Beasiswa Dokter Spesialis 2019 dari Pemerintah

Pendaftaran beasiswa pendidikan dokter spesialis kini memasuki periode tahun 2019 yang ditawarkan pemerintah melalui LPDP. Jika Anda atau keluarga seorang dokter dan berminat mengambil pendidikan spesialis, saat ini kembali dibuka kesempatan Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (BPIDS) 2019 khusus untuk mengambil program pendidikan dokter spesialis (PPDS).

Pelamar program Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis (BPIDS) dapat memilih 3 (tiga) perguruan tinggi tujuan yang berbeda dengan program studi yang sama/sejenis/serumpun. Dengan begitu kesempatan lolos pada perguruan tinggi yang diminati juga semakin terbuka.

Ada sejumlah bidang spesialis  yang ditawarkan, yakni Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri & Ginekologi), Spesialis Anak, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah, Spesialis Anastesiologi (Ilmu Anestesi) / Anestesiologi dan Reanimasi / Anestesiologi dan Terapi Intensif, Spesialis Radiologi, Patologi Klinik, serta Rehabilitasi Medik / Ilmu Kedokteran Fisik Dan Rehabilitasi Medik. Jenis keahlian tersebut dapat diambil di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang telah ditetapkan oleh LPDP.

Kampus tujuan yakni:
1. Universitas Airlangga
2. Universitas Andalas
3. Universitas Brawijaya
4. Universitas Diponegoro
5. Universitas Gadjah Mada
6. Universitas Hasanuddin
7. Universitas Indonesia
8. Universitas Padjadjaran
9. Universitas Sam Ratulangi
10. Universitas Sebelas Maret
11. Universitas Sriwijaya
12. Universitas Sumatera Utara
13. Universitas Syah Kuala
14. Universitas Udayana

Daftar program studi spesialis yang ditawarkan masing-masing universitas bisa diunduh di Daftar Universitas Beasiswa LPDP 2019.

Beasiswa pendidikan dokter spesialis dari pemerintah ini menanggung penuh biaya studi bagi para penerimanya. Biaya yang ditanggung itu, di antaranya biaya pendidikan yang meliputi biaya pendaftaran (at cost), SPP, tunjangan buku, dana bantuan penelitian tesis, dana bantuan seminar internasional, serta dana bantuan publikasi jurnal internasional.

Kemudian disediakan biaya pendukung yang meliputi dana transportasi, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana tunjangan keluarga, serta dana keadaan darurat. Selain itu disediakan juga dana tambahan yang meliputi dana pelatihan kursus wajib, dana ujian keterampilan, dana penyelenggaraan di rumah sakit pendidikan, dana uji kompetisi, dana transportasi selama pelatihan kursus wajib, serta dana transportasi uji kompetensi.

Persyaratan:
1. Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dokter dan sudah menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dibuktikan dengan memiliki Surat Tanda Selesai Internsip (STSI);
2. Telah menyelesaikan studi program Sarjana Kedokteran atau Profesi Kedokteran pada:
   a. Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
   b. Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia;
3. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter Umum yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang masih berlaku;
4. Menyerahkan surat rekomendasi dari rumah sakit milik pemerintah atau pemerintah daerah yang diprioritaskan di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan, yang menyatakan bahwa setelah lulus pendidikan dokter spesialis akan didayagunakan di rumah sakit pemberi rekomendasi;
5. Bersedia mengikuti program pendayagunaan lulusan program dokter spesialis oleh Kementerian Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku;
6. Melampirkan Surat Keterangan sehat yang masa berlakunya paling lama 6 (enam) bulan terhitung dari tanggal diterbitkannya sampai tanggal penutupan pendaftaran setiap periode, dengan ketentuan sebagai berikut:
   a. Surat Keterangan sehat jasmani yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik
   b. Surat Keterangan bebas dari narkoba yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit/ Puskesmas/Klinik/Badan/Lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba;
7. Melampirkan surat izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja (format dapat diunduh pada aplikasi pendaftaran dibagian unggah dokumen);
8. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
9. Memiliki dan memilih bidang keilmuan bidang dokter spesialis yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
10. Memilih program studi bidang dokter spesialis dan Perguruan Tinggi Tujuan BPIDS;
11. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pendaftar:
    a. Bersedia mengikuti program pendayagunaan lulusan program dokter spesialis setelah selesai studi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku;
    b. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
    c. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum;
    d. Tidak mendukung atau terlibat dalam organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    e. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
    f. Taat terhadap kode etik Akademik;
    g. Kesanggupan melaksanakan ketentuan beasiswa LPDP
    h. Menyampaikan dokumen dan data yang benar dan sesuai aslinya. Apabila dokumen dan data tidak benar dan tidak sesuai aslinya, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan selanjutnya tidak dapat mendaftar pada seluruh program beasiswa LPDP.
12. Telah menyelesaikan studi pada program Sarjana Kedokteran dan Profesi Kedokteran serta tidak berlaku bagi mereka yang sedang studi atau telah menyelesaikan program Magister dan Doktoral baik dalam maupun luar negeri;
13. Usia maksimum pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun;
14. Pendaftar wajib memiliki rata-rata IPK 3,25 pada skala 4 untuk gabungan IPK sarjana dan profesi dokter yang dibuktikan dengan transkrip nilai;
15. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa inggris yang diterbitkan oleh ETS (ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku dengan skor minimal:
    a. TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT® 61, IELTS™ 6,0, atau TOEIC® 63
    b. Ketentuan huruf a dikecualikan bagi Pendaftar yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari luar negeri yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris dengan syarat melampirkan ijazah yang masih berlaku 2 (dua) tahun sejak diterbitkan;
    c. Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku adalah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.
16. Menulis rencana studi dan proposal bidang dokter spesialis yang akan diambil; dan
17. Tidak sedang menempuh program dokter spesialis/ magister/doktoral (on going).

Simak juga » Beasiswa LPDP untuk S2, S3, dan Riset

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa kedokteran spesialis LPDP 2019 dilakukan secara online melalui laman resmi LPDP: https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/

Anda bisa membuat akun terlebih dahulu di laman tersebut, kemudian melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan. Berikutnya unggah dokumen yang diperlukan berdasarkan keterangan persyaratan di atas. Anda bisa menscan dokumen terlebih dahulu.

Setelah melakukan pendaftaran online, siapkan juga dokumen fisiknya (hard copy) dan juga dokumen asli yang nantinya wajib dibawa ketika mengikuti seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi berbasis komputer.

Pendaftaran beasiswa kedokteran spesialis LPDP 2019 dibuka pada tahap II yakni mulai 1 Juli hingga 10 September 2019. Pengumuman hasil seleksi administratif pada 24 September 2019, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 2 - 18 Oktober 2019. Pengumuman hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 25 Oktober 2019. Sedangkan seleksi wawancara diselenggarakan 4 November - 6 Desember 2019 dan pengumuman hasil seleksi wawancara yakni 18 Desember 2019. Hasil penetapan kelulusan seleksi disampaikan kepada calon penerima Beasiswa melalui akun pendaftaran daring (online) masing-masing.

Proses Seleksi
A. Seleksi Administrasi;
   1. Seleksi Administrasi dilakukan dengan memeriksa kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya.
   2. Pemeriksaan kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya sebagaimana dimaksud pada point a dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
      a. Tim penyeleksi administrasi melakukan verifikasi dan validasi terhadap kelengkapan dan kecocokan berkas pendaftaran berdasarkan persyaratan yang ditetapkan.
      b. Pendaftar yang dokumennya tidak memenuhi persyaratan dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.
      c. Pendaftar yang dokumennya memenuhi persyaratan dinyatakan lulus administrasi.
      d. Pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi ditetapkan sebagai peserta Seleksi Berbasis Komputer.
      e. Informasi pendaftar yang lulus atau tidak lulus seleksi administrasi disampaikan melalui akun pendaftaran online masing-masing pendaftar.
      f. Pendaftar yang tidak lulus seleksi administrasi dapat mendaftar kembali pada periode berikutnya.

B. Seleksi Berbasis Komputer
   1. Seleksi Berbasis Komputer diikuti oleh peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan ditetapkan sebagai peserta Seleksi Berbasis Komputer.
   2. Materi dalam Seleksi Berbasis Komputer meliputi:
      a. Tes Potensi Akademik atau Tes Intelijensi Umum;
      b. Soft Competency atau Tes Karakter Kepribadian; dan
      c. On the spot essay writting.
   3. Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik.
   4. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi Berbasis Komputer ditetapkan sebagai peserta Wawancara.
   5. Peserta Seleksi Berbasis Komputer yang tidak lulus dapat mendaftar kembali pada periode berikutnya.

C. Wawancara
   1. Sebelum wawancara, verifikator yang ditunjuk oleh LPDP melakukan verifikasi terhadap dokumen yang diserahkan oleh peserta
   2. Peserta tidak dapat mengikuti seleksi wawancara, apabila dokumen yang diserahkan:
      a. tidak sesuai dengan persyaratan LPDP; atau
      b. terdapat unsur pemalsuan dokumen.
   3. Peserta yang melakukan pemalsuan data atau dokumen tidak dapat mendaftar kembali pada semua program beasiswa LPDP.
   4. Peserta mengikuti wawancara berdasarkan lokasi yang dipilih pada saat pendaftaran.
   5. Wawancara dilaksanakan oleh Tim Pewawancara yang ditetapkan oleh LPDP.
   6. Peserta yang dinyatakan tidak lulus seleksi wawancara tidak dapat mendaftar pada seluruh program beasiswa LPDP di tahun yang sama.

Format Proposal Studi dan Rencana Studi:
Proposal Studi meliputi:
Justifikasi rasional pemilihan bidang studi, perguruan tinggi, area disiplin keilmuan, dan relevansinya terhadap kebutuhan institusi asal maupun pembangunan nasional.

Rencana Studi meliputi:
a. Deskripsikan rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi.
b. Deskripsikan topik apa yang akan Saudara tulis dalam tesis.
c. Deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan Saudara lakukan selama studi.
d. Melampirkan daftar silabus perkuliahan [kuliah studi lapangan (field study) yang mengeluarkan biaya tambahan tidak dibiayai oleh LPDP]

Informasi terkait beasiswa LPDP bisa ditanyakan melalui email: cso.lpdp@kemenkeu.go.id, Call Center 1500652, atau langsung kunjungi laman beasiswa LPDP. Lihat juga Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019
Facebook Twitter