Beasiswa Online Diploma di Wült Jerman Program Bisnis dan Teknologi

Kuliah online semakin populer akhir-akhir ini. Jarak dan tempat bukan lagi masalah. Cukup dari rumah, Anda sudah bisa mendapatkan materi kuliah dan berstatus sebagai mahasiswa. Nah, bagi Anda yang berminat. Program kuliah online yang ditawarkan Wült Institute of Business and Technology, Jerman ini bisa dicoba. Yang menarik, bagi pelamar asal negara berkembang seperti Indonesia, pelamar diberi kesempatan untuk mendaftar beasiswa yang ditawarkan kampus online tersebut. Sehingga tidak lagi perlu membayar biaya kuliah reguler yang biayanya ribuan Euro.

Beasiswa online yang ditawarkan Wult Jerman tersedia melalui skema Wült scholarship Program. Beasiswa ini merupakan jenjang diploma atau Advanced Diploma yang berdurasi satu tahun. Seusai kuliah, mahasiswa diberikan sertifikat berupa Associated Academic Reward. Anda bisa memilih program keahlian yang tersedia di Wult yang umumnya adalah bidang-bidang yang terkait dengan bisnis dan teknologi.

Selain dibebaskan dari biaya kuliah online, penerima beasiswa Wult juga akan mendapatkan materi-materi kuliah, seperti textbooks yang disediakan cuma-cuma bagi penerima beasiswa.

Persyaratan:
1. Penduduk tetap dari sebuah negara ekonomi berkembang (salah satunya Indonesia)
2. Bukan karyawan perusahaan sponsor dari mitra strategis Wült
3. Memiliki koneksi dan akses internet ke komputer
4. Mampu menjalankan studi setidaknya 4 jam per minggu
5. Semua diploma disediakan dalam bahasa Inggris. Anda perlu menguasai dengan baik
6. Anda perlu alamat yang dapat menerima pengiriman internasional dari Eropa melalui DHL, UPS atau yang serupa.

Simak juga » Beasiswa Pemerintah Malaysia Program S2, S3

Pendaftaran:
Bagi Anda yang berminat, pendaftaran beasiswa dilakukan secara online di laman Wült Institute of Business and Technology. Silakan buat akun dan lengkapi formulir online yang tersedia. Sebelum mendaftar ada baiknya Anda memeriksa terlebih dahulu program-program kuliah yang ditawarkan dan sesuai minat. Sebab, pelamar hanya diperkenankan untuk memilih satu jurusan saja.

Pendaftaran beasiswa di Wult dibuka sepanjang tahun. Jadi, pelamar bisa mendaftar kapan saja. Kemudian pelamar akan mendapat pemberitahuan melalui email jika proses seleksi sedang dilakukan. Hasil seleksi nanti akan diberitahu kepada pelamar dua minggu setelah mendaftar. Selamat mencoba!
3/31/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Pendaftaran Beasiswa Pilot Kementerian Perhubungan 2018 - 2019

Punya cita-cita menjadi pilot atau penerbang, namun terkendala biaya? Beasiswa pilot yang ditawarkan Kementerian Perhubungan RI 2018 – 2019 ini sayang dilewatkan. Tahun ini Kemenhub melalui  Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi  memberi kesempatan bagi para santriwan/santri wati lulusan pondok pesantren (ponpses) seluruh Indonesia untuk dilatih menjadi taruna/taruni  Non Diploma Penerbang yang diharapkan setelah lulus dapat menjadi pilot atau penerbang.

Beasiswa pilot yang ditawarkan Kemenhub bagi lulusan ponpes ini adalah program baru. Pelamar yang berminat nanti bisa mendaftar secara online atau datang langsung ke BP3 Banyuwangi.

Untuk mendaftar, selain syarat pelamar merupakan lulusan pesantren, calon juga harus hafidz Qur’an minimal 5 (lima) Juz. Beasiswa ini bisa dilamar bagi mereka yang telah memegang ijazah SMA/SMK, D3, atau S1. Bahkan, pelamar yang telah memegang gelar S1 dan sebelumnya dari pondok pesantren, maka mendapatkan prioritas. Selengkapnya bisa dilihat pada persyaratan.

Program studi:
- Non Diploma Penerbang Beasiswa Pondok Pesantren

Persyaratan ijazah kelulusan/jurusan:
1. SMA/MA : IPA
2. SMK:
   - Teknik Mesin
   - Teknik Listrik
   - Teknik Otomotif
   - Teknik Elektronika
   - Teknik Komputer/Informatika
   - Teknik Penerbangan

Perysaratan:
1. Santriwan/Santriwati Pondok Pesantren di Indonesia
2. Usia maksimum 25 tahun, diutamakan yang sudah S1
3. Hafidz Qur'an minimal 5 (lima) Juz
4. Jenis Kemalin: Pria/Wanita
5. Persyaratan Berkas Administrasi:
   a. Melampirkan Pas Foto terbaru ukuran 4 x 6 berwarna dengan latar belakang merah dan menggunakan kemeja berkerah
   b. Ijazah dan Transkrip Nilai SMA/SMK/D3/S1
   c. Fotocopy Akte Kelahiran
   d. Surat Keterangan Belum Menikan dari Kelurahan/Desa
   e. Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna dan tidak menggunakan kacamata (lensa kontak) dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat yang menyatakan Tinggi Badan, Berat Badan dan Tidak Buta Warna
      (Tinggi Pria minimal: 167 cm dan Wanita minimal: 163 cm)
   f. Kartu Keluarga
   g. Surat Pernyataan sanggup tidak menikah selama masa pendidikan (file dikirim via email yang didaftarkan)
   h. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
   i. Surat Rekomendasi dari Pengasuh Pondok Pesantren
6. File berkas Scan dalam bentuk JPEG (uuran maksimum 200 KB tiap file)

Simak juga » Beasiswa S1 Terbaru Dalam dan Luar Negeri

Pendaftaran:
Pelamar yang berminat mendaftar beasiswa pilot Kemenhub 2018 - 2019 ini dapat mengajukan diri secara online melalui Portal Seleksi Penerimaan Calon Taruna (SIPENCATAR) di website sipencatar.lp3b.ac.id atau dapat datang langsung ke kampus BP2 Penerbang Banyuwangi dengan melengkapi dokumen persyaratan yang diminta.

Pendaftaran online dibuka mulai 6 - 20 Maret 2018. Siapkan dokumen aplikasi seperti yang diminta di persyaratan di atas.

Tahap seleksi:
Pendaftaran SIPENCATAR: 06 - 20 Maret 2018
Pengumuman hasil seleksi administrasi: 23 Maret 2018
Tes Potensi Akademik (TPA) 26 Maret 2018
Psikotes: 27 Maret 2018
Tes Kesehatan 1: 28 Maret 2018
Tes Kesamaptaan: 29 Maret 2018
Pengumuman Hasil Tes TPA, Psikotes, Kesehatan 1, dan Kesamaptaan: 5 April 2018
Tes Kesehatan II (Balai Hatpen): 00 - 13 April 2018
Tes Bakat Terbang: 16 - 18 April 2018
Tes Wawancara: 16 - 18 April 2018
Pengumuman akhir kelulusan SIPENCATAR: 20 April 2018
Masuk asrama: 23 April 2018

Hasil seleksi tiap tahapan akan diumumkan melalui website lp3b.ac.id

Kontak:
Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Bayuwangi
Komplek Bandar Udara Blimbingsari
Jl. Agung Wilis, Kecataman Blimbingsari
Banyuwangi, Jawa Timur (68462)
Telp: (0333) 630-456
Email: lp3b_bwi@yahoo.com
Website: www.lp3b.ac.id
3/11/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Tips Berburu Beasiswa sampai Berhasil

Kuliah pakai beasiswa sebenarnya bukan hal spesial. Kok bisa? Ya, itu karena peluang yang terbuka banyak sekali. Bisa jadi kamu hanyalah satu dari sekian ribu yang diterima. Memang sebagai pemburu beasiswa terkadang untuk mencari beasiswa yang tepat perlu berbagai pertimbangan, tapi itu bukanlah persoalan jika ada keinginan mendapatkan beasiswa. Masalah utamanya adalah bagaimana beasiswa yang kita lamar itu tidak sia-sia. Tidak sekedar menjadi penambah tumpukan aplikasi. Apalagi pelengkap penderita. He.he.. Tapi, sebaliknya ada kesuksesan. Beasiswa yang dilamar dijawab, lolos seleksi berikutnya, bahkan ditetapkan sebagai kandidat penerima beasiswa. Itu kan yang diharapkan? Nah, cara terakhir ini yang akan kita bahas bersama-sama. 

Sebagai pemburu beasiswa, kita tidak cukup hanya sekedar mendaftar saja. Perlu persiapan matang dan itu serius. Jika sekedar coba-coba, untung-untungan, kamu akan melewatkan peluang itu begitu saja. Menghabiskan waktu dan juga biaya. 

Berikut ini adalah kiat yang bisa dipakai untuk berburu beasiswa sampai berhasil, kemanapun kamu mau. Asalkan ada beasiswanya. :) 

Lihat Peluang 
Berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sebenarnya tidak ada masalah. Kalau kamu yakin, silakan diteruskan. Tapi berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sangat berbeda peluangnya dengan beasiswa yang menawarkan 10 atau 20 kursi. Bayangkan jika kamu harus bersaing dengan 100 orang peserta dengan perbandinan kuota kedua beasiswa tersebut. Pastilah peluang diterimanya lebih kecil jika memilih opsi yang pertama.

Selain melihat jumlah kuota, perhatikan juga preferensi yang diberikan oleh beasiswa tersebut. Apakah kamu adalah kandidat yang mereka harapkan. Atau justru kamu sama sekali bukan kriteria mereka. Preferensi di sini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya melihat program studi yang diutamakan, perolehan prestasi, pengalaman kerja/organisasi, daerah asal, usia, hasil riset, kampus asal, dll. Biasanya preferensi ini sudah tertera di pengumuman beasiswa. Jadi, pelamar hanya perlu menyesuaikan. 

Pantaskan Diri 
Ada satu pertanyaan klasik yang sering telontar ketika pemburu beasiswa gagal. Kenapa saya tidak lolos beasiswa? Jawabannya sebenarnya sederhana sekali. Karena belum pantas. Hanya itu. Kalau mengutip istilah yang digunakan Mario Teguh. Pantaskan diri. Penyedia beasiswa tidaklah sembarangan dalam menetapkan pelamarnya untuk terpilih. Mereka memiliki kriteria, persyaratan, serta ketentuan yang harus dipatuhi oleh semua pelamar. Jika mereka menetapkan si A daripada memilih si B, itu karena panelis menganggap, si A lebih layak dan lebih pantas. 

Ukuran kepantasan dalam memburu beasiswa ini cukup mudah diketahui. Kamu hanya perlu memenuhi apa maunya si pemberi beasiswa. Tahunya dari mana? Lihat di kriteria beasiswa, persyaratan, dan juga kepada siapa preferensi diberikan. Jika kita menganggap kita pantas dan layak untuk itu, silakan lanjut. 

Siapkan Aplikasi Berkualitas
Peluang ada, kepantasan rasanya juga cukup. Nah, ini yang paling menentukan dalam keberhasilan kamu meraih beasiswa. Aplikasi. Sebelum orang lain menimbang aplikasimu, timbanglah terlebih dahulu. Apakah dengan aplikasi yang kamu sodorkan sudah cukup menggugah benak panelis untuk menjatuhkan pilihan. Atau justru aplikasimu hanya membuat panelis garuk kepala. Aplikasi yang bagus adalah aplikasi yang berkualitas. 

Tidak harus sempurna, tapi hampir tak ada celah untuk mengabaikannya. Bagaimana membuat aplikasi berkualitas? Pertama, semua dokumen aplikasi yang diminta lengkap dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan penyelenggara. Kedua, aplikasi tersebut harus memiliki nilai plus di mata panelis. Contohnya, ketika menulis motivation letter atau essay, kamu mampu menjelaskan kebutuhanmu dengan baik yang selaras dengan tujuan beasiswa. Ketika membaca essay tersebut panelis langsung tergugah dan merasa kamu memang layak untuk beasiswa itu. 

Aspek lainnya apa? Kamu harus memperlakukan semua dokumen aplikasi yang diminta secara istimewa. Misalnya jika panelis meminta proposal riset, siapkan proposal itu dengan baik. Atau mintalah masukan profesormu terlebih dahulu mengenai proposal yang akan diajukan tersebut. 

Contoh lain misalnya IPK. Penyelenggara beasiswa mensyaratkan IPK minimum pelamar adalah 3.0 pada skala 4.0. Tapi, kenyataannya banyak pelamar yang mengajukan IPK segitu. Tentunya IPK 3.0 tidak lagi istimewa. Ketika IPK yang kamu tawarkan 3.5 misalnya. Pertimbangannya pastilah akan berbeda. 

Masing-masing penyedia beasiswa memiliki proporsi berbeda dalam memberi nilai pada tiap item dokumen aplikasi yang diajukan. Proporsi nilai yang lebih besar biasanya akan diberikan berdasarkan preferensi. Jika beasiswa itu adalah beasiswa prestasi, maka kemungkinan IPK atau prestasi lainnya akan diutamakan. Tapi, ketika beasiswa itu adalah beasiswa karir, maka panelis akan banyak melihat latar belakang pekerjaan, pengalaman, kiprah, dll. Hal serupa misalnya ketika beasiswa yang diajukan merupakan beasiswa untuk keluarga kurang mampu. Pertimbangan berdasarkan ekonomi pelamar akan menjadi sangat dominan. Begitulah kira-kira. 

Daftar ke Banyak Beasiswa Sekaligus
Kalau ada pribahasa mengatakan ‘jangan menaruh telurmu di satu keranjang’. Kondisi serupa sepertinya tidak berbeda ketika melamar beasiswa. Jangan bergantung pada satu beasiswa saja. Tapi, bergantunglah pada banyak beasiswa. Sebab, kalau satu terputus masih ada gantungan lain membantu. Syukur-syukur tidak ada yang putus, sehingga semua beasiswa yang kamu lamar tersebut lolos. Bagaimana? Asyik bukan menjadi King atau Queen dari kerumunan beasiswa. Atau jangan-jangan kamu bingung mau pakai beasiswa yang mana. 

Banyak sekali beasiswa yang jadwal pendaftarannya berdekatan. Bila kamu mengunjungi laman muka beasiswapascasarjana.com ada sederet beasiswa yang bisa kamu lamar bersamaan. Itu belum termasuk jika kamu menelusuri situs-situs beasiswa lainnya, akan banyak sekali tawaran. Memang harus diakui ada beberapa program beasiswa spesifik yang ketersediaannya terbatas. Tapi, itu kembali lagi bagaimana kita serius mencarinya. 

Buatlah beberapa aplikasi sekaligus. Tentu berdasarkan persyaran dan ketentuan masing-masing beasiswa. Ajukan setidak-tidaknya tiga aplikasi beasiswa sekaligus. Bagaimana kalau 10? Boleh saja, tapi itu akan sangat menguras energimu dan biaya. Tiga sampai lima aplikasi rasanya sudah banyak. Tapi, dengan syarat semuanya aplikasi berkualitas. Bukan asal. 

Proaktif 
Sedikit kesalahan bisa membuat aplikasi beasiswa yang diajukan gagal. Sebagai pemburu beasiswa dituntut ketelitian dan keakuratan. Cermati semua persyaratan, dokumen aplikasi, dan ketentuan lainnya dari beasiswa yang akan dilamar. Jika masih ada sesuatu yang mengganjal cari tahu di website penyelenggaranya. Lihat di FAQ. Atau hubungi langsung nomor kontak, email, atau alamat panitianya. Jangan biarkan keraguanmu itu menjadi masalah buat aplikasi yang diusulkan. Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan sampai seperti itu. 

Satu hal lagi, manfaatkan nomor kontak atau email penyelenggara beasiswa tersebut sekedar untuk menanyakan tips-tips beasiswa mereka. Siapa tahu dikasih bocoran, rahasia lolos beasiswa mereka. :)

Belajar ke Alumni
Ada satu tips berburu beasiswa yang juga sering dibagikan. Yakni belajar ke alumni. Tips ini pernah dimuat dalam tulisan Tips Memenangi Beasiswa di Persaingan Ketat. Tips ini sengaja ditambahkan untuk melengkapi. Apa gunanya belajar ke alumni? Kamu bisa mengetahui lebih jauh kenapa alumni bisa lolos beasiswa yang dilamar. Apa kiat mereka dan juga bagaimana persiapan ketika mendaftar beasiswa tersebut. Alumni bisa menjadi guru yang sangat berharga untuk mengulang keberhasilan yang sama.  

Bagaimana mengetahui alumni? Silakan cari pada menu ‘alumni’ yang biasanya sudah disediakan pada website penyedia beasiswa. Kamu bisa menghubungi mereka untuk mengetahui banyak hal tentang beasiswa yang dilamar. Jika tidak menemukan mereka di website beasiswa, silakan cari di Google. Misal dengan mengetikkan ‘alumni beasiswa ..bla.bla..’

Itulah beberapa tips berburu beasiswa sampai berhasil yang mudah-mudahan bermanfaat. Selamat mencoba dan semoga berhasil! 
2/27/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Cara Menulis Essay Beasiswa yang Baik dan Menjual

Essay. Tulisan singkat yang berisi sekitar 500 sampai 1.000 kata ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aplikasi beasiswa. Dokumen ini seringkali diminta oleh penyelenggara untuk melihat kepribadian calon. Apakah kandidat yang dicari sudah tepat atau sesuai dengan kriteria mereka. Penilaian tersebut salah satunya mereka lihat dari essay. Adakalanya seseorang berpotensi untuk mendapatkan beasiswa, namun karena essay yang ditulis tidak menarik, komite seleksi akhirnya mengabaikan.

Selain essay, ada beberapa penyebutan lain untuk maksud yang sama, seperti motivation letter, statement of purpose, personal statement, letter of interest, dan sejenisnya. Ada yang memberi defenisi berbeda dari masing-masing dokumen ini. Namun, secara umum mereka memiliki kesamaan, yakni gambaran profil singkat Anda, ketertarikan atau minat, serta sasaran yang ingin dicapai bila terpilih. Bisa diibaratkan essay adalah lembaran promosi yang ‘menjual’ diri Anda. Laku tidaknya ya tergantung Anda.

Karena essay adalah lembaran promosi, maka buatlah essay sebaik mungkin. Sebisa mungkin essai tersebut memiliki nilai jual yang bisa mendongkrak Anda sebagai salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan. Tanpa essay yang baik, rasanya sulit bisa lolos ke tahap seleksi. Kecuali jika essay memang dianggap komponen yang tidak menentukan. 

Berikut beberapa tips atau cara menulis essay yang baik dan menjual:

Ketahui maunya sponsor
Sebelum menulis essay, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu apa maunya sponsor. Apakah kriteria atau kandidat yang mereka cari ada pada diri Anda. Dengan mengetahui keinginan mereka, Anda akan memiliki arah atau gambaran dalam menulis essay. Tidak perlu lagi mereka-reka mau menulis tema apa karena Anda sudah tahu essay yang dikehendaki oleh sponsor.

Misalnya, apakah sponsor mencari kandidat dengan profil kemampuan kepemimpinan, aktif dalam organisasi atau komunitas, punya inovasi, atau kandidat yang memiliki prestasi akademik. Setelah tahu, materi essay tinggal diarahkan sesuai dengan latar belakang Anda.

Simak juga » Beasiswa LPDP Terbaru Program S2, S3

Tulis secara unik
Essay unik tidak saja penulisannya yang berbeda, tapi juga  sisi-sisi yang diangkat memiliki nilai lebih di mata komite seleksi. Essai sebaiknya jangan copy-paste, sehingga tidak menimbulkan kesan Anda kurang serius. Bagaimana menulis essai yang unik? Ini memang perlu proses. Bagi pemula, setidaknya butuh beberapa hari untuk menyiapkan essai dengan matang. Anda mungkin bisa memulai dengan menceritakan latar belakang Anda, kenapa tertarik dengan beasiswa tersebut, dan alasan komite seleksi harus memilih Anda. Mungkin bisa juga dijelaskan, apa yang bakal dilakukan jika berhasil mendapatkan beasiswa dan langkah selanjutnya. 

Ciptakan kedekatan
Anda harus memenangkan hati komite seleksi untuk memperbesar peluang meraih beasiswa. Essay yang baik tidak saja unik, tapi juga memikat. Sebagai audience, komite seleksi akan membaca secara seksama essay yang Anda buat. Di sinilah unsur kedekatan tersebut perlu diciptakan, sehingga komite seleksi semakin yakin bahwa sosok yang tepat untuk posisi beasiswa yang dicari adalah Anda.

Menciptakan kedekatan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, ada sebuah posisi beasiswa S2 yang dibuka bagi lulusan S1 dengan prioritas kandidat yang sudah punya pengalaman kerja. Anda yang masuk kategori tersebut bisa menjelaskan bahwa Anda sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja yang dimaksud. Lebih baik lagi dijelaskan jenis pekerjaan tersebut, posisi saat ini, dan capaian yang telah diperoleh.

Hal serupa juga berlaku untuk jenis beasiswa lain. Misalnya, ada sponsor yang siap membiaya beasiswa riset selama dua sampai tiga tahun dengan kriteria calon punya pengalaman di bidang riset. Anda bisa memasukkan pengalaman riset, dengan siapa Anda berkolaborasi, siapa saja supervisor Anda. Tidak ada salahnya juga Anda jelaskan dampak positif yang ditimbulkan dari hasil riset tersebut.

Simak juga » Beasiswa Unggulan Kemdikbud Program S1, S2, S3

Percaya diri
Inilah poin yang cukup menentukan sukses tidaknya essay Anda. Percaya diri. Tanpa melebih-lebihkan, Anda bisa menceritakan secara proporsional siapa Anda. Sikap percaya diri ini dbutuhkan untuk lebih meyakinkan komite seleksi. Kebiasaan orang timur yang seringkali bersikap inferior atau rendah diri perlu Anda singkirkan. Tulis saja essay tersebut dengan mantap, antusias, dan yakin.

Punya target
Komite seleksi umumnya cenderung mengunggulkan kandidat yang memiliki visi misi ke depan. Mereka butuh langkah konkret yang akan Anda lakukan usai menyelesaikan studi dengan bantuan beasiswa mereka. Karena itu, buatlah target dengan jelas yang sejalan dengan visi misi mereka. Sehingga komite seleksi sampai pada kesimpulan bahwa pemberian beasiswa kepada Anda tidak sia-sia.

Kalimat jelas, tepat, dan benar
Poin ini adalah soal teknis penulisan. Terkadang maksud yang ingin disampaikan bagus, tapi karena cara penulisannya berantakan, jadinya juga tidak maksimal. Kriteria tulisan yang baik memang harus jelas, tepat, dan benar. Jelas maksudnya, apa yang ingin Anda sampaikan ‘nyambung’ dalam pemikiran komite seleksi. Mereka tidak sampai mengernyitkan kening. Tepat adalah penyampaian essay Anda sesuai dengan yang mereka harapkan. Sedangkan benar, terkait dengan susunan kalimat, tata bahasa, maupun penempatan kata per kata dalam essay Anda.

Simak juga » Daftar Beasiswa Luar Negeri S1, S2, S3

Koreksi essay
Ini langkah terakhir sebelum essay dikirimkan bersama aplikasi beasiswa lainnya. Koreksi sangat dibutuhkan, terutama mengevaluasi apakah ada penyampaian yang keliru, penulisan yang salah, atau sisi tata bahasa yang perlu diperbaiki. Mintalah penilaian beberapa orang yang memiliki pengalaman di bidang menulis, sehingga mereka juga bisa mengoreksi essay Anda.

Itulah beberapa tips dalam menulis essay yang baik sekaligus menjual. Silakan kembangkan sendiri essay Anda hingga pada posisi yakin bahwa essay yang telah ditulis tersebut layak diperhitungkan para panelis.
2/26/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Kursus Bahasa Mandarin (HES) 2018 di Taiwan

Bisa mengikuti kursus bahasa tanpa biaya sendiri tentunya sebuah hal menyenangkan. Seperti kursus bahasa Mandarin satu ini. Pelamar ditawari beasiswa untuk mengikuti kursus bahasa Mandarin langsung dari Taiwan. Ya, beasiswa kursus bahasa Mandarin akan berlangsung di pusat-pusat bahasa Mandarin yang ada di Taiwan. Di 2018, ada puluhan pusat pelatihan bahasa Mandarin di Taiwan yang bisa menjadi pilihan untuk kursus. Jika Anda berminat, pendaftaran beasiswa kursus bahasa Mandarin 2018 untuk Indonesia sudah tersedia. 

Serupa dengan beasiswa kuliah di Taiwan, beasiswa kursus bahasa Mandarin kali ini juga disediakan melalui Kementerian Pendidikan Taiwan. Programnya disebut dengan Huayu Enrichment Scholarship (HES). Selain mengikuti kegiatan kursus, penerima beasiswa juga diberi kesempatan untuk meningkatkan pehamanan mereka tentang budaya dan kehidupan masyarakat Taiwan. 

Umumnya durasi beasiswa diberikan hingga satu tahun, namun Kantor Perwakilan Taiwan juga dapat memberikan dengan periode 9 bulan, 6 bulan, atau 3 bulan. Periode pemberian tahunan berlangsung dari 1 September sampai 31 Agustus tahun selanjutnya.

Penerima beasiswa bahasa Mandarin 2018 dari Pemerintah Taiwan akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar NT$ 25.000 atau setara USD$ 800.  

Persyaratan: 
1. Berumur 18 tahun atau lebih, lulusan SMA atau diatasnya, memiliki prestasi akademik yang baik dalam pendidikan belajar terbaru yang resmi dan memiliki karakter moral yang baik.
2. Bukan merupakan warga Negara Taiwan.
3. Tidak memiliki status sebagai pelajar asing
4. Pada saat ini tidak terdaftar sebagai pelajar di pusat pembelajaran Bahasa Mandarin, dan tidak pernah menjadi pelajar di universitas maupun perguruan tinggi di Taiwan.
5. Bukan merupakan pertukaran pelajar sesuai perjanjian kerjasama antara universitas / perguruan tinggi internasional dan lembaga pendidikan di Taiwan, saat menerima beasiswa HES.
6. Tidak pernah menerima penghargaan baik berdasarkan program beasiswa ini maupun program beasiswa Taiwan.
7. Bukan merupakan penerima beasiswa lainnya atau subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Taiwan atau institusi pendidikan lainnya di Taiwan.
Dokumen aplikasi: 
1. Formulir Aplikasi (Unduh
2. Fotokopi Akta Lahir, Pasport dan Kartu Keluarga.
3. Fotokopi Ijasah Terakhir dan Transkip Nilai.
(Setelah pengumuman, penerima beasiswa wajib memberikan dokumen dalam bahasa Mandarin atau Inggris yang telah dilegalisir dalam kurun waktu yang ditentukan. Jika kedua dokumen tersebut dikeluarkan oleh negara lain selain Taiwan atau instansi pendidikan Internasional lainnya, maka kedua dokumen tersebut harus dilegalisir terlebih dahulu oleh Kantor Perwakilan Taiwan setempat sebelum diserahkan).
4. Fotokopi formulir pendaftaran dari salah satu Pusat Pelatihan Huayu Enrichment.
(formulir yang digunakan saat mendaftar ke language center)
5. Dua lembar surat rekomendasi yang sudah di tanda tangani dan tertutup rapat dalam amplop. 
(Bisa dari siapa saja misalkan dosen atau atasan. Surat rekomendasi dalam bentuk email atau fotokopi tidak berlaku).

Pendaftaran: 
Lengkapi dokumen aplikasi yang dibutuhkan, lalu kirimkan ke alamat berikut: 

Kantor Taipei Economic and Trade Office (TETO)
Gedung Artha Graha lt.17, Jl. Jend Sudirman kav 52-53, SCBD, Jakarta 12190

*Harap tuliskan nama beasiswa pada amplop 

Pengajuan aplikasi beasiswa kursus bahasa Mandarin ini paling lambat 31 Maret 2018. TETO akan mengumumkan daftar penerima beasiswa melalui website www.studiditaiwan.org sekitar akhir Juni atau Juli 2018. Untuk informasi lebih lanjut bisa disampaikan melalui email: beasiswa@teto.or.id atau cek melalui website yang disebutkan di atas. Selamat mencoba!
2/21/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa YVDMI 2018 – 2019 untuk Mahasiswa D3 dan S1

Jika sebelumnya Anda mengenal beasiswa VDMS (Van Deventer-Maas Stichting) yang ditujukan bagi mahasiswa D3 dan S1 dalam negeri, kini program beasiswa tersebut kembali dibuka untuk tahun akademik 2018 – 2019. Program itu kini dinamai Beasiswa YVDMI setelah kantor perwakilan VDMS di Indonesia resmi menjadi Yayasan Van Deventer-Maas Indonesia (YVDMI).

Bagi Anda yang statusnya sebagai mahasiswa D3 atau S1 di salah satu perguruan tinggi mitra YVDMI, beasiswa YVDMI 2018 sayang untuk dilewatkan. Sasaran dari beasiswa ini adalah mahasiswa dari keluarga kurang mampu dengan IPK terakhir minimal 3.0.

Perguruan tinggi mitra dari beasiswa YVDMI 2018 – 2019 sebanyak 35 perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah UGM, UNIMED, IPB, USU, UNPAD, UNNES, UNAND, ITB, ITS, UNSRAT, UNAIR, UNDANA, UNHAS, dll. Daftar lengkap perguruan tinggi mitra tertera di website YVDMI. Tertera di bawah.

Apa saja yang ditanggung dari beasiswa YVDMI? Bila terpilih, mahasiswa bersangkutan akan mendapatkan sejumlah fasilitas, di antaranya adalah dana pendidikan sebesar Rp 650 ribu yang dibayarkan langsung ke rekening penerima setiap bulan. Kemudian memperoleh satu kali bonus TOEFL (jika ada) sebesar Rp 381 ribu dan bonus lulus tepat wakut (S1 sebesar Rp 650 ribu dan D3 sebesar Rp 550 ribu).

Tidak itu saja, para kandidat terpilih juga akan endapatkan pelatihan pengembangan kapasitas pribadi (Capacity Building) melalui proses seleksi – yang semua biaya pelatihan ditanggung oleh Yayasan Van Deventer-Maas Indonesia. Menarik bukan?

Persyaratan:
1. Mahasiswa S1 tahun ke 1 - 3 dan mahasiswa D3 tahun ke 1 - 2 
2. Usia maksimal 27 tahun
3. Berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu (dibuktikan dengan SKTM dan atau Surat rekomendasi dari pihak kampus yang menyatakan kondisi keuangan/kemampuan ekonomi mahasiswa yang bersangkutan)
4. IPK ≥ 3.00
5. Jurusan: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Arsitektur, Seni dan Budaya, Biologi, Kimia, Matematika, Fisika, Komunikasi, Ekonomi, Pendidikan, Teknik, Bahasa, Manajemen, Kehutanan, Geografi, Kesehatan/Kedokteran, Sejarah, Informatika, Statistik, dll (kecuali Hukum, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Negara, Agama, dan Teologi)
6. Aktif berorganisasi atau di komunitas
7. Fasih berbahasa Inggris diutamakan
8. Tidak sedang menerima beasiswa lain

Simak juga » Beasiswa S1 2018 - 2019 untuk Mahasiswa dan Lulusan SMA/SMK

Dokumen aplikasi:
1. List of required document (Unduh
2. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Surat rekomendasi dari pihak sekolah atau kampus (yang ditanda-tangani oleh Rektor/Dekan/Kaprodi) yang  menyatakan kondisi ekonomi keluarga.
3. Transkrip akademik atau IPK terbaru (miniminal dengan nilai 3.00)
4. Slip gaji resmi Orang tua atau wali, baik dari institusi pemerintah atau swasta. Apabila kedua orang tua bekerja, maka sl wajib melampirkan  slip gaji keduanya, maksimal 2 (dua) bulan terakhir. 
5. Surat keterangan pekerjaan dan penghasilan orang tua/wali (bila wiraswasta), yang disahkan oleh Kelurahan atau Surat pernyataan pekerjaan dan penghasilan yang dibuat dan ditanda-tangani di atas meterai Rp. 6.000,-.
6. Fotokopi KTP, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Keluarga (KK)
7. Fotokopi halaman depan buku tabungan
8. Fotocopi Tagihan listrik atau telepon (maksimal 2 bulan terakhir)
9. Essay mengenai diri Anda (keluarga, studi dan kegiatan sosial dan prestasi), mengapa VDMS harus memilih Anda untuk menjadi penerima beasiswa, apa yang Anda harapkan jika terpilih sebagai penerima beasiswa, dan apa yang akan Anda lakukan bagi masyarakat  setelah selesai menerima beasiswa dan lulus kuliah. (Minimal 1.5 halaman A4, Huruf: Times New Roman, ukuran 11, dan spasi 1).

Pendaftaran:
Sebelum mendaftar beasiswa, pastikan bahwa perguruan tinggi Anda masuk dalam daftar mitra beasiswa YVDMI 2018. Jika tertera, selanjutnya lakukan beberapa tahapan berikut untuk mengajukan beasiswa.

Pertama, pelamar mendaftar terlebih dahulu secara online di website YVDMI

Masukkan email aktif yang digunakan, selanjutnya lengkapi formulir yang harus diisi secara online tersebut. Setelah rampung, periksa email, apakah Anda mendapatkan pesan undangan untuk melanjutkan ke tahap ke 2. Jika mendapatkan pesan untuk melanjutkan ke tahap kedua, maka akan diberikan link untuk melengkapi formulir kedua.

Perlu diingat, hanya mereka yang mendapatkan pesan untuk melanjutkan ke tahap ke 2 yang selanjutnya bisa mengirimkan dokumen aplikasi seperti tertera di atas. Siapkan semua dokumen aplikasi tersebut kemudian serahkan ke penanggung jawab (Person in Charge) beasiswa YVDMI di kampus Anda. Nama penanggung jawab tertera di daftar mitra perguruan tinggi beasiswa YVDMI. Lihat di link pendaftaran online.

Nantinya pihak kampus yang akan menyerahkan dokumen aplikasi tersebut ke Kantor Yayasan Van Deventer-Maas Indonesia di Yogyakarta untuk diseleksi sesuai kriteria.

Pendaftaran online Beasiswa YVDMI 2018 – 2019 dibuka mulai 10 Februari – 10 Maret 2018.  Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan melalui email paling lambat akhir Juni 2018.

Kontak:
Yayasan Van Deventer-Maas Indonesia
Jl. Purwanggan No.9 
Kecamatan Pakualaman
Yogyakarta 55112
Telp : 0274-510406
Fax  : 0274-556549
Email: deventer@cbn.net.id
2/15/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Mahaghora 2018 buat Siswa SMA/SMK ke S1, D3

Pendaftaran Beasiswa Mahaghora 2018 kembali dibuka untuk  periode yang baru. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa lulusan SMA/SMK dan sederajat di Tanah Air. Sasaran dari beasiswa Mahaghora adalah siswa kurang mampu yang mengalami kendala biaya studi untuk melanjutkan ke jenjang S1 atau D3.

Beasiswa Mahaghora menanggung biaya kuliah mulai dari pendaftaran hingga selesai. Biaya yang tidak termasuk dalam beasiswa di antaranya biaya buku dan pelatihan.  

Beasiswa Mahaghora sendiri ditawarkan oleh PT Mahaghora, sebuah Holding Company yang bergerak di bidang agrobisnis, industri makanan, distribusi, dan food & beverage service.

Persyaratan:
1. Siswa/siswi dari kalangan yang tidak mampu yang ingin melanjutkan kuliah namun terhalang biaya dibuktikan dengan menyerahkan surat tanda tidak mampu dari kelurahan dan KK.
2. Siswa kelas 12 SMA/sederajat atau lulusan SMA/sederajat maksimal 3 tahun belum kuliah.
3. Memiliki visi yang jelas dan motivasi yang kuat untuk mengapai cita citanya.
4. Memiliki prestasi yang cukup atau lebih baik dalam bidang akademik.
5. Peserta beasiswa berencana untuk kuliah di Surabaya sesuai dengan minat/jurusan.
6. Biaya kuliah yang ditanggung PT. Mahaghora mulai dari pendaftaran hingga selesai (tidak termaksud biaya buku & pelatihan)
7. Penerima beasiswa akan dievaluasi berdasarkan 2 kriteria, yaitu:
   - Nilai Akademis
   - Keaktifan dan kemampuan berorganisasi

8. Proses Seleksi dan Timeline
   - Tahap Pengumpulan Dokumen: 16 Januari – 2 Maret 2018
   - Tahap Verifikasi Dokumen: 3 – 9 Maret 2018
   - Pengumuman Tahap 1: 10 Maret 2018
   - Tahap Wawancara: 12 Maret – 16 Maret 2018
   - Pengumuman Tahap 2: 17 Maret 2018
   - Project dan Presentasi: 19 – 22 Maret 2018
   - Final dan Pengumuman: 23 Maret 2018

Simak juga » Peluang Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri

Dokumen aplikasi:
1. Scan semua sertifikat jadikan satu PDF
2. Ktp atau tanda pengenal lain
3. Brosur universitas/biaya kuliah
4. Kartu pelajar
5. Rapor Kelas 10-12
6. SKTM (surat keterangan tidak mampu)

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Mahaghora 2018 dilakukan secara online dengan melengkapi formulir aplikasi online di laman beasiswa Mahaghora. Buat akun terlebih dahulu, selanjutnya isi formulir online yang disediakan dan unggah dokumen aplikasi seperti tertera di atas.

Permohonan beasiswa Mahaghora sudah harus diajukan paling lambat 2 Maret 2018.

Kontak:
Michelle: 082257168430
Caroline: 082233188278beasiswamahaghora.org
2/04/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Bidikmisi Kemenristekdikti 2018 untuk S1, D3, D2, D1

Ini kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA/sederajat yang memiliki keterbatasan ekonomi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Beasiswa Bidikmisi Kemenristekdikti 2018 kembali dibuka. Pelamar bisa mengajukan Beasiswa Bidikmisi 2018 tersebut untuk kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di dalam negeri. 

Bidikmisi adalah bantuan dana pendidikan berupa pembebasan biaya pendidikan serta subsidi biaya hidup bagi penerima terpilih. Besaran subsidi biaya hidup yang diberikan serendah-rendahnya Rp 650 ribu per bulan yang diberikan setiap 6 bulan. Sedangkan pembebasan biaya pendidikan mencakup semua biaya yang dibayarkan ke Perguruan Tinggi untuk kepentingan pendidikan.

Sasarannya adalah pelamar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi tapi memiliki potensi akademik yang baik. Beasiswa ini disediakan pemerintah melalui Kemenristekdikti setiap tahunnya. Tahun sebelumnya ada 80 ribu kuota Beasiswa Bidikmisi disediakan. Di 2018, kuota Beasiswa Bidikmisi diberitakan naik jadi 90 ribu. Jumlah ini tentu semakin memberi peluang bagi Anda yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi tapi memiliki keterbatasan ekonomi. 

Beasiswa Bidikmisi diberikan sejak mahasiswa ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi di perguruan tinggi. Untuk S1 atau Diploma IV beasiswa diberikan hingga 8 semester, D3 maksimal 6 semester, D2 maksimal 4 semester, dan D1 maksimal 2 semester.

Persyaratan: 
1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2018 dan 2017
2. Belum pernah ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi di perguruan tinggi
3. Usia paling tinggi pada saat diterima di perguruan tinggi adalah 21 tahun
4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
   a. Siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya
   b. Pendapatan kotor orang tua/wali gabungan (suami + istri) setinggi-tingginya Rp4.000.000,00 (Empat juta rupiah) atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4
6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah 
7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu di antara PTN atau PTS dengan ketentuan:
   a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
      1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
      2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN)
      3) Seleksi Mandiri PTN.
   b. Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
   c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.

Kuota Bidikmisi diperuntukkan bagi mahasiswa yang lulus SNMPTN, SBMPTN, Seleksi Mandiri PTN, Seleksi di Politeknik, UT, ISI, serta seleksi di PTS. 

Pendaftaran: 
Pengajuan Beasiswa Bidikmisi 2018 dilakukan secara online dengan mendaftar di laman Bidikmisi: https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id

a. Tahapan pendaftaran Bidikmisi
   1. Sekolah mendaftarkan diri sebagai institusi pemberi rekomendasi ke laman Bidikmisi dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran 1 bagian persetujuan dan tanda tangan) untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah
   2. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja
   3. Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan kode akses yang telah diverifikasi.
   4. Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing-masing siswa yang sudah direkomendasikan
   5. Siswa mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan yang diminta di dalam sistem pendaftaran.

b. Siswa yang sudah menyelesaikan pendaftaran Bidikmisi mendaftar seleksi nasional atau mandiri yang telah diperoleh sesuai ketentuan masing-masing pola seleksi melalui alamat berikut:
   1. SNMPTN melalui http://www.snmptn.ac.id
   2. SBMPTN melalui http://www.sbmptn.ac.id
   3. PMDK Politeknik melalui http://pmdk.politeknik.or.id
   4. Seleksi Mandiri PTN sesuai ketentuan masing-masing PTN
   5. Seleksi Mandiri PTS sesuai ketentuan masing masing PTS. 
   6. Siswa yang mendaftar dan ditentukan lolos melalui seleksi masuk. melengkapi berkas, dan berkas dibawa pada saat pendaftaran ulang, yaitu:
      a. Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari laman Bidikmisi
      b. Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau bantuan pemerintah sejenis lainnya (jika ada)
      c. Siswa yang belum memenuhi syarat butir (b) di atas, harus membawa Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Kepala Dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat
      d. Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang Susunan Keluarga
      e. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan/ atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya
      f. Berkas pendukung lainnya yang diminta oleh perguruan tinggi dan Kopertis.

Penetapan:
Bagi calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan diterima di Perguruan Tinggi, akan dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Verifikasi kelayakan penerima Bidikmisi oleh perguruan tinggi dan Kopertis
2. Penetapan mahasiswa penerima Bidikmisi oleh perguruan tinggi dan Kopertis.

Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi 2018 dibuka mulai 15 Januari s/d 30 September 2018. Informasi pertanyaan bisa disampaikan melalui email: bidikmisi@ristekdikti.go.id atau kunjungi alamat website Bidikmisi seperti tertera.  Selamat mencoba!
1/29/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Brunei 2018 – 2019 (D3, S1, S2, S3)

Bagi Anda yang sudah menunggu peluang beasiswa ini, kini saatnya mempersiapkan diri untuk mendaftar. Pemerintah Brunei Darussalam kembali menyediakan beasiswa kuliah terbaru bagi pelajar internasional untuk tahun akademik 2018 – 2019. Beasiswa yang sedang dibuka tersebut meliputi beasiswa D3, beasiswa S1, beasiswa S2, dan beasiswa S3. Semua beasiswa ini diberikan penuh dan dapat dipergunakan untuk studi di beberapa universitas terbaik di Brunei. 

Programnya dinamai Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students. Beasiswa ini disediakan melalui Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan, Brunei Darussalam. Ada empat universitas terbaik di Brunei yang menjadi tujuan studi, yakni Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Universiti Teknologi Brunei (UTB), dan Politeknik Brunei (PB).

Beasiswa D3 disediakan untuk Diploma Ilmu Kesehatan, yakni keperawatan dan paramedis yang berlangsung di Politeknik Brunei (PB), beasiswa S1 dan S2 masing-masing berlangsung empat dan dua tahun yang bisa diambil di UBD, UNNISA, dan UTB. Sementara, beasiswa S3 diberikan hingga tiga tahun untuk program doktor di UTB. Meski demikian evaluasi beasiswa dilakukan setiap semesternya dan kandidat harus mencapai batas minimum kredit yang ditetapkan untuk mempertahankan beasiswa. 

Ada sejumlah fasilitas yang disediakan bila berhasil memperoleh beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam 2018 – 2019 ini. Kandidat terpilih akan dibebaskan dari semua biaya kuliah selama studi, tiket pesawat PP ke Brunei Darussalam, tunjangan bulanan sebesar BND 500, tunjangan buku per tahun sebesar BND 600, tunjangan makan setiap bulan BND 150, setelah menyelesaikan kuliah juga akan diberikan tunjangan bagasi maksimum BND 250 untuk negara di wilayah ASEAN. 

Selain itu disediakan pula akomodasi tempat tinggal di universitas atau politeknik yang dituju.

Apa saja program yang tersedia? Banyak sekali pilihan. Secara umum misalnya seni, sains, bisnis, teknik, ekonomi, bahasa Inggris, bahasa Arab, sejarah, geografi, ilmu lingkungan, manajemen, sosiologi, ilmu komputer, matematika, biologi, kimia, keperawatan, kebidanan, kesehatan masyarakat, pendidikan, sosiologi, ilmu-ilmu keislaman, dan banyak lagi.

▪ Lihat daftar lengkap program studi yang ditawarkan universitas di link formulir aplikasi di bawah.

Persyaratan: 
1. Pendaftaran terbuka bagi semua warganegara, tidak terbatas hanya ASEAN, negara-negara anggota OIC maupun Commonwealth.
2. Pelamar harus dinominasikan oleh pemerintah negara setempat (Kemdikbud atau Kemlu)
3. Pelamar harus dinyatakan sehat untuk memperoleh beasiswa serta belajar di Brunei Darussalam oleh dokter yang diakui sebelum tiba di Brunei Darussalam. Biaya mendapatkan surat keterangan sehat ini ditanggung sendiri oleh pelamar.
4. Pelamar harus berusia antara 18 - 25 tahun untuk program diploma dan sarjana, serta tidak lebih dari 35 tahun untuk program pascasarjana terhitung 31 Juli 2018
5. Beasiswa ini tidak berlaku bagi penduduk tetap Brunei Darussalam 

* Persyaratan lebih teknis terutama menyangkut dengan program yang akan diambil bisa dilihat pada program offered yang ditawarkan masing-masing universitas (link di formulir aplikasi).
Dokumen aplikasi: 
1. Formulir aplikasi (Unduh
2. Pasfoto terbaru ukuran paspor
3. Salinan ijazah dan transkrip akademik dilegalisir 
4. Statement of Purpose (tertera di formulir)
5. Salinan akte kelahiran dan paspor dilegalisir
6. Salinan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
7. Terjemahan resmi ke dalam bahasa Inggris masing-masing dokumen aplikasi yang tidak berbahasa Inggris

*Terjemahan resmi dokumen ke dalam bahasa Inggris bisa menggunakan jasa penerjemah tersumpah atau terjemahan langsung dari pihak kampus dan dicap

Pendaftaran: 
Lengkapi formulir aplikasi bersama dokumen aplikasi lainnya. Beberapa dokumen mungkin perlu di-scan, seperti ijazah dan transkrip, dll. Lalu buat dalam format pdf. 

Selanjutnya kirim semua aplikasi tersebut ke email: applyBDGS2018@mfa.gov.bn

Bagi pelamar yang ingin studi di kampus UBD, selain mengirimkan aplikasi di atas, juga diharuskan melengkapi aplikasi online di laman https://apply.ubd.edu.bn/orbeon/uis-welcome/

Permohonan dan pengajuan aplikasi beasiswa diterima paling lambat 28 Februari 2018. Pemberitahuan pemenang biasanya disampaikan melalui email.

Baca juga » Daftar Beasiswa S1, S2, S3 2018 - 2019

Kontak:
Technical Assistance Unit
Division of Scholarship, Training and Technical Assistance
Department of Administration
Ministry of Foreign Affairs and Trade
Bandar Seri Begawan BD2710
Brunei Darussalam

Tel: +673 2261177 ext. 155
Fax: + 673 2261250
E-mail: scholarship@mfa.gov.bn
1/13/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa 2018 – 2019 untuk S1, S2, dan S3

Mempersiapkan diri lebih awal tentunya sangat menunjang keberhasilan meraih beasiswa. Arah lebih jelas dan tekad untuk memperoleh beasiswa yang diimpikan semakin matang. Banyaknya beasiswa yang ditawarkan setiap tahun memang sangat menguntungkan bagi pelamar.

12/31/2017 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa CCIP Aminef di AS untuk Lulusan SMA/SMK dan Diploma/S1

Peluang beasiswa Aminef yang ditawarkan satu ini terbilang menarik. Community College Initiative Program, biasa disingkat CCIP. Beasiswa CCIP adalah program beasiswa non gelar yang berlangsung selama satu tahun akademik di perguruan tinggi Amerika Serikat dan alumninya bisa diberikan sertifikat. Sasaran utama dari beasiswa ini adalah para lulusan SMA/SMK/sederajat yang saat ini bekerja dan berniat memperdalam keterampilan teknis, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, dan memperkuat kemampuan bahasa Inggris. Selain itu, penerima beasiswa juga diberi kesempatan untuk mengikuti magang profesional, layanan pembelajaran, serta kegiatan keterlibatan masyarakat.

Yang menarik, beasiswa CCIP juga bisa dilamar bagi Anda lulusan D1, D2, maupun D3. Sementara, bagi lulusan S1 Anda boleh mendaftar selama jurusan atau bidang studi yang dilamar berbeda dengan gelar yang diambil ketika S1. Kemudian jurusan yang akan dilamar tersebut relevan dengan pekerjaan yang saat ini dijalani.

Beasiswa CCIP Aminef ini meliputi biaya visa J-1, biaya perjalanan pp dari kota tempat tinggal ke perguruan tinggi Amerika Serikat, biaya kuliah, tempat tinggal dan makan, tunjangan buku dan kebutuhan mendadak, asuransi kesehatan dan kecelakaan, serta beragam kegiatan pengembangan diri dan profesional. Menarik bukan?

Bidang studi:
1. Agriculture (Unduh)
2. Applied Engineering (Unduh)
3. Business Management and Administration (Unduh)
4. Early Childhood Education (Unduh)
5. Information Technology (Unduh)
6. Media (Unduh)
7. Public Safety (Unduh)
8. Tourism and Hospitality Management (Unduh)

Persyaratan:
Umum:
1. Warganegara Indonesia dan bukan penduduk tetap atau warganegara Amerika Serikat, atau saat ini tinggal di Amerika Serikat
2. Memiliki kualitas kepemimpinan serta memperlihatkan pengalaman dalam pelayanan masyarakat
3. Memiliki persiapan serta menunjukkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
4. Mampu berbahasa Inggris
5. Memiliki prestasi akademik yang cemerlang
6. Bukan karyawan atau anggota keluarga dekat atau tanggungan karyawan Aminef, atau Kedutaan Besar AS, atau Departemen Luar Negeri AS
7. Tidak sedang menerima beasiswa lain pada saat mendaftar beasiswa ini

Khusus:
1. Setidaknya memiliki ijazah SMA
2. Memiliki pengetahuan dasar bahasa Inggris, seperti yang ditunjukkan oleh nilai TOEFL ITP minimal 450 atau IELTS yang setara, dan dedikasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.
3. Saat ini sedang bekerja di bidang yang mereka daftar atau sedang menjalankan usaha kecil dengan pengalaman kerja maksimal di bawah 5 tahun.

Simak juga » Pilihan Beasiswa S1, S2, S3 Luar Negeri

Dokumen aplikasi:
1. Formulir aplikasi lengkap (Unduh)
2. Copy terbaru (kurang dari dua tahun) skor ITP TOEFL atau IELTS
3. Copy ijazah SMA/sederajat dan transkrip (dalam bahasa Indonesia serta terjemahan bahasa Inggris)
4. Copy ijazah dan transkrip D1/D2/D3 atau gelar S1 (dalam bahasa Indonesia serta terjemahan bahasa Inggris)
5. Copy dokumen identitas (KTP atau paspor)
6. Surat Keterangan Bekerja dari Majikan/Supervisor atau pejabat SDM dalam bahasa Indonesia

Pendaftaran:
Lengkapi semua dokumen aplikasi yang diminta di atas kemudian kirimkan via pos atau antar langsung ke alamat Aminef berikut:

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Intiland Tower, Lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220
Tel : (021) 579 39 085 – 9086

Batas akhir pengajuan aplikasi tersebut adalah 1 Desember 2017. Info pertanyaan bisa disampaikan langsung ke email Aminef: infofulbright_ind@aminef.or.id atau cek melalui website www.aminef.or.id. Semoga berhasil!
10/27/2017 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Studi Singkat Australia Awards Bidang Kesehatan 2018

Selain menawarkan beasiswa kuliah jenjang S2 dan S3, Australia Awards juga membuka program beasiswa studi singkat (short term award) untuk durasi dua (2) minggu di Australia. Beasiswa studi singkat ini fokus pada bidang kesehatan tropis, dan tahun 2018 para kandidat terpilih akan mengikuti studi singkat tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tuberculosis.

Sebanyak 25 peserta akan dipilih untuk mengikuti studi singkat di Asutralia ini. Dan, yang menarik biaya kegiatan studi singkat tersebut akan ditanggung Australia Awards. Meliputi biaya perjalanan pulang-pergi peserta ke pelatihan pra-studi singkat, biaya perjalanan pulang-pergi peserta dari domisili ke lokasi studi singkat, biaya perjalanan pulang-pergi peserta ke pelatihan pasca-studi singkat, uang saku untuk biaya sehari-hari selama menghadiri studi singkat, dan asuransi perjalanan selama durasi studi singkat di Australia.

Selain tanggungan tersebut, peserta juga akan diberikan akomodasi selama lokakarya pra dan pasca studi singkat di Australia, transportasi ke dan dari bandara, ke dan dari pertemuan kunjungan lapangan (termasuk ke dan dari lokakarya pra dan pasca studi singkat), serta visa ke Australia.

Persyaratan:
1. Warga negara Indonesia
2. Minimal berusia 18 tahun pada saat memulai beasiswa Studi Singkat atau Short Term Award (STA)
3. Berasal dari institusi Kementerian Kesehatan atau,
4. Berasal dari Provinsi sasaran (Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat) atau,
5. LSM dan sektor swasta atau,
6. Asosiasi yang relevan atau,
7. Universitas (Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat)
8. Minimal ijasah D3 atau S1 di bidang yang relevan
9. Pelamar mendapatkan rekomendasi dari supervisor
10. Tidak memegang status permanent residence Australia atau tengah mengajukan permohonan untuk menjadi permanent resident.
11. Bukan anggota aktif angkatan bersenjata/militer;
12. Tidak menikah atau bertunangan, atau merupakan pasangan de facto dari seseorang yang merupakan atau memenuhi syarat untuk memiliki status warga negara atau permanent residency Australia atau New Zealand;
13. Telah bekerja di Indonesia dan dalam bidang yang relevan dengan STA sebelum tanggal STA direncanakan akan dimulai;
14. Dapat memenuhi semua persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk memperoleh visa;
15. Dapat berpartisipasi dalam kegiatan STA yang dinominasikan pada saatnya dan selama durasi yang direncakanan oleh Australia Awards;
16. Dapat melakukan perjalanan tanpa anggota keluarga karena DFAT hanya akan menanggung biaya dan menyediakan surat pendukung visa untuk perorangan peserta saja bukan anggota keluarganya
17. Komitmen untuk menyiapkan dan mengimplementasikan sebuah proyek pengembangan sebagai bagian dari studi; terlibat aktif dan menjalin jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan; dan menyebarkan pembelajaran dari studi ini kepada rekan kerja, sejawat dan pemangku kepentingan
18. Wanita dan penyandang disabilitas sangat dianjurkan untuk mengajukan aplikasi

Simak juga » Pilihan Beasiswa di Australia Terbaru

Dokumen aplikasi:
1. Fotokopi KTP
2. Daftar riwayat hidup (CV)
3. Ijazah D3 atau S1
4. Surat rekomendasi dari atasan
5. Sertifikat IELTS/TOEFL/pelatihan bahasa Inggris (jika ada)

Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa studi singkat Australia Awards dilakukan secara online di laman Australia Awards. Lengkapi formulir aplikasi online yang disediakan, serta unggah dokumen aplikasi yang diminta seperti tertera. Anda bisa menscan terlebih dahulu dokumen tersebut sebelum mengunggahnya.

Batas akhir pendaftaran online beasiswa studi singkat Australia Awards 2018 adalah 29 Oktober 2017.

Kontak:
Telp: 021-5277648
Email: shorttermawards@australiaawardsindonesia.org
Web: australiaawardsindonesia.org
10/15/2017 | 0 komentar | Baca selengkapnya