Beasiswa Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) Kemenag buat Lulusan S1

Tidak hanya beasiswa yang ditujukan bagi para kalangan dosen, Kementerian Agama (Kemenag) RI juga membuka program beasiswa yang menyasar bagi para lulusan sarjana (S1) fresh graduate untuk lanjut ke jenjang pascasarjana. Beasiswa ini dinamai Program Magister Lanjut Doktor (PMLD). Melalui beasiswa PMLD, penerima beasiswa nantinya akan melanjutkan studi S2 hingga S3 sekaligus, tanpa jeda. Lamanya studi master hingga doktor ini berlangsung selama 4,5 tahun. Yakni, 1,5 tahun untuk program S2 kemudian 3 tahun untuk lanjut ke S3.

Yang menarik, setelah lulus mahasiswa yang mengikuti PMLD akan memperoleh dua ijazah sekaligus, meliputi gelar magister (S2) dan doktor (S3).

Beasiswa PMLD merupakan inovasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul berkualifikasi doktor untuk diproyeksikan sebagai dosen, peneliti, dan keahlian lain yang dibutuhkan oleh Kementerian Agama di bidang Islamic Studies. Sasarannya adalah para sarjana lulusan S1 berprestasi dan belum menjadi dosen.

Untuk tahun akademik 2018 – 2019, Kemenag menyediakan 40 kursi beasiswa PMLD untuk studi yang dimulai 2019. Ada dua perguruan tinggi Islam yang menjadi lokasi tempat studi. Sebanyak 20 kursi beasiswa ditujukan untuk studi S2 hingga S3 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan 20 beasiswa PMLD lainnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogjakarta.

Apa saja yang ditanggung beasiswa PMLD Kemenag 2018 ini? Biaya yang disediakan mencakup biaya pendaftaran, perkuliahan, pengembangan akademik, ujian-ujian, serta biaya hidup yang meliputi kebutuhan harian, bantuan tempat tinggal, bantuan sumber belajar, bantuan penelitian, dan bantuan biaya publikasi ilmiah. Menarik bukan?

Kriteria:
1. Memiliki kemampuan akademik istimewa;
2. Belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun;
3. Memiliki kesanggupan fisik dan mental dalam mengikuti pendidikan sampai selesai (selama 4,5 tahun plus persiapan sekitar dua bulan),
4. Tidak menikah paling kurang sampai menyelesaikan magister.

Simak juga » Beasiswa 2019 - 2020 Program S1, S2, S3

Persyaratan:
1. Lulusan sarjana dari PTKI (dalam atau luar negeri);
2. Belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun pada tanggal 1 Desember 2018;
3. Tidak sedang dalam status menikah;
4. Mendapatkan izin dari atasan bagi yang bekerja atau izin dari orang tua bagi perempuan;
5. Sehat jasmani, rohani, dan sanggup menyelesaikan studi sampai tuntas dan tepat waktu;
6. Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) jenjang sarjana paling rendah 3.5 pada skala 4;
7. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan /atau Arab yang baik;
8. Menyerahkan proposal penelitian tesis;
9. Mengikuti seleksi;

Dokumen aplikasi:
1. Surat Permohonan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam, u.p. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Unduh)
2. Salinan ijazah sarjana (S-1) dari program studi terakreditasi minimal B yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang dan diakui oleh perguruan tinggi penyelenggara PMLD;
3. Salinan transkip nilai dengan IPK minimal 3.5 pada skala 4 atau dengan kualifikasi Jayyid Jiddan bagi lulusan PT luar negeri;
4. Pas foto berwarna ukuran 3x4 dan 2x3 masing-masing 2 lembar;
5. Salinan KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku (kelahiran tidak boleh lebih tua dari tanggal 30 November 1993);
6. Daftar riwayat hidup termasuk daftar publikasi karya ilmiah (Unduh)
7. Surat Pernyataan kesanggupan mengikuti program sampai selesai (4,5 tahun plus 2 bulan persiapan) di atas meterai (Unduh);
8. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL skor minimal 450 atau IELTS dengan skor minimal 5.0). dan /atau sertifikat kemampuan bahasa Arab (TOAFL dengan skor minimal 430 ) yang masih berlaku dari lembaga terakreditasi atau berbasis universitas;
9. Proposal Tesis minimal 10 halaman, font Times New Roman, ukuran 12, spasi 1,5 dan kertas A4.

Simak juga » Daftar Peluang Beasiswa S2 Terbaru 2019 - 2020

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa PMLD Kemenag dilakukan secara online melalui laman perguruan tinggi penyelenggara, yaitu Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah atau Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga mulai tanggal 3 sampai dengan 15 Desember 2018. Siapkan dokumen berbentuk file dalam format pdf dengan kapasitas 600 kb untuk setiap dokumen.

Peserta yang mendaftar di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah berarti pilihan kuliahnya di kampus tersebut, begitu juga sebaliknya, peserta yang mendaftar di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga berarti pilihan studinya di kampus tersebut.

Hasil seleksi administrasi diumumkan pada tanggal 19 Desember 2018 melalui laman Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selanjutnya peserta akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni ujian masuk.

Ujian Masuk:
1. Materi dan Bentuk Ujian Masuk; Materi ujian meliputi:
   a) Bahasa Arab dan Inggris
   b) Wawasan kebangsaan dan bidang ilmu yang diminati sebagaimana yang ditulis dalam proposal tesis dan disertasi
   c) Tes Potensi Akademik
   d) Psikotest
   Bentuk ujian meliputi:
   a) Ujian Tulis (Bahasa Arab, Bahasa Inggris, TPA, dan Psikotest)
   b) Wawancara (Bahasa, Wawasan Kebangsaan, Proposal, dan Psikotest)

2. Waktu
Ujian masuk diadakan selama 3 (tiga) hari, tanggal 26-28 Desember 2018.

Hasil ujian masuk akan diumumkan pada awal tahun 2019 melalui laman Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Calon peserta yang dinyatakan lulus (diterima) harus mendaftar ulang di kampus tujuan pada tanggal yang ditentukan.

Kontak:
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Jl. Lapangan Banteng Barat 3 - 4
Jakarta Pusat 10710
Telp. 021-3812344 Fax. 021-34833981
W: http://pendis.kemenag.go.id
Facebook Twitter Google