Beasiswa S2, S3 Manaaki New Zealand Scholarships, Ditanggung Penuh

Mau kuliah di New Zealand dengan beasiswa penuh? Kamu bisa mencoba beasiswa Pemerintah New Zealand satu ini. Namanya Manaaki New Zealand Scholarship. Program beasiswa yang relatif belum lama yang menyasar pelamar-pelamar dari negara Asia-Pasifik, salah satunya Indonesia. Beasiswa Manaaki New Zealand ditawarkan dalam berbagai jenjang, mulai sarjana (S1), postgraduate certificate (6 bulan), postgraduate diploma (1 tahun), master's degree (1-2 tahun),  dan PhD (3,5 tahun).

Khusus bagi pelamar Indonesia, beasiswa Manaaki New Zealand 2026 hanya tersedia untuk jenjang postgraduate certificate, postgraduate diploma, program master, dan doktor atau PhD. Tidak tersedia untuk jenjang S1. Beasiswa Manaaki tidak membatasi usia pelamar. Namun, akan diutamakan bagi pelamar yang berusia di bawah 40 tahun.

Buat kamu yang berasal dari daerah geografis ini juga ada prioritas, di antaranya Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sulawesi. Meskipun begitu pelamar asal daerah lain juga tetap dipertimbangkan.

Simak juga » Beasiswa Australia Awards 2026 – 2027 Program S2, S3

Beasiswa Manaaki New Zealand Scholarship mencakup berbagai biaya untuk mendukung penerima beasiswa selama masa studi di Selandia Baru. Beasiswa ini menyediakan dukungan finansial yang komprehensif atau penuh untuk studi di New Zealand. 

Cakupan Beasiswa Manaaki New Zealand cukup lengkap bagi penerimanya. Beasiswa ini menanggung biaya kuliah penuh, tunjangan hidup untuk kebutuhan sehari-hari, serta tunjangan awal (establishment allowance) saat tiba di Selandia Baru seperti akomodasi dan buku. Penerima juga memperoleh asuransi kesehatan dan asuransi perjalanan, tiket pesawat pergi–pulang dari negara asal, serta kesempatan pulang mengunjungi keluarga bagi program studi yang berlangsung lebih dari sekitar 1,6 tahun. Selain itu tersedia dukungan akademik seperti biaya tutor, bantuan biaya riset atau tesis bagi mahasiswa pascasarjana, serta tunjangan reintegrasi ketika kembali ke negara asal setelah menyelesaikan studi.

Pilihan Universitas/Institut Beasiswa Manaaki New Zealand:
1. Auckland University of Technology
2. Lincoln University
3. Massey University
4. University of Auckland
5. University of Canterbury
6. University of Otago
7. University of Waikato
8. Victoria University of Wellington
9. Southern Institute of Technology
10. Unitec Institute of Technology

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa LPDP S2 dan S3 Dalam dan Luar Negeri

Pilihan Area Studi:
Climate Resilience, Science, and the Environment
▪ Agriculture, Environmental and Related Studies
▪ Chemical Sciences
▪ Earth Sciences
▪ Environmental Studies
▪ Horticulture
▪ Other Agriculture, Environmental and Related Studies
▪ Other Mixed Field Programmes
▪ Other Natural and Physical Sciences

Economic Resilience and Private Sector
▪ Business and Management
▪ Other Management and Commerce

Food Safety and Agriculture
▪ Agriculture
▪ Biological Sciences
▪ Forestry Studies
▪ Veterinary Studies

Governance
▪ Mixed Field Programmes
▪ Political Science and Policy Studies
▪ Studies in Human Society

Information Communications Technology
▪ Computer Science
▪ Other Information Technology

Infrastructure
▪ Aerospace Engineering and Technology
▪ Architecture and Building
▪ Architecture and Urban Environment
▪ Building
▪ Civil Engineering
▪ Engineering and Related Technologies
▪ Geomatic Engineering
▪ Manufacturing, Engineering and Technology
▪ Mechanical and Industrial Engineering and Technology
▪ Other Engineering and Related Technologies
▪ Process and Resources Engineering

Peace, Security, and Justice
▪ Law

Resilient Societies
▪ Society and Culture

Simak juga » Beasiswa S2 2026 – 2027, Ini Info dan Peluangnya!

Persyaratan:
1. Berusia 18 tahun atau lebih saat mendaftar beasiswa. Tidak ada batasan usia maksimum pelamar. Namun, lebih diutamakan yang berusia di bawah 40 tahun.
2. Pelamar harus memiliki pengalaman kerja yang relevan. Pengalaman kerja bisa berupa pekerjaan berbayar, relawan, atau tidak dibayar, dan harus memenuhi kriteria berikut:
    a. Satu tahun pengalaman kerja penuh waktu (yaitu 30 jam atau lebih per minggu), ATAU
    b. Dua tahun pengalaman kerja paruh waktu (yaitu hingga 29 jam per minggu)
3. Berkontribusi pada pembangunan sosial atau ekonomi di negara mereka setidaknya selama dua tahun setelah menyelesaikan studi
4. Pelamar harus telah menetap di negara asal mereka selama dua tahun sebelum mengajukan permohonan. Pengecualian untuk pelamar yang telah bekerja untuk negara asal mereka dalam penugasan diplomatik (termasuk tanggungan mereka) atau yang telah terdaftar dalam sebuah program studi di luar negeri.
5. Memenuhi persyaratan akademik dan kemampuan bahasa Inggris yang ditentukan oleh lembaga pendidikan yang dipilih. Untuk studi pascasarjana, pelamar biasanya memerlukan skor IELTS 6.5, TOEFL 90, PTE Academic 58, atau Cambridge Academic English 176. Hanya Pelamar yang terpilih yang harus menyediakan tes Bahasa Inggris. Pelamar tidak perlu memberikan skor tes bahasa Inggris saat mengajukan beasiswa.
6. Pelamar beasiswa untuk program PhD harus segera mencari pembimbing (supervisor) di universitas Selandia Baru. Pelamar yang lolos ke tahap wawancara harus menunjukkan bukti bahwa mereka sudah mendapatkan pembimbing atau sedang dalam diskusi aktif dengan calon pembimbing.

Simak juga » Beasiswa di EPFL Swiss untuk S2, Tanpa Syarat TOEFL

Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa Manaaki Pemerintah Zealand 2026 – 2027 dilakukan secara online di laman www.nzscholarships.govt.nz. Pelamar akan diminta untuk melakukan ‘check eligibility’ terlebih dahulu sebelum membuat akun. Pastikan memenuhi kriterianya. Pendaftaran beasiswa Manaaki dibuka mulai 1 Maret s/d 31 Maret 2026. Harap mendaftar secepatnya karena pengajuan bisa saja ditutup lebih awal jika terjadi lonjakan pelamar.

Kontak Official:
Education New Zealand | Manapou ki te Ao
160 Lambton Quay, Wellington 6011
[w] https://www.nzscholarships.govt.nz

3/11/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Australia 2026 – 2027 Program S2, S3

Australia adalah salah satu negara paling rutin menyediakan beasiswa bagi pelamar Indonesia. Kamu mungkin sudah sering mendengar atau bahkan mendaftar beasiswa ini: Australia Awards Scholarships. Ya, pendaftarannya sudah dibuka kembali. Beasiswa Pemerintah Australia 2026 – 2027 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas. 

Beasiswa Australia Awards 2026 – 2027 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan yang kurang beruntung, penyandang disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung. Selain itu, pelamar juga ditargetkan kepada pegawai pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
 
Meski begitu, beasiswa Australia Awards juga bisa dilamar dari kandidat non sasaran, seperti masyarakat umum, PNS, sektor swasta, dll.
 

Australia Awards Scholarships memberikan dukungan komprehensif bagi penerima beasiswa sejak sebelum keberangkatan hingga menyelesaikan studi di Australia. Penerima beasiswa akan mengikuti pelatihan pra-keberangkatan (Pre-Departure Training) di Indonesia, termasuk English for Academic Purposes untuk mempersiapkan kemampuan akademik. Selama tahap ini, beasiswa menanggung tiket pesawat domestik menuju lokasi pelatihan, tunjangan selama pelatihan, biaya pemeriksaan kesehatan awal untuk keperluan visa, serta biaya visa pelajar dan visa tanggungan.

Setelah keberangkatan, beasiswa menanggung tiket pesawat internasional sekali jalan dari Indonesia ke kota universitas tujuan di Australia, serta menyediakan Overseas Student Health Cover (OSHC) sebagai asuransi kesehatan bagi penerima beasiswa. Setibanya di Australia, penerima akan memperoleh establishment allowance untuk membantu biaya awal hidup dan mengikuti Introductory Academic Program (IAP) selama sekitar 4–6 minggu sebelum perkuliahan dimulai. Selain itu, beasiswa juga menanggung biaya kuliah penuh untuk program Magister atau PhD, serta memberikan tunjangan hidup dua mingguan selama masa studi.

Selama menjalani studi, penerima juga dapat memperoleh dukungan akademik tambahan bila diperlukan dan tunjangan penelitian lapangan bagi program yang memiliki komponen fieldwork. Penerima yang berstatus single juga berkesempatan mendapatkan reunion airfare untuk pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan tahun pertama studi. Di samping itu, penerima beasiswa akan mendapatkan berbagai kegiatan pengembangan profesional dan jaringan alumni selama dan setelah studi. Setelah program selesai, beasiswa juga menyediakan tiket pesawat pulang dari Australia ke Indonesia. Lengkap bukan?
 
Sasaran Beasiswa:
Beasiswa Australia Awards di Indonesia ditawarkan dalam dua kategori utama, yaitu kategori Targeted (target) dan Non-Targeted (non-target).
1. Pelamar dari kategori Targeted meliputi:
     a. Equity Target Group (ETG) yang terdiri dari:
          - Penyandang disabilitas.
          - Perempuan dari latar belakang kurang beruntung.
          - Penduduk dari provinsi target kesetaraan, yaitu: Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.
     b. Instansi Pemerintah Indonesia, termasuk pelamar dari lembaga pemerintah (baik pusat, provinsi, maupun daerah), namun tidak termasuk pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kategori ini dibatasi hanya untuk pegawai dengan status PNS (Pegawai Negeri Sipil).
2. Kategori Non-Targeted mencakup pelamar yang tidak termasuk dalam kategori Targeted di atas.

Bidang studi prioritas: 
Equitable and sustainable economic transformation
▪ Economic governance
▪ Trade and investment
▪ Education
▪ Research and innovation
▪ Secure jobs
▪ Digital transformation
▪ Health
▪ Social protection
▪ Decentralised governance and basic service delivery
▪ GEDSI
▪ Civil society
▪ Scholarships

Climate resilient communities
▪ Energy transition and climate and infrastructure partnership
▪ Animal/human health services and biosecurity
▪ Climate change adaptation and climate-resilient infrastructure
▪ Disaster preparedness and response capacity
▪ GEDSI
▪ Civil society

Strong institutions
▪ Justice Transparency
▪ Civil society participation
▪ Democratic strengthening
▪ Religious tolerance
▪ Cyber security
▪ Misinformation and disinformation
▪ Maritime cooperation
▪ Counterterrorism and countering violent extremism
▪ Regional leadership
▪ Trilateral engagement
▪ GEDSI
▪ Research and innovation
▪ Scholarships
Persyaratan Umum:
▪ Persyaratan umum:
1. Merupakan warga negara Indonesia serta tinggal dan mendaftar dari Indonesia.
2. Tidak menikah atau bertunangan dengan seseorang yang berhak memperoleh kewarganegaraan atau status penduduk tetap Australia atau Selandia Baru pada tahap apa pun selama proses pendaftaran, seleksi, keberangkatan, maupun selama menjalani beasiswa di Australia.
3. Tidak sedang mengajukan visa untuk menetap di Australia.
4. Belum pernah menerima beasiswa jangka panjang Australia Awards dalam empat tahun terakhir.
5. Memenuhi kriteria khusus yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
6. Bukan anggota militer yang masih aktif bertugas.
7. Memenuhi semua persyaratan visa pelajar dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
8. Mengisi semua pertanyaan yang relevan pada formulir pendaftaran.
9. Bersedia mengikuti pelatihan English for Academic Purposes (EAP) secara penuh waktu di Indonesia (Senin–Jumat pukul 08.00–16.00) sebelum memulai studi di Australia jika dinyatakan menerima beasiswa.
▪ Persyaratan khusus:
1. Mendaftar pada program studi yang termasuk dalam bidang studi prioritas.
2. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada skala 4.0 dengan ketentuan sebagai berikut:
     1) Beasiswa PhD:
          - Instansi Pemerintah Indonesia: 3,0
          - Equity Target Groups: 2,75
          - Non-Targeted: 3
     2) Beasiswa Magister:
          - Instansi Pemerintah Indonesia: 2,9
          - Equity Target Groups: 2,75
          - Non-Targeted: 2,9
3. Pelamar harus memiliki skor kemampuan bahasa Inggris sebagai berikut:
     a. Program PhD:
          1) Instansi Pemerintah Indonesia:
  IELTS 6.0 / TOEFL ITP 552 / TOEFL iBT 80 / PTE Academic 56
          2) Equity Target Groups:
  IELTS 6.0 / TOEFL ITP 552 / TOEFL iBT 80 / PTE Academic 56
         3) Non-Targeted:
  IELTS 6.5 / TOEFL ITP 570 / TOEFL iBT 88 / PTE Academic 61
     b. Program Magister:
          1) Instansi Pemerintah Indonesia:
  IELTS 6.0 / TOEFL ITP 552 / TOEFL iBT 80 / PTE Academic 56
          2) Equity Target Groups:
  IELTS 4.5 / TOEFL ITP 425 / TOEFL iBT 33 / PTE Academic 32
          3) Non-Targeted:
  IELTS 6.0 / TOEFL ITP 552 / TOEFL iBT 80 / PTE Academic 56
4. Hasil tes IELTS, TOEFL, atau PTE harus masih berlaku pada 1 Januari 2027, dengan tanggal tes paling lambat 1 Januari 2025. Tes bahasa Inggris lain (termasuk TOEFL prediction) tidak diterima.
5. Pelamar harus mencantumkan kontak pusat tes untuk verifikasi hasil TOEFL.
6. Pelamar program Magister harus sudah memiliki gelar sarjana.
7. Pelamar program Doktor (PhD) harus sudah memiliki gelar magister. Sertifikat spesialisasi atau profesi tidak dianggap sebagai gelar magister.
8. Tidak pernah menerima beasiswa jangka panjang Australia Awards dalam empat tahun terakhir.
9. Mengisi semua pertanyaan yang relevan pada formulir pendaftaran.
10. Bersedia mengikuti pelatihan English for Academic Purposes (EAP) secara penuh waktu di Indonesia (Senin–Jumat pukul 08.00–16.00) sebelum studi dimulai di Australia jika dinyatakan menerima beasiswa. Durasi pelatihan EAP berkisar antara 6 minggu hingga 12 bulan, tergantung tingkat kemampuan bahasa Inggris penerima beasiswa.
11. Ketentuan tambahan:
      a. Untuk pelamar PhD, pendaftaran dibatasi bagi staf universitas, institusi pendidikan tinggi, lembaga penelitian, pembuat kebijakan utama, serta kandidat yang ditargetkan dari lembaga lain yang terkait dengan kegiatan DFAT.
      b. Sangat dianjurkan bagi pelamar PhD untuk memiliki surat dukungan dari universitas di Australia terkait bidang studi yang diusulkan.

Dokumen aplikasi:
1. Salinan ijazah perguruan tinggi resmi (dilegalisir)*
2. Salinan transkrip nilai perguruan tinggi resmi (dilegalisir)*
3. Scan akte kelahiran
5. Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4. Scan Curriculum vitae (Unduh)
5. Scan hasil tes bahasa Inggris
6. Scan dua referensi akademik bagi pelamar Masters by Research atau PhD (Unduh); Satu scan referensi akademik dan satu scan referensi dari tempat lain (misal, tempat kerja, supervisor organisasi) bagi pelamar Masters by Coursework (Unduh)
6. Letter of support dari universitas Australia (bagi pelamar PhD)
7. Scan Nominating Agency Declaration, khusus bagi pelamar pegawai pemerintahan (Unduh)
8. Scan Surat Keputusan Pengangkatan PNS, khusus bagi pelamar pegawai pemerintahan
9. Dokumen pendukung bagi pelamar sasaran, seperti SK PNS, KTP dari provinsi target, surat konfirmasi status disabilitas, dll.

* Harus dilegalisir oleh lembaga yang menerbitkan dokumen atau notaris


Pendaftaran: 
Pendaftaran Beasiswa Australia Awards 2026 – 2027 untuk perkuliahan yang dimulai 2027 dapat diajukan secara online. Siapkan semua dokumen aplikasi (sebagian bisa discan) sebelum diunggah, kemudian lakukan pendaftaran online di laman australiaawardsindonesia.org

Pendaftaran online ini dibuka mulai 1 Februari - 30 April 2026 pukul 11.00 WIB. Sebaiknya ajukan sebelum deadline.

Pelamar akan diseleksi berdasarkan aplikasi yang diajukan dan hanya mereka yang masuk pemeringkatan yang akan dihubungi untuk mengikuti tahap seleksi wawancara dan tes IELTS.  Pemberitahuan hasil seleksi tersebut disampaikan pada Juni 2026. Seleksi wawancara dan tes IELTS akan digelar pada Juli 2026. Calon yang berhasil terpilih beasiswa nantinya akan diberitahukan hasil final paling lambat Agustus 2026.

Kontak Official: 
Australian Awards-Indonesia
RDTX Place, 46th Floor, Jl Prof. Dr. Satrio, Kav 3,
Jakarta Selatan 12940, Indonesia
[wa] +62 811-8123-0101
[w] https://www.australiaawardsindonesia.org
3/09/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa SEED Kanada-ASEAN untuk Mahasiswa S1, S2, S3 Tanah Air

Ada kesempatan menarik yang ditawarkan Pemerintah Kanada bagi mahasiswa di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia yang ingin melakukan studi singkat atau penelitian jangka pendek di universitas-universitas Kanada tahun 2026. Namanya Scholarships and Educational Exchanges for Development – Phase 2 (SEED-2). Beasiswa SEED ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 dari negara-negara anggota ASEAN untuk melakukan kegiatan pertukaran, studi singkat maupun riset dalam bidang yang mendukung pelaksanaan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Program Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development juga dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang ASEAN, berkontribusi pada pencapaian semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta penguatan hubungan antar masyarakat Kanada dan kawasan Indo-Pasifik. Beasiswa SEED difasilitasi melalui kolaborasi institusional dan perjanjian pertukaran mahasiswa antara institusi pendidikan tinggi di Kanada dan institusi mitra mereka di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Simak juga » Beasiswa Garuda 2026 Resmi Dibuka! Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Beasiswa SEED Kanada-ASEAN ini berlangsung selama 4 hingga 8 bulan. Mahasiswa dapat memilih kegiatan perkuliahan atau melakukan penelitian singkat di perguruan tinggi/universitas Kanada. Beasiswa yang diberikan senilai $10.200 (~Rp 125 juta) untuk durasi 4 bulan, $15.900 (~Rp 195,8 juta) untuk durasi 8 bulan, dan $12.700 (~Rp156 juta) untuk durasi 5 bulan. Beasiswa tersebut dapat dipergunakan untuk:
✔ Biaya visa atau izin studi/kerja
✔ Tiket pesawat
✔ Asuransi kesehatan
✔ Biaya hidup, seperti akomodasi, utilitas, dan makan
✔ Transportasi darat, termasuk kartu transportasi umum
✔ Buku dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk studi atau riset, kecuali komputer dan peralatan lainnya

Institusi Kanada berhak menerima:
▪ $500 per penerima beasiswa untuk membantu biaya administrasi setelah siswa tiba di Kanada
▪ Penggantian biaya kepatuhan tambahan yang dibayar kepada imigrasi

Simak juga » Daftar Beasiswa 2026 - 2027 Fully Funded S1 S2 S3 + Deadline Terbaru

Persyaratan:
1. Warga negara dari negara anggota ASEAN
 (Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, atau Vietnam)
2. Terdaftar penuh waktu pada perguruan tinggi di negara anggota ASEAN
3. Membayar biaya kuliah di perguruan tinggi tersebut pada saat pengajuan aplikasi dan untuk seluruh durasi pertukaran

Kandidat tidak memenuhi syarat untuk beasiswa ini jika:

1. Memiliki atau sedang mengajukan permohonan kewarganegaraan Kanada atau status tempat tinggal permanen
2. Sudah berpartisipasi dalam program beasiswa yang didanai oleh Pemerintah Kanada
3. Sudah terdaftar dalam program gelar, diploma, atau sertifikat di institusi pendidikan tinggi Kanada
4. Sebelumnya pernah menerima beasiswa program Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED)

Dokumen aplikasi:
1. Bukti kewarganegaraan (Salinan paspor atau kartu identitas nasional (KTP)
2. Privacy Notice Statement ditandatangani (Unduh)
3. Letter of intent dari kandidat (maksimum satu halaman)
4. Surat bukti penerimaan penuh waktu dari perguruan tinggi asal
5. Surat dukungan dari perguruan tinggi asal (maksimum satu halaman)
6. Surat undangan dari pembimbing Kanada (untuk mahasiswa pascasarjana)
7. Daftar peringkat aplikasi (Berdasarkan prioritas strategis institusi, harus dikirim ke seed-bpeed@international.gc.ca

Simak juga » Beasiswa Kursus Bahasa Mandarin (HES) 2026 di Taiwan

Pendaftaran:
Pertama, tentukan program studi atau riset yang ingin kamu ambil di Kanada, serta pilih perguruan tinggi yang relevan dengan area Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Informasi universitas di Kanada dapat dilihat melalui situs www.educanada.ca.

Pastikan kampus tujuan merupakan Designated Learning Institution (DLI), yaitu perguruan tinggi yang diakui Pemerintah Kanada untuk menerima mahasiswa internasional.

Selanjutnya, pastikan kampus asal kamu memiliki atau bersedia menjalin kerja sama (MoU atau student exchange agreement) dengan universitas tujuan di Kanada, karena program SEED-2 berbasis kolaborasi antar institusi. Biaya kuliah di Kanada harus dibebaskan (tuition waiver) oleh kampus Kanada.

Perlu diketahui, pendaftaran beasiswa SEED-2 tidak diajukan langsung oleh pelamar ke penyelenggara. Aplikasi harus diajukan oleh perguruan tinggi Kanada melalui sistem MyEduCanada.

Mahasiswa S1, S2, maupun S3 harus mengajukan dokumen ke kampus Kanada yang bersedia menjadi host institution. Kampus Kanada tersebut kemudian akan menilai, membuat peringkat kandidat, dan mengajukan aplikasi resmi sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh penyelenggara.

Batas waktu pengajuan aplikasi oleh perguruan tinggi Kanada untuk tahun akademik 2026–2027 adalah 24 Maret 2026. Hasil seleksi nantinya akan diberitahukan langsung pihak kampus Kanada kepada mahasiswa terpilih. Keberangkatan peserta yang lolos seleksi dijadwalkan antara 1 Agustus 2026 hingga paling lambat 1 Februari 2027.

Kontak Official:
Global Affairs Canada
[e] seed-bpeed@international.gc.ca
[t] 613-237-4820
[w] https://www.educanada.ca

3/01/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa ACYLS 2026/2027 Full S2, S3, Riset di China untuk Pemuda ASEAN

Buat kamu yang ingin melanjutkan kuliah S2, S3, maupun kegiatan riset di China, ini salah satu program beasiswa yang bisa kamu coba. Namanya ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS) 2026/2027. Beasiswa ACYLS adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah China untuk mendukung pengembangan pemimpin muda dari negara-negara ASEAN. Beasiswa ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para pemuda ASEAN untuk mendapatkan pendidikan di China, memperdalam pemahaman mereka tentang budaya, ekonomi, dan hubungan internasional antara China dan negara-negara ASEAN.

Pemuda dari Indonesia adalah salah satu yang diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ACYLS 2026. Ada banyak pilihan universitas di China yang bisa menjadi tujuan studi. Beasiswa ACYLS melibatkan 33 universitas China yang telah ditentukan (Lihat Daftar universitas di bawah). Setiap pelamar dapat memilih satu hingga tiga universitas yang mereka minati. Nantinya Pemerintah China melalui Chinese Government Scholarship (CSC) akan menempatkan setiap pelamar di salah satu universitas berdasarkan pilihan pelamar dan pemenuhan persyaratan dari universitas.

Beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa full atau penuh dengan durasi 2 – 3 tahun untuk jenjang master, 3 – 4 tahun untuk jenjang doktor, dan  4 – 5 bulan untuk program penelitian. Beasiswa yang diberikan mencakup tunjangan bulanan sebesar 4.000 RMB/bulan (~Rp 9,8 juta/bulan) untuk jenjang S2, 5.000 RMB/bulan (~Rp 12,2 juta/bulan) untuk jenjang S3 dan program riset. Selain itu peraih beasiswa juga mendapatkan biaya kedatangan 3.000 RMB, tanggungan biaya kuliah, akomodasi asrama universitas, tiket pesawat pp ke China, serta asuransi kesehatan.

Simak juga » Beasiswa di Shanghai University untuk S1, S2, dan S3

Daftar Universitas Beasiswa ACYLS:
1. Peking University, Beijing
2. East China University of Science and Technology, Shanghai
3. Tsinghua University, Beijing
4. Shanghai University of Finance and Economics, Shanghai
5. Renmin University of China, Beijing
6. Nanjing University, Nanjing
7. Beijing Normal University, Beijing
8. Zhejiang University, Hangzhou
9. China Agricultural University, Beijing
10. Xiamen University, Xiamen
11. Beijing Foreign Studies University, Beijing
12. Wuhan University, Wuhan
13. Beijing Language and Culture University, Beijing
14. Huazhong University of Science and Technology, Wuhan
15. University of Science and Technology Beijing, Beijing
16. Hunan University, Changsha
17. Beijing Jiaotong University, Beijing
18. Sichuan University, Chengdu
19. Communication University of China, Beijing
20. Beihang University, Beijing
21. Central University of Finance and Economics, Beijing
22. Beijing Institute of Technology, Beijing
23. University of International Business and Economics, Beijing
24. China Foreign Affairs University, Beijing
25. Nankai University, Tianjin
26. Shanghai University, Shanghai
27. Tianjin University, Tianjin
28. Guangxi University, Nanning
29. Fudan University, Shanghai
30. Guizhou University, Guiyang
31. Shanghai Jiao Tong University, Shanghai
32. Yunnan University, Kunming
33. Tongji University, Shanghai

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa S1, S2, S3 Dalam dan Luar Negeri

Persyaratan:
1. Warga negara dari Negara Anggota ASEAN;
2. Memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat;
3. Mampu berbahasa Inggris dengan baik (misalnya, memiliki skor IELTS minimal 6.0 atau skor TOEFL minimal 80 poin);
4. Pemegang gelar sarjana dan berusia di bawah 45 tahun jika mendaftar untuk program magister;
5. Pemegang gelar pascasarjana / magister dan berusia di bawah 45 tahun jika mendaftar untuk program doktoral;
6. Memiliki pengalaman kerja setidaknya satu tahun di lembaga pemerintah, institusi publik atau swasta, universitas, think-tank, atau lembaga sosial serupa.
7. Tidak sedang menerima beasiswa pemerintah China lainnya secara bersamaan;
8. Memenuhi persyaratan penerimaan lainnya dari universitas-universitas China yang dituju oleh pelamar.

Simak juga » Beasiswa Pemerintah Korea untuk S2 dan S3 - Tidak Wajib TOPIK/TOEFL

Dokumen aplikasi:
1. Formulir Pendaftaran untuk Beasiswa Pemerintah China (dalam bahasa Inggris);
2. Salinan halaman data paspor yang masih berlaku;
3. Salinan ijazah tertinggi yang telah disahkan. Dokumen yang menggunakan bahasa selain bahasa Mandarin atau Inggris harus dilampirkan dengan terjemahan resmi dalam bahasa Mandarin atau Inggris;
4. Transkrip akademik. Transkrip yang menggunakan bahasa selain bahasa Mandarin atau Inggris harus dilampirkan dengan terjemahan resmi dalam bahasa Mandarin atau Inggris;
5. Rencana Studi atau Proposal Penelitian (ditulis dalam bahasa Mandarin atau Inggris). Ini harus memiliki minimal 500 kata untuk pelamar non-gelar, dan 800 kata untuk pelamar program pascasarjana;
6. Dua Surat Rekomendasi (ditulis dalam bahasa Mandarin atau Inggris). Pelamar program pascasarjana atau program peneliti jangka pendek harus menyerahkan dua surat rekomendasi, satu dari pemberi kerja saat ini dan satu dari profesor universitas pelamar;
7. Dokumen yang sah dari wali hukum pelamar di China (hanya diperlukan untuk pelamar yang berusia di bawah 18 tahun);
8. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS dengan skor minimal 6.0 / TOEFL dengan skor 80 atau lebih, atau sertifikat lain yang diterima secara internasional pada level setara);
9. Formulir Pemeriksaan Kesehatan untuk Warga Negara Asing (Unduh) (ditulis dalam bahasa Inggris, hanya diperlukan untuk pelamar yang berencana tinggal di China lebih dari 6 bulan; Pemeriksaan fisik harus mencakup semua item yang tercantum dalam Formulir Pemeriksaan Kesehatan untuk Warga Negara Asing. Formulir yang tidak lengkap atau tanpa tanda tangan dokter yang memeriksa, cap resmi rumah sakit, atau foto pelamar yang disegel dianggap tidak sah. Harap rencanakan jadwal pemeriksaan fisik dengan cermat karena hasil pemeriksaan hanya berlaku selama 6 bulan;
10. Daftar riwayat hidup atau CV yang mencakup latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja setelah sekolah menengah (Unggah ke "Other Supporting Documents" di CGSIS);
11. Laporan tidak memiliki catatan kriminal (SKCK). Pelamar harus menyerahkan sertifikat sah tentang Tidak Memiliki Catatan Kriminal yang dikeluarkan oleh otoritas keamanan publik setempat, biasanya dikeluarkan dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal pengajuan aplikasi.

Simak juga » Beasiswa S2 2026 - 2027, Ini Info Peluangnya!

Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa ACYLS 2026/2027 di China dilakukan secara online. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mengirimkan aplikasi kamu di program ASEAN-China Young Leaders Scholarship.
1. Langkah 1 - Lengkapi aplikasi online dengan mengunjungi website CGSIS (Sistem Informasi Beasiswa Pemerintah China) di www.campuschina.org dan klik “Scholarship Application for Students” untuk masuk. Jika belum punya akun, buat terlebih dahulu sebelum bisa login.

2. Langkah 2 - Siapkan dokumen aplikasi sesuai dengan daftar “Dokumen Aplikasi” di atas dan unggah semua dokumen yang diperlukan ke dalam sistem aplikasi online di website CGSIS. Lihat petunjuk dan prosedur pengajuan aplikasi di laman tersebut. Setelah rampung diajukan, jangan lupa mengunduh formulir Pendaftaran Beasiswa Pemerintah China yang telah diisi. Formulir tersebut nantinya akan diunggah di link Sekretariat AUN.

3. Langkah 3 - Setelah mengunggah semua dokumen di situs web CGSIS, kirimkan juga dokumen aplikasi relevan(file .pdf) pada formulir aplikasi online Seretariat AUN di link https://forms.gle. Batas waktu pengajuan adalah 1 Maret 2026. Sekretariat AUN kemudian akan meninjau kelayakan semua pelamar dan memberikan daftar penerima yang direkomendasikan kepada Komite Bersama ACYLS, yang akan memutuskan daftar rekomendasi. Hasil seleksi beasiswa ACYLS 2026/2027 akan diumumkan secara resmi di Website AUN (www.aunsec.org) pada Agustus 2026

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa Fulbright Jenjang S2, S3 Full di AS

Kontak Official:
Office of the AUN Secretariat
17th Floor, Chaloem Rajakumari 60 Building,
Chulalongkorn University,
Phayathai Road, Bangkok,
Thailand 10330
[e] chinascholarship@aunsec.org
[w] https://www.aunsec.org
[w] https://www.campuschina.org/

3/01/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Taiwan MOE 2026 - 2027 (S1, S2, S3)

Kesempatan Beasiswa Taiwan 2026 kembali tersedia buat pelajar Indonesia. Pemerintah Taiwan melalui Kementerian Pendidikan (MOE) mengumumkan peluang beasiswa S1, S2, dan S3 di Taiwan tahun 2026. Beasiswa yang dikenal dengan MoE Taiwan Scholarship Program 2026 ini menawarkan studi di universitas-universitas Taiwan, baik berbahasa pengantar Inggris, maupun yang menggunakan bahasa Mandarin. 

Penerima beasiswa S1 Taiwan nantinya akan mendapatkan tunjangan hidup bulanan dari Pemerintah Taiwan sebesar NT$ 15.000 atau setara ~ Rp 8 juta per bulan. Sedangkan penerima beasiswa S2 dan S3 akan memperoleh tunjangan hidup sebesar  NT$ 20.000 atau setara ~ Rp 10,6 juta per bulan. Selain biaya hidup, beasiswa Pemerintah Taiwan 2026 juga mencakup biaya kuliah dan biaya akademik lainnya. Kementerian Pendidikan Taiwan memberikan NT$ 40.000 (~ Rp 21,3 juta) per semester untuk subsidi biaya kuliah setiap mahasiswa. Namun, jika biaya yang dibutuhkan melebihi dari nominal yang ditetapkan (NT$ 40.000/semester), maka kelebihan biaya akan menjadi tanggungan penerima beasiswa.

Ada biaya lain yang harus disediakan sendiri oleh penerima beasiswa, di antaranya biaya administrasi universitas, pembimbing tesis, premi asuransi, biaya akomodasi, dan biaya internet. Jumlah yang dikeluarkan ini biasanya jauh lebih kecil dari nominal beasiswa yang diberikan. 

Durasi beasiswa di Taiwan 2026 diberikan maksimum 4 tahun untuk program sarjana, 2 tahun untuk master, dan 4 tahun untuk program doktor. Tahun ini, Pemerintah Taiwan menyediakan 41 kursi beasiswa yang bisa diperebutkan.
Persyaratan: 
1. Pelamar merupakan warganegara asing berijazah SLTA atau memiliki gelar di jenjang setelah SLTA (Diploma/S1/S2)
2. Peserta tidak diperkenankan mendaftar apabila:
    ▪ Memiliki status Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan
    ▪ Sudah terdaftar/sedang belajar di universitas di Taiwan atau sudah diterima di tahun sebelumnya, kecuali jika Anda ingin mendaftar untuk jenjang pendidikan berikutnya.
    ▪ Pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
   ▪ Sewaktu belajar di Taiwan, peserta merupakan mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar atau double degree program yang merupakan program kerja sama antar universitas.
    ▪ Pernah menerima beasiswa dari pemerintah Taiwan total lebih dari 5 tahun.
    ▪ Pernah membatalkan/dibatalkan dalam program MoE Taiwan Scholarship atau pernah membatalkan/dibatalkan dalam program HES (Huayu Enrichment Scholarship).
    ▪ Saat belajar di Taiwan di periode yang sama, peserta menerima beasiswa lainnya dari pemerintah Taiwan atau beasiswa dari universitas; tidak termasuk jika universitas Taiwan (yang bekerja sama dengan program beasiswa ini) memberikan diskon biaya kuliah saat nominal biaya kuliah melebihi subsidi yang disediakan oleh program beasiswa ini.
3. Pelamar harus mendaftar secara langsung ke universitas/perguruan tinggi berdasarkan deadline yang ditetapkan masing-masing 
Dokumen aplikasi: 
1. Formulir Pendaftaran Beasiswa Taiwan 2026 (Unduh).
2. Fotokopi paspor dan kartu keluarga
3. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir yang telah terbit
    a. Ijazah dan transkrip harus dalam bahasa Inggris atau Mandarin. Jika dokumen tidak dalam bahasa Inggris atau Mandarin, maka harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau Mandarin, dan harus dilegalisir sampai tahap TETO (Lihat: Prosedur Legalisir).
    b. Apabila Anda merupakan lulusan dari luar negeri, maka ijazah dan transkrip perlu dilegalisir di kantor TETO di negara tersebut
    c. Bagi yang belum lulus boleh diganti dengan surat keterangan lulus dengan cap sekolah
4. Fotokopi atau scan bukti pendaftaran universitas yang menunjukkan bahwa peserta telah mendaftar ke universitas di Taiwan untuk semester Fall tahun 2026. (contoh bukti pendaftaran: fotokopi bukti transfer uang pendaftaran, formulir yang digunakan saat pendaftaran universitas, fotokopi bukti tanda terima formulir pendaftaran, email, dll)
5. Dua surat rekomendasi bahasa Inggris atau Mandarin dengan tanda tangan basah. (contoh: oleh Kepala Sekolah, Rektor, Dekan, Profesor atau Supervisor). Surat rekomendasi dalam bentuk email atau fotokopi tidak berlaku.
6. Fotokopi Sertifikat Kemampuan Bahasa:
   › Program studi yang TIDAK menggunakan bahasa Inggris:
Fotokopi sertifikat “Test of Chinese as a Foreign Language” (TOCFL) dengan hasil ujian minimal tingkat menengah (B1). Tidak menerima sertifikat bahasan Mandarin lain selain TOCFL.
   › Program studi yang menggunakan bahasa Inggris (Daftar programnya: Unduh): 
Fotokopi sertifikat resmi TOEFL atau sertifikat bahasa Inggris lain yang diakui oleh internasional.
Pendaftaran: 
Sebelum mengajukan beasiswa Taiwan 2026 - 2027, silakan daftarkan diri Anda terlebihi dahulu ke universitas dan program yang diminati di Taiwan berdasarkan program studi yang sudah ditentukan di atas (poin 6)

Setelah mendaftar ke universitas dan memperoleh dokumen yang diperlukan, selanjutnya Anda bisa mendaftar ke program beasiswa. Pertama, isi terlebih dahulu formulir online beasiswa MoE di sini taiwanscholarship.moe.gov.tw/Apply. Wajib diisi. Untuk bisa login, silakan buat akun di bagian "Don't have an account?"

Setelah mendaftar online, Berikutnya lengkapi dokumen aplikasi beasiswa seperti yang diminta di atas, lalu kirim via pos ke alamat: 

Kantor Taipei Economic and Trade Office
Gedung Artha Graha lt.17,
Jl. Jend Sudirman kav 52-53,
Jakarta Selatan 12190 

*Tuliskan pada amplop depan: "Pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan"

Pendaftaran beasiswa tersebut diajukan mulai tanggal 1 Februari 2026 s/d 31 Maret 2026. TETO akan mengirimkan pengumuman beasiswa secara individu kepada masing-masing penerima beasiswa via email sebelum 15 Juni 2026. Selamat mencoba!

Kontak:
Divisi Pendidikan, Taipei Economic and Trade Office, Indonesia
[e] edutwindonesia@gmail.com
[w] https://studiditaiwan.blogspot.com
2/24/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa S3 IASP di Austria untuk Dosen Kemdiktisaintek

Ada beberapa pilihan beasiswa 2026 yang ditujukan bagi para dosen perguruan tinggi lingkup Kemendiktisaintek yang ditawarkan rutin. Salah satunya Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP). Beasiswa IASP adalah beasiswa S3 hasil kerjasama pemerintah Indonesia melalui Kemendiktisaintek dan Pemerintah Austria melalui OeAD-GmbH. Beasiswa ini ditujukan bagi dosen di tanah air yang ingin melanjutkan studi doktornya di universitas-universitas terbaik yang ada di Austria.

Durasi beasiswa IASP 2026 berlangsung selama 3 tahun (36 bulan) serta memungkinkan untuk diperpanjang hingga 2 semester. Kuota yang disediakan biasanya sebanyak 15 kursi beasiswa. Kandidat yang terpilih akan mendapatkan beasiswa penuh dari program IASP. Beasiswa mencakup pembebasan biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan EUR 1.150 (~ Rp 22,9 juta), tiket pesawat internasional maksimum EUR 1.000 (~ Rp 19,9 juta), tunjangan mobilitas EUR 80 per bulan, serta tunjangan keluarga bulanan: EUR 250 untuk pasangan dan EUR 250 untuk satu anak maksimal (diberikan hanya pada tahun kedua dan ketiga studi, jika keluarga diundang oleh mahasiswa). Nominal tunjangan tersebut jika mengacu besaran yang diberikan periode sebelumnya.
 
Simak juga » Beasiswa GREAT S2 British Council Indonesia di 12 Universitas Inggris

Persyaratan:
1.Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen PTN) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah masing-masing (untuk dosen PTS);
4. Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going);
5. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal, yaitu: TOEFL iBT® 90; atau TOEFL ITP® 550; atau IELTS™ 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir);
6. Mempunyai usulan penelitian (research proposal) 5-10 halaman yang telah disetujui calon
pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria. Usulan penelitian tersebut harus memuat unsur-unsur sebagai berikut:
a) deskripsi permasalahan yang jelas,
b) kajian pustaka (termasuk referensi),
c) hasil yang diharapkan,
d) kontribusi terhadap riset di Austria dan/atau Indonesia,
e) metodologi (desain penelitian, pertanyaan penelitian/hipotesis, metode riset, rencana kerja dan
linimasa penelitian, dan
f) daftar publikasi peneliti (jika ada) atau kualifikasi yang diperlukan untuk melakukan penelitian yang
diusulkan.
7. Usia maksimal 35 tahun (pada tanggal 31 Desember tahun pendaftaran);
8. Memiliki CV dalam bahasa Inggris;
9. Memiliki dua buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris (contoh: dari pembimbing magister atau atasan langsung);
10. Memiliki paspor yang masih berlaku (minimal 1 tahun);
11. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
12. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister (dalam bahasa Inggris) sesuai aslinya;
13. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah; dan
14. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.


Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa S3 IASP di Austria dilakukan secara online. Buat dosen yang berminat, dapat mendaftar langsung ke laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Lengkapi formulir dengan membuat akun. Pilih Indonesia – Austria Scholarship Programmes (IASP) – S3 pada pilihan beasiswa yang tersedia. Berikutnya unggah dokumen aplikasi yang diminta pada sistem online tersebut.

Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi beasiswa diterima paling lambat 1 Maret 2026. Setelah pengajuan dokumen, kandidat yang telah lolos seleksi awal akan diundang untuk mengikuti wawancara, yang akan dilakukan oleh panitia seleksi gabungan yang terdiri dari perwakilan Kemdiktisaintek dan ASEA-UNINET.

Kontak Official: 
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Pusat Panggilan ULT DIKTI 126
[e] bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id
[w] https://kemdiktisaintek.go.id

Contact person at OeAD-GmbH:
Department for International Cooperation in Higher Education / 
Mobility Programmes and Cooperation (MPC)
Ms. Katharina Wurzer
[e] katharina.wurzer@oead.at
[w] https://grants.at/en/
2/14/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 - S3 di Thailand - Full 2026 - 2027

Peluang-peluang beasiswa 2026 kini semakin banyak yang buka. Salah satunya jika Anda berminat mengambil S2 atau S3 di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Pemerintah Kerajaan Thailand menyediakan kesempatan beasiswa S2 dan S3 di kampus tersebut bagi mahasiswa di kawasan Asia, termasuk Indonesia. His Majesty the King’s Scholarships for Doctoral Program dan Her Majesty the Queen’s Scholarships for Master Program. Dua beasiswa tersebut sedang dibuka untuk perkuliahan tahun akademik 2026/2027. Beasiswa tersebut sebagai bentuk penghargaan raja maupun ratu Thailand.

Keduanya merupakan beasiswa penuh. His Majesty the King’s Scholarships adalah beasiswa bagi lulusan sarjana maupun master berprestasi dari kawasan Asia untuk mengambil gelar doktor mereka pada program studi yang ada di Faculty of Infrastructure, Faculty of Technology, Faculty of Resource, Faculty of Climate Change, dan Faculty of Public Policy, AIT. Pelamar dari ASEAN salah satu yang mendapat prioritas beasiswa kerajaan Thailand ini.

Sementara,  Her Majesty the Queen’s Scholarships merupakan beasiswa S2 penuh bagi lulusan sarjana berprestasi untuk meraih gelar master di semua bidang studi pada Faculty of Infrastructure, Faculty of Technology, dan Faculty of Business Management. AIT.
Setiap beasiswa yang diberikan sudah mencakup biaya kuliah, biaya pendaftaran, akomodasi, serta biaya hidup di asrama kampus AIT. Beasiswa tersebut akan diberikan selama 41 bulan (7 semester) selama program doktor dan 22 bulan untuk program master.

Negara prioritas:
1. Bhutan, Laos PDR, Timor-Leste, dan Thailand
2. Negara-negara ASEAN
3. Negara-negara BIMSTEC
4. Negara-negara Asia lainnya 

Persyaratan dan dokumen aplikasi:  
1. Memiliki catatan pendidikan yang luar biasa dalam program sarjana 4 tahun (untuk S2) dan 2 tahun program master dari lembaga terakreditasi di bidang terkait
2. IPK gelar S1 dan Master ≥ 3.5
3. Dua surat rekomendasi
4. Proposal riset (khusus doktor) (Baca: Cara Menulis Proposal Riset untuk Beasiswa)
5. Sertifikat keterampilan bahasa Inggris yang dipersyaratkan AIT Language Center (IELTS 6.0 atau AIT EET ≥ 6.0)

Simak juga » Daftar Beasiswa di Thailand untuk Indonesia

Pendafaftaran: 
Pendaftaran beasiswa S2 dan S3 di AIT 2026 - 2027 dilakukan secara online di laman ait.ac.th. Silakan lengkapi formulir pendaftaran online yang tersedia pada bagian "Apply Now" dan unggah dokumen aplikasi yang diminta seperti di persyaratan.

Batas akhir pendaftaran online adalah 31 Maret 2026 untuk perkuliahan yang dimulai Agustus 2026. 

Kontak Official:
Ms. Wilailak at 02-524-5023
Ms. Kanchana at 02-524-6119
[e] rtg@ait.ac.th 
[w] https://ait.ac.th
 
Admissions and Scholarships Unit
Asian Institute of Technology
P.O. Box 4, KlongLuang
Pathumthani 12120
THAILAND
[t] (662) 524 5024, 31-33
[e] admissions@ait.ac.th
2/09/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa GOI-IES Pemerintah Irlandia Program S2, S3

Irlandia bisa menjadi salah satu tujuan studi kamu di Benua Biru, Eropa. Meski pendidikan negara ini tak sepopuler negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Prancis, atau Belanda, namun kualitas pendidikan di Irlandia tak diragukan. Irlandia memiliki sejumlah
2/06/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Program S2, S3 2026 – 2027

Program beasiswa satu ini dikhususkan untuk mencetak kader ulama/ulama perempuan di tanah air. Skema beasiswa kerjasama khusus yang ditawarkan LPDP bagi calon yang memenuhi syarat untuk menempuh studi jenjang magister (S2) maupun doktor (S3) di Institut PTIQ Jakarta.

2/04/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa SHARE LPDP 2026: Jenjang S2, S3 Dalam & Luar Negeri Full

Selain membuka penawaran Beasiswa STEM, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga menawarkan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics) LPDP 2026.

1/29/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa STEM LPDP: Kuliah S2, S3 Dalam & Luar Negeri Dibiayai Full

Program beasiswa LPDP kembali dibuka untuk tahun 2026. Beasiswa yang dibiayai pemerintah ini menawarkan beragam jenis beasiswa yang bisa dilamar oleh warganegara Indonesia.

1/28/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Angka Nitisastro ITS (S2 & S3) 2026 Full UKT & Biaya Hidup

Beasiswa Angka Nitisastro ITS kembali dibuka bagi calon mahasiswa pascasarjana yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 tahun 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

1/24/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa di Shanghai University untuk S1, S2, dan S3

Pemerintah Shanghai, China tahun ini kembali membuka penawaran beasiswa studi bagi mahasiswa internasional melalui Shanghai Government Scholarship (SGS). Beasiswa ini dapat dimanfaatkan untuk studi mulai dari jenjang S1, S2, maupun S3 di berbagai universitas di Shanghai.
1/19/2026 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Turki 2026 – 2027 (S1, S2 dan S3) Full Scholarship

Turki bisa menjadi tujuan studi menarik yang bisa kamu coba. Ada beberapa beasiswa kuliah yang tersedia. Salah satu yang patut dicoba adalah Türkiye Scholarships. Beasiswa ini disediakan Pemerintah Turki setiap tahun. Apa saja peluangnya? Melalui skema
1/02/2026 | 0comments | Baca selengkapnya