Cara Mendaftar Kuliah di Luar Negeri

Ingin mendaftar kuliah di luar negeri tapi belum tahu caranya? Tulisan ini mungkin sedikit bisa membantu. Seperti halnya mendaftar kuliah di dalam negeri. Ada beberapa tahapan umum yang biasa dilewati. Seperti melakukan registrasi, mengirim aplikasi, mengikuti tes, dll. Tiap negara memiliki caranya masing-masing, bahkan lebih spesifik lagi ditentukan oleh universitas yang dituju, misalnya soal persyaratan dan dokumen, proses seleksi, serta besaran biaya pendaftaran dan biaya kuliah yang harus dikeluarkan.

Tapi, itu semua bisa diketahui dengan mudah karena sebagian besar universitas di luar negeri, terutama negara-negara maju menyediakan aplikasi online di website mereka. Sehingga siswa internasional bisa mendaftar dengan mudah.

Memahami cara mendaftar kuliah di luar negeri ini juga akan sangat membantu bila nantinya pelamar berminat mengajukan beasiswa. Kenapa? Sebab, banyak beasiswa yang mensyaratkan pelamarnya terdaftar dahulu di universitas yang dituju. Setelah mereka memperoleh LoA, barulah bisa apply ke beasiswa. Bahkan, ada beasiswa yang harus diajukan bersamaan dengan pendaftaran ke universitas. Sehingga berhasil tidaknya memperoleh beasiswa juga sangat ditentukan diterima tidak di universitas yang dilamar. Lihat 7 Cara Mengajukan Aplikasi Beasiswa.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendaftar kuliah di universitas luar negeri. Tahapan tersebut bisa saja berbeda pada pelaksanaannya, tergantung mana prioritas yang dipilih.

Tentukan Minat
Sekedar menyatakan ingin kuliah di luar negeri tentu belum bisa disebut minat yang sesungguhnya. Ttetapkankah minat yang jelas. Misalnya, kuliah S2 di Department of Architecture, University of Cambridge, UK atau program PhD, Business Administration, University of California, Berkeley, USA. Anda bisa menetapkan 2 hingga 3 minat sekaligus. Semakin spesifik itu lebih baik. Sebab, nantinya akan terkait dengan kemampuan pemenuhan persyaratan dan aplikasi saat pendaftaran. Rasanya, menentukan minat ini setiap kita bisa melakukannya. Hanya pertimbangannya bagaimana mengukur kemampuan yang dimiliki. Masing-masing memiliki pertimbangan tersebut.

Persiapan
Setelah menetapkan minat kuliah di luar negeri dengan jelas, mulailah sejak awal membuat persiapan. Misalnya menyiapkan sumber pembiayaan. Apakah kuliah yang akan diambil tersebut menggunakan dana sendiri atau sumber lain, misalnya beasiswa, pinjaman, hibah, dll. Jika menggunakan biaya sendiri, berarti hanya fokus pada pendaftaran saja. Namun, jika bergantung pada sumber lain seperti beasiswa, maka kemungkinan ada proses terpisah yang dilalui. Misalkan selain mengajukan aplikasi pendaftaran ke universitas, Anda juga harus mengajukan aplikasi beasiswa.

Persiapan berikutnya adalah memantapkan kemampuan berbahasa Inggris atau bahasa yang digunakan di negara tujuan. Dua sertifikat bahasa Inggris yang paling lazim diminta adalah TOEFL dan IELTS. Terkait skor minimumnya berapa, Anda tinggal mengacu pada universitas yang diminati. Tidak ada acuan baku. Tapi, biasanya semakin tersohor universitas tersebut, angka skor tes TOEFL atau IELTS yang diminta juga semakin tinggi. Beberapa program tertentu mungkin meminta nilai tes GRE (Graduate Record Examination) atau GMAT (Graduate Management Admission Test). Biasanya kedua tes tersebut diminta untuk mengambil program MBA.

Hal yang tak kalah penting adalah capaian prestasi akademik. Sebagian besar universitas-universitas terbaik mensyaratkan capaian prestasi akademik yang memuaskan. Peluang diterima bisa lebih kecil jika nilai yang diajukan pas-pasan. Beberapa universitas mensyaratkan pesertanya memiliki prestasi cumlaude atau IPK di atas 3.5. Sistem penilaian ini bisa dipelajari di pilihan negara tujuan karena dapat berbeda antara satu dengan lainnya.

Jika saat ini Anda masih duduk di bangku SLTA atau kuliah jenjang S1 dan berencana untuk melanjutkan studi di luar negeri, pengalaman berorganisasi serta aktif dalam berbagai kegiatan sekolah maupun kampus akan sangat menunjang dalam penerimaan di kampus tujuan. Pengalaman riset juga sangat diperhitungkan bila Anda mengambil gelar berbasis riset, seperti master by research atau doctorate by research. Biasanya pada kriteria dan persyaratan calon, ada preferensi untuk memberikan prioritas pada yang calon yang mendaftar. Teknis tersebut bisa dijumpai pada laman situs universitas.

Karena studi yang akan diambil berlangsung di luar negeri, maka mahasiswa asing harus memiliki paspor. Anda bisa mengurusnya lebih awal, misalnya ketika masih duduk di bangku sekolah atau baru saja tamat. Pastikan paspor tersebut masih berlaku ketika akan mendaftar ke universitas. Manfaat paspor disiapkan lebih awal agar tidak mengganggu proses pendaftaran ke universitas, seperti keterlambatan karena deadline yang singkat.

Ada satu tips juga yang bisa memudahkan mendaftar kuliah di luar negeri. Yakni meminta informasi dari para alumni atau mahasiswa aktif di negara tujuan. Mereka biasanya sudah terorganisir dengan baik. Misalnya kalau pelajar Indonesia di luar negeri tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI). Silakan kunjungi websitenya dengan mengetikkan PPI + Negara Tujuan di mesin pencari. Setelah ketemu, coba kontak admin atau salah satu pengurusnya. Mudah-mudahan mereka dengan senang hati akan membantu.

Penuhi Persyaratan
Setiap kampus memiliki aturannya sendiri. Apalagi, tujuannya adalah universitas di luar negeri. Memahami persyaratan masuk akan sangat menentukan diterima tidaknya peserta. Sebisa mungkin pelamar harus memenuhi persyaratan tersebut. Untuk mengetahui persyaratan masuk ini, silakan kunjungi laman universitas. Di website mereka biasanya sudah tertera persyaratan dan kriteria calon sebelum bisa mendaftar dan mengajukan aplikasi.

Langkahnya kira-kira:
Buka Laman Utama > Pilih Jenjang Studi > Pilih Program > Lihat Persyaratan > Lihat Ketentuan Siswa Internasional

Teknis bisa berbeda-beda antara satu website dengan website universitas yang lain. Saat membuka laman International, biasanya pihak universitas menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa asing. Salah satunya mengenai kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan melalui skor tes TOEF atau IELTS. Siswa yang berasal dari negara yang menggunakan bahasa Inggris di kehidupan seharinya biasanya tidak lagi meminta skor tes keterampilan bahasa tersebut. Begitu pun mereka yang sebelumnya menempuh pendidikan SLTA atau S1 di Eropa atau Amerika yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Tapi, bagi pelamar internasional kebanyakan syarat keterampilan bahasa Inggris ini akan diminta.

Beberapa hal yang dapat dicermati saat membuka laman persyaratan adalah melihat kriteria calon, durasi program, biaya, tujuan program, cara pendaftaran, dokumen aplikasi, dll.

Ajukan Aplikasi
Setelah yakin dengan pilihan program yang akan diambil, Anda bisa memulai melakukan pendaftaran. Sebagian besar universitas memberlakukan pengiriman aplikasi online bagi siswa internasional. Ini juga akan sangat memudahkan dibanding harus mengirim aplikasi offline. Pertama lihat terlebih dahulu apakah ada pemisahan laman pendaftaran online bagi siswa lokal (warganegara setempat) dengan siswa internasional. Setelah memastikannya, barulah Anda mengisi form registrasi.

Langkahnya kira-kira:
Siapkan dokumen > Buat Akun > Konfirmasi > Unggah Dokumen > Kirim

Dokumen yang diminta dapat dilihat di masing-masing program atau laman persyaratan. Dokumen tersebut bisa saja berbeda antara satu program dengan yang lain. Ketika membuat akun dan mengisi formulir pendaftaran, pihak universitas biasanya mengenakan biaya. Anda sebaiknya sudah harus mengetahui biaya tersebut sebelum mendaftar dan memahami metode metode pembayaran yang digunakan. Silakan juga periksa email setelah melakukan pendaftaran karena biasanya ada email konfirmasi untuk aktivasi. Berikutnya peserta tinggal mengunggah dokumen dan mengirimnya. Karena standarnya bisa berbeda, jadi sebaiknya pelajari terlebih dahulu di laman universitas.

Pada saat mendaftar, pastikan bahwa masa pendaftaran masih dibuka. Deadline belum berakhir. Lihat juga kapan perkuliahan akan dimulai. Pada tahap ini, bisa dibilang Anda telah merampungkan pendaftaran. Berikutnya adalah proses seleksi untuk menetapkan siswa yang diterima. Tahapan ini juga bisa dilihat di website universitas, misalnya tes yang harus dilalui, wawancara, dll. 

Mendaftar beasiswa
Setelah proses seleksi, pihak universitas biasanya akan menghubungi para pelamar terpilih. Mereka akan mengirimkan surat penerimaan (Letter of Offer) baik yang sifatnya conditional atau unconditional. Pada tahap ini, Anda bisa memanfaatkan beragam beasiswa yang tersedia untuk diajukan membiayai studi tersebut. Cukup banyak beasiswa tersedia. Mulai dari lembaga yang bekerjasama dengan universitas tersebut, universitas itu sendiri, organisasi non profit, atau dari pemerintah. Semakin bagus universitas yang Anda pilih, peluang beasiswa yang tersedia juga semakin banyak. Salah satunya Beasiswa LPDP yang siap memberikan beasiswa bila masuk ke salah satu universitas terbaik yang mereka tetapkan. Jadi, tunggu apa lagi. Silakan daftar kuliah di luar negeri, tapi jangan lupakan beasiswa. Siapa tahu dapat biaya gratis.
7/04/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Mizan 2015

Program Beasiswa Mizan 2015 hadir lagi. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan skripsi, tesis, maupun disertasi yang bertemakan studi keislaman ditinjau dari berbagai aspek (ajaran, filsafat, sosial, politik, ekonomi, budaya, sejarah, teknologi, sains, dll). Bagi mahasiswa yang terpilih akan mendapatkan dana bantuan penelitian dari Mizan serta karya tulis tersebut berkesempatan untuk diterbitkan. Tidak itu saja, tugas akhir yang dikirimkan akan dinilai langsung oleh penerbit dan dewan juri. Kesannya bahwa yang mendapat beasiswa Mizan, pastilah skripsinya berbobot.

Persyaratan:
Ketentuan Umum:
1. Beasiswa ini akan diberikan kepada tiga kategori : Kategori S1, S2, dan S3
2. Beasiswa ini diberikan  kepada mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi akhir: skripsi, tesis, dan disertasi
3. Peserta mengirimkan  proposal skripsi, tesis, dan disertasi yang telah disetujui dan direkomendasikan oleh pembimbing dan dekan fakultas (direktur program pascasarjana)
4. Penelitian harus berkaitan dengan tema kajian nilai-nilai keislaman dan kemasyarakatan, dalam disiplin ilmu yang berkaitan.
5. Dewan redaksi Mizan akan melakukan seleksi awal dari proposal yang terpilih, kemudian akan dinilai oleh dewan juri.
6. Mereka yang lulus seleksi awal akan diundang ke Mizan Publika di Jakarta untuk persentasi hasil karya baik skripsi, tesis, maupun disertasi)
7. Karya para pemenang akan dipertimbangkan untuk diterbitkan oleh Mizan

Ketentuan Administratif :
1. Warga negara Indonesia
2. Sedang melakukan penelitian untuk studi akhir
3. Mengirimkan proposal penelitian
4. Memiliki IPK minimum 2,75 untuk mahasiswa program S-1 dan 3,0 untuk mahasiswa program S-2 dan S-3 yang ditunjukkan dalam transkrip nilai terakhir
5. Menyertakan surat rekomendasi dari Pembantu Rektor I untuk mahasiswa program S-1 dan Direktur Pascasarjana untuk mahasiswa program S-2 dan S-3.
6. Menyertakan daftar riwayat hidup lengkap.
7. Belum pernah mendapatkan Beasiswa Mizan sebelumnya.
8. Proposal yang masuk menjadi milik panitia (tidak dikembalikan).

Tema Penelitian
“Penelitian karya akhir yang harus bertemakan studi keislaman ditinjau dari pelbagai aspeknya (ajaran, filsafat, sosial, politik, ekonomi, budaya, sejarah, teknologi, sains, dan lain-lain).”

Pendaftaran:
Kirimkan secara langsung hasil karya peserta dalam bentuk cetak ke alamat panitia Beasiswa Mizan ke:

PT. Mizan Publika
Gd.Ratu Prabu I Lt.6 Kav 20  Jl. TB.Simatupang,  Jakarta Selatan 12560

Pengiriman karya harus disertai kelengkapan administrasi pendukung seperti:
▪ Kartu Tanda Mahasiswa
▪ Kartu Tanda Penduduk
▪ Foto Diri (ukuran 3×4, berwarna)
▪ Surat keterangan rekomendasi dari pembimbing dan dekan, dan
▪ Surat kesediaan mengikuti beasiswa ini.

Hasil karya tersebut sudah harus diterima paling lambat 31 Desember 2015.

Informasi lebih lanjut terkait teknis pendaftaran dapat menghubungi nomor kontak panitia atau melalui email tertera:

PT. Mizan Publika
Gd. Ratu Prabu I Lt.6 Jl. TB.Simatupang Kav 20, Jakarta Selatan 12560
Telp:  021-78842005
Email: mizan.publika@mizan.com
Web: mizan.com
7/01/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa 2016 – 2017

Mempersiapkan diri lebih awal tentunya sangat menunjang keberhasilan meraih beasiswa. Arah lebih jelas dan tekad untuk memperoleh beasiswa yang diimpikan semakin matang. Banyaknya beasiswa yang ditawarkan setiap tahun memang sangat menguntungkan bagi pelamar. Setidaknya beragam pilihan tersedia. Tapi, seiring berjalannya waktu, tidak sedikit pula beasiswa yang sebelumnya rutin dibuka, tahun ini sudah tidak terlihat lagi. Bisa jadi program beasiswa tersebut ditutup atau berganti dengan jenis dan nama beasiswa yang baru. Masalahnya mungkin, Anda sudah mempersiapkan diri untuk beasiswa yang dimaksud, tapi saat waktu yang ditunggu-tunggu tiba, beasiswa tersebut tidak lagi buka.

Kecewa, tapi tak perlu mengurungkan niat. Banyak peluang lain yang perlu dipertimbangkan. Meski harus menyesuaikan lagi dengan kriteria dan persyaratan yang mereka tetapkan. Nah, di sinilah perlunya mengetahui beasiswa yang rutin dibuka. Sehingga Anda bisa menghadapi beragam jenis beasiswa sekaligus. Memang tidak ada jaminan mereka selalu ada, tapi dalam kurun 3 hingga 5 tahun belakang, beasiswa tersebut masih setia.

Sebagian donatur beasiswa sudah mulai membuka beasiswa 2016 – 2017. Ada yang menyediakan pendaftaran sekali setahun, sebagian lagi memberi kesempatan secara periodik, misalnya buka di awal tahun, pertengahan, atau di akhir tahun. Keuntungan beasiswa yang dibuka periodik ini adalah keleluasaan untuk bisa mendaftar karena penerimaan aplikasi beberapa kali dalam setahun. Sementara, beasiswa yang hanya tersedia setahun sekali, pelamar memang perlu mencermati jadwalnya agar tidak tertinggal.

Peluang beasiswa 2016 – 2017 yang ditampilkan berikut sudah pernah diulas dalam tulisan sebelumnya. Hanya saja dalam penilaian beasiswapascasarjana.com beasiswa-beasiswa tersebut bakal kembali dibuka, khususnya untuk tahun akademik 2016 – 2017.

Beasiswa S1 2016 – 2017

Beasiswa S1 Bidik Misi
Program Bidik Misi merupakan salah satu beasiswa S1 yang rutin ditawarkan. Beasiswa ini menyasar bagi lulusan SLTA dari keluarga kurang mampu yang berminat melanjutkan studi S1. Setiap tahun penerima beasiswa Bidik Misi cukup besar. Sekitar 60 ribu mahasiswa dan kemungkinan bertambah. Beasiswa mencakup biaya kuliah, biaya hidup, hingga kebutuhan studi lainnya. Biasanya Beasiswa Bidik Misi ditawarkan ketika akan masuk tahun akademik perkuliahan baru.

Beasiswa PPA – BPP PPA
Beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) dan bantuan biaya pendidikan peningkatan prestasi akademik (BPP-PPA) disediakan pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Beasiswa PPA dan BPP PPA ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah diploma maupun sarjana di perguruan tinggi negeri dan swasta di tanah air. Penerima beasiswa PPA – BPP PPA akan mendapatkan Rp 350 ribu per bulan yang diberikan kepada mahasiswa aktif berdasarkan periode tahun anggaran berjalan dan diberikan untuk pertama kalinya sekurang-kurangnya selama 6 bulan.

Beasiswa S1 Etos
Beastudi Etos ditujukan bagi lulusan SMA/sederajat dan akan masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan UM jalur reguler. Selain menyediakan bantuan biaya pendidikan selama delapan semester (4 tahun), beasiswa yang dikelola Dompet Dhuafa ini juga memberikan uang saku, asrama mahasiswa selama tiga tahun, pembinaan selama empat tahun (program persiapan pasca kampus di tahun ke empat), sertai bantuan biaya penelitian skripsi. Fasilitas yang didapat juga mencakup support prestasi dalam dan luar negeri, serta pembuatan paspor.

Beasiswa S1 Monbukagakusho
Peminat beasiswa S1 Pemerintah Jepang ini juga cukup tinggi. Monbukagakusho. Penerimaan 2015 baru saja diumumkan beberapa waktu lalu. Dalam beberapa tahun ini beasiswa tersebut rutin ditawarkan, dan tampaknya akan kembali tersedia di 2016 – 2017. Beasiswa Monbukagakusho ditujukan bagi lulusan SLTA yang ingin melanjutkan pendidikan diploma (D2, D3) dan S1 di universitas-universitas Jepang. Beasiswa tersebut menyediakan pendanaan penuh untuk studi di Jepang. Biasanya beasiswa ini ditawarkan awal Mei.

Beasiswa S1 OTS
Orange Tulip Scholarship atau Beasiswa OTS adalah salah satu beasiswa Belanda yang rutin ditawarkan. Beasiswa ini selain menyediakan beasiswa pascasarjana, juga tersedia beasiswa S1 bagi lulusan SLTA di tanah air. Beasiswa OTS untuk S1 salah satu yang berpeluang besar dibuka kembali untuk tahun akademik 2016 – 2017.


Beasiswa S1 Djarum
Djarum Beasiswa Plus merupakan salah satu skema Beasiswa Djarum yang rutin ditawarkan sejauh ini. Sasarannya adalah mahasiswa S1 di tanah air. Yang membedaikan, beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah S1 pada semester IV. Djarum Beasiswa Plus menggandeng sejumlah universitas di Indonesia sebagai mitranya. Jadi, harus dilihat apakah perguruan tinggi pelamar termasuk di dalamnya. Biasanya beasiswa ini dibuka awal April (tentatif).

Beasiswa S1 Tanoto Foundation
Peluang beasiswa S1 2016 – 2017 lainnya berasal dari Tanoto Foundation. Program beasiswa ini cukup rutin ditawarkan. Pelamar memang harus mahasiswa dari universitas mitra Tanoto Foundation. Ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu disediakan pula beasiswa khusus S1 ikatan dinas. Beasiswa disediakan berupa biaya kuliah semester dan biaya hidup. Pengumuman biasanya awal November.

beasiswa, beasiswa S1, beasiswa kuliah, beasiswa dalam negeriBeasiswa S1 BCA Finance
Beasiswa BCA Finance salah satu program beasiswa S1 yang disediakan bagi mahasiswa di Indonesia. Kelebihannya, beasiswa terbuka untuk seluruh mahasiswa PTN/PTS di tanah air. Jika Anda sudah menginjak semester II ke atas , beasiswa ini patut dicoba. Beasiswa diberikan dalam bentuk bantuan biaya kuliah. Pendaftaran biasanya dibuka awal September dan cukup rutin. Mudah-mudahan saja beasiswa BCA Finance ini kembali tersedia di 2016 – 2017.

Beasiswa S1 ISRA
Beasiswa S1 ISRA lebih tepatnya ditujukan bagi pelamar yang ingin mendalami bidang keuangan syariah. ISRA (International Shari’ah Research Academy for Islamic Finance) berbasis di Malaysia dan menawarkan beasiswa tersebut bagi mahasiswa internasional, termasuk Indonesia. Beasiswa ini didanai Bank Negara Malaysia dan dibuka tiap tahun. Biasanya diumumkan awal tahun.

Beasiswa S1 GE Foundation
Peluang beasiswa ini juga tersedia rutin. GE Foundation Scholar-Leaders Program. Yaitu beasiswa S1 yang disediakan GE Foundation untuk mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi mitra di tanah air untuk mengikuti beasiswa tersebut. Beasiswa biasanya disediakan awal November dan terbuka bagi mahasiswa yang sudah duduk di tahun kedua kuliah (semester 3). Skema ini salah satu yang patut dipertimbangkan untuk mengikuti beasiswa 2016 – 2017.

Beasiswa S1 Pemerintah Brunei
Salah satu beasiswa luar negeri yang menawarkan studi S1 diberikan Pemerintah Brunei Darussalam. Penilaian beasiswapascasarjana.com beasiswa tersebut tersedia tiap tahun dan mudah-mudahan kembali tersedia di 2016 – 2017. Beasiswa S1 dapat diambil di beberapa universitas ternama di Brunei, seperti  Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), dan Institut Teknologi Brunei (ITB). Biasanya pendaftaran awal November.

Beasiswa S1 Ancora – Khazanah
Jika selama ini rutin tersedia, Beasiswa S1 Ancora – Khazanah kemungkinan bakal kembali hadir untuk 2016 – 2017. Skemanya Ancora-Khazanah Asia Scholarship Program. Beasiswa S1 ini kemungkinan akan buka lagi sekitar Oktober atau November. Sasarannya adalah bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan S1 di universitas-universitas terbaik di Malaysia. Beasiswa diberikan penuh dan menanggung sebagian besar kebutuhan studi, seperti biaya kuliah, biaya hidup, tiket, dll.

Beasiswa Mizan
Tawaran beasiswa S1 yang juga rutin diberikan adalah Beasiswa Mizan. Lebih spesifiknya beasiswa ini ditujukan bagi Anda yang tengah mempersiapkan menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi kuliah. Beasiswa tugas akhir tersebut disediakan dalam bentuk bantuan dana penelitian. Yang menarik, karya tulis yang dihasilkan juga berpeluang untuk diterbitkan. Beasiswa Mizan biasanya dibuka Mei atau Juni.

Beasiswa S1 ORBIT HAH
Beasiswa ORBIT HAH merupakan program bantuan biaya studi pelajar/mahasiswa berprestasi yang mengalami kendala dalam membiayai pendidikannya. Beasiswa ini ditawarkan Yayasan Amal Abadi Beasiswa ORBIT Hasri Ainun Habibie (YAAB-ORBIT HAH). Di periode sebelumnya, beasiswa terbuka bagi mahasiswa S1 yang diberikan dalam bentuk biaya kuliah parsial. Anda yang mengincar beasiswa S1 2016, pendaftaran biasanya dibuka sekitar awal Juli.

Beasiswa S2 2016 – 2017

Beasiswa S2 LPDP
Beasiswa LPDP merupakan skema beasiswa penuh yang disediakan pemerintah. Programnya dinamai Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Bagi Anda yang mengincar beasiswa S2 2016 – 2017, Beasiswa LPDP salah satu yang menjanjikan untuk diikuti. Cukup beragam beasiswa yang ditawarkan LPDP. Misalnya BPI Program Magister dan Doktor, BPI Program Afirmasi, Beasiswa Presiden, BPI Program Tesis/Disertasi, dan beasiswa dokter spesialis. Anda dapat melamar beasiswa LPDP untuk studi S2 di dalam maupun luar negeri.

Beasiswa PMDSU
Skema beasiswa Pendididikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) terbilang baru. Namun, cukup menarik perhatian karena ditawarkan bagi lulusan S1 fresh graduated atau yang telah lulus sarjana dalam tiga tahun terakhir. Beasiswa ini diberikan penuh dan dimaksudkan bagi mereka yang ingin menjadi dosen dengan menempuh pendidikan hingga doktor (S3) selama empat tahun. Jika diterima, Anda akan menandatangani kontrak dengan Dikti sebagai calon dosen. Beasiswa ini kemungkinan besar akan kembali ditawarkan, khususnya di tahun akademik 2016 – 2017.

Beasiswa BPP-DN dan BPP-LN
Selain beasiswa PMDSU, lebih dulu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) telah menggulirkan beberapa jenis beasiswa yang ditujukan bagi dosen dan tenaga kependidikan. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN). Bagi Anda yang memiliki profesi di bidang tersebut dan sedang mencari beasiswa S2 2016, beasiswa Dikti ini patut dipertimbangkan. Beasiswa juga menyediakan biaya pendidikan penuh.

Beasiswa S2 Bidik Misi dan Keluarga Tak Mampu
Beasiswa S2 Bidik Misi belum lama ini ditawarkan. Program beasiswa tersebut merupakan kelanjutan dari beasiswa Bidik Misi S1. Pelamar adalah mereka yang memperoleh beasiswa Bidik Misi ketika menjalani Studi S1 sebelumnya. Namun, bagi pelamar yang berasal dari keluarga kurang mampu, tapi sebelumnya belum memperoleh beasiswa Bidik Misi, juga diberi kesempatan mendaftar dengan syarat memiliki prestasi yang memuaskan. Kedua beasiswa tersebut diberikan penuh. Pelamar bisa mengajukannya melalui laman LPDP.

Beasiswa S2 Fulbright
Beasiswa Fulbright banyak menyedot minat bagi pemburu beasiswa ke Amerika Serikat. Beasiswa ini rutin ditawarkan, termasuk di Indonesia. Jika Anda berencana melanjutkan S2 di universitas-universitas AS, beasiswa Fulbright layak dipertimbangkan khususnya di 2016 – 2017. Fulbright merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beberapa jenis dengan sasaran berbeda. Misalkan Fulbright Master’s Degree Program, Fulbright-Freeport Master’s Degree Program, Fulbright Master of Science & Technology Initiative Degree Program, dll.

Beasiswa S2 Erasmus Plus
Beasiswa Erasmus Plus (Erasmus +) merupakan wujud baru dari beasiswa Erasmus Mundus. Beasiswa Erasmus Plus juga memberikan beragam jenis beasiswa S2 yang ditawarkan oleh ratusan konsorsium yang tergabung. Beasiswa ditujukan untuk studi di perguruan tinggi Eropa untuk beberapa negara sekaligus. Pendanaan yang disediakan misalnya biaya kuliah, biaya hidup, tempat tinggal, asuransi, serta biaya perjalanan.

Beasiswa S2 Monbukagakusho
Bukan saja beasiswa S1, Beasiswa Monbukagakusho juga tersedia untuk jenjang S2. Anda yang mengincar beasiswa S2 ke Jepang 2016, Monbukagakusho sepertinya perlu dipertimbangkan. Beasiswa ini dapat dipergunakan untuk mengambi S2 di universitas-universitas Jepang dan diberikan tanpa ikatan dinas. Selain biaya kuliah juga disediakan biaya hidup. Biasanya beasiswa ditawarkan awal April tiap tahunnya.

Beasiswa S2 Chevening
Seperti negara lain, Pemerintah Inggris juga memiliki program beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa asing. Sebut saja Beasiswa Chevening yang di Indonesia selalu jadi incaran tiap tahun. Beasiswa Chevening merupakan program beasiswa S2 penuh untuk studi di universitas-universitas Inggris.
Selain tanggungan biaya kuliah, penerima beasiswa juga memperoleh tiket perjalanan, biaya penyusunan tesis, tunjangan hidup, dan uang saku bulanan. Khusus beasiswa S2 2016 – 2017, beasiswa Chevening salah satu beasiswa yang sepertinya tetap buka.

beasiswa, beasiswa S2, beasiswa 2016, beasiswa luar negeri, beasiswa kuliah
Beasiswa S2 DAAD
Beasiswa DAAD sudah tak asing lagi. Beasiswa ini ditawarkan tiap tahun, bahkan kepada pelajar Indonesia. Jika Anda ingin melanjutkan S2 di Jerman, Beasiswa DAAD patut dipertimbangkan. Beasiswa ini memiliki beragam jenis yang menyasar para profesional, dosen, peneliti, maupun masyarakat umum. Biasanya kandidat terpilih diberikan biaya kuliah, biaya perjalanan, asuransi, serta tunjangan lain.

Beasiswa S2 Eiffel
Jika Anda berminat kuliah S2 di Prancis, Beasiswa Eiffel mungkin bisa menghantarkan impian itu. Setiap tahun Beasiswa Eiffel ditawarkan dan pelamar dari Indonesia. Pelamar yang berminat biasanya diminta untuk mendaftar terlebih dahulu ke universitas yang dituju, kemudian meminta pihak universitas mendaftarkan nama pelamar ke penyelenggara Beasiswa Eiffel. Pelamar yang berhasil biasanya mendapatkan tunjangan hidup bulanan, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, serta tunjangan akomodasi. Biaya dikeluarkan sendiri ketika melakukan pendaftaran ke universitas.

Beasiswa S2 Australia Awards
Program beasiswa ini rutin ditawarkan Pemerintah Australia. Beasiswa Australia Awards. Beasiswa ini didanai untuk studi pascasarjana di universitas-universitas Australia, termasuk di antaranya S2. Beasiswa diberikan penuh dan sangat cocok bagi Anda yang mengincar beasiswa S2 2016 – 2017 di Australia.

Beasiswa yang diberikan di antaranya meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dana penunjang awal di masa perkuliahan, asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri di Australia, bantuan tutorial tambahan jika diperlukan, biaya-biaya pemeriksaan medis dan rontgen, biaya tiket perjalanan kelas ekonomi saat keberangkatan ke Australia dan pulang ke tanah air, serta penelitian lapangan di Indonesia atau Australia.

Beasiswa S2 Nuffic Neso
Sebagai perwakilan resmi Belanda, Nuffic Neso Indonesia juga menyediakan beragam jenis beasiswa untuk studi di universitas-universitas Belanda. Beasiswa itu di antaranya StuNed, Orange Tulip Scholarship, Netherlands Fellowship Programme, dan yang terbaru Holland Scholarship. Beasiswa ini ada yang ditawarkan penuh, seperti StuNed yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda. Namun, ada juga yang sifatnya parsial, seperti OTS dan Holland Scholarship. Untuk Anda yang berburu beasiswa S2 2016, tidak ada salahnya mungkin mencobanya.

Beasiswa S2 Sultan Brunei
Meski tidak sepopuler beasiswa luar lainnya. Beasiswa Sultan Brunei ternyata banyak menarik minat mahasiswa Indonesia. Beasiswa Pemerintah Brunei tersebut menawarkan beasiswa mulai dari D3 hingga S3. Tidak terkecuali beasiswa S2.  Cakupan studi yang dibuka juga luas, tersebar di tiga universitas terbaik di Brunei. Kemudian, yang tak kalah menarik adalah lengkapnya fasilitas beasiswa yang diberikan. Sebut saja tanggungan biaya kuliah, tunjangan bulanan (uang saku, uang buku, uang makan), tiket pesawat, tunjangan bagasi saat pulang, akomodasi, dan bebas biaya rawat jalan di rumah sakit pemerintah. Beasiswa Sultan Brunei tersebut ditawarkan melalui skema Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students.

Beasiswa S2 MIS
Ini salah satu beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Malaysia. Malaysian International Scholarship (MIS). Jika belum mencobanya, bisa melihat penawaran beasiswa MIS periode sebelumnya. Beasiswa ini merupakan beasiswa penuh yang menanggung biaya kuliah di universitas Malaysia, juga tersedia tunjangan hidup bulanan, tunjangan buku dan perjalanan lokal, asuransi kesehatan, biaya instalasi, tunjangan penelitian, visa hingga tiket pesawat ke Malaysia. Beasiswa MIS dapat dipergunakan untuk studi S2 di negeri Jiran.

Beasiswa S2 NZ-AS
Pemerintah New Zealand memiliki beasiswa yang dikhususkan bagi mahasiswa ASEAN. New Zealand-ASEAN Scholars Awards (NZ-AS). Beasiswa dibuka untuk masyarakat umum, dosen, PNS, maupun swasta yang ingin melanjutkan S2 di universitas-universitas New Zealand. Namun, ada prioritas bagi pelamar yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Jika Anda mengincar beasiswa S2 di New Zealand, beasiswa NZ-AS sayang untuk dilewatkan. Beasiswa di antaranya meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan kedatangan, tunjangan hidup, asuransi kesehatan dan perjalanan, serta tiket penerbangan kembali ke tanah air.

Beasiswa S3 2016 – 2017

Beasiswa S3 LPDP
Tidak saja beasiswa S2, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga menyediakan beasiswa S3. Beasiswa tersebut diberikan penuh dan dibuka sepanjang tahun, meski pendaftarannya dilakukan secara periodik. Beasiswa S3 LPDP ini salah satu kesempatan yang bisa diikuti untuk tahun akademik 2016 – 2017. Khusus peminat doktor, Anda bisa mengikuti BPI Program Master dan Doktor, Beasiswa Afirmasi, ada juga Beasiswa Presiden yang biasa dibuka bulan Juli. BPI sudah mencakup semua biaya pendidikan serta biaya pendukung yang meliputi transportasi keberangkatan, asuransi kesehatan, visa, tunjangan hidup bulanan, tunjangan keluarga, tunjangan kedatangan, dll.

Beasiswa S3 Fulbright
Fulbright juga menawarkan beasiswa S3 selain beasiswa S2. Peluang beasiswa S3 Fulbright yang bisa diikuti, di antaranya Fulbright PhD Degree Program, USAID Funded Fulbright Agricultural MS and PhD Scholarships, dan DIKTI Funded Fulbright PhD Program. Selain menanggung biaya kuliah, Fubright juga menyiapkan tunjangan buku, tunjangan hidup bulanan, tiket pesawat, dan asuransi kesehatan. Peluang beasiswa ini tampaknya masih akan terus hadir setiap tahun.

Beasiswa S3 DIKTI
Setidaknya ada dua pilihan beasiswa S3 yang disediakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) bagi Anda yang berminat mengambil beasiswa S3 2016 - 2017. Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN). Keduanya adalah beasiswa penuh yang menanggung kebutuhan utama studi, seperti biaya hidup, biaya kuliah, akomodasi, tiket pesawat, dll. Bedanya, kedua beasiswa DIKTI tersebut menyasar kelompok tertentu, seperti calon dosen, dosen tetap, maupun tenaga kependidikan perguruan tinggi di bawah DIKTI.

Beasiswa S3 Monbukagakusho
Salah satu beasiswa S3 Monbukagakusho adalah Program Research Student. Saat menjalani program riset, penerima beasiswa diperkenankan mendaftar ke program degree, salah satunya S3, setelah lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas. Selain itu, pelamar juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti tahapan research student, apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Cakupan Beasiswa Monbukagakusho meliputi 100 persen biaya kuliah, tunjangan hidup 143.000 yen (± Rp 15 juta) per bulan, serta tiket pesawat pp Indonesia-Jepang.

Beasiswa S3 IDB
Skema beasiswa IDB (Islamic Development Bank) ini tersedia melalui Merit Scholarship Programme for High Technology (MSP). Beasiswa ini dapat digunakan untuk mengambil gelar PhD berbasis studi/riset selama tiga tahun, serta riset post doktoral antara 6 – 12 bulan. Beasiswa IDB menanggung semua kebutuhan utama studi, mulai dari biaya kuliah, biaya hidup, asuransi kesehatan, tiket pesawat pp, tunjangan seminar, tunjangan persiapan makalah ilmiah, tunjangan komputer, hingga tunjangan keluarga. Selama ini beasiswa S3 IDB rutin ditawarkan dan berpeluang untuk diikuti untuk tahun akademik 2016 – 2017.

Beasiswa S3 Amexcid
Program beasiswa Amexcid ditawarkan oleh Pemerintah Meksiko untuk sejumlah jenjang studi di Meksiko, salah satunya beasiswa S3. Beasiswa dapat diikuti oleh kandidat yang baru akan memulai studi di universitas Meksiko atau mereka yang sedang menjalani kuliah di negara tersebut saat ini. Beasiswa Pemerintah Meksiko tersebut ditawarkan penuh oleh Kementerian Luar Negeri Meksiko melalui Mexican Agency for International Development Cooperation (AMEXCID). Ada sekitar 70 lebih perguruan tinggi Meksiko yang berpartisipasi dalam beasiswa tersebut dan mahasiswa Indonesia salah satu yang diberi kesempatan mendaftar.

Beasiswa S3 Australia Awards
Selain menyediakan beasiswa S2, beasiswa Australia Awards juga memberikan beasiswa S3. Bagi penerima Beasiswa Australia Awards mereka akan mendapatkan tanggungan penuh biaya kuliah, biaya hidup, dana penunjang awal di masa perkuliahan, asuransi kesehatan, bantuan tutorial tambahan, biaya pemeriksaan medis dan rontgen, biaya tiket perjalanan kelas ekonomi saat keberangkatan ke Australia dan pulang ke tanah air, serta penelitian lapangan di Indonesia atau Australia.  Yang menarik, disediakan pula pra-kursus bahasa Inggris di Indonesia, tunjangan hidup di Indonesia selama pelatihan, serta program pengenalan akademik di Australia sebelum dilaksanakan perkuliahan.

beasiswa, beasiswa S3, beasiswa s3 2016, beasiswa eropa, beasiswa australia, beasiswa jepang, beasiswa amerika
Beasiswa S3 NZAS
Bagi Anda yang mengincar beasiswa S3 2016 di New Zealand, beasiswa NZAS patut dipertimbangkan. Sejauh ini program beasiswa Pemerintah New Zealand tersebut rutin ditawarkan dan sangat berpeluang dibuka kembali di 2016. Bahkan, bagi pelamar asal Indonesia disediakan kuota khusus. Pada 2015 ada 50 orang yang akan diterima dari Indonesia. Beasiswa tersebut ditawarkan melalui New Zealand ASEAN Scholar Awards (NZAS). Jika terpilih, kandidat akan memperoleh tanggungan biaya kuliah penuh di universitas New Zealand, tunjangan kemandirian saat pertama kali tiba, tunjangan hidup, serta tiket penerbangan kembali ke tanah air. Selain itu, sebelum menjalani studi di New Zealand, penerima beasiswa juga akan diberikan pelatihan bahasa Inggris selama setahun.

Beasiswa S3 Mora
Kementerian Agama telah meluncurkan program beasiswa baru bagi para dosen maupun tenaga kependidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Mora Scholarships. Ada beberapa skema yang disediakan melalui program tersebut, salah satunya adalah Beasiswa Studi S3 yang bisa ditempuh di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. setiap tahun akan dijaring 1.000 dosen, tenaga kependidikan maupun PNS di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk melanjutkan pendidikan doktor di perguruan tinggi yang mereka minati. Bagi penerima beasiswa, mereka akan mendapatkan tanggungan biaya pendidikan di perguruan tinggi tempat studi, living allowance yang meliputi biaya hidup dan operasional (6 semester untuk S3), serta biaya penyelenggaraan program.

Beasiswa S3 Taiwan ICDF
Anda yang berminat melanjutkan studi S3 di Taiwan, peluang ini mungkin bisa menjadi jawaban. Beasiswa Taiwan ICDF. Beasiswa tersebut cukup rutin ditawarkan melalui skema Taiwan ICDF Higher Education Scholarship Program. Beasiswa diberikan selama empat tahun untuk program PhD di universitas-universitas Taiwan, serta disediakan sejumlah fasilitas bagi penerimanya. Di antaranya biaya kuliah, biaya hidup, tiket penerbangan PP ke Taiwan, serta asrama mahasiswa untuk tempat tinggal.

Beasiswa S3 Eiffel
Tidak saja menawarkan beasiswa S2, beasiswa Eiffel juga tersedia bagi pelamar yang ingin melanjutkan pendidikan S3 di Prancis. Beasiswa S3 Eiffel dibuka setiap tahun dan kandidat dari Indonesia salah satu sasarannya. Beasiswa tersedia melalui Eiffel Excellence Scholarship Programme. Beasiswa Eiffel menjaring mahasiswa-mahasiswa internasional berbakat untuk melanjutkan studi doktor mereka di universitas-universitas Prancis. Penerima beasiswa S3 akan mendapatkan tunjangan bulanan 1.400 Euro untuk pembiayaan maksimum 10 bulan, tiket pesawat pp, asuransi kesehatan, serta kegiatan budaya. Selain itu juga bisa memperoleh tambahan keuangan dari bantuan tempat tinggal. Sementara, biaya pendidikan disediakan oleh Pemerintah Perancis sebesar 10.000 Euro selama mereka belajar di perguruan tinggi negeri. Mungkin Anda salah satu yang mengincar beasiswa S3 2016 – 2017 di Prancis? Coba pertimbangkan beasiswa ini.

Beasiswa S3 Schlumberger
Program beasiswa S3 ini khusus buat wanita. Namanya Faculty for The Future Fellowships. Schlumberger Foundation menyediakan beasiswa doktor dan postdoktoral bagi wanita dari negara-negara berkembang untuk melanjutkan pendidikan S3 di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dan dipriotaskan pada universitas-universitas terbaik dunia. Jika berhasil diterima, ada bantuan hibah untuk membiaya studi S3 dengan nilai maksimal $ 50.000 (Rp ± 600 juta) per tahun dan maksimal $ 40.000 untuk postdoktoral. Beasiswa ini dapat diperpanjang di tahun berikutnya jika Anda memperlihatkan capaian yang baik, memperoleh rekomendasi dari supervisor, dan dianggap memiliki keinginan kuat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di negara asal.

Beasiswa S3 Pemerintah Swiss
Pemerintah Swiss rutin menawarkan beasiswa S3 yang dinamai Swiss Government Excellence Scholarships. Program ini ditawarkan ke banyak negara, salah satunya Indonesia. Beasiswa S3 maksimum diberikan tiga tahun. Peminat diberi kesempatan untuk melamar di 10 universitas Swiss dan dua institut teknologi, yakni University of Basel, University of Bern, University of Fribourg, University of Geneva, University of Lausanne, University of Lucerne, University of Neuch√Ętel, University of St.Gallen, University of Zurich, dan University of Lugano, Swiss Federal Institute of Technology Lausanne (EPFL), dan Swiss Federal Institute of Technology Zurich (ETHZ).

Beasiswa di antaranya meliputi tunjangan bulanan 1.920 - 3.500 Swiss Franch, tanggungan biaya kuliah, asuransi kesehatan, lump sum untuk tarif penerbangan, tunjangan khusus 300 Swiss Franch dibayar sekali di awal beasiswa, kartu transportasi umum untuk tarif satu setengah tahun, bimbingan dan berbagai perjalanan, makan malam, dan sejumlah tur wisata.

Beasiswa Vanier CGS
Salah satu beasiswa S3 2016 yang bisa diikuti di Kanada adalah Vanier Canada Graduate Scholarships (CGS). Beasiswa ini merupakan beasiswa doktor yang rutin ditawarkan Pemerintah Kanada. Beasiswa tidak saja dibuka bagi kandidat asal Kanada, tapi juga mahasiswa internasional. Sekitar 167 beasiswa dialokasikan Vanier CGS setiap tahunnya. Nilai masing-masing beasiswa yang diberikan terbilang fantastis, yaitu $ 50.000 per tahun dan diberikan selama tiga tahun berturut-turut. Pengajuan beasiswa Vanier CGS tidak diajukan langsung oleh kandidat, tapi melalui universitas yang dituju. Pemohon mengajukan usulan kepada universitas, jika terpilih akan diikutsertakan sebagai nominasi penerima beasiswa Vanier CGS kepada komite seleksi.

Beasiswa S3 ADB – JSP
Program beasiswa satu ini salah satu yang banyak diminati. Asian Development Bank-Japan Scholarship Program (ADB-JSP). Sebanyak 300 kuota disediakan untuk program beasiswa berdurasi 1 – 2 tahun. Selain beasiswa S2, beasiswa tersebut juga dapat dipergunakan untuk S3. Ada 10 negara yang nantinya menjadi pilihan tujuan studi. Selain di Jepang, kandidat terpilih juga bisa mengambil studi di Australia, Hong Kong (China), India, New Zealand, Amerika Serikat, Pakistan, Philipina, Singapura, dan Thailand. Beasiswa akan menanggung biaya kuliah, tunjangan perumahan, uang saku bulanan, tunjangan buku dan materi pembelajaran, asuransi kesehatan, dan biaya perjalanan.

Tentunya masih banyak lagi beasiswa yang tersedia di luar sana yang buka tiap tahun. Beasiswa di atas merupakan sebagian dari yang sudah pernah dimuat beasiswapascasarjana.com. Anda bisa menemukan lebih banyak lagi dengan melihat kategori yang tersedia berdasarkan level studi.
6/30/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa PMDSU Dikti (Fresh Graduate)

Program Beasiswa Pendididikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) hadir lagi. Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan sarjana (S1) terbaik (fresh graduate) di tanah air yang ingin menjadi dosen dengan menempuh pendidikan hingga doktor (S3) selama empat tahun. Beasiswa PMDSU ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) yang pendaftarannya kini dibuka untuk Beasiswa PMDSU Batch II tahun akademik 2015/2016.

Perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa PMDSU Batch II 2015, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Sumatera Utara. Pelamar dapat memilih melanjutkan pendidikan di salah satu universitas tersebut.

Beasiswa PMDSU merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat laju pertambahan jumlah doktor yang saat ini persentasenya masih terbilang rendah. Berbeda dengan beberapa program beasiswa Dikti lainnya, seperti BPP-LN atau BPP-DN yang khusus ditujukan bagi pelamar yang sudah berstatus dosen atau calon dosen, Beasiswa PMDSU terbuka bagi fresh graduate yang ingin menjadi dosen. Pendidikan S3 yang ditempuh bisa dilalui tanpa harus menjalani pendidikan magister terlebih dahulu dengan bimbingan promotor yang nantinya diusulkan pelamar saat pendaftaran.

Pembiayaan beasiswa PMDSU di antaranya meliputi biaya riset di kelompok peneliti/promotor (maksimum Rp 60 juta/per tahun), outsourcing fasilitas riset di dalam dan luar negeri, biaya seminar, biaya pendidikan (SPP/UKT), biaya hidup dan tunjangan mahasiswa, dan biaya administrasi.

Persyaratan umum:
1. Lulus S1 dalam tiga tahun terakhir
2. Memiliki IPK minimum 3.25
3. Mendaftar secara online melalui beasiswa.dikti.go.id/pmdsu

Pendaftaran:
Pelamar Beasiswa PMDSU dapat mendaftar secara online melalui laman Beasiswa PMDSU Dikti (beasiswa.dikti.go.id/pmdsu) mulai 25 Mei – 18 Juli 2015. Di laman tersebut tersedia nama calon promotor yang bisa dipilih untuk diajukan sebagai promotor atau pembimbing. Pelamar dapat melihat profil mereka, seperti rekam jejak bidang studi, kajian riset, dll.

Sebelum mendaftar Beasiswa PMDSU, Anda diminta melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan calon promotor tersebut, termasuk misalnya menyanyakan kesediaan mereka untuk menjadi promotor Anda. Para promotorlah nantinya yang memutuskan siapa yang mereka setujui untuk menjadi bimbingan mereka.

Setelah itu, pelamar mendaftar ke program pascasarjana (PPs) pada kampus mereka dengan memenuhi segala persyaratan masuk di universitas tersebut. Daftar universitas tertera di atas. Kegiatan pendaftaran ke PPs dan pendaftaran Beasiswa PMDSU bisa Anda lakukan secara bersamaan. Namun, pelamar disarankan mendaftar terlebih dahulu ke PPS tujuan. Lebih teknis bisa dilihat di panduan Beasiswa PMDSU yang bisa diunduh di laman Dikti di atas.

Pelamar hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara PMDSU. Penetapan penerima beasiswa PMDSU akan diumumkan oleh PPs tempat studi. Jika diterima, Anda akan menandatangani kontrak dengan Dikti sebagai calon dosen.
6/09/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Yayasan Kalla 2015

Peluang ini kembali ditawarkan buat warga Sulawesi Selatan. Beasiswa Kalla 2015. Beasiswa ini disediakan Kalla Group melalui Yayasan Kalla. Seperti tahun sebelumnya, Beasiswa Yayasan Kalla memberi kesempatan bagi Anda yang dinyatakan lulus S1 atau sedang menjalani perkuliahan di lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Institut Pertanian Bogor. Program beasiswa dinamai Go to The Big Five University.

Tahun lalu, ada 130 penerima Beasiswa Kalla. Seperti dimuat mediakalla.com jumlah penerima beasiswa meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, untuk 2015 dikabarkan penerimanya tidak dibatasi. Jadi, Anda warga Sulsel dan telah diterima atau sedang menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi yang disebutkan, peluang beasiswa ini dibuka buat Anda.

Beasiswa yang diberikan bervariasi. Ada yang untuk bayar SPP, biaya hidup, atau biaya pembelian buku. Nominal beasiswa tersebut tergantung. Tergantung hasil verifikasi berkas dan survei yang dilakukan tim seleksi. Beasiswa tersebut akan diberikan hingga 8 (delapan) semester, namun bisa saja dicabut bila penerima beasiswa tidak mampu mempertahankan IPK minimum 3.0 atau telah menerima beasiswa dari pihak lain.

Pendaftaran:
Pelamar yang berminat mendaftar Beasiswa Yayasan Kalla 2015 cukup muda. Anda cukup mengisi formulir pendaftaran online Yayasan Kalla dan melengkapi data yang diminta. Pendaftaran beasiswa tersebut dibuka 1 Juni 2015 hingga 14 Agustus 2015. Nah, bagi Anda yang memenuhi kriteria tersebut, bisa segera mendaftar. 
6/04/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Cara Menulis Motivation Letter Beasiswa

Salah satu dokumen aplikasi beasiswa yang sering diminta adalah motivation letter atau surat motivasi. Di beasiswapascasarjana.com cukup banyak beasiswa yang meminta melampirkan dokumen ini. Apa sebenarnya motivation letter. Besarkah pengaruhnya. Motivation letter dapat diartikan sebagai surat pernyataan pribadi yang menceritakan kondisi, ketertarikan, maupun motivasi terhadap beasiswa.

Motivation letter serupa dengan personal statement. Hanya saja fungsinya cenderung berbeda. Motivation letter lebih banyak diminta untuk aplikasi beasiswa. Sementara, personal statement umum diminta untuk aplikasi ke universitas. Sehingga muatannya juga akan berbeda. Namun, adakalanya personal statement justru diminta oleh program beasiswa. Ini biasanya terjadi jika beasiswa tersebut diberikan langsung oleh universitas bukan pihak ketiga.

Keberadaan motivation letter ini sangat besar pengaruhnya bagi dewan juri dalam memutuskan siapa yang berhak memperoleh beasiswa. Melalui motivation letter, dewan juri akan tahu pelamar yang benar-benar serius menginginkan beasiswa dan siapa yang sekedar ikut-ikutan saja. Motivation letter merupakan instrumen untuk melihat kelayakan seseorang menerima beasiswa.

Jika nantinya, Anda menemukan beasiswa yang meminta pelamarnya mengajukan motivation letter dan Anda tertarik melamar. Maka siapkanlah dokumen aplikasi tersebut dengan sebaik-baiknya. Penjelasan berikut mudah-mudahan bisa membantu. Cara menulis motivation letter beasiswa. Bisa juga diterapkan jika Anda ingin menulis personal statement.

Ceritakan siapa Anda
Pada saat memulai menulis motivation letter, di paragraf awal, Anda bisa menceritakan secara singkat siapa diri Anda. Gambarkan kondisi sebenarnya dalam bentuk deskripsi, sehingga audience yang tidak lain dewan juri bisa memahami siapa pemohon yang sedang mereka seleksi. Tidak perlu panjang namun jelas.

Mengapa Anda pantas memperoleh beasiswa 
Poin kedua ini cukup penting bagi penilaian dewan juri. Mengapa Anda pantas memperoleh beasiswa dan mengapa harus Anda. Uraikan di motivation letter beberapa alasan mengapa Anda layak mendapatkan beasiswa tersebut. Apa kelebihan Anda, sehingga selayaknya dewan juri memilih Anda sebagai salah satu penerima beasiswa.

Tentu tidak sekedar memantaskan diri begitu saja. Ketahui terlebih dahulu beasiswa yang dilamar, pelamar seperti apa yang mereka cari. Umpamanya beasiswa tersebut adalah beasiswa riset yang mensyaratkan calonnya memiliki pengalaman riset dengan beberapa karya yang telah dihasilkan. Anda yang memenuhi kriteria tersebut, bisa memuatnya di motivation letter bahwa Anda adalah orang yang berbepengalaman melakukan riset dan telah menghasilkan beberapa karya riset membanggakan yang dimaksud. Mungkin Anda juga perlu menggambarkan dampaknya terhadap masyarakat atau lingkungan sekitar.

Alasan lain bisa Anda tambah sendiri untuk meyakinkan Dewan Juri. Namun, jangan sampai lari dari kriteria calon yang mereka inginkan.

Mengapa memerlukan beasiswa
Ada beberapa program beasiswa yang meminta pemohon menulis motivation letter yang salah satu poinnya adalah alasan pelamar membutuhkan beasiswa. Biasanya ini ditemukan pada beasiswa yang sifatnya bantuan, terutama mereka yang terkendala finansial atau berasal dari keluarga kurang mampu. Jika memang beasiswa tersebut meminta Anda memuat penjelasan mengapa memerlukan beasiswa, sebutkan saja kondisi sebenarnya. Misalnya, Anda adalah korban bencana alam, broken home, peperangan, kebijakan politik, dll yang menyebabkan Anda tidak mampu membiayai semua kebutuhan studi.

Minat dan tujuan Anda 
Hal lain yang bisa Anda muat di motivation letter adalah minat dan tujuan Anda. Jelaskan mengapa Anda begitu tertarik dengan beasiswa yang ditawarkan. Apa yang ingin Anda capai. Misalnya ada sebuah beasiswa MBA yang ditawarkan salah satu lembaga, karena beasiswa tersebut sangat sejalan dengan pekerjaan Anda, maka Anda berkeinginan melamarnya. Di motivation letter, Anda bisa menjelaskan dampaknya bagi karir Anda dan lingkungan tempat kerja jika berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

Rencana masa depan 
Poin terakhir ini juga penting Anda muat untuk menghasilkan sebuah motivation letter yang komprehensif. Uraikan rencana masa depan Anda jika nantinya berhasil menerima beasiswa tersebut dan apa yang akan Anda lakukan jika telah menyelesaikan studi. Buatlah rencana masa depan Anda sejalan dengan visi yang ingin diraih oleh pemberi beasiswa. Maka, itu akan lebih meyakinkan dewan juri bahwa mereka tidak salah memilih Anda.

Contoh motivation letter beasiswa
Di atas sudah dijelaskan cara menulis motivation letter beasiswa. Berikut ini adalah beberapa contoh motivation letter beasiswa yang disadur dari berbagai sumber (Unduh). Hanya contoh dan sebagai bahan pertimbangan pembuatan motivation letter saja. Anda bisa menulis motivation letter Anda sendiri sesuai dengan kebutuhan beasiswa yang dilamar.
Semoga bermanfaat.
6/02/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 Guru SD 2015 - 2016

Ini kesempatan bagi para guru SD, kepala sekolah SD, dan Pengawas SD untuk melanjutkan pendidikan S2 dengan beasiswa. Direktorat P2TK, Ditjen Dikdas, Kemdikbud menyediakan dana bantuan langsung untuk peningkatakan kualifikasi S2 bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas pada program/sekolah pascasarjana di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri.

Bantuan yang diberikan meliputi biaya pendidikan, biaya mahasiswa, dan biaya penyelenggaraan program. Semua komponen biaya diterima langsung kepada penerima beasiswa. Komponen biaya mahasiswa meliputi biaya hidup, bantuan buku, dan penelitian. Sementara, komponen biaya pendidikan dan penyelenggaraan program, mahasiswa menyetor sendiri ke perguruan tinggi penyelenggara. Beasiswa tersebut diberikan selama 2 tahun (4 semester).

Penempatan peserta (mahasiswa) bantuan peningkatan kualifikasi S-2 untuk setiap bidang studi pada PTP tahun 2015 ditetapkan oleh tim yang terdiri dari unsur Direktorat Pembinaan PTK Dikdas dan 4 perguruan tinggi penyelenggara, yakni UNESA, UM, UNY, dan UPI.

Pemilihan   program   studi  berdasarkan     ketentuan program   Studi  Dikdas  dan  PGSD diperuntukkan bagi  guru  SD. Program   Studi  Manajemen  Pendidikan    diperuntukkan      bagi  guru,  kepala,  dan pengawas SO.

Kriteria calon:
a) Guru, kepala,  dan  pengawas  SD yang berstatus   sebagai  pegawai  negeri  sipil (PNS) atau  guru tetap yayasan
b) Berusia  maksimal  37 tahun  per  1 September   2015  yang  dibuktikan  dengan fotocopy kartu  tanda  penduduk  yang dilegalisasi  oleh pejabat  berwenang
c) Khusus untuk  daerah  terpencil,  tertinggal,  dan terluar  berusia  maksimum  42 tahun  per  1 September   2015 yang dibuktikan  dengan  fotokopi  Kartu Tanda Penduduk    yang   dilegalisasi   oleh   pejabat    berwenang,    serta   SK  pejabat berwenang  tentang  penetapan  daerah  terpencil,  tertinggal  dan terluar
d) Lulusan   jenjang    sarjana    (S-1)   dari   program    studi   yang   relevan    dan terakreditasi oleh Badan Akreditasi  Nasional Perguruan  Tinggi  (BAN-PT)
e) IPK minimal  2,75  (dalam  skala  nilai  0-4)  yang  dibuktikan   dengan  fotokopi ijazah dan transkrip   nilai yang  dilegalisasi  oleh pejabat  berwenang
f) Memiliki  pengalaman    mengajar   minimal   2  (dua)   tahun   yang  dibuktikan dengan   fotokopi  SK pengangkatan   pertama   (ditambah   dengan   SK Daerah Khusus  untuk  PTK yang  bertugas   di daerah  Khusus)  yang  dilegalisasi  oleh pejabat  berwenang
g) Memperoleh  izin untuk  mengikuti  program  peningkatan   kualifikasi  jenjang strata    dua   (S-2),  dibuktikan    dengan   Surat   Tugas   8elajar     dari   pejabat berwenang

Dokumen aplikasi:
a) Surat permohonan bantuan peningkatan    kualifikasi S-2 (diketahui Atasan Langsung dan Dinas Pendidikan    Kabupaten/Kota)       kepada Direktur Pembinaan PTK Dikdas;
b) Surat Pernyataan kesanggupan studi S-2 di Perguruan Tinggi Penyelenggara (UNESA, UM, UNY, dan  UPI)
c) Surat  keterangan sehat  dari  dokter
d) Surat Keterangan  Catatan Kepolisian (SKCK)
e) Pas poto berwarna  ukuran  4 x 6 sebanyak  4lembar
f) Daftar riwayat  hidup
g) Fotocopy ijazah yang telah dilegalisasi  (dengan  cap basah)
h) Fotocopy KTP
i) Fotocopy NPWP
j) Fotocopy SK pengangkatan  pertama

Pendaftaran:
Pelamar yang berminat dapat mengirimkan berkas pendaftaran ke Direktorat Pembinaan PTK Dikdas   dengan    melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat beserta dokumen aplikasi yang tertera di atas. Formulir yang dibutuhkan (identitas, permohonan, surat pernyataan) tertera di pedoman. Bisa juga kunjungi langsung laman P2TK Dikdas (p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id) atau laman perguruan tinggi penyelenggara.

Kirimkan berkas pendaftaran ke:

Subdit  PTK SD Direktorat   Pembinaan  PTK Dikdas, 
Kompleks Kemdikbud Gedung C Lantai  18, Jalan Jenderal  Sudirman  Senayan Jakarta. 
Telp. Faks (021) 57853741,  57851921


Pada pojok kanan amplop pengajuan beasiswa tulis “BEASISWA S-2

Berkas pendaftaran diterima panitia paling lambat 15 Juli 2015.

Seleksi meliputi seleksi administrasi dan seleksi akademik. Seleksi administratif  terhadap   berkas  pendaftaran   calon peserta   dari  setiap provinsi/kabupaten/kota  pada   Juni  sampai   dengan   minggu   ketiga  Juli 2015. Calon peserta   yang  lulus  seleksi  administratif   akan  diundang  pada  minggu pertama    bulan  Agustus   2015  oleh Direktorat  Pembinaan PTK Dikdas   Ditjen Dikdas  Kemdikbud   untuk   mengikuti   seleksi  akademik.

Hasil seleksi  akademik  akan diumumkan  oleh Direktorat  Pembinaan  PTK Dikdas Ditjen Dikdas Kemdikbud  pada  minggu ketiga  bulan  Juli 2015, untuk  selanjutnya   disampaikan   kepada  pihak-pihak   yang  bersangkutan melalui dinas pendidikan  provinsi/kabupaten/kota.
6/01/2015 | 0 komentar | Baca selengkapnya