Pendaftaran Beasiswa PMDSU Batch IV 2018 Kemristekdikti

Bagi Anda yang sudah menunggu-nunggu pendaftaran beasiswa PMDSU tahun 2018, kini kesempatan baik itu resmi dibuka. Kementerian Ristekdikti mengumumkan dibukanya penerimaan beasiswa PMDSU Batch IV 2018 bagi mahasiswa lulusan S1 fresh graduate untuk semua PTN maupun PTS naungan Kemristekdikti.

Beasiswa PMDSU tahun ini merupakan yang ketiga kalinya ditawarkan sejak digulirkan. Anda mungkin sudah mengenalnya. Tapi sebagai gambaran, beasiswa PMDSU adalah program beasiswa yang ditujukan bagi lulusan S1 untuk menempuh pendidikan magister (S2) hingga doktor (S3) dalam satu kali waktu. Durasi untuk menyelesaikan studi hingga doktor ini hanya 48 bulan atau 4 tahun. Tujuan dari beasiswa PMDSU salah satunya adalah meningkatkan jumlah dosen di Indonesia dengan jenjang pendidikan doktor. Untuk beasiswa PMDSU Batch IV 2018, ada 14 perguruan tinggi penyelenggara yang nantinya menjadi pilihan atau tujuan studi. Selain itu, ada 146 calon promotor yang dapat dipilih pelamar untuk mendaftar beasiswa PMDSU Batch IV.

Beasiswa PMDSU merupakan salah satu beasiswa penuh yang ditawarkan Kemristekdikti. Beasiswa yang diberikan mencakup dana hibah penelitian PMDSU maksimal Rp 60 juta/tahun/mahasiswa yang nantinya digunakan untuk kegiatan riset di kelompok peneliti/promotor, kemudian biaya kegiatan outsourcing fasilitas riset di luar negeri sesuai rencana studi paripurna yang diusulkan, serta biaya pendidikan yang meliputi SPP/UKT di masing-masing PT. Selain biaya tersebut, juga diberikan biaya hidup dan tunjangan mahasiswa sesuai standar beasiswa dalam negeri.

Perguruan Tinggi Tujuan:
1. Institut Pertanian Bogor
2. Institut Teknologi Bandung
3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
4. Universitas Airlangga
5. Universitas Brawijaya
6. Universitas Diponegoro
7. Universitas Gadjah Mada
8. Universitas Hasanuddin
9. Universitas Indonesia
10. Universitas Sriwijaya
11. Universitas Sumatera Utara
12. Universitas Syah Kuala

*Pelamar hanya boleh mengajukan usulan pada satu perguruan tinggi

Simak juga » Program Beasiswa di Luar Negeri Terbaru

Persyaratan:
a) Sarjana unggul (fresh graduate)
b) Telah memiliki gelar S1 (sarjana strata 1)
c) Persyaratan IPK pelamar sebagai berikut :
   ▪ Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,25
   ▪ Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,5
   ▪ Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,5
   ▪ Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,75
   ▪ Akreditasi PT dan Prodi Asal Pelamar dibawah B, maka IPK ≥ 3,8
d) Usia pada saat mendaftar tidak lebih dari 24 tahun untuk lulusan non profesi dan 27 tahun untuk lulusan profesi
e) Memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing
f) Warga negara Indonesia
g) Tidak sedang menerima beasiswa lainnya
h) Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba
i) Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama jangka waktu 4 (empat) tahun

Simak juga » Beasiswa 2018 - 2019 Program S1, S2, S3

Dokumen aplikasi:
1. Salinan ijazah dan transkrip (IPK) S1 yang telah dilegalisasi
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3. Surat Keterangan sehat jasmani dan bebas narkoba yang dikeluarkan oleh Dokter/Rumah Sakit Pemerintah
4. Surat Pernyataan sedang tidak menerima beasiswa dari sumber lainnya
5. Surat Rekomendasi dari dosen pembimbing

Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa PMDSU Batch IV 2018 dilakukan secara online melalui laman resmi PMDSU:

http://beasiswa.ristekdikti.go.id/pmdsu

Isi formulir pendaftaran yang disediakan untuk mendapatkan username dan password yang nantinya dapat digunakan untuk login di sistem serta mengajukan dokumen aplikasi yang diperlukan secara online.

Pendaftaran online beasiswa PMDSU 2018 dibuka mulai 5 Juni s/d 31 Juni 2018. Namun yang perlu dipahami, sebelum melakukan pendaftaran online pelamar sebaiknya terlebih dahulu mencari tahu informasi mendalam tentang promotor dan bidang studi promotor yang akan dijadikan sebagai tempat belajar. Anda juga bisa melakukan komunikasi dengan calon promotor tersebut.

Daftar calon promotor tertera di laman PMDSU. Anda bisa mengontaknya melalui alamat korespondensi yang mereka sediakan di bagian profil.

Selain mendaftar ke website beasiswa PMDSU, di waktu yang sama pelamar juga harus mendaftarkan diri ke salah satu perguruan tinggi penyelenggara beasiswa PMDSU seperti tertera di atas.

Penetapan mahasiswa penerima beasiswa PMDSU batch IV oleh Ditjen Sumber Daya Iptek & Dikti yang sudah diterima di PPs Penyelenggara pada Juli - Agustus 2018. Anda bisa melihat pengumumannya pada perguruan tinggi yang dilamar.
6/06/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa KPU RI Jenjang Magister (S2) untuk PNS di PTN Dalam Negeri

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali membuka kesempatan pendaftaran beasiswa S2 program magister bagi para PNS di lingkungan KPU. Beasiswa S2 ini bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi (PTN) dalam negeri yang menjadi mitra KPU. Nantinya, peserta yang terpilih akan mengambil Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum di universitas yang mereka minati.

Ada 11 perguruan tinggi pilihan Beasiswa KPU RI tahun 2018, di antaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Universitas Padjadjaran, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Nusa Cendana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Cenderawasih.

Beasiswa yang diberikan meliputi biaya SPP 4 semester, biaya hidup dan biaya operasional, uang buku dan referensi, transportasi 1 kali menuju universitas dan 1 kali kembali ke satuan kerja, dan bantuan biaya riset. Kemudian diberikan juga bantuan biaya studi literatur atau visiting studi dalam menempuh matakuliah wajib benchmarking, serta biaya wisudan dan/atau yudisium dan/atau toga. 

Persyaratan:
1. PNS pada Sektretariat Jenderal KPU RI, Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh dan Sekretariat KPU/KIP Kabupaten/Kota
2. Berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun dan paling tinggi 45 (empat puluh lima) tahun bagi calon peserta yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (perbatasan) pada bulan September di tahun penerimaan beasiswa (daftar terlampir)
3. Memiliki pangkat/golongan paling rendah Penata Muda (III/a), dengan ketentuan masa kerja paling sedikit 2 (dua) tahun sejak diangkat menjadi PNS (melampirkan Surat Keputusan pengangkatan sebagai PNS)
4. Melampirka surat rekomendasi dari atasan langsung *
5. Berpendidikan sarjana (S-1), bagi yang telah menyelesaikan pendidikan Magister (S-2), tidak diperkenankan untuk melamar **
6. Memahami dan menguasai tugas/fungsi unit kerja/lembaga dan memiliki kemampuan pengembangan kompetensi lebih lanjut
7. Bersedia mengundurkan diri dari jabatan struktural/fungsional tertentu bagi yang memiliki jabatan struktural/fungsional tertentu, dengan ketentuan:
   a) Pada jabatan struktural dibebaskan dari jabatannya; dan
   b) Pada jabatan fungsional tertentu dibebaskan sementara dari jabatannya
8. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila

*) Rekomendasi atasan langsung dilakukan secara berjenjang, yaitu: Sekretariat Jenderal KPU RI oleh Kepala Biro atau Inspektur, Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh oleh Sekretaris KPU Provinsi/KIP Aceh, dan Sekretariat KPU/KIP Kabupaten/Kota oleh Sekretaris KPU/KIP Kabupaten/Kota
**) Termasuk bagi yang sedang melaksanakan pendidikan magister (S-2), tidak diperkenankan untuk melamar

Simak juga » Beasiswa LPDP Program S2, S3, dan Riset

Dokumen aplikasi:
A. Dokumen dengan format yang tersedia dan dapat diunduh di laman Beasiswa KPU:
   1. Surat lamaran permohonan Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum
   2. Surat rekomendasi dari atasan langsung
   3. Surat pernyataan bersedia mengundurkan diri dari jabatan struktural/fungsional
   4. Daftar riwayat hidup
   5. Surat pernyataan bersedia menyelesaikan Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum selama 2 (dua) tahun sesuai masa Tugas Belajar yang berlaku
   6. Surat pernyataan bersedia ditempatkan di universitas mitra kerjasama di luar pilihan
   7. Tanda bukti pendaftaran beasiswa Program Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum

B. Dokumen yang diunggah/upload, berupa:
   1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)/Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Paspor
   2. Surat Keputusan (SK) pangkat terakhir
   3. Ijazah sarjana (S-1)
   4. Transkrip nilai sarjana (S-1)
   5. Hasil/sertifikat Test of English as a Foreign language (TOEFL)/Internasional English Language Testing System (IELTS) dan Tes Potensi Akademik (TPA) (dapat disusulkan jika belum memiliki)
   6. Propos rencana tesis yang akan diambli terkait dengan kepemiluan dan bisa dijadikan solusi terhadap permasalahan yang ada pada KPU atau berupa inovasi terhadap pelaksanaan tugas KPU; dan
   7. Essay mengenai tujuan mengikuti Program Beasiswa Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum, dengan jumlah paling banyak 500 (lima ratus) kata untuk masing-masing poin berikut:
      a) Motivasi pribadi untuk ikut serta dalam Beasiswa Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum
      b) Pencapaian terbesar dalam bekerja
      c) Kontribusi yang akan diberikan setelah mengikuti beasiswa Magister Konsentrasi Tata Kelola Pemilihan Umum

Pendaftaran:
Permohonan Beasiswa KPU RI 2018 dilakukan secara online di laman beasiswa.kpu.go.id Anda dapat membuat akun terlebih dahulu dan mengunggah dokumen aplikasi yang diminta seperti tertera.

Pendaftaran online di website KPU dibuka hingga 8 Juni 2018. Hasil penelitian administrasi akan diumumkan pada 25 Juni 2018 dan peserta yang lolos tahapan tersebut berhak mengikuti seleksi wawancara di KPU yang digelar Juli 2018. Pengumuman penerima beasiswa akan disampaikan pada Juli s/d Agustus 2018.

Selain mendaftar di KPU, pelamar beasiswa juga wajib mendaftarkan diri ke Universitas mitra kerjasama yang telah membuka pendaftaran (maksimal 3 pilihan universitas). Serta mengikuti ketentuan tahapan seleksi penerimaan mahasiswa baru pada masing-masing universitas.

Kontak:
Bagian Pendidikan dan Pelatihan Biro Sumber Daya Manusia
Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia
Perkantoran Hayam Wuruk Paza Tower, Lantai 2
Jl. Hayam Wuruk No. 108 - Jakarta Pusat
Telp. (021) 22680610
Email: diklat.birosdm.kpu@gmail.com
CP: Sdr. Wilis (0813-8431-3615), Sdri. Wita (0812-8862-4300), dan Sdr. Putra (0896-3762-1455)
5/31/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 Dexa Award di Universitas Dalam Negeri 2018 – 2019

Ini salah satu program beasiswa S2 di dalam negeri yang bisa Anda ikuti untuk tahun akademik 2018 – 2019 atau 2019 – 2020. Nama programnya adalah Dexa Awards Science Scholarship. Beasiswa S2 penuh yang ditawarkan Dexa Group bagi para mahasiswa di tanah air yang ingin melanjutkan S2 di universitas-universitas tanah air di bidang sains, khususnya untuk berkontribusi pada bidang kesehatan.

Yang menarik dari beasiswa Dexa Award ini adalah peluang tidak saja diberikan bagi mereka yang telah menyelesaikan gelar S1 mereka, tapi juga bagi mahasiswa yang masih dalam pendidikan S1. Hingga paling lambat 2020, yang bersangkutan sudah mengambil program S2 mereka.

Selain mendapatkan beasiswa penuh, penerima beasiswa Dexa Award 2018 juga berkesempatan berkarir di Dexa Group.

Pilihan program keilmuan:
Rumpun 1
Farmasi, kimia, biokimia, biologi, biologi molekular, mikrobiologi, bioteknologi, nanoteknologi, biomedis, ilmu pangan dan teknik pangan.

Rumpun 2
Psikologi, sosiologi, ekonomi, hukum, humaniora, keuangan, teknologi informasi, dan antropologi.

Rumpun 3
Teknik kimia, teknik sipil, teknik fisika, matematika, statistika, fisika.

Pelamar dapat memilih salah satu dari tiga rumpun keilmuan yang ditawarkan di atas pada universitas atau perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang terakreditasi A.

Syarat Pendaftaran:
1. Warga Negara Indonesia
2. Memiliki gelar S1 atau dalam pendidikan S1
3. Mendaftarkan diri ke sini
4. Menyerahkan proposal ORISINAL sesuai petunjuk pengisian proposal
5. Nama proposal yang diunggah harus mengikut
   Format: DASS2018_RUMPUN_NAMA LENGKAP
6. Makalah, ide, metodologi yang diikutsertakan akan menjadi  milik Dexa group

Simak juga » Beasiswa Bidikmisi S2 dan Keluarga Kurang Mampu

Syarat Penerimaan:
1. Menyerahkan surat keterangan diterima pada program S2 universitas di Indonesia (institusi dengan akreditasi A), program studi 2018 atau 2019.
2. Beasiswa dapat ditunda sampai program studi S2 tahun 2020 (apabila pemenang masih dalam program studi S1)
3. Tidak menerima beasiswa dari pihak lain
4. Menjadi mahasiswa penuh selama program S2
5. Melakukan riset saintifik selama di S2

Jadwal Pendaftaran Beasiswa Dexa Award:
Tenggat waktu pengumpulan proposal: 29 Juni 2018
Pengumuman Finalis: 9 Juli 2018
Presentasi Finalis di Jakarta: 30 Juli 2018
Pengumuman pemenang: 31 Juli 2018
Pemberian penghargaan: 31 Juli 2018

Lokasi Presentasi dan Pemberian Penghargaan

Titan Center
Jalan Boulevard Bintaro, Blok B7/B1 No.5
Bintaro Jaya Sektor 7, Tangerang Selatan 15224
Indonesia

Kontak:
scholarship@dexagroup.com
Atau
Panitia DASS
+62 877 3797 0855 (WhatsApp)
www.dexascholarship.com
5/28/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa BCA untuk Mahasiswa S1 seluruh Indonesia

Asyik nih, Beasiswa BCA Finance Peduli 2018 kini dibuka lagi. Bagi yang sudah pernah mengikuti, dan berminat mencoba lagi, kesempatan di 2018 bisa Anda ikuti. Ada 100 kursi beasiswa disediakan dan terbuka bagi semua mahasiswa S1 di seluruh Indonesia untuk semua jurusan. Anda hanya perlu memiliki IPK minimal 3.20 untuk PTN dan 3.40 untuk PTS. Selain itu terdaftar sebagai mahasiswa yang minimal berada di semester 2 dan maksimal semester 8.

Mahasiswa terpilih akan diberikan beasiswa selama kuliah. Yakni maksimum hingga semester 8. Setiap semester peraih beasiswa akan diberikan dana beasiswa sebesar Rp 3.000.000,- Cukup besar bukan?

BCA Finance sendiri telah menggulirkan Beasiswa BCA Finance Peduli sejak 2009 dan nominalnya meningkat setiap tahunnya. Nah, bagi Anda yang tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Bisa segera siapkan aplikasi yang diperlukan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh Beasiswa BCA Finance Peduli.

Persyaratan:
1. Mahasiswa Strata 1 (S1) segala jurusan
2. Minimal telah/sedang menyelesaikan semester 2 dan tidak lebih dari semester 8
3. IPK Minimal : 3,20 (PTN) dan 3,40 (PTS
4. IPS Terakhir Minimal : 3,00 (PTN) dan 3,20 (PTS)
5. Tidak sedang menerima beasiswa dari pemberi beasiswa manapun
6. Aktif Berorganisasi (Kemahasiswaan / Karang Taruna / Organisasi Non Politik Lainnya)
7. Tidak pernah terlibat dalam  tindak kasus pidana / perdata, serta penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif)

Simak juga » Beasiswa Unggulan untuk S1, S2, dan S3

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa BCA Finance Peduli 2018 dibuka secara online dengan melengkapi formulir aplikasi yang disediakan di laman BCA Finance atau bisa juga dicek melalui www.bcafinance.co.id. Harap simpan nomor pendaftarannya setelah mengisi formulir.

Pendaftaran online dibuka mulai 14 Mei – 30 Juli 2018.

Tahapan Seleksi:
Tahap I : Penentuan Awal
200 Calon pemenang yang terpilih pada tahap awal wajib mengirimkan dokumen yang dipersyaratkan kemudian. Diumumkan 6 Juli 2018. Kemudian dilakukan Seleksi Tahap I pada 7 Juli – 31 Juli 2018.

Tahap II : Penentuan Akhir
Penentuan 100 pemenang beasiswa yang berhak menerima Rp 3.000.000 / semester. Diumumkan 16 Agustus 2018.
5/26/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 Bidik Misi dan Keluarga Tak Mampu

Beberapa hari lalu program beasiswa Bidik Misi S2 sudah mulai digulirkan pemerintah. Beasiswa ini ditujukan bagi mereka yang sebelumnya memperoleh beasiswa Bidik Misi S1. Sekaligus memberi kesempatan bagi mereka dari keluarga tidak mampu (miskin) untuk memberoleh beasiswa S2, meski sebelumnya belum memperoleh beasiswa Bidik Misi. Keduanya ditawarkan pada program yang sama, yaitu Beasiswa Afirmasi LPDP.

Nah, bagi Anda yang ingin mendaftar beasiswa S2 Bidik Misi dan beasiswa S2 bagi keluarga tak mampu, di bawah ini dijelaskan prosesnya. Namun, ada yang perlu dicatat jika Anda mengajukan beasiswa S2 Bidik Misi dan keluarga miskin. Yakni, IPK yang diraih minimum 3.5.

Beasiswa tersebut diberikan penuh. Bagi kandidat terpilih mereka akan mendapatkan tanggungan biaya kuliah, seperti pendaftaran, SPP, tunjangan buku, tesis, seminar, dan biaya pendidikan lainnya. Ada juga biaya pendukung, seperti transportasi keberangkatan dan kepulangan, asuransi kesehatan, visa, tunjangan hidup bulanan, tunjangan keluarga, tunjangan kedatangan, dll.

Menariknya pula Beasiswa Afirmsi ini menyediakan biaya program pengayaan bahasa, yaitu berupa kursus dan ujian kemampuan bahasa asing dengan durasi 3 bulan sampai maksimum 6 bulan. Kemudian biaya pelaksanaan tes potensi akademik bagi peserta tujuan dalam negeri. Peserta sendiri boleh memilih untuk kuliah di dalam negeri atau luar negeri.

Simak juga » Beasiswa 2018 - 2019 Program S1, S2, S3

Persyaratan:
Persyaratan umum
1. Warga Negara Indonesia;
2. Telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1), atau program magister (S2) dari:
   a. Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),
   b. Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau
   c. Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
3. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree atau non degree (on going) program magister ataupun doktoral baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
4. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana format terlampir:
   a. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
   b. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c. Bersedia kembali ke daerah tertinggal bagi pendaftar dari daerah 3T;
   d. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   e. Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   f. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   g. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   h. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
   i. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri;
   j. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
5. Telah mendapatkan izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja;
6. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas/Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan:
   a. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Afirmasi;
   b. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Afirmasi tujuan luar negeri.
7. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
8. Memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
9. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
10. Menulis Statement of Purpose paling banyak 1.000 kata yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang dan akan dlakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas.
11. Peserta memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa asing berupa sertifikat TOEFL ITP®, TOEFL iBT®, TOEIC®, TOAFL, atau IELTS™ yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP;
12. Sertifikat TOAFL pada angka 11, diperuntukkan bagi pendaftar dengan tujuan program studi dan/atau perguruan tinggi Islam;
13. Ketentuan pada angka 11, dikecualikan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    a. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    b. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    c. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
    d. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
    e. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol; atau
    f. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut.
14. Pendaftar yang memenuhi sebagaimana ketentuan pada angka 13, wajib melampirkan duplikat/salinan ijazah sebagai pengganti persyaratan bahasa, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
15. Pendaftar program magister luar negeri yang negara tujuan studinya tidak berbasis Bahasa Inggris harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi tujuan atau sesuai daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain Bahasa Inggris sebagaimana terlampir.
16. Wajib menyelesaikan masa studi sesuai yang tertuang dalam LoA Unconditional dengan ketentuan sekurang-kurangnya 11 (sebelas) bulan atau paling lama 24 (dua puluh empat) bulan untuk program magister atau paling lama 48 (empat puluh delapan) bulan untuk program doktoral.
17. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas sebagai berikut:
    a. Kelas Eksekutif;
    b. Kelas Karyawan;
    c. Kelas Jarak Jauh;
    d. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    e. Kelas Internasional khusus Doktoral Dalam Negeri; atau
    f. Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara.
18. Menyusun rencana studi bagi program magister berdasarkan silabus/kurikulum program studi tujuan; dan menyusun proposal penelitian bagi pendaftar doktoral.
19. Dimungkinkan bagi pendaftar yang ingin melanjutkan jenjang doktoral tanpa melalui program magister/magister terapan, dengan dibuktikan dengan LoA Unconditional untuk program doktoral, kemudian mendaftar diaplikasi pendaftaran LPDP untuk program doktoral.

Simak juga » Daftar Universitas Beasiswa LPDP 2018 - 2019

Persyaratan Khusus:
1. Tidak mampu secara ekonomi, dengan kriteria orang tua dan/atau suami/istri memiliki penghasilan kotor keluarga sebesar-besarnya Rp.3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dan apabila dibagi dengan jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp.750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan, dibuktikan dengan;
2. Kartu Keluarga yang terbaru;
3. Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan;
4. Slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua dan suami/istri bagi yang sudah menikah;
5. Rekening listrik 3 (tiga) bulan terakhir, bagi yang menggunakan listrik pra bayar dibuktikan dengan membuat surat pernyataan terkait besaran biaya rata – rata penggunaan listrik 3 (tiga) bulan terakhir yang ditandatangani di atas materai 6000.
6. Usia maksimum pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun.
7. Pendaftaran BPI Afirmasi untuk individu alumni penerima beasiswa bidikmisi dan/atau masyarakat berprestasi dari keluarga miskin hanya untuk program magister dan tidak untuk program doktoral.
8. Memiki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,50 pada skala 4.00.
9. Memiliki sertifikat resmi kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan sebagai berikut:
   a. Pendaftar program magister dalam negeri skor minimal TOEFL ITP® 400, TOEFL iBT 33, IELTS 4,5, TOEIC® 400, atau TOAFL 450.
   b. Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, TOEIC® 630, atau TOAFL 550.
10. Pendaftar BPI Afirmasi individu alumni penerima bidikmisi dan/atau individu berprestasi dari keluarga miskin hanya dapat mendaftar maksimal 2 (dua) tahun sejak dinyatakan lulus dari Perguruan Tinggi.
11. Pendaftar BPI Afirmasi merupakan alumni penerima beasiswa bidikmisi kementerian yang membidangi pendidikan tinggi; dan
12. Pendaftar BPI Afirmasi wajib melampirkan surat keterangan atau surat keputusan penerima bidikmisi yang dikeluarkan oleh kementerian atau perguruan tinggi terkait.

Ketentuan LoA Unconditional
1. Pendaftar tidak harus memiliki LoA Unconditional saat mendaftar beasiswa LPDP.
2. Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai yang dipersyaratkan.
3. Pendaftar yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada poin 2 (dua) wajib melampirkan surat penundaan perkuliahan dari Perguruan Tinggi Tujuan.
4. Pendaftar yang ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa, namun belum memiliki Loa Unconditional maka harus mendapatkan LoA Unconditional selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Utama LPDP tentang penetapan hasil seleksi substansi calon penerima beasiswa. atau selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah selesainya pengayaan bahasa bagi pendaftar di jalur afirmasi.
5. Bagi Calon Penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh LPDP dapat diberikan perpanjangan maksimal 6 (enam) bulan.
6. Jika sampai pada batas waktu perpanjangan belum mendapatkan LoA Unconditional maka diberhentikan sebagai Calon Penerima Beasiswa.
7. Calon Penerima Beasiswa yang diputus sebagaimana dimaksud memiliki kesempatan mendaftar ulang sebanyak 1 (satu) kali dengan syarat wajib memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di dalam daftar LPDP.
8. Calon Penerima Beasiswa sebagaimana dimaksud, apabila lulus seleksi substansi tidak diwajibkan mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) bagi yang sudah mengikuti PK.

Simak juga » Beasiswa Kuliah S2 Terbaru Dalam dan Luar Negeri

Pendaftaran:
Permohonan diajukan secara online di laman resmi LPDP: beasiswalpdp.kemenkeu.go.id

Anda dapat membuat akun terlebih dahulu di laman tersebut jika belum pernah mendaftar sebelumnya.

Jika ingin mengajukan beasiswa Bidikmisi S2 atau Keluarga Tidak Mampu, pelamar dapat memilih Beasiswa Afirmasi pada saat mengisi formulir LPDP. Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengunggah dokumen persyaratan yang ditetapkan.

Para pelamar yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online akan mengikuti seleksi berbasis komputer yang meliputi Tes Potensi Akademik, Soft Kompetensi, dan On the Spot Writing. Kemudian bila lolos di kedua tahapan tersebut, pelamar berhak mengikuti seleksi substansi, yang meliputi Verifikasi dokumen asli pendaftaran, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan wawancara.

Hasil penetapan kelulusan seleksi substansi Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada pelamar yang lulus melalui akun pendaftaran online pelamar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu yang telah ditentukan oleh LPDP.

Pendaftaran Beasiswa Afirmasi LPDP 2018 untuk dalam negeri tahun akademik 2019 dibuka mulai 7 Mei hingga 8 Juni 2018. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 29 Juni 2018, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 9 - 25 Juli 2018. Penetapan hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 31 Juli 2018. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 13 Agustus - 7 September 2018 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 14 September 2018.

Kemudian untuk pendaftaran Beasiswa Afirmasi LPDP 2018 untuk luar negeri dibuka mulai 2 Juli hingga 21 September 2018. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 12 Oktober 2018, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 22 Oktober – 12 November 2018. Penetapan hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 17 November 2018. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 26 November – 22 Desember 2018 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 28 Desember 2018.  

Mengenai pertanyaan terkait BPI Program Afirmasi tersebut dapat menghubungi email: cso.lpdp@kemenkeu.go.id atau melalui call center LPDP di 1500652. Informasi tersebut juga bisa dilihat di laman LPDP. Semoga berhasil!
5/23/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 Magister Manajemen PPM School of Management (Full)

Sebuah kesempatan beasiswa S2 dibuka PPM School of Management bagi para lulusan S1 di tanah air yang ingin melanjutkan program S2 Magister Manajemen.  Programnya dinamai The Future Leader (TFL). Rutin diadakan tiap tahun untuk menjaring kandidat-kandidat yang ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang manajemen.  Beasiswa TFL diadakan sebagai wujud pengembangan sumber daya manusia dan pemimpin masa depan di bidang ilmu manajemen.

Bagi Anda yang berminat melanjutkan S2 manajemen, beasiswa yang ditawarkan PPM School of Management ini dapat dicoba. Beasiswa yang ditawarkan bisa dibilang beasiswa full. Total adalah 10 beasiswa yang disediakan untuk tahun akademik 2018 – 2019 dengan nilai masing-masing beasiswa sebesar Rp 113.500.000. Beasiswa terdiri dari pembebasan biaya kuliah, pembebasan biaya administrasi wisuda, serta uang saku selama 20 bulan.

Menariknya lagi, peserta terpilih juga berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai macam kompetisi bisnis dan penulisan kasus, kesempatan mengikuti konferensi ilmiah, kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar dengan Kedge Business School di Perancis, kesempatan mengaplikasikan ilmu yang didapat di dalam kelas dan mengasah kemampuan untuk bekerja sama serta berorganisasi melalui berbagai macam event mahasiswa, serta kesempatan mengembangkan 4 (empat) core soft-competencies secara terpadu, yang terdiri dari leadership, self-confidence, relationship building, dan passion for growt.

Program Studi S2:
• Kelas Magister Manajemen Wijawiyata Manajemen
• Kelas Magister Manajemen Eksekutif Muda
• Kelas Magister Manajemen Eksekutif

Persyaratan:
1. Pelamar telah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) paling lambat 1 September 2018. Para calon peserta yang saat ini sedang menyusun skripsi diperbolehkan mendaftar dengan melampirkan surat jaminan ‘segera lulus’ dari pihak dosen pembimbing serta persetujuan dari pihak Ketua Departemen/Fakultas.
2. Berusia maksimal 26 tahun pada tanggal Pembukaan Kelas Magister Manajemen – Wijawiyata Manajemen.
3. Fresh graduate (pengalaman kerja maksimal 2 tahun)
4. TOEFL 500/ IELTS 6
5. Berjiwa kepemimpinan dan aktif dalam berorganisasi
6. Belum menikah

Simak juga » Beasiswa S2 dan S3 LPDP Kementerian Keuangan

Berkas persyaratan:
1. Scan atau foto ijazah dan transkrip yang sudah dilegalisir
   - Untuk pelamar dari perguruan tinggi negeri/swasta dalam negeri: legalisir dari perguruan tinggi terkait
   - Untuk pelamar dari perguruan tinggi di luar negeri: legalisir dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)
   - Surat Keterangan Lulus dan transkrip nilai terakhir yang dilegalisir dari universitas terkait bagi pelamar yang belum wisuda
2. Scan atau foto KTP
3. Scan atau foto Kartu Keluarga
4. Scan atau foto skor hasil tes TOEFL min 500 atau IELTS min 6 (versi prediction diperbolehkan)
5. Scan atau foto dokumen-dokumen bukti partisipasi dalam kepanitiaan atau organisasi
6. Scan atau foto dokumen atau sertifikat penghargaan atas prestasi
7. Foto seluruh badan terbaru ukuran postcard (maks. 5 MB dengan format .jpeg/.png/.pdf)
8. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 (maks. 5 MB dengan format .jpeg/.png/.pdf)
9. Formulir rekomendasi dari pihak pimpinan perguruan tinggi atau dosen pembimbing atau atasan kerja (formulir dikirim pada tahap registrasi melalui email PPM School of Management)

Pendaftaran:
1. Melakukan pendaftaran online pada website resmi PPM School of Management: https://ppmschool.ac.id/id/form-pendaftaran-the-future-leader/ – 1 Mei s.d. 30 Juni 2018
2. Setelah melakukan pendaftaran online, peserta akan menerima email dari PPM School of Management yang berisikan informasi terkait berkas kelengkapan yang dibutuhkan. Peserta kemudian diwajibkan untuk mengirimkan berkas kelengkapan (maksimal ukuran file 15MB) ke email tfl@ppm-manajemen.ac.id
3. Hasil seleksi berkas/administrasi akan diumumkan melalui website resmi PPM School of Management. – 9 Juli 2018
4. Para peserta yang telah berhasil lolos seleksi berkas/administrasi dapat langsung mengikuti tahapan seleksi selanjutnya dengan mengunduh dan mengerjakan soal kasus yang telah dikirimkan oleh pihak panitia kepada masing-masing peserta melalui email. – 10 s/d 15 Juli 2018
5. Para peserta mengumpulkan jawaban soal kasus berserta dengan surat konfirmasi yang telah dilengkapi ke alamat email tfl@ppm-manajemen.ac.id  – sebelum 15 Juli 2018
6. Para finalis TFL akan diumumkan di website PPM School of Management. Selanjutnya panitia akan mengirimkan surat panggilan untuk mengikuti tahapan program TFL berikutnya kepada para finalis. – 25 Juli 2018
7. Seleksi akhir dari TFL akan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan meliputi: psikotes, outbound, presentasi kasus bisnis, wawancara dan dilanjutkan dengan graduation night. – 10 s.d. 13 Agustus 2018

Kontak:
PPM School of Management
Jl. Menteng Raya 9-19
Jakarta Pusat, 10340
(021) 230 0313 ext. 1104
(021) 230 2025
www.ppmschool.ac.id/id/tfl
5/22/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa FINCAD buat Perempuan ke Jenjang S2, S3 Seluruh Dunia

Ada banyak pilihan beasiswa S2 dan beasiswa S3 yang tersedia di luar sana yang bisa Anda raih tahun ini. Misalnya FINCAD Women in Finance Scholarhip. Ini adalah program beasiswa postgraduate yang ditawarkan lembaga penyedia portofolio perusahaan dan analisis resiko ini bagi mahasiswa seluruh dunia yang melanjutkan studi mereka, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Beasiswa FINCAD  terbuka bagi para perempuan dari segala usia dan kewarganegaraan yang mengambil studi di bidang Keuangan, di sekolah pascasarjana terakreditasi.

Beasiswa yang ditawarkan sebesar US$10.000 untuk menunjang biaya studi pascasarjana yang tengah diambil. Yang menarik, beasiswa ini tidak membatasi lokasi tempat studi selama perguruan tinggi tersebut terakreditasi. 

Persyaratan:
Pelamar merupakan perempuan yang terdaftar di sebuah program pascasarjana pada universitas yang terakreditasi oleh lembaga nasional atau internasional. Selain itu pelamar harus terdaftar dan mengikuti program secara penuh waktu selama tahun akademik 2018 - 2019.

Simak juga » Beasiswa S2, S3 untuk PNS, TNI, dan Polri

Dokumen aplikasi:
1. Resume atau CV
2. Dua surat referensi beasiswa dari orang yang sesuai (misalnya, profesor atau dosen universitas yang relevan, supervisor atau rekan kerja)
3. Ijazah dan transkrip sarjana
4. Confirmasi penerimaan atau pendaftaran ke program pascasarjana untuk tahun akademik 2018 - 2019
5. Karya tulis (opsional)

Pendaftaran:
Siapkan dokumen yang dibutuhkan berdasarkan daftar di atas. Buat nama file dokumen dengan susunan: {family name}{given name}{document name}.{file extension}

Contoh: smithsarahCV.pdf, smithsarahLetter1.pdf,

Dokumen dibuat dalam format jpg, pdf, atau gif.

Selanjutnya unggah dokumen tersebut di laman FINCAD paling lambat 30 Juni 2018. Semua pelamar nantinya akan diberitahu hasil seleksi dan pemenang beasiswa melalui email yang diperkirakan waktunya pada musim gugur 2018. Informasi lebih lanjut juga bisa disimak di laman FINCAD (www.fincad.com). Semoga berhasil!
5/19/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Pendaftaran Beasiswa Pemprov Jabar 2018 – 2019 (D3, S1, S2, dan S3)

Program Beasiswa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar 2018 – 2019 kembali dibuka untuk warga Jawa Barat. Beasiswa ini memberi kesempatan bagi Anda yang tengah menjalani kuliah di salah satu perguruan tinggi di Provinsi Jawa Barat. Di antara pelamar yang bisa mendaftar adalah mahasiswa D3, DIV, S1, S2, dan S3. Total ada 93 perguruan tinggi penerima beasiswa Pemprov Jabar 2018 yang tersebar di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Tahun 2018, Pemprov Jabar menyediakan anggaran beasiswa  sebesar Rp 13 miliar. Bagi mahasiswa sarjana, beasiswa yang diberikan sebesar Rp 6 juta, mahasiswa magister sebesar Rp 14 juta, dan mahasiswa doktor sebesar Rp 16 juta. Untuk mendapatkan beasiswa, pelamar haruslah warga Jawa Barat yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga. Selain itu, yang bersangkutan sudah aktif kuliah di perguruan tinggi Jawa Barat.

Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa Pemprov Jabar:
1. Universitas Indonesia
2. Universitas Padjadjaran
3. Universitas Pendidikan Indonesia
4. Universitas Siliwangi
5. Universitas Singaperbangsa Karawang
6. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
7. Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon
8. Institut Pertanian Bogor
9. Institut Teknologi Bandung
10. Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
11. Politeknik Manufaktur Negeri Bandung
12. Politeknik Negeri Bandung
13. Politeknik Negeri Jakarta
14. UPBJJ UT Bogor
15. UPBJJ UT Bandung
16. Institut Manajemen Koperasi Indonesia
17. Akademi Pariwisata NHI Bandung
18. Institut Teknologi Nasional Bandung
19. Politeknik TEDC Bandung
20. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cipasung
21. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas
22. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Miftahul Huda Subang
23. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan
24. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi PGRI Sukabumi
25. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Bhakti
26. Sekolah Tinggi Teknologi Garut
27. Institut Pendidikan Indonesia
28. STKIP Pasundan
29. IKIP Siliwangi
30. STKIP Subang
31. STMIK Subang
32. Universitas Bale Bandung
33. Universitas Bina Sarana Informatika Bandung
34. Universitas Djuanda Bogor
35. Universitas Galuh Ciamis
36. Universitas Garut
37. Universitas Ibn Khaldun Bogor
38. Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi
39. Universitas Islam Bandung
40. Universitas Islam Nusantara
41. Universitas Jenderal Achmad Yani
42. Universitas Komputer Indonesia
43. Universitas Kuningan
44. Universitas Langlangbuana
45. Universitas Majalengka
46. Universitas Muhammadiyah Sukabumi
47. Universitas Nurtanio
48. Universitas Pakuan
49. Universitas Pasundan Bandung
50. Universitas Sangga Buana YPKP
51. Universitas Subang
52. Universitas Surya
53. Universitas Suryakancana
54. Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon
55. Universitas Telkom
56. Universitas Widyatama
57. Universitas Winaya Mukti
58. Universitas Wiralodra Indramayu
59. Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya
60. Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis
61. Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya Tasikmalaya
62. STAI Al-Masthuriyah Sukabumi
63. IAI Bunga Bangsa Cirebon
64. STAI Kharisma Cicurug Sukabumi
65. Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor
66. STAI Miftahul Huda Al-Azhar Banjar
67. STAI Miftahul Huda Pamanukan Subang
68. STAI PUI Majalengka
69. STAI Sayid Sabiq Indramayu
70. STAI Sebelas April Sumedang
71. STAI Sukabumi
72. STEI Al-Ishlah Cirebon
73. STIT Al-Amin Indramayu
74. Universitas Nusa Bangsa Bogor
75. STBA Sebelas April Sumedang
76. STIKES Bakti Tunas Husada Tasikmalaya
77. Universitas Al-Ghifari Bandung
78. STAI Al Musaddadiyah Garut
79. STAI Persatuan Islam Garut
80. Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih Bandung
81. Universitas 17 Agustus 1945
82. STIE Pariwisata Yapari Aktripa
83. STIKes Muhammadiyah Ciamis
84. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Binaniaga
85. STKIP Muhammadiyah Kuningan
86. Akademi Kebidanan Suka Wangi Bekasi
87. STIA Bandung
88. STMIK Tasikmalaya
89. STISIP Syamsul Ulum Sukabumi
90. STMIK Mardira Indonesia
91. Politeknik Agroindustri Subang
92. Universitas Nusa Putra
93. STAI Mahad Ali (STAIMA) Cirebon

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 - 2019

Persyaratan:
1. Surat Permohonan Mahasiswa kepada Pimpinan Perguruan Tinggi
2. Fotokopi Kartu Keluarga dan KTP Jawa Barat.
3. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS) atau yang sejenis sebagai bukti mahasiswa aktif.
4. Pas photo warna terbaru ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar
5. Surat pernyataan tidak menerima bantuan biaya pendidikan dari sumber lain.
6. Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari pimpinan Fakultas/Jurusan.
7. Foto copy sertifikat, piagam penghargaan atau bukti prestasi lainnya (ko-kurikuler dan atau ekstra kurikuler) yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah yang kompeten dan atau organisasi formal dan kompeten lain pada tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, Regional, maupun Internasional.
8. Transkrip nilai bagi mahasiswa semester 2 ke atas.
9. SKHUN bagi mahasiswa semester 1 jenjang D3, D4 dan S1 atau transkrip nilai jenjang sebelumnya bagi mahasiswa semester 1 jenjang S2 dan S3.

A. Alternatif Prestasi Akademik:
a) Untuk mahasiswa semester 1-2:
1. Jenjang D3, D4 dan S1 : Nilai rata-rata hasil Ujian Nasional SMA/MA/SMK minimal 7,00
2. Jenjang S2 : IPK pada jenjang S1 minimal 3,25
3. Jenjang S3 : IPK pada jenjang S2 minimal 3,25

b) Untuk mahasiswa semester 3 ke atas:
1. Jenjang D3, D4 dan S1 : IPK minimal 3,00
2. Jenjang S2 dan S3 : IPK minimal 3,25
   - Sedang melaksanakan penelitian atau penyelesaian tugas akhir yang mendapat rekomendasi dan dikategorikan layak mendapat bantuan menurut pertimbangan dosen pembimbing/dosen wali di perguruan tinggi yang bersangkutan.
   - Mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu secara ekonomi atau dikategorikan layak mendapat bantuan menurut pertimbangan dosen pembimbing/dosen wali di perguruan tinggi yang bersangkutan.

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2018 - 2019

B. Alternatif Prestasi Non Akademik:
   - Berprestasi di bidang olahraga (atlet/keluarga atlet),
   - Berprestasi di bidang kesehatan,
   - Berprestasi di bidang pendidikan,
   - Berprestasi di bidang seni,
   - Berprestasi di bidang budaya,
   - Berprestasi di bidang sains,
   - Berprestasi di bidang teknologi dan komunikasi,
   - Berprestasi di bidang keagamaan,
   - Berprestasi di bidang hafal Al Qur’an minimal 5 Juz,
   - Berprestasi di bidang lain (akademik/non akademik) berdasarkan pertimbangan atau rekomendasi dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Prestasi non akademik yang dimiliki dibuktikan dengan adanya sertifikat, medali atau surat keterangan resmi dari pihak berwenang.

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Pemprov Jabar 2018 – 2019 dapat diajukan langsung oleh mahasiswa bersangkutan ke kampus masing-masing dengan melengkapi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. Pendaftaran dibuka mulai Mei 2018. Informasi lanjut mengenai pendaftaran tersebut silakan ditanyakan langsung ke pihak kampus atau dapat dicek juga di laman Disdik Pemprov Jabar (disdik.jabarprov.go.id). Semoga berhasil! 
5/16/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Afirmasi PNS, TNI, Polri Program S2 dan S3 LPDP

Ada yang baru ditawarkan beasiswa Afirmasi LPDP, yakni Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Afirmasi PNS, TNI, dan Polri. Program beasiswa ini khusus ditujukan bagi Anda yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, maupun anggota Polri. Dengan BPI Afirmasi PNS, TNI, dan Polri, Anda bisa melanjutkan studi jenjang S2 dan S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Beasiswa Afirmasi PNS, TNI, dan Polri ditawarkan LPDP bersamaan dengan program beasiswa Reguler dan beasiswa dokter spesialis. Untuk mengajukan beasiswa ini, Anda harus diusulkan dari institusi asal dan area disiplin ilmu yang diambil sangat dibutuhkan oleh institusi tempat asal bekerja.

Persyaratan:
Program Magister
1. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum Pemerintah/TNI/POLRI dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan:
   a. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI.
   b. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI tujuan luar negeri.
2. Diusulkan dari institusi pendaftar oleh:
   a. sekurang-kurangnya pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah untuk pendaftar PNS,
   b. sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes TNI/ TNI AD/ TNI AL/ TNI AU untuk pendaftar TNI, atau
   c. sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes POLRI untuk pendaftar POLRI;
3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP.
4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP.
5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
   a. Bersedia kembali ke Indonesia dan instansi masing-masing setelah selesai studi;
   b. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c. Tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   d. Tidak pernah atau akan terlibat dalam tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   e. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   f. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   g. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
   h. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar negeri jika mendaftar program beasiswa magister atau doktoral di dalam negeri; dan
   i. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu:
   a. Pegawai Sipil Negara (PNS) paling tinggi berusia 37 (tiga puluh tujuh) tahun.
   b. Pegawai Sipil Negara (PNS) dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
   c. Anggota TNI atau anggota POLRI paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.
7. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan.
8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) program magister baik di Perguruan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya sekurang-kurangnya 3,0 dari skala 4.
10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
11. Pendaftar Magister Dalam Negeri harus memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 dengan skor sekurang-kurangnya:
    a. TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 650.
    b. TOAFL 500 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
12. Pendaftar Program BPI Magister Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 memiliki skor sekurang-kurangnya:
    a. TOEFL iBT® 75/IELTS™ 6,5/TOEIC®750.
    b. TOAFL 550 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
13. Pendaftar BPI Program Magister yang menyelesaikan studi sarjana/sarjana terapan dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
14. Ketentuan pada angka 13, diperuntukkan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    a. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    b. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    c. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
    d. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
    e. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
    f. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
15. Pendaftar BPI Magister dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
16. Wajib menyelesaikan masa studi sesuai yang tertuang dalam LoA Unconditional paling lama 24 (dua puluh empat) bulan. Apabila Penerima Beasiswa menyelesaikan studi lebih dari 24 bulan maka pendanaan beasiswa ditanggung oleh Penerima Beasiswa.
17. Pendaftar BPI Program Magister hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
    a. Kelas Eksekutif;
    b. Kelas Karyawan;
    c. Kelas Jarak Jauh;
    d. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    e. Kelas Internasional khusus Magister Dalam Negeri;
    f. Kelas yang diselenggarakan di lebih dari 1 negara;
18. Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan.
19. Menulis Statement of Purpose yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas dengan panjang paling banyak 1.000 kata.

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa Afirmasi LPDP 2018 - 2019

Program Doktor:
1. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum Pemerintah/Khusus TNI/POLRI dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan:
   a. Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI;
   b. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI tujuan luar negeri.
2. Diusulkan dari institusi pendaftar oleh :
   a. sekurang-kurangnya pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan SDM pada Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah untuk pendaftar PNS,
   b. sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU untuk pendaftar TNI, atau
   c. sekurang-kurangnya pejabat yang membidangi pembinaan SDM pada Mabes POLRI untuk pendaftar POLRI;
3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP.
4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP.
5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
   a. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
   b. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c. Tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   d. Tidak pernah atau akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   e. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   f. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   g. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
   h. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister atau doktoral di dalam negeri;
   i. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu:
   a. Pegawai Sipil Negara (PNS) paling tinggi berusia 42 (empat puluh dua) tahun.
   b. Pegawai Sipil Negara (PNS dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 47 (empat puluh tujuh) tahun.
   c. Anggota TNI atau anggota POLRI paling tinggi 45 (empat puluh lima) tahun.
7. Telah menyelesaikan studi pada program magister/magister terapan atau telah menyelesaikan sarjana/sarjana terapan yang memenuhi kualifikasi untuk langsung program doktoral.
8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) doktoral baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya sekurang-kurangnya 3,25 pada skala 4.
10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
11. Pendaftar BPI Program Doktoral Dalam Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 dengan skor sekurang-kurangnya :
    a. TOEFL ITP® 530/iBT® 70/IELTS™ 6,0/TOEIC® 700;
    b. TOAFL 530 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
12. Pendaftar BPI Program Doktoral Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 memiliki skor sekurang-kurangnya:
    a. TOEFL iBT® 94/ IELTS™ 7,0/TOEIC® 850;
    b. TOAFL 550 bagi program studi dan/atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
13. Pendaftar BPI Program Doktoral yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
14. Ketentuan pada angka 13, diperuntukkan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
    a. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    b. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
    c. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
    d. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
    e. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
    f. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
15. Pendaftar BPI Doktoral dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
16. Masa studi paling lama 48 (empat puluh delapan) bulan yang tertuang dalam LoA Unconditional. Apabila Penerima Beasiswa menyelesaikan studi lebih dari 48 bulan maka pendanaan beasiswa ditanggung oleh Penerima Beasiswa.
17. Pendaftar BPI Program Doktoral hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
    a. Kelas Eksekutif;
    b. Kelas Karyawan;
    c. Kelas Jarak Jauh;
    d. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
    e. Kelas Internasional khusus Doktoral Dalam Negeri; atau
    f. Kelas yang diselenggarakan di lebih 1 negara;
18. Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi Doktoral pada perguruan tinggi tujuan.
19. Menulis Statement of Purpose yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas dengan panjang paling banyak 1.000 kata.
LoA Unconditional:
1. Pendaftar tidak harus memiliki LoA Unconditional saat mendaftar beasiswa LPDP.
2. Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai yang dipersyaratkan.
3. Pendaftar yang ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa, namun belum memiliki LoA Unconditional maka harus mendapatkan LoA Unconditional selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Utama LPDP tentang penetapan hasil seleksi substansi calon penerima beasiswa.
4. Bagi Calon Penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh LPDP dapat diberikan perpanjangan maksimal 6 (enam) bulan.
5. Jika sampai pada batas waktu perpanjangan belum mendapatkan LoA Unconditional maka hak sebagai Calon Penerima Beasiswa akan gugur dan status beasiswanya akan diputus.
6. LPDP dapat membantu dan/atau menerima konsultasi tentang LoA Unconditional bagi calon penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional.
7. LPDP dapat melakukan penempatan perguruan tinggi tujuan bagi Calon Penerima Beasiswa tujuan luar negeri melalui kerjasama perguruan tinggi luar negeri.
8. Jika terdapat satu hal yang mengharuskan LPDP menetapkan kebijakan lain tentang LoA Unconditional, maka LPDP dapat menentukan kebijakan tersebut pada tahun berjalan.

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Afirmasi PNS, TNI, dan Polri dari LPDP 2018 dilakukan secara online. Anda bisa membuat akun terlebih dahulu di halaman LPDP: beasiswalpdp.kemenkeu.go.id

Kemudian unggah dokumen aplikasi yang diminta di sistem pendaftaran online beasiswa LPDP tersebut. Sebelum mendaftar, ada baiknya untuk melihat terlebih dahulu Daftar Universitas Beasiswa LPDP 2018 – 2019 Dalam Negeri dan Luar Negeri.

Pendaftaran Beasiswa Afirmasi PNS, TNI, dan Polri LPDP untuk dalam negeri tahun akademik 2019 dibuka mulai 7 Mei hingga 8 Juni 2018. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 29 Juni 2018, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 9 - 25 Juli 2018. Penetapan hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 31 Juli 2018. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 13 Agustus - 7 September 2018 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 14 September 2018.

Selanjutnya untuk pendaftaran BPI Afirmasi PNS, TNI, dan Polri untuk luar negeri dibuka mulai 2 Juli hingga 21 September 2018. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 12 Oktober 2018, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 22 Oktober – 12 November 2018. Penetapan hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 17 November 2018. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 26 November – 22 Desember 2018 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 28 Desember 2018.

Proses Seleksi:
A. Seleksi Administrasi
   1. Seleksi Administrasi dilakukan dengan memeriksa kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya.
   2. Pemeriksaan kelengkapan dokumen dan persyaratan lainnya dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
      a. Tim penyeleksi administrasi melakukan verifikasi dan validasi terhadap kelengkapan dan kecocokan berkas pendaftaran berdasarkan persyaratan yang ditetapkan.
      b. Pendaftar yang dokumennya tidak memenuhi persyaratan dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.
      c. Pendaftar yang dokumennya telah memenuhi persyaratan dinyatakan lulus administrasi dan berhak mengikuti proses Seleksi Berbasis Komputer.
      d. Pendaftar yang lulus Seleksi Administrasi akan ditetapkan melalui Keputusan Direktur Utama LPDP.
   3. Informasi pendaftar yang lulus atau tidak lulus seleksi administrasi disampaikan melalui akun pendaftaran online masing-masing pendaftar.
   4. Pendaftar yang belum memenuhi syarat administrasi pada pendaftaran online diperbolehkan mendaftar kembali.
   5. Pendaftar yang telah lulus seleksi administrasi ditetapkan peserta Seleksi Berbasis Komputer.

B. Seleksi Berbasis Komputer
   1. Seleksi berbasis komputer meliputi:
      a. Tes Potensi Akademik;
      b. Soft Kompetensi; dan
      c. On the spot essay writing;
   2. Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik.
   3. Peserta seleksi berbasis komputer yang tidak lulus dapat mendaftar kembali seleksi BPI Afirmasi PNS, TNI, dan POLRI di periode berikutnya.
   4. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi berbasis komputer berhak mengikuti Seleksi Substansi.

C. Seleksi Substansi
   1. Seleksi Substansi terdiri atas:
      a. Verifikasi dokumen asli pendaftaran;
      b. Leaderless Grup Discussion (LGD);
      c. Wawancara
   2. Peserta wajib melakukan presensi terlebih dahulu di tempat seleksi substansi.
   3. Peserta wajib menyiapkan dokumen asli pendaftaran untuk dilakukan verifikasi oleh oleh tim verifikator.
   4. Peserta wajib mengikuti verifikasi dokumen sebelum mengikuti wawancara.
   5. Peserta dapat mengikuti LGD sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh LPDP.
   6. Peserta tidak dapat mengikuti seleksi wawancara, apabila dokumen yang diserahkan:
      a. tidak sesuai dengan persyaratan LPDP;
      b. tidak lengkap dengan persyaratan LPDP; dan/atau
      c. terdapat unsur pemalsuan dokumen.
   7. Peserta yang melakukan pemalsuan data atau dokumen akan dimasukan dalam daftar hitam (blacklist) pendaftar LPDP.
   8. Seleksi substansi dilakukan melalui tatap muka di lokasi seleksi substansi yang ditentukan berdasarkan pilihan pendaftar saat pendaftaran online.
   9. Seleksi substansi dilaksanakan oleh Tim Penyeleksi Beasiswa yang telah ditetapkan oleh LPDP.
   10. Hasil seleksi substansi dilaporkan kepada tim LPDP melalui rapat pleno Tim Penyeleksi Beasiswa.
   11. Hasil rapat pleno berupa daftar peserta yang direkomendasikan dan yang tidak direkomendasikan digunakan sebagai bahan pertimbangan pada rapat Direksi LPDP.

D. Penetapan Kelulusan
   1. Penetapan kelulusan bersifat final, mutlak, rahasia dan tidak dapat diganggu gugat.
   2. Peserta yang ditetapkan kelulusannya ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.
   3. Hasil penetapan kelulusan seleksi disampaikan kepada calon penerima beasiswa melalui akun pendaftaran daring (online) masing-masing, email dan/atau media elektronik lainnya.
   4. Peserta yang tidak lulus seleksi substansi dapat mendaftar kembali seleksi BPI pada periode selanjutnya.
   5. Ketentuan lebih lanjut mengenai calon penerima beasiswa diatur melalui Peraturan Direktur Utama mengenai pedoman pelaksanaan studi.

Pertanyaan terkait Beasiswa Afirmasi LPDP bisa disampaikan melalui email: cso.lpdp@kemenkeu.go.id atau dapat melalui call center LPDP di 1500652. Semoga berhasil!
5/12/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Disertasi S3 LPDP di Dalam Negeri dan Luar Negeri

Program beasiswa ini salah satu Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang ditawarkan LPDP yang bisa dimanfaatkan bagi Anda yang mengalami kendala pembiayaan penyusunan disertasi. BPI program Disertasi di periode sebelumnya juga menyediakan beasiswa tesis. Namun, sepertinya ditiadakan di tahun ini. Beasiswa disertasi 2018 tersedia buat pelamar yang ingin merampungkan studi S3, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
5/11/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Daftar Universitas Beasiswa LPDP di Dalam Negeri dan Luar Negeri 2018 – 2019

Sebelum mendaftarkan diri untuk program Beasiswa LPDP 2018, ada baiknya melihat terlebih dahulu universitas apa yang bisa dilamar untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri. Pilihan perguruan tinggi yang tersedia untuk Beasiswa LPDP cukup banyak. Terutama beasiswa luar negeri yang menyebar di sejumlah negara, khususnya negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, Jepang, dll.

Di dalam negeri sendiri, pilihan perguruan tinggi Beasiswa LPDP juga beragam, misalnya Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, dll.

Sementara, untuk beasiswa luar negeri, LPDP menawarkan lebih banyak universitas yang bisa dilamar. Misalnya di Amerika Serikat Anda bisa mendaftar California Institute of Technology (Caltech), Columbia University, Cornell University, Harvard University, Johns Hopkins University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dll.

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa LPDP Program S2, S3 2018

Di Inggris beberapa universitas yang bisa dilamar seperti University College London (UCL), University of Cambridge, University of Oxford, Durham University, Imperial College London, Kings College London, The University of Manchester, dll.

Ada beragam universitas juga yang bisa dilamar di Australia seperti  The University of Melbourne, The University of New South Wales (UNSW Australia), The University of Queensland, The University of Sydney, Macquarie University, dll.

Di negara tetangga ada juga universitas yang bisa dilamar misalnya di Singapura seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU), atau di Malaysia Anda juga bisa mendaftar ke Universit Malaya (UM) dan Universiti Sains Malaysia (USM).

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa mengunduh daftar lengkap universitas Beasiswa LPDP 2018 – 2019 beserta program studi yang bisa dilamar di bawah ini:

Daftar Universitas/Perguruan Tinggi Beasiswa LPDP Tujuan Dalam Negeri  2018 (Unduh)
Daftar Universitas/Perguruan Tinggi Beasiswa LPDP Tujuan Luar Negeri  2018 (Unduh)
5/10/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Dokter Spesialis 2018 dari Pemerintah

Peeaftaran beasiswa pendidikan dokter spesialis kini memasuki periode tahun 2018 yang ditawarkan pemerintah melalui LPDP. Jika Anda atau keluarga seorang dokter dan berminat mengambil pendidikan spesialis, saat ini kembai dibuka kesempatan Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis 2018. 

Ada sejumlah bidang spesialis prioritas yang ditawarkan, yakni Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri & Ginekologi), Spesialis Anak, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anastesiologi, Spesialis Bedah, Spesialis Radiologi, Patologi Klinik, serta Rehabilitasi Medik. Jenis keahlian tersebut dapat diambil di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang telah ditetapkan oleh LPDP.

Kampus tujuan yakni:
1. Universitas Airlangga
2. Universitas Andalas
3. Universitas Brawijaya
4. Universitas Diponegoro
5. Universitas Gadjah Mada
6. Universitas Hasanuddin
7. Universitas Indonesia
8. Universitas Padjadjaran
9. Universitas Sebelas Maret
10. Universitas Sumatera Utara
11. Universitas Udayana

Beasiswa pendidikan dokter spesialis dari pemerintah ini menanggung penuh biaya studi bagi para penerimanya. Biaya yang ditanggung itu, di antaranya biaya pendidikan yang meliputi biaya pendaftaran (at cost), SPP, termasuk matrikulasi non bahasa, bantuan operasional pendidikan, penyelenggaraan di rumah sakit pendidikan, pelatihan kursus wajib, karya ilmiah, ujian keterampilan, praktikum klinik, dan ujian nasional (at cost). Kemudian biaya non SPP yang dapat digunakan untuk tunjangan buku, tesis, seminar, publikasi, wisuda (paket, per tahun, akumulatif).

Selain itu tersedia pula biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost), asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, tunjangan keluarga (maks 2 orang), tunjangan kedatangan, serta tunjangan keadaan darurat.

Persyaratan:
1. Warga Negara Indonesia yang berprofesi sebagai dokter;
2. Telah menyelesaikan studi program sarjana kedokteran pada:
   a. Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terdaftar di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
   b. Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia;
3. Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI);
4. Menyerahkan surat rekomendasi dari rumah sakit milik pemerintah atau pemerintah daerah yang diprioritaskan di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan, yang menyatakan bahwa setelah lulus pendidikan dokter spesialis akan didayagunakan di rumah sakit pemberi rekomendasi;
5. Bersedia mengikuti program Wajib Kerja Dokter Spesialis sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
6. Memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Umum Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba;
7. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
8. Memiliki dan memilih bidang keilmuan bidang dokter spesialis yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
9. Memilih program studi bidang dokter spesialis dan Perguruan Tinggi Tujuan BPIDS;
10 Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
   a. Bersedia mengikuti program Wajib Kerja Dokter Spesialis setelah selesai studi yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan;
   b. Tidak sedang menerima atau akan menerima beasiswa dari sumber lain;
   c. Tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
   d. Tidak pernah atau akan terlibat dalam tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
   e. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
   f. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
   g. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai dokumen asli serta bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku apabila dokumen tersebut tidak sah; dan
   h. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
11. Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen maka pendaftar diberhentikan sebagai pendaftar, tidak berhak mendaftar lagi di LPDP, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku, dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP;
12. Menulis Statement of Purpose yang menjelaskan rencana kontribusi yang telah, sedang dan akan dlakukan untuk masyarakat, lembaga, instansi, profesi, atau komunitas dengan panjang 1.000 kata;
13. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dan tidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister baik dalam maupun luar negeri;
14. Usia maksimum pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun;
15. Pendaftar wajib memiliki rata-rata IPK 3,0 pada skala 4 untuk gabungan IPK sarjana dan profesi dokter;
16. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa inggris yang diterbitkan oleh ETS (ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku dengan skor minmal: TOEFL ITP® 500, TOEFL iBT® 61, IELTS™ 6,0, atau TOEIC® 600.
17. Ketentuan tersebut dikecualikan bagi Pendaftar yang menyelesaikan pendidikan tinggi dari luar negeri yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris dengan syarat melampirkan ijazah yang masih berlaku 2 (dua) tahun sejak diterbitkan;
18. Menulis rencana studi dan proposal bidang dokter spesialis yang akan diambil; dan
19. Tidak sedang menempuh program dokter spesialis atau magister (on going).

Simak juga » Beasiswa LPDP untuk S2, S3, dan Riset

LoA Unconditional:
1. Pendaftar tidak harus memiliki LoA Unconditional saat mendaftar beasiswa LPDP.
2. Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa asing sesuai yang dipersyaratkan.
3. Pendaftar yang ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa, namun belum memiliki Loa Unconditional maka harus mendapatkan LoA Unconditional selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkannya Keputusan Direktur Utama LPDP tentang penetapan hasil seleksi substansi Calon Penerima Beasiswa.
4. Bagi Calon Penerima beasiswa yang belum memiliki LoA Unconditional sesuai dengan batas waktu yang diberikan oleh LPDP dapat diberikan perpanjangan maksimal 6 (enam) bulan.
5. Jika sampai pada batas waktu perpanjangan belum mendapatkan LoA Unconditional maka diberhentikan sebagai Calon Penerima Beasiswa.
6. Calon Penerima Beasiswa yang diputus sebagaimana tercantum dalam poin 5 (lima) memiliki kesempatan mendaftar ulang sebanyak 1 (satu) kali dengan syarat wajib memiliki LoA Unconditional dari Perguruan Tinggi yang terdaftar di dalam daftar LPDP.

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa kedokteran spesialis LPDP 2018 dilakukan secara online melalui laman resmi LPDP: http://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/

Anda bisa membuat akun terlebih dahulu di laman tersebut, kemudian melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan. Berikutnya unggah dokumen yang diperlukan berdasarkan keterangan persyaratan di atas. Anda bisa menscan dokumen terlebih dahulu.

Setelah melakukan pendaftaran online, siapkan juga dokumen fisiknya (hard copy) dan juga dokumen asli yang nantinya wajib dibawa ketika mengikuti seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleksi berbasis komputer.

Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online akan mengikuti seleksi berbasis komputer, meliputi Tes Potensi Akademik; Soft Kompetensi; dan On the spot essay writing. Selanjutnya bila lolos di kedua tahapan tersebut, peserta berhak mengikuti seleksi substansi yang terdiri dari verifikasi dokumen asli, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan wawancara.

Hasil penetapan kelulusan seleksi wawancara, verifikasi dokumen asli, dan Leaderless Grup Discussion (LGD) BPI Dokter Spesialis disampaikan kepada pelamar yang lulus melalui akun pendaftaran online pelamar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 untuk dalam negeri dibuka mulai 7 Mei hingga 8 Juni 2018. Penetapan hasil seleksi administrasi dokumen pada 29 Juni 2018, kemudian seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada 9 - 25 Juli 2018. Penetapan hasil seleksi berbasis komputer tersebut ditetapkan 31 Juli 2018. Sedangkan seleksi substansi akan diselenggarakan 13 Agustus - 7 September 2018 dan pengumuman penetapan hasil seleksi substansi yakni 14 September 2018.

Informasi terkait beasiswa LPDP bisa ditanyakan melalui email: cso.lpdp@kemenkeu.go.id, Call Center 1500652, atau langsung kunjungi laman beasiswa LPDP. Lihat juga Jadwal Pendaftaran Beasiswa LPDP 2018
5/10/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Afirmasi 2018 LPDP, Ini Pendaftarannya

Selain beasiswa reguler LPDP, yakni BPI Program Magister dan Doktoral, saat ini juga dibuka Beasiswa Afirmasi 2018 LPDP untuk perkuliahan yang dimulai 2019. Bedanya Beasiswa Afirmasi menyasar kelompok masyarakat tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus.
5/09/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 LPDP | Beasiswa S3 LPDP | 2018

Akhirnya kabar yang ditunggu ini muncul juga. Beasiswa LPDP 2018 kini resmi dibuka. LPDP menyediakan beasiswa S2, beasiswa S3 dan sejumlah program beasiswa menarik lainnya. Salah satu beasiswa LPDP yang paling diminati adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Reguler.
5/08/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya