Beasiswa Garuda 2026 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya


Kabar gembira bagi kamu yang bercita-cita kuliah di luar negeri! Beasiswa Garuda 2026 resmi dibuka dan menjadi salah satu peluang emas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4) di universitas-universitas terbaik dunia. Program ini disediakan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia bekerja sama dengan LPDP, dengan tujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Indonesia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Dengan semangat inklusivitas dan prestasi, Beasiswa Garuda memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siswa kelas 12 SMA/sederajat di tanah air untuk menggapai impian akademik di kancah global. Tak hanya mencakup biaya kuliah, program ini juga mendukung peserta dalam berbagai aspek penting selama studi, sehingga kamu bisa fokus belajar dan berkembang secara maksimal. Baik kamu berasal dari kota besar maupun daerah pelosok, beasiswa ini terbuka untuk semua yang memiliki tekad dan kemampuan.

Simak juga » Beasiswa S2 Double Degree Kemenag RI Dalam dan Luar Negeri

Tertarik untuk daftar? Sekarang saat yang tepat untuk mulai mempersiapkan diri! Di artikel ini, kamu akan menemukan informasi tentang persyaratan, timeline pendaftaran, dan langkah-langkah cara mendaftar Beasiswa Garuda. Catat poin-poin penting dan segera siapkan dokumen yang dibutuhkan. Siapa tahu, kamulah kandidat yang terpilih dan berangkat kuliah ke luar negeri tahun ini!

Cakupan beasiswa Garuda:
▪ Bantuan Biaya Pendidikan
1. Biaya SPP (Tuition Fee)
2. Biaya Pendaftaran, dan
3. Biaya Tunjangan Buku

▪ Bantuan Biaya Pendukung:
1. Biaya Transportasi
2. Biaya Aplikasi Visa
3. Biaya Asuransi Kesehatan
4. Biaya Kedatangan
5. Biaya Hidup Bulanan, dan
6. Biaya Keadaan Darurat (Force majure)

Sasaran Beasiswa Garuda:
Sasaran utama dari Program Beasiswa Garuda Sarjana adalah seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan formal pada jenjang program sarjana atau diploma empat/sarjana terapan di perguruan tinggi terbaik dunia. Program ini dirancang sebagai bagian dari manajemen talenta nasional yang secara khusus menyasar putra-putri Indonesia berprestasi agar mampu bersaing dalam seleksi masuk universitas global.

Selain itu, beasiswa ini memberikan prioritas akses bagi putra-putri Indonesia yang membutuhkan, terutama mereka yang berasal dari latar belakang sosial dan ekonomi yang selama ini kurang terepresentasikan dalam skema beasiswa pendidikan formal yang sudah ada sebelumnya..

Persyaratan:
Persyaratan Umum:
1. Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), atau paspor.
2. Sedang menempuh kelas 12 di Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Madrasah Aliyah (MA) pada tahun ajaran 2025/2026.
3. Merupakan siswa dengan eligibilitas untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada masing-masing sekolah, ditunjukkan dengan surat keterangan dari kepala sekolah disertai dengan nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 5 pada sekolah tersebut. Dalam hal terdapat siswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi hanya ke luar negeri saja dan memutuskan untuk tidak mengikuti SNBP, maka kepala sekolah dapat menerbitkan satu surat lagi yang menyampaikan daftar siswa berprestasi yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
4. Bagi calon pendaftar dengan tujuan Perguruan Tinggi Luar Negeri harus memiliki:
     a. Sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang masih berlaku, dibuktikan dengan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal sebagai berikut:
           i. 6,5 (enam koma lima) untuk International English Language Testing System (IELTS) dengan skor minimal 6,0 (enam koma nol) untuk tiap band;
          ii. 80 (delapan puluh) untuk Test of English as a Foreign Language – Internet Based Test (TOEFL iBT); atau
     iii. 58 (lima puluh delapan) untuk Pearson Test of English (PTE) Academic; atau
b. Sertifikat kemampuan bahasa resmi selain Bahasa Inggris yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan ketentuan sebagai berikut:
           i. Bahasa Perancis untuk perguruan tinggi tujuan di negara Perancis dengan skor paling rendah B2;
          ii. Bahasa Spanyol untuk perguruan tinggi tujuan di negara Spanyol dengan skor paling rendah B1;
         iii. Bahasa Cina atau Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan di negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara dengan skor paling rendah HSK 4 dengan poin 180;
          iv. Bahasa Jepang untuk perguruan tinggi tujuan di negara Jepang dengan skor paling rendah N3; atau
          v. Bahasa Jerman untuk perguruan tinggi tujuan di negara Jerman dengan skor paling rendah C1.
5. Bagi calon pendaftar tujuan perguruan tinggi dalam negeri program joint degree dan program double degree, memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal:
     a. 6,0 (enam koma nol) untuk International English Language Testing System (IELTS);
     b. 500 (lima ratus) untuk Test of English as a Foreign Language – Institutional Testing Program (TOEFL ITP);
     c. 61 (enam puluh satu) untuk Test of English as a Foreign Language – Internet Based Test (TOEFL iBT); atau
     d. 50 (lima puluh) untuk Pearson Test of English (PTE) Academic.
6. Khusus untuk pendaftar penyandang disabilitas, melampirkan:
    a. Surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
     b. Surat persetujuan dari orang tua dan membubuhkan tanda tangan di atas materai Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah); dan
     c. Surat permohonan pendampingan sesuai dengan kebutuhan aktivitas disabilitas.
7. Melampirkan surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan atau rumah sakit pemerintah paling lama 6 (enam) bulan terhitung dari tanggal pendaftaran.
8. Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan pada aplikasi pendaftaran Beasiswa LPDP.
9. Bersedia tidak menerima beasiswa non-gelar pada komponen pendanaan yang sama atau beasiswa bergelar dari sumber lain setelah ditetapkan sebagai penerima Program Beasiswa Garuda Sarjana.
10. Tidak sedang mendaftar dan/atau menerima beasiswa non-gelar atau non-degree dengan sumber pembiayaan LPDP sampai dengan ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

Simak juga » Beasiswa S1 Luar Negeri, Cara Mendaftar dan Syarat Lengkap

Persyaratan Khusus:
1. Memiliki prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat prestasi dalam 3 (tiga) tahun terakhir dengan ketentuan sebagai berikut:
     a. Prestasi pada ajang yang diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas);
     b. Prestasi pada ajang yang diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh pihak lain selain Puspresnas yang telah dikurasi oleh Puspresnas;
    c. Prestasi pada non-ajang yang diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh pihak lain selain Puspresnas dan telah dikurasi oleh Puspresnas; dan/atau
     d. Keanggotaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai ketua, wakil, atau anggota inti, dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Sekolah.
2. Melampirkan hasil tes Intelligence Quotient (IQ) dengan skor minimal 110 (seratus sepuluh) dengan ketentuan:
    a. Hasil tes atas nama kandidat dan didapatkan dari lembaga psikologi terapan atau biro konsultasi psikologi pada perguruan tinggi yang memiliki akreditasi minimal Baik Sekali;
     b. Selain menampilkan skor keseluruhan, hasil tes juga harus dapat mengukur potensi kemampuan verbal, kemampuan numerikal, dan kemampuan analisis; dan
     c. Hasil tes didapatkan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak hari terakhir penutupan pendaftaran beasiswa.
3. Melampirkan sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) dengan skor minimal 1.170.
4. Bagi pendaftar yang belum memiliki sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) dan/atau sudah mempunyai sertifikat SAT namun belum memenuhi skor minimal 1.170, pelamar wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) yang akan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.
5. Melampirkan dokumen pendukung lain yang meliputi:
     a. Bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga ekonomi tidak mampu dari pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah, terdiri atas:
           i. Terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH);
          ii. Terdaftar sebagai pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS);
         iii. Terdaftar sebagai pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP);
         iv. Terdaftar sebagai pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP);
           v. Terdaftar sebagai pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS); atau
          vi. Terdaftar dalam program lain terkait penanganan keluarga ekonomi tidak mampu.
     b. Bukti penghasilan orang tua, berupa:
           i. Slip gaji orang tua selama 3 (tiga) bulan terakhir dari instansi, lembaga, atau perusahaan yang mempekerjakan orang tua; atau
     ii. Surat pernyataan pendapatan kotor gabungan orang tua yang bekerja di sektor informal.
     c. Bukti pembayaran atau pembelian token listrik selama 3 (tiga) bulan terakhir, paling sedikit memuat:
           i. Informasi besaran daya listrik;
       ii. Nama pelanggan listrik; dan
         iii. Nominal pembayaran atau pembelian token.

Dokumen Aplikasi:
1. Biodata Diri (Online Form)
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), atau Paspor.
3. Kartu Keluarga (KK).
4. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku.
5. Sertifikat Kemampuan Bahasa Asing selain Bahasa Inggris yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
6. Surat Keterangan Disabilitas dari Rumah Sakit Pemerintah atau Puskesmas*).
7. Surat Persetujuan dari Orang Tua/Wali bertanda tangan di atas meterai Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) dengan format terlampir*).
8. Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani yang meliputi pemeriksaan buta warna oleh dokter spesialis mata dan keterangan bebas kecacatan/ketunaan yang diterbitkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.
9. Surat keterangan bebas narkoba dari unit pelayanan kesehatan milik pemerintah atau dari badan/lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba.
10. Sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) dengan skor ≥ 1.170.
11. Sertifikat prestasi dalam tiga (3) tahun terakhir (jika terdapat lebih dari 1 sertifikat, harap digabung menjadi 1 dokumen PDF).
12. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional sesuai dengan daftar Perguruan Tinggi dan program studi yang ditetapkan (jika terdapat lebih dari 1 LoA, harap digabung menjadi 1 dokumen PDF).
13. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit (poin-poin terlampir). (Online Form)
14. Profil diri pada formulir pendaftaran online. (Online Form)
15. Personal Statement pada formulir pendaftaran online. (Online Form)
16. Scan nilai rapor Semester I sampai dengan Semester V (digabung menjadi 1 dokumen PDF).
17. Surat keterangan dari Kepala Sekolah terkait eligibilitas SNBP disertai dengan nilai rapor Semester I sampai dengan Semester V seluruh siswa dalam satu angkatan di sekolah pendaftar.
18. Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah atau Atase Pendidikan sesuai wilayah kerja (apabila berasal dari Sekolah Luar Negeri).
19. Scan Kartu PIP, KJP, atau bantuan sosial lainnya yang masih berlaku dan terdaftar pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) (jika terdapat lebih dari 1, harap digabung menjadi 1 dokumen PDF).
20. Bukti penghasilan orang tua (slip gaji atau surat keterangan penghasilan).
21. Scan rekening koran atau mutasi tabungan orang tua dalam 3 (tiga) bulan terakhir (jika terdapat lebih dari 1 dokumen, harap digabung menjadi 1 dokumen PDF).
22. Dokumen bukti pembayaran tagihan rekening listrik tiga bulan terakhir.
23. Sertifikat nilai Tes Intelegensia (IQ) yang diterbitkan oleh lembaga psikologi terapan di perguruan tinggi yang memiliki akreditasi minimal Baik Sekali.
24. Pengalaman keanggotaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai Ketua, Wakil, atau Anggota Inti, dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Sekolah.

*) Khusus pendaftar disabilitas.

Simak juga » Daftar Beasiswa S2 Luar Negeri Bagi Lulusan S1/D4

Pendaftaran:
1. Setiap pendaftar wajib memilih 2 (dua) tema prioritas dari 10 (sepuluh) pilihan yang telah ditentukan dalam Program Beasiswa Garuda Sarjana pada laman https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/
, meliputi:
     a. Bidang kesehatan;
     b. Bidang ketahanan pangan;
     c. Bidang pertahanan;
     d. Bidang digitalisasi;
     e. Bidang hilirisasi industri;
     f. Bidang material dan manufaktur maju;
     g. Bidang maritim;
     h. Bidang energi;
     i. Bidang bisnis dan ekonomi; dan
     j. Bidang hukum dan kebijakan publik.
2. Dari setiap tema prioritas yang dipilih, pendaftar dapat memilih 3 (tiga) perguruan tinggi dalam daftar perguruan tinggi yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi. Pemilihan perguruan tinggi ditentukan dalam laman https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/
 sebagai berikut:
     a. 1 (satu) perguruan tinggi di Amerika/Kanada;
     b. 1 (satu) perguruan tinggi di Eropa;
     c. 1 (satu) perguruan tinggi di Australia;
     d. 1 (satu) perguruan tinggi di Asia; dan
     e. 2 (dua) perguruan tinggi dalam negeri program joint degree atau double degree.
3. Pendaftaran Program Beasiswa Garuda Sarjana dilakukan secara daring melalui laman https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id
4. Pendaftaran dilakukan dengan:
     a. Melengkapi profil diri pada aplikasi pendaftaran;
     b. Menulis personal statement yang mencerminkan pengalaman masa lampau, cita-cita masa yang akan datang, urgensi mengambil bidang prioritas yang telah ditentukan pada perguruan tinggi tujuan, serta rencana pengabdian di masa mendatang; dan
     c. Mengunggah seluruh dokumen persyaratan umum dan persyaratan khusus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
5. Periode pendaftaran Program Beasiswa Garuda Sarjana ditentukan oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi dan diumumkan melalui laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, media sosial, media massa, dan/atau kanal informasi resmi yang telah ditentukan.

Ctt: Format surat yang dibutuhkan tertera di dalam panduan Beasiswa Garuda Sarjana 2026. Silakan unduh melalui link Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek yang tertera di atas.

Seleksi Administrasi Beasiswa Garuda Sarjana:
1. Seleksi Administrasi Beasiswa Garuda Sarjana
Seleksi administrasi dilakukan oleh tim seleksi administrasi yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi.
2. Tes Bakat Skolastik (TBS) merupakan bagian dari seleksi administrasi.
3. Penyelenggaraan Tes Bakat Skolastik (TBS) dilakukan secara daring dan akan dijadwalkan oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi.
4. Tes Bakat Skolastik (TBS) diikuti oleh peserta yang sudah memiliki sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) namun skor yang diperoleh masih di bawah ketentuan. Tes Bakat Skolastik (TBS) juga wajib diikuti oleh peserta yang tidak memiliki skor Scholastic Assessment Test (SAT).
5. Peserta yang tidak memiliki sertifikat Scholastic Assessment Test (SAT) dan tidak mengikuti seleksi Tes Bakat Skolastik (TBS) dinyatakan gugur.
6. Seleksi administrasi dilakukan dengan verifikasi, validasi, dan penilaian terhadap data serta dokumen yang telah diunggah peserta dalam sistem aplikasi.
7. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi selanjutnya akan mengikuti seleksi wawancara penempatan (placement) perguruan tinggi dan program studi tujuan.
8. Hasil wawancara penempatan tidak menggugurkan eligibilitas beasiswa, namun menentukan perguruan tinggi dan program studi tujuan yang disetujui untuk dapat dibiayai melalui Program Beasiswa Garuda Sarjana.

Jadwal seleksi Beasiswa Garuda Sarjana 2026:
Gelombang I:
Pendaftaran Seleksi : 15 Februari – 15 Maret 2026
Seleksi Administrasi : 16 – 30 Maret 2026
Tes Bakat Skolastik : 10 – 20 April 2026
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi : 30 April 2026

Gelombang II:
Pendaftaran Seleksi : 25 Mei – 25 Juni 2026
Seleksi Administrasi : 25 Juni – 10 Juli 2026
Tes Bakat Skolastik : 25 – 30 Juli 2026
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi : 5 Agustus 2026

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa KIP-Kuliah 2026 Jenjang S1/D4, D3, D2, Profesi

Wawancara Penempatan Beasiswa Garuda Sarjana:
1. Wawancara penempatan dilaksanakan secara daring setelah pengumuman penetapan penerima Program Beasiswa Garuda Sarjana.
2. Wawancara dilaksanakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan tujuan perguruan tinggi dan program studi. Peserta yang tidak mengikuti wawancara penempatan dinyatakan gugur sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana.
3. Dalam hal ditemukan ketidaktepatan antara hasil seleksi administrasi dan hasil Tes Bakat Skolastik (TBS) dengan hasil wawancara, maka tim seleksi wawancara dapat mengubah perguruan tinggi dan program studi tujuan penerima beasiswa.
4. Untuk memaksimalkan hasil wawancara penempatan, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi juga dapat menempatkan penerima beasiswa pada perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
5. Pendaftaran dan keberangkatan studi pada perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri adalah untuk intake studi 2026/2027 dan dapat ditunda maksimal 1 (satu) tahun sejak ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Garuda Sarjana.

Ketentuan tentang LoA Unconditional:
Letter of Admission/Acceptance (LoA) adalah surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut.

1. LoA sekurang-kurangnya mencantumkan nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta memuat informasi waktu memulai studi sesuai dengan ketentuan Beasiswa Garuda Sarjana.
2. Perguruan tinggi dan program studi harus sesuai dengan daftar perguruan tinggi tujuan yang telah ditetapkan dalam program dan pilihan pada aplikasi pendaftaran Beasiswa Garuda Sarjana.
3. Periode perkuliahan yang tertera dalam LoA harus dimulai pada tahun akademik yang sesuai dengan periode seleksi beasiswa yang sedang berjalan.
4. Pendaftar wajib mengunggah dokumen LoA Unconditional ke dalam sistem pendaftaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan agar dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya atau proses penetapan sebagai penerima beasiswa.

Kontak Official:
Direktorat Jenderal Sains, dan Teknologi
Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Gedung D Lantai 13 Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta Pusat 10270
[e] direktoratjenderalsaintek@gmail.com
[ig] kemdiktisaintek.ri
[w] https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id/