudah mendapat ijin dari pemimpin institusi yang bersangkutan;
d. Bagi dosen tetap dan tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara, sedangkan untuk tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S2 harus telah memiliki gelar S1 atau yang setara;
e. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
f. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris, penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
g. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana bahasa pengantar kuliahnya bukan bahasa Inggris, yang bersangkutan harus menguasai bahasa Inggris minimal setara dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500, atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5;
h. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
i. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian;
j. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN. Untuk tenaga kependidikan, umur pelamar tidak lebih dari 40 tahun untuk studi lanjut gelar S2 dan tidak lebih dari 44 tahun untuk gelar S3;
k. Pelamar yang berstatus suami dan istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (on-line), yaitu melalui laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) di http://beasiswa.dikti.go.id/. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata-sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem;
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;
c. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris (English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
d. Bagi pelamar yang akan studi di negara tan bahasa Inggris (non-English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
e. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
f. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) bagi pelamar program S3. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 4 (pedoman);
g. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi, berupa NIDN. Bagi tenaga kependidikan tetap di Perguruan Tinggi Negeri, atau di Kantor Pusat di lingkungan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau Kopertis Wilayah melampirkan bukti sah berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian;
h. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;
i. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin PTN bagi tenaga kependidikan tetap di PTN, atau sekurang-kurangnya pejabat Eselon-2 Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) bagi tenaga kependidikan tetap di kantor pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau koordinator Kopertis Wilayah bagi tenaga kependidikan tetap di kantor Kopertis Wilayah tersebut.
j. Bagi pelamar Kategori-1 yang telah memiliki LoA (Letter of Acceptance) atau LoO (Letter of Offer) dari perguruan tinggi tujuan studi, diminta untuk melampirkannya ketika melamar;

Jadwal kegiatan seleksi BPP-LN untuk keberangkatan tahun 2015 akan diumumkan secara terpisah oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti. Batas waktu pendaftaran bagi pelamar Kategori-1 adalah akhir Juni 2015. Bagi pelamar Kategori-2, batas waktu pendaftaran paling lambat akhir April 2015.

Seleksi akan dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Seleksi akan didasarkan pada beberapa aspek, yaitu aspek akademik, aspek bahasa, dan aspek sosial dan keluarga.

Pengumuman hasil seleksi administrasi, wawancara dan pelaksanaan lokakarya pra-keberangkatan dilakukan melalui laman resmi Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (http://www.dikti.go.id). Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui pedoman BPP-LN 2015 yang disediakan di laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti.
3/23/2015 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Dosen Kemenag (Mora Scholarships)

Baru-baru ini Kementerian Agama resmi meluncurkan program beasiswa baru bagi para dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Mora Scholarships. Ada beberapa skema yang disediakan melalui program tersebut, salah satunya adalah Beasiswa Studi S3 yang bisa ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Beasiswa itu kini dipopulerkan Kemenag sebagai Program 5.000 Doktor. Sebab, setiap tahun akan dijaring 1.000 dosen, tenaga kependidikan maupun PNS di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk melanjutkan pendidikan doktor di perguruan tinggi yang mereka minati. Melalui beasiswa itu pula, selama lima tahun ke depan Kemenag menargetkan bisa menghasilkan 5.000 doktor.

Yang menarik dari beasiswa Kemenag ini adalah tidak adanya batasan usia bagi pelamar. Ini berbeda dari program beasiswa kebanyakan. Dengan tidak adanya pembatasan usia tersebut, maka kesempatan mendaftar semakin terbuka. Asalkan memang Anda mengabdi di lembaga PTKI, misalnya dosen IAIN, UIN, STAIN, STAI, dll.

Tapi, tidak semata-mata pelamar yang berasal dari PTKI, pelamar yang berasal dari Perguruan Tinggi Umum (PTU), namun dia merupakan dosen tetap di Fakultas Agama Islam (FAI), juga bisa melamar Mora Scholarships.

Bagi penerima beasiswa, mereka akan mendapatkan tanggungan biaya pendidikan di perguruan tinggi tempat studi, living allowance yang meliputi biaya hidup dan operasional (6 semester untuk S3), serta biaya penyelenggaraan program.

Persyaratan Umum
1. Warga Negara Indonesia (WNI):
2. Berstatus sebagai:
     a. Dosen tetap PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN); atau
     b. Tenaga kependidikan PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN); atau
     c. Dosen tetap yayasan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS); atau
     d. Dosen Tetap (PNS DPK maupun Non PNS) di Fakultas Agama Islam (FAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU); atau
     e. PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
 3. Memiliki gelar magister (S2) dari program studi yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT);
4. Program yang akan diambil sangat diperlukan untuk pengembangan program di PTKI/institusi;
5. Bersedia menandatangani kontrak perjanjian;
6. Membuat Surat Permohonan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q. Direktur Pendidikan Tinggi Islam.
7. Melakukan registrasi online di laman http://scholarship.kemenag.go.id;

Persyaratan Khusus
A. Beasiswa S3 Luar Negeri untuk Dosen
    1. Surat Pengantar dari Rektor/Ketua perguruan tinggi tempat bertugas;
    2. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae);
    3. Fotokopi SK kepegawaian pertama dan terakhir yang telah disahkan lembaga;
    4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
    5. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir. Indeks prestasi kumulatif (IPK) pendidikan terakhir minimal 3,25 (skala 4,00) atau IPK ekuivalen untuk skalanya;
    6. Sertifikat lulus tes bahasa asing yang sama atau setara dengan TOAFL ®550 atau TOEFL PBT®550. Sertifikat bahasa disesuaikan dengan bahasa pengantar perkuliahan di perguruan tinggi tujuan;
    7. Sertifikat Pendidik (Dosen);
    8. Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN);
    9. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;
 10. Surat Pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada perguruan tinggi pengirim minimal dua kali masa tugas belajar (n) atau dalam rumus (2 x n), terhitung setelah kelulusan;
 11. Rencana Penelitian (proposal) Disertasi;
 12. Rekomendasi dari profesor dalam bidang yang sesuai dengan bidang keilmuan yang akan diambil;
 13. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan atau korespondensi dengan calon pembimbing luar negeri (bila ada);
B. Beasiswa S3 Luar Negeri untuk Tenaga Kependidikan
     1. Surat Pengantar dari pimpinan unit kerja;
     2. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae);
     3. Fotokopi SK kepegawaian pertama dan terakhir yang telah disahkan lembaga;
     4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
     5. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir. Indeks prestasi kumulatif (IPK) pendidikan terakhir minimal 3,25 (skala 4,00) atau IPK ekuivalen untuk skalanya;
     6. Sertifikat lulus tes bahasa asing yang sama atau setara dengan TOAFL ®550 atau TOEFL PBT®550. Sertifikat bahasa disesuaikan dengan bahasa pengantar perkuliahan di perguruan tinggi tujuan;
     7. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;
     8. Surat Pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada perguruan tinggi pengirim minimal dua kali masa tugas belajar (n) atau dalam rumus (2 x n), terhitung setelah kelulusan;
     9. Rencana Penelitian (proposal) Disertasi;
   10. Rekomendasi dari profesor dalam bidang yang sesuai dengan bidang keilmuan yang akan diambil;
   11. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan atau korespondensi dengan calon pembimbing luar negeri (bila ada);
C. Beasiswa S3 Dalam Negeri untuk Dosen
     1. Surat Pengantar dari Rektor/Ketua perguruan tinggi tempat bertugas yang menyatakan bahwa program studi yang akan diambil dibutuhkan untuk penguatan satuan program studi/jurusan pada perguruan tinggi tersebut;
     2. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae);
     3. Fotokopi SK kepegawaian pertama dan SK terakhir yang telah disahkan lembaga;
     4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
     5. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir. Indeks prestasi kumulatif (IPK) pendidikan terakhir minimal 3,00 (skala 4,00) atau IPK ekuivalen untuk skalanya;
     6. Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP®500 atau ekuivalennya;
     7. Sertifikat Pendidik (Dosen);
     8. Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN);
     9. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;   
   10. Pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada perguruan tinggi pengirim minimal dua kali masa tugas belajar (n) atau dalam rumus (2 x n), terhitung setelah kelulusan;
   11. Rencana Penelitian (proposal) Disertasi;
   12. Rekomendasi dari profesor atau doktor dalam bidang yang sesuai dengan bidang keilmuan yang akan diambil;
D. Beasiswa S3 Dalam Negeri untuk Tenaga Kependidikan
     1. Surat Pengantar dari Rektor/Ketua perguruan tinggi tempat bertugas yang menyatakan bahwa program studi yang akan diambil dibutuhkan untuk penguatan satuan program studi/jurusan pada perguruan tinggi tersebut;
     2. Daftar Riwayat Hidup (Curriculum Vitae);
     3. Fotokopi SK kepegawaian pertama dan SK terakhir yang telah disahkan lembaga;
     4. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku;
     5. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan S1 dan S2 yang telah dilegalisir. Indeks prestasi kumulatif (IPK) pendidikan terakhir minimal 3,00 (skala 4,00) atau IPK ekuivalen untuk skalanya;
     6. Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP®500 atau ekuivalennya;
      7. Surat pernyataan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari Kementerian Agama atau lembaga lain yang ditandatangani di atas materai;
      8. Pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada perguruan tinggi pengirim minimal dua kali masa tugas belajar (n) atau dalam rumus (2 x n), terhitung setelah kelulusan;
      9. Rencana Penelitian (proposal) Disertasi;
    10. Rekomendasi dari profesor atau doktor dalam bidang yang sesuai dengan bidang keilmuan yang akan diambil;

Pendaftaran:
Permohonan beasiswa dapat diajukan secara online melalui laman scholarship.kemenag.go.id Daftarkan diri terlebih dahulu. Klik “sign up”. Isi formulir yang disediakan, setelah terdaftar, Anda dapat log in untuk mengunggah dokumen persyaratan yang diminta.
3/10/2015 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Rusia 2015 untuk S1, S2, Pelatihan

Pemerintah Federasi Rusia kembali menawarkan program beasiswa Rusia 2015. Beasiswa ini membebaskan biaya pendidikan di perguruan tinggi Rusia dan menerima ratusan kandidat asal Indonesia tiap tahunnya. Nah, saat ini kesempatan itu dibuka lagi. Beasiswa tersedia untuk studi S1 (4 tahun), S2 (2 tahun), dan spesialisasi (5 tahun). Sebelum menjalani kuliah, penerima beasiswa akan mendapatkan program bahasa Rusia di Fakultas Persiapan selama 1 tahun. 

Uniknya beasiswa Pemerintah Rusia ini juga menyediakan program pelatihan selama 3, 5, dan 10 bulan sesuai dengan bidang yang ditekuni, misalnya dosen, guru, atau profesional. Pada kegiatan pelatihan ini, tidak tersedia program bahasa Rusia. Pelamar dianggap sudah memiliki pemahaman yang cukup dengan bahasa Rusia. 

Meski beasiswa Pemerintah Rusia 2015 membebaskan biaya pendidikan, namun itu bukanlah beasiswa penuh. Ada beberapa biaya lainnya yang masih harus dibiayai sendiri, seperti penerjemahan, pengesahan, dan pengiriman dokumen. Kemudian biaya visa, asrama, biaya hidup, tiket pesawat, dll. Biaya tersebut dapat disediakan sendiri atau menerima bantuan sponsor dari lembaga lain.

Dokumen aplikasi:
1. Application form (format tersedia)
2. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisir oleh SMA/ SMK/ Perguruan Tinggi. Untuk pendaftar S1, nilai ijazah SMA/SMK atau raport semester V dengan rata-rata 8,0 dan usia maksimal 25 tahun. Untuk pendaftar S2, IPK minimal 3,20. Untuk pendaftar S3, lulus S2 dari universitas di Rusia.
    - Untuk pendaftar yang langsung menuju Fakultas Spesialisasi dan sudah lulus mengikuti Fakultas Bahasa di Rusia selama 1 tahun, sertakan juga sertifikat kelulusannya.
    -  Untuk pendaftar program pelatihan, sertakan ijazah terakhir atau transkrip nilai terbaru atau setidaknya sudah pernah mengikuti kuliah S1.
3. Fotokopi medical certificate (format tersedia)
4. Fotokopi paspor sampul hijau yang masa berlakunya tidak kurang dari 24 bulan
5. Fotokopi akte kelahiran
6. Permohonan pengesahan dokumen (format tersedia)
7. CV dan motivation letter dalam Bahasa Inggris maksimal 2 halaman A4 (format tersedia)
8. Lembar Pernyataan Jaminan (Lampiran No.3) dan Surat Jaminan (Lampiran No.4) diisi pada formulir yang bahasa Rusia saja, dengan tulisan latin/Bahasa Indonesia, dan ditempelkan materai Rp.6000,- di bagian ‘tanda tangan penjamin’ (format tersedia dan lihat petunjuk).
    - Untuk yang sudah pernah kuliah di Rusia, tidak perlu mengisi lembar ini.
9. Fotokopi sertifikat kompetisi dan penghargaan yang dimiliki
10. Pasfoto 4x6 dengan latar belakang putih, 10 lembar.

*Formulir dan format dokumen lain yang dibutuhkan bisa diunduh di website Pemerintah Rusia

Pendaftaran:
Semua dokumen diserahkan dalam kertas ukuran A4 yang kemudian akan diterjemahkan oleh Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta dan disahkan oleh Kantor Konsuler KBFR Jakarta. Berkas dimasukkan ke dalam map karton kuning (S1), map karton merah (S2), map karton hijau (S3), map karton biru (pelatihan)
Semua formulir diisi dengan Bahasa Inggris (untuk semua pendaftar) atau Bahasa Rusia (khusus untuk lulusan S1/S2 dari Rusia yang akan mendaftar program S2/S3).

Dokumen diserahkan ke:

Gedung Pusat Kebudayaan Rusia
Jalan Diponegoro No.12 Menteng Jakarta Pusat 10310 INDONESIA

Mulai 19 Januari – 2 Maret 2015. Jika ada pertanyaan, bisa diajuka ke email: beasiswarusia@gmail.com. Website http://idn.rs.gov.ru.

Proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Rusia 2015
1. Pendaftar mengumpulkan dokumen ke Pusat Kebudayaan Rusia dalam jangka waktu penerimaan pendaftaran. Semakin cepat menyerahkan dokumen akan menjadikan pendaftar mendapatkan pertimbangan yang baik. (19 Januari – 2 Maret 2015)
2. Setelah periode pendaftaran dokumen selesai, pendaftar akan dipanggil untuk seleksi wawancara. Untuk pendaftar yang lulus seleksi wawancara, harus membayar biaya penerjemahan dokumen ke Bahasa Rusia. (Maret 2015)
3. Setelah dokumen diterjemahkan dan disahkan oleh Kantor Konsuler Kedutaan Besar Federasi Rusia, dikirimkan oleh PKR ke Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia. (April 2015)
4. Kementerian Rusia akan menempatkan pendaftar di 6 universitas usulan pendaftar. (Mei-Juli 2015)
5. Keputusan Kementerian Rusia diberitahukan melalui PKR dan diteruskan kepada penerima beasiswa. (Agustus 2015)
6. Mahasiswa menunggu invitation letter untuk membuat entry visa dan mempersiapkan keberangkatan ke Rusia. (September 2015)
7. Sebelum kuliah di bidang spesialisasi pilihan, mahasiswa akan kuliah di Fakultas Bahasa selama 1 tahun di Rusia (program ini gratis bagian dari program beasiswa).
2/25/2015 | 0 komentar | Read More

Beasiswa FIRST Program Master dari Fulbright – USA

Tawaran menarik ini ditujukan bagi dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta di tanah air. Beasiswa FIRST (Fulbright Indonesia Research Science and Technology) untuk program master di USA. Beasiswa Fulbright ini fokus pada studi S2 berbasis riset untuk disiplin ilmu yang berkaitan dengan science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Selain dosen, pelamar umum juga diberi kesempatan untuk mendaftar beasiswa FIRST.

Kandidat terpilih beasiswa FIRST akan memperoleh tanggungan biaya  pendidikan penuh dari Fulbright melalui AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation), lembaga yang mengelola beasiswa Fulbright di Indonesia.

Persyaratan:
1. Bergelar sarjana (S1) dengan IPK minimum 3.0 (dari skala 4.00)
2. Memiliki kualitas kepemimpinan
3. Memiliki pemahaman yang baik tentang budaya Indonesia dan internasional
4. Menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
5. Bersedia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program Fulbright
6. Skor ITP TOEFL minimal 500, IBT TOEFL 79/80, atau IELTS 6.0

Dokumen aplikasi: 
1. Formulir aplikasi terisi lengkap (unduh), termasuk di dalamnya studi objektif yang ditulis dengan jelas
2. Salinan terbaru skor ITP/IBT TOEF atau IELTS kurang dari dua tahun terakhir
3. Dua surat referensi, dari dosen/profesor serta atasan tempat kerja yang mengenal Anda dengan baik
4. Salinan transkrip akademik (diterjemahkan ke Bahasa Inggris)
5. Salinan dokumen identitas (KTP atau paspor)

Pendaftaran:
Lengkapi dokumen aplikasi yang dibutuhkan di atas, lalu kirimkan via pos/antar langsung ke:

AMINEF OFFICE
CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920
 

Berkas tersebut sudah harus diterima paling lambat 15 April 2015. Informasi pertanyaan bisa diajukan melalui email: infofulbright_ind@aminef.or.id atau melalui website aminef.or.id. Selamat mencoba!
10/18/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa S3 di Austria Kerjasama Dikti

Skema beasiswa S3 di Austria ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Riset Austria. Namanya Indonesian Austrian Scholarship Programme. Beasiswa yang tertuang melalui perjanjian ASEA-UNINET antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Badan Kerjasama Internasional Austria bidang Pendidikan dan Riset (OeAD-GmbH).

Kini beasiswa tersebut kembali dibuka untuk tahun akademik 2015-2016. Bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen dan ingin melanjutkan pendidikan S3 untuk meraih gelar PhD, peluang ini terbuka untuk diikuti. Pelamar diberi kebebasan untuk memilih program studi serta universitas yang diminati di Austria. Setiap tahun disediakan sekitar 20 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Kandidat terpilih akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.000, asuransi kesehatan dan kecelakaan, akomodasi, serta subsidi biaya perjalanan untuk kedatangan dan keberangkatan yang dibayarkan oleh otoritas Indonesia.

Beasiswa akan diberikan selama 36 bulan atau 3 tahun sejak dimulainya program. Pelamar saat ini berusia maksimal 35 tahun atau 5 tahun setelah menyelesaikan kuliah master.

Dokumen persyaratan:
1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas di Austria
3. Deskripsi projek studi/tesis (2-4 halaman, judul, isi, metodologi, tabel waktu) yang telah disetujui oleh supervisor di Austria
4. Satu lembar surat rekomendasi dari supervisor (harus ada kop surat, tandatangan yang memberi rekomendasi, dan cap universitas/departemen. Tidak boleh lebih dari enam bulan saat aplikasi)
5. Scan paspor pada halaman nama dan foto
6. Scan ijazah dan transkrip dari studi sebelumnya (diploma, sarjana, master, atau PhD)
7. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman yang baik (skor tes TOEFL 500 atau IELTS 5.5)

Pendaftaran:
Dokumen yang tertera di atas kirim ke OeAD - Sarah Widmoser, Programme Manager via email: sarah.widmoser@oead.at

Setelah mengirimkan dokumen ke OeAD-GmbH, calon kandidat terpilih akan diundang untuk mengikuti sesi wawancara yang digelar di Indonesia. Kemudian para nominee mendaftar ke universitas di Austria dengan dukungan dari OeAD-GmbH. Pada saat yang sama, peserta juga diminta untuk mengajukan aplikasi kedua ke Dikti, melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppln/

Keputusan final akan diambil setelah kandidat diterima di universitas Austria. Informasi lebih jauh bisa ditanyakan kepada Sarah Widmoser via email: sarah.widmoser@oead.at. Telp: +43 1 534 08 – 455. Atau website www.oead.at. Aplikasi sudah harus diterima paling lambat 1 Februari 2015.
9/26/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Kunjungan Belajar di Jerman

Selain beasiswa Fulbright yang menawarkan banyak pilihan, beasiswa DAAD juga memiliki beragam jenis. Satu di antaranya beasiswa kunjungan belajar (study visits) bagi dosen yang mengajar di bidang arsitektur maupun seni. Program ini bertujuan untuk mempromosikan kerjasama seni dengan institusi yang ada di Jerman.

Kunjungan belajar di Jerman berlangsung satu hingga tiga bulan, tergantung pada keputusan komite seleksi serta proyek dan skedul kerja yang diusulkan. Beasiswa berupa hibah yang diberikan untuk satu kali.

Beasiswa yang diperoleh di antaranya tunjangan bulanan sebesar 2.000 euro untuk asisten dosen, asisten profesor, dan dosen. Bagi profesor diberikan tunjangan sebesar 2.150 euro per bulan. Selain itu diberikan tunjangan perjalanan untuk kegiatan kunjungan belajar ke Jerman.

Dosen yang memenuhi syarat mengajar di bidang: 
▪ Architecture (Interior Design, Monument Conservation, Urban Planning/Urban Development, Regional Planning, Landscape Architecture, Landscape Planning)
▪ Fine Art, Film, Design/Visual Communication
▪ Performing Arts (Drama, Direction, Musicals, Dance, Performance Studies, Choreography, dll.)
▪ Music

Ketentuan:
1. Pelamar memegang gelar doktor/PhD
2. Pelamar mengajar di institusi atau perguruan tinggi di tanah air
3. Proyek riset harus dikoordinasi dengan mitra kerjasama di Jerman
4. Tingkat kemampuan bahasa yang dibutuhkan tergantung pada rencana studi pemohon dan subjek. Pada bidang seni, ilmu sosial, dan hukum, pemahaman bahasa Jerman yang baik biasanya diharapkan. Untuk ilmu-ilmu alam dan teknik, bukti kemampuan bahasa Inggris yang baik juga dapat diterima jika itu digunakan di universitas tuan rumah.

Pendaftaran:
Pengajuan aplikasi dilakukan secara online dan via pos (keduanya). Pendaftaran secara online dilakukan di portal DAAD di sini (buat akun terlebih dahulu). Unggah dokumen yang diminta, di antaranya:
1. Formulir aplikasi online
2. Curriculum vitae dalam form tabel (max 3 halaman)
3. Penjelasan komprehensif tentang proyek riset (max 10 halaman)
4. Skedul waktu dan rencana perjalanan (institusi/mitra kerjasama) dari kunjungan belajar yang direncanakan
5. Konfirmasi tertulis mengenai kerjasama, yang mengacu pada proyek pemohon.

Ringkasan aplikasi dalam portal dalam format Pdf dan dapat dicetak setelah prosedur aplikasi online selesai.

Kirimkan 2 (dua) salinan ringkasan aplikasi online tersebut via pos ke alamat berikut:

Jakarta Branch Office
DAAD Jakarta Office
JI. Jend. Sudirman, Kav. 61-62, Summitmas II, Lt. 14
12190 Jakarta
Indonesia
E-Mail: info@daadjkt.org
WWW: http://www.daadjkt.org


Aplikasi sudah harus diterima paling lambat 15 Oktober 2014.
9/02/2014 | 0 komentar | Read More

IGSP, Beasiswa Studi S3 di Jerman

Kualitas pendidikan di salah satu negara Benua Eropa ini tidak perlu disanksikan. Banyak pelajar mancanegara berlomba-lomba bisa studi di sana. Jerman. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), setiap tahun disediakan beasiswa studi doktoral (S3) bagi dosen tetap perguruan tinggi di lingkup Kemdikbud. Beasiswa tersebut disediakan melalui skema Indonesia-Germany Scholarship Programme (IGSP), salah satu program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri yang ditawarkan Dikti.

Bila Anda seorang dosen yang dimaksud, ini kesempatan untuk mencoba penawaran beasiswa IGSP. Beasiswa yang diperoleh nantinya meliputi uang kuliah (tuition fee), biaya hidup, tunjangan biaya hidup keluarga inti, tiket pesawat PP, asuransi kesehatan, biaya buku, biaya kedatangan, biaya program khusus (konferensi/seminar), biaya penulisan tugas akhir (disertasi), termasuk biaya pendaftaran ke universitas.

Persyaratan: 
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud adalah:
    1. Memiliki NIDN
    2. Mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, dan/atau mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing (bagi dosen PTS);
b. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) untuk bahasa dan matrikulasi dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju.
c. Dosen tetap yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara;
d. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
e. Penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
f. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
g. Pelamar program S3 harus telah mempunyai usulan penelitian dan rencana publikasi di jurnal internasional bereputasi yang disetujui oleh, atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju;
h. Umur pelamar dosen tetap tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN.
i. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
Pelamar bisa mendaftar secara online di laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppln/. Silakan pilih jenis beasiswa Indonesia-Germany Scholarship Programme. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan password yang dapat digunakan untuk log in kembali. Setelah terdaftar, Anda dapat mengunggah dokumen yang diminta, di antaranya:

a. Melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2;
c. Melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
d. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan.
e. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dan rencana publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bagi pelamar program S3 yang telah disetujui (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis) oleh calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju.
f. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kemendikbud berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian/NIDN.
g. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;

Pelamar yang memenuhi syarat akan mengikuti sesi wawancara yang akan digelar Dikti pada 17-18 November 2014 di Jakarta. Pendaftaran online serta pengunggahan berkas paling lambat 15 Oktober 2014. Pedoman dapat diunduh melalui laman Dikti di atas.
8/15/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Sumitro, $10.000 untuk Riset ke AS

Sumitro Fellows Program. Bagi yang pernah mengikuti, skema beasiswa ini mungkin tidak asing. Beasiswa Sumitro merupakan program beasiswa riset senilai $10.000 yang didedikasikan kepada Profesor Sumitro Djojohadikusumo, ekonom Indonesia yang juga mantan Menteri Perdagangan dan Menristek.

Seperti halnya USINDO Travel Grants, beasiswa Sumitro juga dibuka bagi warga Indonesia maupun Amerika Serikat (AS). Warga AS bisa menggunakan beasiswa ini untuk penelitian yang terkait ekonomi politik di Indonesia, sebaliknya warga Indonesia yang ingin melakukan penelitian di negeri Paman Sam itu bisa mengambil proyek terkait hubungan Indonesia-AS.

Mereka yang bisa mengikuti program beasiswa Sumitro di antaranya lulusan post-doktoral, calon doktor (PhD), akademisi, serta para profesional yang memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan penelitian lapangan.

Persyaratan:
1. Warganegara Indonesia atau AS
2. Penelitian terkait dengan hubungan bilateral Indonesia-AS
3. Mahir berbahasa Inggris dibuktikan dengan skor TOEFL. Pengecualian bagi mereka lulusan universitas di AS atau negara yang menggunakan bahasa Inggris.

Dokumen aplikasi:
1. Formulir aplikasi yang diisi lengkap dan ditandatangani
2. Abstrak penelitian lapangan: satu hingga lima halaman terkait penelitian yang akan diambil
3. Curriculum vitae atau resume (CV tidak lebih dari 10 halaman atau resume yang menyediakan kutipan lengkap dari semua publikasi dengan item publikasi terbaru pada urutan pertama.
4. Dua (2) surat rekomendasi. Satu surat rekomendasi dari pembimbing disertasi atau dosen senior. Minta mereka untuk mengirim langsung surat rekomendasi tersebut ke email: sumitro@usindo.org pada atau sebelum 31 Januari 2015.
5. Surat pernyataan tanggung jawab: ditandatangani
6. Informasi tambahan. Selain informasi di atas, panitia juga akan mempertimbangkan informasi tambahan seperti sampel tulisan, silabus (tidak lebih lima halaman), dll.

*Ctt: Poin 1 dan 5 bisa diunduh di sini

Pendaftaran:
Masa pendaftaran dimulai 15 November 2014 hingga 31 Januari 2015. Kirimkan formulir beserta dokumen aplikasi yang telah dipersiapkan ke email: sumitro@usindo.org. Harap dikirim tepat waktu atau tidak melewati deadline, termasuk surat rekomendasi. Informasi lanjut bisa ditanyakan via telp: 202.232.1400.
7/01/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Dosen – BPPDN Dikti

Buat Anda yang berprofesi sebagai dosen dan ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di dalam negeri, ini dia kesempatan beasiswa dosen 2014 yang bisa diraih. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) membuka kembali beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPPDN) untuk studi di universitas-universitas dalam negeri. Beasiswa terbuka untuk program magister (S2) dan doktor (S3). Selain tenaga dosen tetap, BPPDN juga terbuka bagi tenaga kependidikan, PNS kantor Kopertis, serta PNS kantor pusat Dikti. Ada 49 perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara dan 13 perguruan tinggi swasta (PTS).

Berbeda dari tahun sebelumnya, BPPDN 2014 tidak tersedia bagi calon dosen dan hanya diperuntukkan bagi dosen tetap baik PTN maupun PTS yang telah memiliki NIDN di lingkup Kemdikbud. Para pelamar diharuskan mendaftar secara online melalui website Dikti dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sejumlah komponen biaya disediakan Dikti bagi para dosen yang berhasil memperoleh beasiswa. Bantuan diberikan per semester, di antaranya biaya hidup Rp 12 juta, tunjangan domisili Rp 3 juta, biaya penelitian Rp 4,5 juta untuk master dan Rp 6 juta untuk doktor, biaya buku Rp 3 juta, biaya pendidikan, serta biaya perjalanan sesuai kebutuhan.

Pelamar BPPDN untuk dosen harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/izin dari Kopertis Wilayahnya.

Ketentuan khusus:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang pernah menerima BPPS, BU, atau Beasiswa Luar Negeri Dikti pada jenjang pendidikan pascasarjana yang sama.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada mereka yang sedang menerima beasiswa (yang meliputi: biaya hidup, biaya pembelian buku, biaya penelitian,dan/atau biaya penyelenggaraan pendidikan) yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia. 4. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang memulai perkuliahan pada semester gasal (perkuliahan dimulai pada bulan september).
5. Batas usia penerima BPP-DN Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan.
6. Persyaratan IPK tidak diberlakukan untuk BPPDN dosen. Meskipun demikian PPs Penyelenggara pada umumnya memiliki persyaratan IPK pada saat proses penerimaan mahasiswa baru.
7. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 24 bulan untuk program magister (S2) dan 36 bulan untuk program doktor (S3).
8. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
9. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara BPP-DN dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
10. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku.

Mekanisme pendaftaran: 
 a. Mendaftarkan diri sebagai pelamar BPP-DN melalui laman beasiswa.dikti.go.id/bppdn dengan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan.
b. Memastikan daftar riwayat pendidikan pada database PDPT (pdpt.dikti.go.id) telah diisi dengan lengkap dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Jika belum lengkap, disarankan untuk menghubungi instansi asal.
c. Mendaftar ke PPs Penyelenggara yang dituju dengan memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai pelamar PPs tersebut.
d. Mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan Proses Seleksi yang diselenggarakan oleh PPs Penyelenggara tujuan.
e. Melihat hasil Penetapan Penerima BPP-DN yang diumumkan oleh PPs tempat studi.

Pendaftaran BPPDN secara online melalui laman Dikti (http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn/). Dibuka hingga 30 Mei 2014 pukul 23:59 WIB.  Penetapan daftar calon penerima BPPDN akan disampaikan Dikti Juli 2014. Pertanyaan bisa disampaikan melalui email bppdn.dikti@gmail.com

Selamat mencoba!
4/08/2014 | 0 komentar | Read More

Anugerah Riset Sobat Bumi 2014 dari Pertamina

Pertamina Foundation untuk kedua kalinya kembali menghadirkan Anugerah Riset Sobat Bumi. Penghargaan riset 2014 ini terbuka bagi mahasiswa pascasarjana, dosen, pakar, praktisi, maupun peneliti yang melakukan riset untuk disertasi, penelitian mandiri, dan pengabdian masyarakat. Topik riset terkait dengan pilar pembangunan berkelanjutan, meliputi Ekologi/Alam (Nature), Sosial Budaya (Society), Ekonomi (Economy), dan Kesejahteraan (Well-being).

Tahun ini, Anugerah Riset Sobat Bumi 2014 akan diberikan kepada para periset dengan total dana sebesar Rp 1,3 miliar. Kandidat yang diterima akan mendapat pendanaan hingga Rp 100 juta untuk kegiatan riset yang dilakukan.

Anugerah Riset Sobat Bumi terdiri atas 2 (dua) program pemberian penghargaan, yakni Anugerah Riset dan Anugerah Pengabdian Masyarakat. Anugerah Riset diberikan kepada pemenang proposal kategori Disertasi, dan Penelitian Mandiri, sedangkan Anugerah Riset kategori Pengabdian Masyarakat diberikan kepada pemenang proposal Pengabdian Masyarakat. Proposal kategori Pengabdian Masyarakat juga dapat diusulkan oleh masyarakat umum yang bermaksud melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan terkait energi terbarukan, seperti pengelolaan sampah, limbah, serta permasalahan-permasalahan lainnya. Dalam pelaksanaannya, Anugerah Pengabdian Masyarakat tetap harus melibatkan unsur riset (research based).
Tema Anugerah Riset Sobat Bumi 2014 adalah “Mewujudkan Riset dan Pengabdian Masyarakat Sebagai Gerakan Sosial Sobat Bumi”.

Persyaratan:
1. Persyaratan Administratif
    
    a. Setiap peserta hanya diperkenankan mengirim satu buah proposal riset (disertasi), penelitian mandiri, atau pengabdian masyarakat. Satu periset hanya berhak mengajukan satu proposal.
    b. Panjang proposal antara 7-10 halaman, Font Times New Roman, size 12, ukuran kertas A4 dengan rata kanan 4 cm, rata kiri 3 cm, rata atas 4 cm rata bawah 3 cm dengan spasi 1,5.
    c. Peserta menyertakan Curicullum Vitae disertai dengan scanned KTP/Kartu Mahasiswa dan scanned KTP.
    d. Melampirkan surat pernyataan keaslian proposal riset bermaterai Rp 6.000,- dibubuhi tanda tangan peneliti dan kesediaan diberi sanksi hukum apabila proposal riset terbukti hasil plagiasi.
    e. Peserta harus terdaftar dalam akun www.sobatbumi.com dan ringkasan eksekutif harus dipublikasikan dalam aksi di www.sobatbumi.com
    f. Melampirkan lembar pengesahan, untuk riset ditandatangani oleh periset dan Dekan Fakultas ybs, sedangkan untuk pengmas ditandatangani oleh kepala desa/camat setempat.

2. Persyaratan Akademik 
     a. Proposal yang dikirim harus relevan dengan tema sesuai butir B.
    b. Judul proposal singkat, jelas dan menarik, problematik, aktual dan berupa riset terapan, terdapat intervensi sosial atau melibatkan masyarakat dalam proses riset.
    c. Sistematika Sistematika proposal riset terdiri dari: judul, ringkasan eksekutif, latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan, ruang lingkup, arti penting, riset terdahulu, konsep operasional, kerangka teori, metodologi (teknik pengumpulan data, sasaran riset, data yang dihimpun, teknik analisis data), jadwal riset, daftar pustaka serta sistematika penulisan. Sedangkan proposal pengabdian masyarakat terdiri dari: analisis masalah yang terjadi pada komunitas, solusi yang ditawarkan, program pengabdian masyarakat yang ditargetkan dapat mengatasi masalah, target program, dan strategi pencapaian target program dalam mengatasi masalah yang dihadapi komunitas tertentu.
    d. Proposal riset yang diajukan kepada panitia bersifat orisinal (bukan berupa skripsi, tesis, disertasi, dan riset yang pernah dilakukan) dan belum pernah diajukan kepada pihak manapun serta riset yang sedang dilakukan saat ini.
    e. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    f. Bagi peserta yang proposalnya terpilih pada tahap I diharuskan mempresentasikan proposal untuk seleksi tahap II.
    g. Bagi peserta yang terpilih pada seleksi tahap II diharuskan mengikuti seminar proposal dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan proposal sebelum dilakukan pengumpulan data lapangan.
    h. Dalam tahapan pengumpulan data lapangan akan dilakukan pemantauan (monitoring) langsung oleh tim monitoring dan penilai proposal dari Pertamina Foundation.

Kelengkapan Dokumen:
1. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengajukan satu proposal riset.
2. Peserta harus terdaftar dalam website www.sobatbumi.com dan harus mempublikasikan abstrak/ringkasan eksekutif risetnya dalam website tersebut.
3. Peserta menyusun proposal risetnya sesuai dengan sistematika pada Panduan Penulisan Proposal Riset.
4. Peserta melampirkan CV (Curriculum Vitae) seperti pada contoh (terlampir).
5. Peserta melampirkan scanned KTP dan scanned Kartu Mahasiswa (jika ada).
6. Peserta melampirkan surat pernyataan mengenai keaslian proposal riset serta kesediaan menerima sanksi hukum jika proposal riset terbukti hasil plagiasi bermaterai Rp. 6000,- yang dibubuhi tanda tangan peneliti.
7. Peserta melampirkan pengesahan riset; untuk riset kategori penelitian disahkan oleh Dekan Fakultas yang bersangkutan, sedangkan untuk riset kategori pengabdian masyarakat disahkan oleh Kepala Desa atau Camat Daerah Objek Riset.

Semua dokumen dijadikan dalam bentuk file berformat .pdf, dikumpulkan dalam satu folder dengan dengan format Nama Periset_Kategori Riset (contoh: Widi Eko Yanuar Iskhak_Pengabdian Masyarakat), dijadikan dalam bentuk file berformat .rar, dan dikirimkan ke email anugrah.risetsobatbumi@gmail.com. Panitia seleksi hanya menerima dokumen yang dikirim via email dan tidak menerima dokumen print-out yang dikirim via pos.

Pendaftaran:
Aplikasi paling lambat diterima 15 April 2014. Silakan unduh panduan teknis dan penulisan proposal riset di sini. Pertanyaan bisa disampaikan melalui email di atas.

Seleksi:
Kegiatan Seleksi Anugerah Riset Sobat Bumi dilaksanakan oleh tim independen yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pertamina Foundation. Seleksi dibagi ke dalam tiga tahap, yakni seleksi administasi, seleksi substansi, dan seleksi seminar proposal.
3/24/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Dikti – BPP-LN

Beasiswa pendidikan pascasarjana luar negeri (BPP-LN) 2014 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kini hadir lagi. Beasiswa ini ditawarkan untuk jenjang pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. BPP-LN dapat diikuti bagi dosen tetap PTN maupun PTS serta tenaga kependidikan pada PTN, Kantor Pusat Ditjen Dikti, atau kantor Kopertis.

Kuota BPP-LN Dikti 2014 disebar ke berbagai negara tempat studi. Wilayahnya meliputi Amerika Utara dengan kuota 10 persen, Asia 30 persen, Uni Eropa 40 persen, dan Oseania 20 persen.

BPP-LN merupakan beasiswa penuh yang meliputi uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan biaya buku per semester. Selain itu disediakan pula biaya kedatangan, biaya program khusus, bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi, serta biaya pendaftaran ke universitas. Beasiswa luar negeri Dikti ini disediakan cukup lengkap, sehingga kandidat terpilih bisa sepenuhnya menjalani studi mereka.

Persyaratan:
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud adalah:
    1. Memiliki NIDN
   2. Mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, dan/atau mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing (bagi dosen PTS);
b. Tenaga kependidikan tetap (memiliki NIP) pada PTN, atau Kantor Pusat Ditjen Dikti, atau kantor Kopertis, yang sudah mendapat ijin dari pemimpin yang bersangkutan;
c. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) untuk bahasa dan matrikulasi dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju, atau sesuai dengan ketentuan 4.2.1.b di atas;
d. Bagi dosen tetap dan tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara, sedangkan untuk tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S2 harus telah memiliki gelar S1 atau yang setara;
e. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
f. Penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
g. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
h. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian dan rencana publikasi di jurnal internasional bereputasi yang disetujui oleh, atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju;
i. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN. Untuk tenaga kependidikan, umur pelamar tidak lebih dari 40 tahun untuk studi lanjut gelar S2 dan tidak lebih dari 44 tahun untuk gelar S3;
j. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara on-line, yaitu melalui laman Ditjen Dikti di http://beasiswa.dikti.go.id. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan password yang dapat digunakan untuk login kembali di sistem;
b. Melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju, atau LoA/LoO yang bersyarat (conditional) untuk kemampuan bahasa dari perguruan tinggi Kelompok Pertama;
c. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;
d. Melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
e. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
f. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dan rencana publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bagi pelamar program S3 yang telah disetujui (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis) oleh calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju. Kerangka usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3;
g. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kemendikbud berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian/NIDN, serta sebagai tenaga kependidikan tetap di Perguruan Tinggi Negeri dan/atau Kantor Pusat di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi berupa Kartu Pegawai/SK PNS;
h. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;
i. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin PTN bagi tenaga kependidikan tetap di PTN, atau sekurang-kurangnya pejabat Eselon-2 Ditjen Dikti bagi tenaga kependidikan tetap di kantor pusat Ditjen Dikti, atau koordinator Kopertis bagi tenaga kependidikan tetap di kantor Kopertis.

Pendaftaran beasiswa BPP-LN Dikti 2014 dibagi ke dalam tiga gelombang:
› Gelombang 1: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan April 2014 unggah on-line terakhir 14 Feb 2014.
› Gelombang 2: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan Juli 2014 unggah on-line terakhir 14 Maret 2014.
› Gelombang 3: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan September-Desember 2014, unggah on-line terakhir 16 Mei 2014.

Lihat panduan lengkap yang bisa diunduh di beasiswa.dikti.go.id

Proses seleksi:
Seleksi akan dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris.

Proses seleksi dilaksanakan oleh Tim Seleksi Beasiswa Luar Negeri yang dibentuk oleh Ditjen Dikti. Seleksi akan didasarkan kepada beberapa aspek, yaitu aspek akademik, aspek bahasa, aspek pendanaa, dan aspek sosial dan keluarga.

Pengumuman hasil seleksi administrasi, wawancara dan pelaksanaan lokakarya pra-keberangkatan dilakukan melalui laman resmi Ditjen Dikti http://beasiswa.dikti.go.id.
2/04/2014 | 0 komentar | Read More

Program Beasiswa Indonesia Austria

Anda berminat kuliah S3 di Austria? Jangan lewatkan tawaran ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Riset Austria menyediakan beasiswa PhD untuk studi S3 di universitas-universitas Austria. Beasiswa ini tertuang melalui perjanjian ASEA-UNINET antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Badan Kerjasama Internasional Austria bidang Pendidikan dan Riset (OeAD-GmbH).

Beasiswa doktor di Austria ini tersedia untuk tahun akademik 2014-2015. Sasaran utamanya adalah para calon dosen atau dosen tetap universitas di Indonesia. Beasiswa dibuka untuk semua bidang ilmu yang ada di Austria. Setiap tahunnya disediakan 20 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di sana.

Kandidat terpilih akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.000, asuransi kesehatan dan kecelakaan, akomodasi, serta subsidi biaya perjalanan untuk kedatangan dan keberangkatan yang dibayarkan oleh otoritas Indonesia.

Beasiswa akan diberikan selama 36 bulan atau 3 tahun sejak dimulainya program. Bagi Anda yang berusia maksimal 35 tahun atau 5 tahun setelah menyelesaikan kuliah master, tawaran beasiswa Indonesia Austria ini bisa diikuti.

Dokumen persyaratan:
1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas di Austria
3. Deskripsi projek studi/tesis (2-4 halaman, judul, isi, metodologi, tabel waktu) yang telah disetujui oleh supervisor di Austria
4. Satu lembar surat rekomendasi dari supervisor (harus ada kop surat, tandatangan yang memberi rekomendasi, dan cap universitas/departemen. Tidak boleh lebih dari enam bulan saat aplikasi)
5. Scan paspor pada halaman nama dan foto
6. Scan ijazah dan transkrip dari studi sebelumnya (diploma, sarjana, master, atau PhD)
7. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman yang baik (skor tes TOEFL 500 atau IELTS 5.5)

Pendaftaran:
Dokumen yang tertera di atas dikirim via email: tuantrieu.ha@oead.at yang ditujukan kepada:

OeAD – Programme Manager
Mag. Tuan Trieu HA, Bakk


Batas pendaftaran adalah 1 Februari 2014.

Setelah mengirimkan dokumen ke OeAD-GmbH, calon kandidat terpilih akan diundang untuk mengikuti sesi wawancara yang digelar di Indonesia. Kemudian para nominee mendaftar ke universitas di Austria dengan dukungan dari OeAD-GmbH. Pada waktu yang sama peserta juga diminta untuk mengajukan aplikasi kedua ke Dikti melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id (dosen tetap) atau http://beasiswa.dikti.go.id/ln (calon dosen).

Keputusan final akan diambil setelah kandidat diterima di universitas Austria. Informasi lebih jauh bisa ditanyakan kepada Mr. Tuan Trieu Ha (tuantrieu.ha@oead.at).
11/30/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Hitachi Jepang Buat Dosen dan Peneliti

Buat Anda yang berkecimpung sebagai dosen dan peneliti, ada tawaran beasiswa S2/S3 dari Hitachi Scholarship Foundation. Beasiswa ini ditujukan untuk studi di Jepang dengan durasi maksimal 2,5 tahun untuk master dan 3,5 tahun untuk PhD. Beasiswa dibuka untuk empat universitas di tanah air, yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITB, dan ITS.

Beasiswa Hitachi menyediakan dukungan keuangan dan bantuan konsultasi dan pribadi. Bantuan beasiswa meliputi tiket penerbangan kelas ekonomi, uang saku bulanan ¥ 180,000, kursus bahasa Jepang selama 6 bulan, biaya kunjungan lapangan ¥ 50,000, biaya konferensi internasional, tunjangan kedatangan dan kembali masing-masing ¥ 50,000, biaya kuliah, hingga tunjangan rumah.

Persyaratan:
Jenjang master

1. Pemegang gelar sarjana yang ingin meraih gelar master di bidang sains dan teknologi, kecuali ilmu hewan, di sekolah pascasarjana Jepang.
2. Berusia di bawah 30 tahun (lahir pada atau setelah 1 November 1983).
3. Memiliki posisi atau profesi di universitas
Jenjang doktor  
1. Pemegang gelar master yang ingin meraih gelar PhD di bidang sains dan teknologi, kecuali ilmu hewan, di sekolah pascasarjana Jepang.
2. Berusia di bawah 35 tahun (lahir pada atau setelah 1 November 1978).
3. Memiliki posisi atau profesi di universitas

Prosedur aplikasi:
Semua kelengkapan dokumen dan formulir aplikasi dikirimkan ke masing-masing universitas. Deadline bisa berbeda. Misalnya UI disampaikan melalui International Office UI paling lambat 10 Oktober 2013 atau ITB yang diajukan melalui Dekan/Sekolah dan sudah harus diterima di Kantor Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi paling lambat 31 Oktober 2013. Informasi deadline bisa ditanyakan di perguruan tinggi bersangkutan. 

Dokumen yang diperlukan:
1. Formulir aplikasi yang telah diketik bersama pasfoto ukuran 3 x 4 cm yang diambil tidak lebih dari 6 bulan terakhir.
2. Salinan ijazah dan transcript nilai (S1 dan S2)
3. Surat rekomendasi dari pimpinan atau dekan fakultas. Rekomendasi tersebut disahkan oleh rektorat.
4. Letter of acceptance (LoA) dari ilmuan universitas di Jepang
5. Bukti pemeriksaan fisik

Kandidat terpilih didasarkan pada seleksi awal, wawancara, dan seleksi akhir. Seleksi awal dilakukan pada November-Desember, interview pada Desember-Maret, dan putusan final pada April-Mei. Hasil seleksi tersebut akan disampaikan pihak rektorat pada Juni 2014. Unduh formulir aplikasi dan panduan di sini.
9/25/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri Dikti

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) alokasi tahun 2013. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap, calon dosen pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta tenaga kependidikan tetap pada perguruan tinggi negeri dan kantor pusat Ditjen Pendidikan Tinggi.

BPP-DN 2013 merupakan penggabungan dua skema beasiswa yang ada sebelumnya, yaitu beasiswa pendidikan pascasarjana (BPPS) dan beasiswa unggulan (BU). Proses seleksi BPP-DN 2013 khusus untuk dosen tidak diperlukan lagi penetapan status oleh perguruan tinggi negeri/Kopertis pemilik dosen. Namun, demikian dosen bersangkutan tetap harus mendapat izin tugas belajar dari perguruan tinggi negeri/Kopertis asal.

Ketentuan Calon Penerima BPP-DN:
Pelamar BPP-DN untuk dosen dan tenaga kependidikan harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN untuk dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari Kopertis Wilayahnya (dapat di lihat di panduan).

Pelamar BPP-DN untuk calon dosen harus menandatangani Perjanjian antara yang bersangkutan dengan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Lampiran 1), yang harus diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju.

Ketentuan khusus lainnya:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang pernah menerima BPPS, BU, atau Beasiswa Luar Negeri Dikti pada jenjang pendidikan pascasarjana yang sama.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada mereka yang sedang menerima beasiswa (yang meliputi: biaya hidup, biaya pembelian buku, biaya penelitian, dan/atau biaya penyelenggaraan pendidikan) yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia.
4. Batas usia penerima BPP-DN
a) Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
b) Calon dosen adalah 26 tahun untuk S2, dan 28 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
c) Tenaga kependidikan adalah 40 tahun untuk S2, dan 42 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
5. Persyaratan IPK:
a) Dosen tidak disyaratkan IPK;
b) IPK S1 untuk calon dosen yang meneruskan program magister adalah 3.00 dan IPK S2 untuk calon dosen yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
c) IPK S1 untuk tenaga kependidikan yang meneruskan ke program magister adalah 2.75 dan IPK S2 untuk tenaga kependidikan yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
6. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 24 bulan untuk program magister (S2) dan 36 bulan untuk program doktor (S3).
7. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja atau penempatan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
8. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara BPP-DN dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
9. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku.

Unduh pedoman BPP-DN 2013 di sini untuk mendapatkan petunjuk teknis pengajuan beasiswa sertar formulir yang dibutuhkan.
4/05/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Dosen dan Calon Dosen Skema IGSP Dikti

Skema beasiswa Indonesia-German Scholarship Programme (IGSP) kembali digulirkan bagi para dosen dan calon dosen. Dikti melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan menawarkan beasiswa tersebut untuk alokasi 2014. Pelamar yang diterima akan mendapat kesempatan mengenyam pendidikan S3 (PhD) di perguruan tinggi terkemuka di Jerman.

Bagi yang berminat, Anda dapat melakukan pendaftaran beasiswa PhD ini secara online di http://beasiswa.dikti.go.id (untuk dosen) dan http://beasiswa.dikti.go.id/ln (untuk calon dosen). Nantinya, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online. Berbeda dari sebelumnya, sistem seleksi berkas juga dilakukan secara online. Pelamar diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen yang diperlukan dan akan menjadi pertimbangan oleh panitia seleksi. Pedoman pengajuan beasiswa dapat diunduh di sini.

Syarat untuk Pelamar:
1. Dosen tetap perguruan tinggi di lingkungan Kemdikbud dan telah memiliki NIDN.
2. Calon dosen di lingkungan Kemdikbud, dan melampirkan bukti kontrak kesediaan untuk ditempatkan sesuai penempatan dari Ditjen Dikti (Lihat Lampiran 5).
3. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dari institusi dan/atau dari calon pembimbing dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju.
4. Bagi dosen tetap yang melamar program pendidikan S3 mempunyai gelar S2 atau yang setara.
5. Bagi calon dosen yang melamar program pendidikan S3 harus mempunyai gelar S2 atau yang setara dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,25 (skala 4).
6. Tidak akan menggunakan BPP-LN (beasiswa pendidikan pascasarjana-luar negeri) untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama.
7. Penguasaan bahasa Inggris yang memadai (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 75, atau IELTS minimal 5.5), dan/atau bahasa pengantar lain yang digunakan di perguruan tinggi tujuan masing-masing di luar negeri.
8. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian yang disetujui oleh atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju.
9. Untuk pelamar yang dosen tetap, umur tidak lebih dari 45 tahun ketika mendaftar. Untuk pelamar yang calon dosen, umur tidak lebih dari 28 tahun.
10. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran beasiswa IGSP paling lambat 15 Oktober 2013. Seleksi wawancara akan dilakukan pada November 2013. Masih tersedia waktu untuk melakukan persiapan. Lampiran yang dibutuhkan dan petunjuk lebih lanjut tertera dalam pedoman yang bisa diunduh di atas. 

Selamat mencoba!
2/21/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa PhD Jalur Khusus DIKTI-NESO

Program beasiswa PhD ini merupakan kerjasama dari DIKTI dan Nuffic Neso Indonesia dan bertujuan untuk menyediakan bantuan finansial bagi staf pengajar perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia untuk mengikuti program doktoral di Belanda. Beasiswa ini diberikan oleh DIKTI untuk masa studi maksimum tiga tahun (36 bulan), sementara biaya tahun keempat akan ditanggung oleh perguruan tinggi Belanda.

Untuk dapat mengikuti jalur khusus ini, kandidat dari Indonesia harus mendapatkan nominasi dari seorang profesor Belanda dan institusi pendidikan tinggi Belanda yang bersangkutan harus memberikan jaminan akan membiayai tahun terakhir (keempat) dari masa beasiswa.

Penerima beasiswa DIKTI akan menerima dana-dana berikut ini dari Kementrian Pendidikan Nasional RI untuk periode maksimal tiga tahun:

• Biaya hidup: EUR 1000 per bulan;
• Asuransi: EUR 500 per tahun;
• Biaya kepindahan: EUR 1000 (satu kali saja);
• Biaya perjalanan internasional : 1 tiket pp penerbangan internasional;
• Biaya buku: EUR 800 per tahun;
• Biaya penulisan disertasi: EUR 500 (satu kali saja);
• Biaya program spesial: EUR 500 (satu kali saja);
• Biaya pendidikan seperti yang ditetapkan perguruan tinggi Belanda (dengan batas maksimal EUR 10,000).

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar adalah:
1. Saat ini merupakan (kandidat) dosen di sebuah perguruan tinggi negeri atau swasta di Indonesia dan memiliki surat dukungan dari institusi tersebut;
2. Memiliki Surat Penerimaan Tak Bersyarat (unconditional Letter of Acceptance) dari perguruan tinggi Belanda;
3. Memiliki proposal riset dan penasehat/sponsor di perguruan tinggi Belanda;
4. Memiliki gelar Master (atau yang sederajat);
5. Memiliki skor IELTS minimal 6.0 atau IBT TOEFL 80;
6. Berusia tidak lebih dari 50 tahun saat mendaftar;
7. Pasangan suami istri yang bekerja di bidang ilmu yang sama tidak diperbolehkan mendaftar ke universitas yang sama dan/atau menerima pengawasan dari promotor yang sama.
8. Semua area riset diperbolehkan.

Pendaftaran:
~ Berkas-berkas yang dibutuhkan untuk dikirim ke DIKTI:
1. Formulir A Khusus (beasiswa Dikti-Neso) yang sudah diisi (download);
2. Surat izin/persetujuan dari Rektor/Pimpinan universitas tempat pelamar bekerja;
3. Surat rekomendasi dari professor lokal (Indonesia);
4. Surat persetujuan dari Kopertis, hanya bagi mereka yang bekerja di PTS;
5. Surat keterangan/bukti bahwa pelamar adalah dosen tetap;
6. Salinan ijazah dan transkrip (IPK) S1 dan S2 yang telah dilegalisir

~ Berkas-berkas yang dibutuhkan untuk dikirim ke Neso:

1. Surat rekomendasi dari profesor Belanda;
2. Unconditional acceptance letter dari universitas Belanda;
3. Surat jaminan keuangan yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak manajemen universitas Belanda atas biaya yang harus dikeluarkan di tahun keempat program doktor yang akan dijalani kandidat;
4. Bukti kemampuan bahasa Inggris (IELTS min. 6.0 atau iBT TOEFL min. 80);
5. Proposal penelitian, termasuk rencana penelitian (max. 5 hlm);
6. CV

Batas akhir pendaftaran adalah 01 April 2013. Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Shita Wulandari via email di shita.wulandari@nesoindonesia.or.id atau telepon ke +62 (0) 21 5290 2172. Anda juga bisa mengunjungi laman situs Neso untuk informasi ini di www.nesoindonesia.or.id.
12/26/2012 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Fulbright 2013 Bidang Sains dan Teknologi

Fulbright masih menawarkan sejumlah beasiswa yang patut dicoba. Salah satunya beasiswa S2 bidang sains dan teknologi. Oleh Aminef, beasiswa ini dinamai Fulbright Master of Science & Technology Initiative Degree Program. Pada 2013, pendaftaran beasiswa dibuka hingga 15 April 2013. Deadline ini mengikuti tawaran beasiswa Fulbright lainnya.

Kesempatan dibuka lebar bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen di perguruan tinggi negeri atau swasta (PTN/PTS). Namun, tidak menutup peluang bagi Anda yang bukan dosen. Jadi, silakan saja mengajukan permohonan sesuai persyaratan dan ketentuan beasiswa Fulbright.

Persyaratan/kualifikasi pelamar:
1. Sarjana (S1) dengan IPK minimal 3,0 (skala 4,00)
2. Memiliki kualitas kepemimpinan
3. Pemahaman yang baik tentang kebudayaan Indonesia dan internasional
4. Menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
5. Bersedia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program Fulbright
6. Skor TOEFL ITP minimal 550, skor TOEFL IBT 79/80 atau IELTS 6.0

Disiplin dan bidang studi pelamar berhubungan dengan sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Cara mendaftar:
Lengkapi formulir aplikasi yang bisa didownload di sini, lalu kirimkan bersama berkas-berkas yang dibutuhkan ke alamat Aminef sesuai batas waktu pendaftaran. Berkas yang dibutuhkan di antaranya:
1. Formulir aplikasi yang sudah diisi. Lengkapi juga dengan study objective satu halaman secara ringkas.
2. Salinan terbaru skor TOEFL ITP/IBT atau IELTS kurang dari dua tahun  
3. Sebuah surat referensi dari tempat kerja/atasan atau dosen sebelumnya
4. Salinan transkrip akademik (diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris)
5. Salinan dokumen indentitas (KTP atau paspor)

Kirimkan aplikasi ke alamat berikut:

AMINEF OFFICE
CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920

Pertanyaan lebih lanjut mengenai proses aplikasi dapat disampaikan melalui email: infofulbright_ind@aminef.or.id. Silakan juga lihat penawaran beasiswa ini di sini, atau di sini untuk beasiswa Fulbright yang sudah ditawarkan sebelumnya. 
12/02/2012 | 0 komentar | Read More

Penerimaan Beasiswa S2/S3 Luar Negeri Dikti 2013

Para dosen kini semakin mudah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tawaran beasiswa S2/S3 luar negeri kembali disediakan. Gelombang I alokasi 2013 baru saja dibuka oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Beasiswa ini ditujukan bagi dosen tetap PTN, dosen DPk dan dosen tetap yayasan (PTS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diutamakan untuk program S3 (PhD).

Bagi yang berminat melamar beasiswa Dikti tersebut, silakan mendaftar secara online melalui website: http://beasiswa.dikti.go.id, paling lambat tanggal 31 Oktober 2012. Melalui pendaftaran tersebut, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online. Namun, apabila ada pendaftar yang berkas lamarannya disampaikan lengkap sampai dengan tanggal 31 Juli 2012, ada kemungkinan peserta diberangkatkan 2012.

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi informasi yang telah disampaikan secara online, pelamar diminta mengirimkan berkas-berkas lamaran berupa:

1. Nomor registrasi online;
2. Bukti memiliki NIP/NIK dan NIDN;
3. Surat izin rektor/pimpinan perguruan tinggi;
4. Surat izin Kopertis (khusus bagi pelamar dari PTS);
5. Form-A Dikti;
6. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri yang terakreditasi;
7. Salinan ijazah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah S2 bagi pelamar jenjang S3;
8. Bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL/IELTS), Jerman, Perancis, Jepang atau bahasa lain berstandar internasional, sesuai dengan negara tempat perguruan tinggi yang dituju (tidak lebih dari 2 tahun terakhir);
9. Surat rekomendasi (3 buah); dan
10. Proposal penelitian dalam bahasa Inggris khusus untuk S3.

Seluruh berkas tersebut di atas dimasukkan dalam MAP HIJAU dengan menuliskan nama, alamat, serta nomor registrasi online pengirim, dan paling lambat diterima penyelenggaran 14 Nopember 2012 pukul 15.00 WIB. Berkas lamaran dikirimkan ke:

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ditjen Pendidikan Tinggi
Kompleks Kemdiknas Gedung D Lantai 5
Jln. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10270


Segala pertanyaan ataupun permasalahan berkaitan dengan pendaftaran secara online dapat disampaikan melalui email: blndikti@dikti.go.id atau kunjungi situsnya di http://dikti.go.id/.

7/05/2012 | 0 komentar | Read More

Dibuka, Beasiswa On Going Dosen S2/S3 Luar Negeri

Bagi dosen yang sedang mengambil pendidikan S2/S3 di luar negeri, jangan lewatkan tawaran beasiswa On Going dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan alokasi 2012. Program beasiswa ini baru saja diumumkan dan diperuntukkan bagi dosen tetap PTN, dosen DPk dan dosen tetap yayasan (PTS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi yang berminat melamar beasiswa, segera mendaftar secara online melalui website: http://beasiswa.dikti.go.id, paling lambat tanggal 09 Juli 2012. Melalui pendaftaran secara online, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online.

Selanjutnya, untuk mengklarifikasi informasi yang telah disampaikan secara online, mohon pelamar mengirimkan berkas-berkas lamaran berupa:

1. Nomor registrasi on-line;
2. Bukti kepemilikan NIP/NIK dan NIDN;
3. Surat izin rektor/pimpinan perguruan tinggi;
4. Surat izin Kopertis (khusus bagi pelamar dari PTS);
5. Form-A Dikti;
6. Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri ketika memasuki perguruan tinggi luar negeri;
7. Progress Report/Academic Transcript Study yang diketahui dosen pembimbing;
8. Salinan ijazah S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah S2 bagi pelamar jenjang S3;
9. Surat rekomendasi dari dosen pembimbing luar negeri khusus untuk S3;
10. Publikasi ilmiah di lur negeri khusus untuk S3 (jika ada).

Seluruh berkas tersebut dimasukkan dalam MAP HIJAU dengan menuliskan nama, alamat, serta nomor registrasi online pengirim, dan paling lambat diterima 13 Juli 2012 pukul 15.00 WIB. Berkas lamaran dikirimkan ke:

Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ditjen Pendidikan Tinggi
Kompleks Kemdiknas Gedung D Lantai 5
Jln. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta 10270   


Apabila terdapat pertanyaan ataupun permasalahan berkaitan dengan pendaftaran secara online, mohon disampaikan melalui email: blndikti@dikti.go.id. Download surat resminya di sini.
7/04/2012 | 0 komentar | Read More

Tawaran Beasiswa S2/S3 Luar Negeri Kemenag RI

Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengeluarkan pengumuman beasiswa S2/S3 yang ditujukan bagi para dosen dan tenaga kependidikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) dan  Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) di Indonesia. Beasiswa luar negeri tersebut juga berlaku bagi staf PNS di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

Adapun beasiswa yang ditawarkan Kemenag 2012 meliputi beasiswa S2/S3 penuh dan beasiswa penyelesaian studi. Penawaran dilakukan terbuka. Bagi Anda yang memenuhi kategori di atas bisa segera mengajukan pendaftaran. Keuntungan yang didapatkan jika memperoleh beasiswa penuh, di antaranya uang kuliah, biaya hidup, tiket pesawat, asuransi kesehatan, tunjangan buku, biaya kedatangan, seminar, dll. Besaran beasiswa disesuaikan dengan kondisi dan ketentuan masing-masing perguruan tinggi negara tujuan.

Ketentuan peserta:
a. Peserta Beasiswa S2/S3 Penuh adalah:
    1) Pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan tetap pada PTAIN atau PTAIS atau staff  PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
    2) Telah mendapatkan Letter of Acceptance (Letter of Offer) yang masih berlaku dari institusi dan/atau dari calon pembimbing dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju;
    3) Telah mempunyai gelar S2 atau yang setara untuk pelamar program S3. Telah mempunyai gelar S1 atau yang setara untuk pelamar program S2;
    4) Memiliki penguasaan bahasa inggris yang memadai (TOEFL institusional minimal 550, atau IELTS minimal 6,0), dan atau bahasa pengantar lain yang digunakan di perguruan tinggi tujuan masing-masing;
    5) Untuk program S3 telah mempunyai usulan penelitian yang disetujui oleh (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan dengan) calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju;
   6) Batas usia maksimal, 10 tahun sebelum usia pensiun (Pasal 4, KMA Nomor 175 tahun 2010).
b. Peserta Beasiswa Penyelesaian Studi Luar Negeri adalah:
   1) Pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan tetap pada PTAIN/PTAIS atau staff PNS pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam;
   2) Sedang menyelesaikan studi di luar negeri;
   3) Tidak sedang mendapatkan beasiswa dari funding atau sponsor, atau beasiswanya dihentikan karena telah melewati batas waktu penyelesaian yang ditentukan;
   4) Memiliki progress report perkembangan studi yang baik, dibuktikan dengan keterangan dari supervisor;
   5) Masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di luar negeri, dibuktikan dengan surat keterangan dari perguruan tinggi tempat belajar.

Persyaratan Pendaftaran:
a. Beasiswa S2/S3 Penuh:
   1) Mengisi Form-A dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam; (download)
   2) Surat permohonan bantuan beasiswa;
   3) Surat pengantar Pimpinan PTAI/ Lembaga yang menyatakan bahwa pemohon adalah dosen atau tenaga kependidikan tetap dan bahwa program studi yang akan diambil sangat strategis untuk pengembangan lembaga tempat bertugas;
   4) Fotocopy ijazah dan transkrip S1 bagi pelamar jenjang S2 dan ijazah/transkrip S2 bagi pelamar jenjang S3.
   5) Bukti kemampuan berbahasa Asing, seperti TOEFL/IELTS/ TOAFL, sesuai dengan persyaratan perguruan tinggi yang dituju;
   6) Surat rekomendasi dari 2 (dua) Guru Besar/Doktor/ Pembimbing skripsi/tesis. (Untuk pelamar beasiswa S3, salah satu rekomendasi sedapat mungkin diupayakan dari calon supervisor. Rekomendasi dikirim langsung oleh pemberi rekomendasi ke alamat email yang sudah disediakan)
   7) Proposal penelitian yang telah disetujui oleh (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan dengan) calon pembimbing di PT luar negeri yang dituju;
   8) Bukti komunikasi dengan calon pembimbing (berupa email atau surat langsung);
   9) Surat pernyataan di atas meterai bahwa yang bersangkutan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari lembaga lain.
b. Beasiswa Penyelesaian Studi:
   1) Mengisi Form B dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam; (download)
   2) Surat permohonan bantuan beasiswa;
   3) Surat pengantar Pimpinan/Lembaga yang menyatakan bahwa pemohon adalah dosen atau tenaga kependidikan tetap yang sedang menyelesaikan studi di perguruan tinggi luar negeri;
   4) Surat Keterangan dari perguruan tinggi luar negeri yang menyatakan bahwa pemohon adalah mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut;
   5) Laporan perkembangan studi 2 - 5 halaman (kertas A4, spasi satu, font Times New Roman, size 12);
   6) Prakiraan anggaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian studi sesuai dengan standar yang berlaku dan diketahui oleh ketua departemen/supervisor;
   7) Surat pernyataan di atas meterai bahwa yang bersangkutan tidak sedang menerima bantuan beasiswa dari lembaga lain.
c. Berkas kelengkapan persyaratan dikirim ke alamat email berikut:
kelembagaandiktis@gmail.com

Bagi pelamar beasiswa penuh yang sudah diterima diwajibkan menyertakan Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri yang dituju.

Mekanisme seleksi:
Seleksi dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara akan dilaksanakan dalam Bahasa Inggris atau bahasa Arab sesuai dengan bahasa pengantar perguruan tinggi tujuan. Sebelum mengirimkan berkas pendaftaran ke email di atas, terlebih dahulu harus mendaftar secara online di sini

Jadwal pendaftaran dan seleksi:
1. Batas akhir pendaftaran online 5 Juli 2012
2. Batas akhir pengiriman berkas lengkap 10 Juli 2012
3. Proses pendataan dan seleksi berkas 11 Juli 2012
4. Proses wawancara pertengahan Juli 2012
5. Pengumuman calon yang diterima Akhir Juli 2012
6. Persiapan keberangkatan Juli-Agustus 2012

Resource: http://pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/
5/30/2012 | 0 komentar | Read More