Beasiswa PasTi Kemenristekdikti Program S2 untuk Tenaga Kependidikan

Selain beasiswa unggulan dosen Indonesia (BUDI), Kementerian Ristekdikti juga membuka peluang beasiswa S2 yang ditujukan bagi tenaga kependidikan di perguruan tinggi, PNS di kantor Pusat Kemenrisktedikti, maupun PNS di Kopertis/LLPT. Beasiswa S2 dalam negeri Kemenristekdikti ini juga dikenal dengan Beasiswa Pascasarjana Tenaga Kependidikan Berprestasi (PasTi). 2018 ini beasiswa PasTi kembali dibuka dan dapat dilamar secara online di laman Ristekdikti.

Jumlah kuota yang disediakan untuk beasiswa PasTi 2018 adalah sebanyak 75 orang. Pelamar terpilih nantinya dapat melanjutkan studi S2 di dalam negeri pada sejumlah perguruan tinggi penyelenggara beasiswa PasTi. Perguruan tinggi penyelenggara beasiswa PasTi 2018 di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Institut Pertanian Bogor, dan ISI Surakarta.

Beasiswa PasTi meliputi tunjangan biaya hidup rata-rata Rp 15 juta per semester, biaya penelitian yang diberikan mulai semester II sebesar Rp 4,5 juta, kemudian biaya buku Rp 3 juta. Selain biaya tersebut, beasiswa PasTi juga menanggung biaya pendidikan sesuai dengan masing-masing perguruan tinggi, serta biaya perjalanan yang diberikan di awal keberangkatan dan di akhir studi.

Persyaratan:
1. Wajib mendapatkan persetujuan Pimpinan Instansi/Perguruan Tinggi asal, berupa Surat Penugasan (Lampiran 3).
2. Pelamar hanya mendaftar ke satu perguruan tinggi penyelenggara (Lampiran 2).
3. Pelamar berijazah S1 atau D4 yang sebidang dengan program studi yang akan diambil. Bagi Pelamar yang memiliki ijazah S1 atau D4 namun dalam status kepegawaiannya masih tercatat berijazah di bawah jenjang S1 atau D4 maka harus melakukan penyesuaian ijazah terlebih dulu.
4. Batas usia maksimal pada tanggal 1 September tahun berjalan, 42 tahun.
5. Minimal IPK 2,75 pada jenjang pendidikan sebelumnya.
6. Mendaftar ke PT tujuan pada Tahun Akademik 2018 dan ke laman aplikasi pendaftaran http://beasiswa.ristekdikti.go.id/pasti/
7. Pelamar yang sudah bergelar S2, tidak dapat mendaftar beasiswa ini.
8. Tidak diperkenankan menerima beasiswa ganda.

Simak juga » Beasiswa S2, S3, dan Riset Pemerintah Jepang

Dokumen aplikasi:
1. Surat Pernyataan Penugasan (Lampiran 3),
2. Salinan (scan) ijazah S1 atau D4,
3. Salinan (scan) transkrip S1 atau D4,
4. Salinan sertifikat bukti kemampuan bahasa asing sesuai dengan persyaratan di PT Penyelenggara Pascasarjana tujuan,
5. Surat Keterangan Dokter dari dokter pemerintah,
6. Scan Pas Foto warna terbaru ukuran 3x4 (format JPG atau PNG),
7. Salinan (scan) KTP,
8. Tiga surat rekomendasi: Satu surat dari atasan, dan dua surat dari pembimbing jenjang sebelumnya (sesuai yang disyaratkan oleh PT).

Pendaftaran:
Pelamar yang berminat Beasiswa PasTi 2018 dapat mendaftarkan diri secara online di laman http://beasiswa.ristekdikti.go.id/pasti/

Pendaftaran online dibuka mulai 16 April s/d 11 Juni 2018. Unggah dokumen aplikasi seperti yang diminta di atas. Untuk Surat Pernyataan Penugasan tertera di Panduan Beasiswa PasTi yang bisa Anda unduh di laman Ristekdikti di atas.

Selain mendaftar beasiswa PasTi, Anda juga diharuskan mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi Penyelenggara dengan memenuhi persyaratan dan proses seleksi di perguruan tinggi bersangkutan. Program studi yang dapat dilamar tertera di Panduan Beasiswa PasTi.

Penetapan daftar calon penerima Beasiswa menjadi Penerima Beasiswa akan dilakukan Direktorat Kualifikasi SDM, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, pada Minggu Kedua bulan Agustus 2018.
Facebook Twitter Google