Showing posts with label dalam negeri. Show all posts
Showing posts with label dalam negeri. Show all posts

Beasiswa Disertasi Doktoral di AS

Program beasiswa disertasi doktoral ini merupakan salah satu skema beasiswa Fulbright bagi kandidat doktor dari universitas di Indonesia. Lengkapnya Fulbright Doctoral Dissertation Research Program. Peluang dibuka bagi Anda yang telah memasuki tahap akhir penulisan disertasi. Dengan beasiswa ini, pelamar dapat menyelesaikan penelitian sekaligus penulisan disertasi mereka di Amerika Serikat (AS).

Durasi beasiswa disertasi doktoral berlangsung selama 6 bulan. Jika ingin mendaftar, pelamar diminta memiliki skor minimum untuk ITP TOEFL 575, IBT TOEFL 90, atau IELTS 6.5. Semua biaya yang terkait dengan penulisan disertasi akan ditanggung oleh AMINEF.

Dokumen aplikasi:
1. Formulir aplikasi yang diisi lengkap. Termasuk satu halaman studi objektif serta tiga hingga lima halaman proposal penelitian. (unduh)
2. Salinan skor ITP/IBT TOEFL atau IELTS terbaru, kurang dari dua tahun terakhir
3. Dua surat referensi, dari dosen/profesor serta atasan tempat kerja
4. Salinan transkrip akademik (diterjemahkan ke bahasa Inggris)
5. Salinan dokumen identitas (KTP atau paspor)

Pendaftaran:
Lengkapi dokumen yang diperlukan di atas lalu kirimkan/antar langsung ke alamat:

AMINEF OFFICE
CIMB NIAGA Plaza, 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920


Dokumen aplikasi beasiswa disertasi doktoral tersebut sudah harus diterima paling lambat 15 April 2015. Aplikasi melalui email tidak diterima. Harap ajukan pertanyaan ke infofulbright_ind@aminef.or.id atau website www.aminef.or.id.
9/12/2014 | 0 komentar | Read More

Cara Menimbang Pilihan Beasiswa yang Tepat

Ramainya pilihan beasiswa merupakan keuntungan bagi pelamar. Semakin banyak permohonan yang bisa diajukan. Peluang lolos kian terbuka. Ibaratnya, sepuluh aplikasi yang dikirim tentulah kesempatan berhasil berbeda bila hanya mengajukan satu aplikasi. Tapi, apakah peluang yang ada itu serta merta memberi kesempatan yang sama. Jelas tidak. Sebab, ada kriteria dan persyaratan yang mungkin tidak semua orang dapat mendaftar. Katakanlah, Anda menemukan 10 tawaran beasiswa di beasiswapascasarjana.com yang rasanya cocok. Apa tindakan kemudian? Langsung mendaftar? Atau akan berfikir sejenak. Lebih bijaknya, Anda menimbang pilihan beasiswa yang tepat sehingga keputusan yang diambil tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Layaknya gula, beasiswa menjadi rebutan banyak orang. Hukum yang berlaku siapa tepat dia dapat. Jadi, biarkan orang ramai di tengah kerumunan beasiswa, tapi Anda salah seorang yang ikut mencicipinya.

Tulisan ini hanya ingin menjelaskan bila Anda dalam posisi seperti disebutkan di paragraf awal. Bagaimana cara bijak menimbang pilihan beasiswa yang tepat. Serta keputusan yang kemudian akan diambil. Berikut uraiannya: 

Pembiayaan
Beasiswa penuh akan lebih menarik minat dibanding beasiswa parsial atau parohan. Tapi, persaingan beasiswa penuh lebih ketat. Jika pesertanya banyak sementara kuota sedikit, Anda harus benar-benar yang terbaik dari sekian banyak pelamar tersebut. Sebaliknya, beasiswa parsial umumnya memiliki kuota lebih banyak dengan jumlah pelamar yang cenderung kecil atau mungkin berbanding lurus. Pembiayaan beasiswa tersebut harus benar-benar menjadi perhatian di awal.

Jika Anda memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan studi, pilihan beasiswa parsial tidak ada salahnya untuk diikuti. Namun, jika sepenuhnya mengharapkan bantuan pendanaan, beasiswa penuh sepatutnya memang diperoleh. Pertimbangan pembiayaan ini memang tergantung kondisi keuangan masing-masing.

Donatur
Setelah melihat pembiayaan, ada baiknya juga memperhatikan donatur beasiswa. Siapa mereka dan bagaimana track record selama ini. Donatur yang biasanya berasal dari lembaga pemerintah umumnya memiliki nilai kepercayaan lebih tinggi. Label pemerintah yang disematkan meyakinkan orang untuk ikut. Padahal, sebetulnya lembaga non pemerintah seperti yayasan banyak juga memiliki nama besar dalam menyalurkan beasiswa.

Pada tahap ini, Anda hanya perlu memastikan bahwa pemberian beasiswa dari lembaga tersebut tidak bermasalah. Rekam jejak mereka bisa dilihat. Misalnya, sejak kapan beasiswa tersebut digulirkan, bagaimana alumninya, komitmen pembiayaan mereka, dukungan yang diberikan, dll.

Perjanjian
Siapa yang tak senang mendapatkan beasiswa. Apalagi, jika sejak awal Anda mengimpikannya. Pasti akan bahagia. Tapi, perlu diingat. Setiap beasiswa memiliki konsekuensi sendiri. Itulah perjanjian atau kontrak yang akan Anda tandatangani saat beasiswa tersebut resmi jatuh ke tangan Anda. Perjanjian sifatnya mengikat. Ada aturan main yang diterapkan tiap-tiap donatur/lembaga kepada penerima beasiswanya. Sesuatu yang mungkin menjadi beban bila di awal tidak diperhitungkan.

Katakanlah Anda menerima beasiswa penuh yang diberikan oleh salah satu donatur. Klausul perjanjian pun ditandangani. Tanpa Anda sadari atau mungkin lupa, ada kesepakatan awal yang tidak terpenuhi. Misalnya, di perjanjian disebutkan setiap penerima beasiswa wajib meraih IPK > 3.00 per semester jika ingin mempertahankan beasiswa. Tapi, kemudian itu tidak tercapai. Akibatnya beasiswa harus dihentikan.

Bisa juga dalam perjanjian tersebut diuraikan bahwa penerima beasiswa harus memberikan laporan terkait perkembangan studi secara berkala, namun karena tidak pernah diberikan, itu juga bisa membuat pemberian beasiswa dihentikan. Banyak lagi aturan-aturan teknis yang itu tertera di perjanjian atau kontrak. Misalnya, penerima beasiswa diwajibkan hadir untuk setiap kegiatan donatur atau larangan menerima beasiswa lain dan akan diputuskan bila ketahuan. Hal-hal ini sebenarnya bisa dimaklumi lebih awal jika ditanyakan atau mempelajari aturan main dari beasiswa tersebut.

Lokasi

Pertimbangan lokasi sebenarnya lebih mengarah soal di mana pelamar ingin melanjutkan studinya. Ada beasiswa yang berlaku untuk universitas tertentu saja. Ada pula yang cakupannya lebih luas misalnya bisa digunakan di universitas tertentu dengan banyak pilihan negara. Beasiswa Fulbright misalnya hanya bisa Anda gunakan untuk universitas yang ada di USA. Begitu pun beasiswa DAAD yang dapat diambil bila ingin melanjutkan studi di Jerman. Namun, beasiswa Presiden justru menawarkan banyak pilihan universitas dari sejumlah negara tujuan. Intinya, soal lokasi itu tergantung selera dan minat. Namun, tetap perlu dipertimbangkan. 

Durasi

Setiap pemberian beasiswa biasanya selalu menggarisbawahi soal durasi bantuan beasiswa. Ada yang berlaku beberapa bulan saja, 1 tahun, 2 tahun, atau bahkan 3 – 4 tahun. Beasiswa penuh cenderung diberikan berdasarkan lamanya waktu studi. Misalnya, studi S1 yang berlangsung empat tahun, maka beasiswa yang disalurkan selama waktu tersebut. Begitu pun bila beasiswa penuh untuk S2 yang katakanlah memakan waktu dua tahun, maka beasiswa juga diberikan selama itu. Namun, seperti dijelaskan. Perjanjian akan mengikat, apakah beasiswa itu layak untuk dipertahankan dengan waktu yang dimaksud. Itu semua tergantung pada capaian Anda. 

Prestise

Poin terakhir ini sebenarnya tidak terlalu penting. Bisa memperoleh beasiswa sudah syukur. Memang ada beberapa beasiswa yang bisa dikatakan ‘istimewa’. Ini soal prestise karena memang tidak sembarangan orang bisa meraih beasiswa tersebut. Sebut saja misalnya beasiswa Presiden yang menetapkan calon penerimanya dengan kriteria tertentu. Mereka mencari orang-orang unggulan dengan prestasi akademik yang nyaris sempurna atau di atas rata-rata. Atau mungkin jika pernah mendaftar beasiswa Gates Cambridge yang pelamarnya dari seluruh dunia, sementara yang diambil hanya 90 orang. Prestise ini memang menyangkut soal kepuasan penerimanya. Hanya bisa dirasa.
9/10/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Hasri Ainun Habibie untuk SMU dan S1

Semakin banyak pilihan beasiswa dalam negeri yang kini bisa Anda ikuti. Beasiswa Hasri Ainun Habibie salah satunya. Beasiswa ini dikelola Yayasan Amal Abadi Beasiswa ORBIT Hasri Ainun Habibie (YAAB-ORBIT HAH). Yakni program beasiswa studi kepada pelajar/mahasiswa yang berprestasi namun memiliki kendala dalam membiayai pendidikannya selama 1 (satu) tahun.

Jika sebelumnya beasiswa Hasri Ainun Habibie diberikan kepada pelajar SD, SLTP, dan D3, tahun ini (periode 2014 – 2015) beasiswa dibuka untuk mereka yang duduk di bangku SMU dan S1. Nilainya Rp 250 ribu/bulan bagi pelajar SMU dan Rp 400 ribu/bulan untuk jenjang S1.

Persyaratan:
1) Memiliki keterbatasan dalam biaya pendidikan.
2) Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain.
3) Minimal duduk di kelas II SMU/sederajat dengan rata-rata raport per semester minimal 8.00.
4) Minimal duduk di semester V dengan IPK minimal 3.)
    “Nilai rata-rata raport IPK bisa kurang, bagi anak dari keluarga kurang/tidak mampu”
5) Aktif di kegiatan Intra atau Ekstra sekolah/kampus (tidak menjadi prioritas)
6) Bersedia memenuhi kewajiban serta berperan aktif dalam kegiatan YAAB-ORBIT HAH

Dokumen yang dikirim:
1) Formulir yang telah diisi lengkap disertai dengan stempel dan tanda tangan pihak sekolah/kampus. Unduh formulir: SMU , S1
2) Surat permohonan berisi data diri, kondisi ekonomi keluarga dan alasan pengajuan beasiswa.
3) Foto kopi raport/IP per-semester (mulai dari sem. 1 s.d sem. terakhir diterima).
4) Surat keterangan tidak mampu minimal dari RT setempat.
5) Slip gaji (jika orangtua PNS/Karyawan Swasta/buruh PT) atau surat keterangan penghasilan orangtua yang disahkan/diketahui oleh RT, bisa digabung dengan surat keterangan tidak mampu, (jika orangtuaburuh harian lepas/wiraswasta dll).
6) Foto kopi kartu keluarga (KK) terbaru atau dilegalisir RT.
7) Foto kopi Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau kartu pelajar (jika belum memiliki KTP).
8) Foto terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 1 lembar (ditempel di Formulir bagian muka).
9) Foto copy surat kematian orangtua (Jika orangtua sudah meninggal dunia).
10) Surat keterangan aktif di komunitas, unit Kegiatan di sekolah atau di kampus atau di lingkungan.
11) Foto copy surat tunggakan SPP dari sekolah/kampus (jika ada tunggakan).
12) Data Penunjang lainnya seperti fotokopi piagam, sertifikat, dll.

* Kelengkapan data dapat menentukan hasil seleksi.

Pendaftaran:
Siapkan dokumen yang dibutuhkan di atas lalu kirim via pos atau antar langsung ke alamat sekretariat ORBIT-HAH. Kirim ke:

Sekretariat YAAB-ORBIT HAH
Wisma Nugra Santana Lt. 9 (Ruang  MPI)
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 7-8 Jakarta Pusat 10220
Telp/Fax : (021) 5720641
Email: yaab-orbitpusat@yahoo.com


Pendaftaran beasiswa paling lambat 30 September 2014. Aplikasi yang dikirim sudah harus diterima. Informasi bisa dilihat melalui orbit-hasriainunhabibie.or.id atau jika ingin bertanya dapat menghubungi nomor telepon dan email yang tertera di atas. Selamat mencoba!
9/06/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa BCA Finance 2014, Ini Dia!

Tahun ini, BCA Finance kembali menggulirkan beasiswa 2014. Total beasiswa yang diperebutkan lebih besar, yakni Rp 1,29 miliar. Kesempatan menarik ini disediakan bagi mahasiswa S1 PTN/PTS dari seluruh Indonesia. Pemenangnya akan mendapatkan Rp 3 juta/semester hingga maksimal semester 8. Sebanyak 70 pemenang akan dipilih oleh tim seleksi BCA Finance.

Jika Anda berminat, atau setidaknya memenuhi kriteria persyaratan, peluang ini sayang dilewatkan. Pendaftaran saat ini sudah dibuka dan dilakukan secara online. Selain tengah mengambil program S1, pelamar minimal telah/sedang menyelesaikan semester 2 serta tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun. Penjelasan bisa dilihat di persyaratan.

Persyaratan:
1. Mahasiswa/i program Strata 1 (S-1)
2. Minimal telah/sedang menyelesaikan semester 2
3. IPK min (PTN : 3,00 dan PTS : 3,4)
4. Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun
5. Beasiswa ini bebas dari ikatan dinas apapun
6. Aktif dalam bergorganisasi
7. Melakukan pendaftaran beasiswa melalui aplikasi online (mengisi data diri di form aplikasi dengan  benar dan dapat dipertanggujawabkan,  jika kedapatan isi formnya tidak sesuai akan langsung di diskualifikasi)
8. Tahapan Seleksi :
    Ø Tahap I : Penentuan 150 Calon Pemenang Beasiswa
         150 calon pemenang yang telah diumumkan wajib mengirimkan dokumen yang
         dipersyaratkan (Kartu Mahasiswa, Surat Keterangan tidak mampu, Kartu Keluarga,         Rekening Listrik dan Air, Surat Angota Organisasi  atau Surat Keterangan yang ditandatangani Ketua Organisasi).
    Ø Tahap II : Penentuan 70 Pemenang Beasiswa yang berhak menerima Rp 3.000.000,-/Semester
9. Proses seleksi dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance
10. Keputusan hasil penerimaan adalah mutlak & tidak dapat diganggu gugat dan kami tidak menerima surat menyurat dalam bentuk apapun selama proses dan setelah keputusan pemenang.

Pendaftaran:
Aplikasi beasiswa BCA Finance 2014 dilakukan secara online di sini. Pendaftaran dibuka mulai 1 – 30 September 2014. Berikutnya akan dilakukan pengumuman 150 calon pemenang melalui website BCA Finance pada 28 Oktober 2014. Tahapan berikutnya verifikasi kelengkapan dokumen untuk 150 calon pemenang beasiswa (cap pos) dari 29 Oktober – 14 November 2014. Hasil akhir pengumuman 70 pemenang beasiswa disampaikan 26 November 2014. 
9/03/2014 | 0 komentar | Read More

Raih! Beasiswa Dokter Spesialis dari Pemerintah

Berbahagialah bagi Anda yang mengimpikan melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis. Pemerintah Indonesia melalui LPDP saat ini telah menyediakan beasiswa khusus dokter spesialis tersebut. Saat ini ada lima bidang spesialis yang ditawarkan, yakni spesialis obstetri & ginekologi, spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis gizi klinik, dan spesialis anastesiologi. Kelima jenis keahlian tersebut dapat diambil di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang telah ditunjuk oleh LPDP.

Kampus tujuan yakni:
1. Universitas Padjadjaran
2. Universitas Indonesia
3. Universitas Diponegoro
4. Universitas Gadjah Mada
5. Universitas Airlangga
6. Universitas Hasanuddin
7. Universitas Andalas
8. Universitas Brawijaya
9. Universitas Negeri Surakarta

Spesialis obstetri & ginekologi (9 semester), spesialis anak (8 semester), dan spesialis penyakit dalam (9 semester). Ketiga spesialis tersebut dapat diambil di kampus poin 1 s/d 9. Sementara spesialis anestesiologi (4 semester) hanya tersedia untuk kampus poin 1 s/d 6 dan poin 9. Sedangkan spesialis gizi klinik (7 semester) hanya dapat diambil di Universitas Indonesia (poin 2).

Beasiswa pendidikan dokter spesialis dari pemerintah ini menanggung penuh biaya studi bagi para penerimanya. Biaya yang ditanggung itu, di antaranya biaya pendidikan yang meliputi biaya pendaftaran (at cost), SPP, termasuk matrikulasi non bahasa, bantuan operasional pendidikan, penyelenggaraan di rumah sakit pendidikan, pelatihan kursus wajib, karya ilmiah, ujian keterampilan, praktikum klinik, dan ujian nasional (at cost). Kemudian biaya non SPP yang dapat digunakan untuk tunjangan buku, tesis, seminar, publikasi, wisuda (paket, per tahun, akumulatif).

Selain itu tersedia pula biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost), asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, tunjangan keluarga, tunjangan kedatangan, serta tunjangan ekadaan darurat.

Persyaratan umum:
1. Warga Negara Indonesia
2. Mempunyai jiwa kepemimpinan, integritas, idealisme dan nasionalisme;
3. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan;
4. Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar:
    - Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
    - Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum;
    - Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
    - Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia;
    - Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
    - Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
    - Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
    - Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi  yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
    - Memilih program spesialisasi dokter dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
    - Menulis esai dengan tema “Peranku Bagi Indonesia” dan “Sukses Terbesar Dalam Hidupku”.

Persyaratan khusus:
1. Usia maksimum pada saat wawancara maksimal 35 tahun;
2. Skor TOEFL  ITP 500 / IELTS  6,0 / TOEIC 600 atau lainnya yang setara;
3. Dokter yang memiliki Surat Tanda Regristasi (STR) yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI);
4. Minimal rata-rata IPK 3,0 untuk gabungan IPK sarjana dan profesi;
5. Sanggup menyelesaikan studi program pendidikan dokter spesialis sesuai masa studi yang berlaku;
6. Memiliki Surat Tanda Diterima (Letter of Acceptance di perguruan tinggi tujuan dengan status tanpa persyaratan (Unconditional) (jika ada).

Pendaftaran:
Jika berminat, Anda bisa mengajukan permohonan sepanjang tahun. Pendaftaran dibuka setiap saat dengan proses seleksi yang dilakukan sebanyak 4 (empat) kali yaitu Maret, Juni, September, dan Desember. Misalnya untuk periode September tahun ini, pendaftaran paling lambat 22 Agustus 2014 atau periode Desember paling lambat pendaftaran 21 November 2014. Lihat di sini.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui website LPDP. Bisa diakses di http://beasiswa.lpdp.depkeu.go.id/
8/12/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa S2 Fresh Graduate Dalam Negeri

Buat Anda lulusan fresh graduate dari S1/D4 dan mulai melanjutkan pendidikan S2 tahun ini, sebaiknya mengambil kesempatan untuk mengikuti beasiswa program pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) yang ditawarkan Dikti. Beasiswa ini khusus buat para fresh graduate, baik perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS).

Bedanya, beasiswa S2 fresh graduate Dikti tidak penuh, seperti misalnya Beasiswa Unggulan atau LPDP. Namun, program ini bakal sangat membantu terutama untuk meringankan tanggungan kuliah Anda. BPP-DN fresh graduate akan membiayai SPP selama maksimum 4 semester. Jika ditanggung sendiri, angkanya juga pasti lumayan besar. Antisipasi juga, siapa tahu Beasiswa Unggulan atau LPDP tidak gol, beasiswa ini justru diterima.

Ketentuan beasiswa fresh graduate:
1. Beasiswa Fresh Graduate diberikan oleh Dikti dan diperuntukkan mahasiswa S1/D4 yang lulus pada periode wisuda satu tahun terakhir (lulus paling lambat 1 Juni 2013)
2. Komponen biaya yang ditanggung oleh BPPDN Fresh Graduate hanya SPP selama maksimum 4 semester
3. Mempunyai IPK >= 3.00/4
4. Masa Studi <= 10 semester
5. Menandatangani pernyataan untuk menyelesaikan S2
6. Program S1/D4 harus sebidang dengan Jurusan S2

Ctt: Periode ini khusus calon mahasiswa angkatan 2014, bukan on going.

Pendaftaran:
Anda bisa mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran online di sini. Ada empat langkah, silakan isi sesuai kategori pemohon. Misalnya kolom “Lingkup Perguruan Tinggi Pendidikan Terakhir”. Pilihannya ada “Perguruan Tinggi Negeri” atau “Kopertis” sesuai masing-masing wilayah jika pelamar berasal dari PTS. Lengkapi semua. Setelah selesai, Anda bisa log ini di laman tersebut untuk merampungkan proses aplikasi.
7/05/2014 | 0 komentar | Read More

Syarat dan Panduan Beasiswa Unggulan (Lengkap)

Mungkin masih ada yang bertanya-tanya bagaimana cara mengajukan permohonan Beasiswa Unggulan lengkap dengan persyaratan dan panduannya. Seperti dimuat lalu (lihat: beasiswapascasarjana.com), Beasiswa Unggulan memberi kesempatan bagi putra-putri terbaik di tanah air untuk meraih pendidikan S1, S2, atau S3. Beasiswa ini ditawarkan Kemdikbud dan dapat dipergunakan untuk mengambil studi di dalam atau luar negeri.

Seperti halnya Bidik Misi, Beasiswa Unggulan juga termasuk beasiswa penuh yang menanggung sebagian besar keperluan studi. Bedanya, Bidik Misi ditujukan untuk mereka yang tidak mampu namun berprestasi, sementara Beasiswa Unggulan dibuka bagi siapa saja dengan catatan berprestasi. Nah, beberapa hal ini adalah tentang dan seluk beluk Beasiswa Unggulan.

Komponen Beasiswa Unggulan:
a) Biaya Hidup
Bantuan biaya hidup pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1, S2, dan S3 (asal dibuktikan tidak mampunya dengan foto DpR, Rt, Dpr)
b) Biaya Pendidikan
Membantu sebagian atau seluruh biaya pendidikan pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1, S2, danS3.
c) Biaya Buku
Diberikan kepada peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1, S2, danS3.
d) Biaya Penelitian
Bantuan diberikan guna melakukan penelitian bagi peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1, S2, dan S3.
e) Biaya Transportasi
Membantu sebagian atau seluruh biaya tiket bagi peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1, S2, dan S3 di luar negeri.

Sasaran:
√ Peraih medali Olimpiade Internasional, Nasional, dan Regional
√ Juara lomba tingkat Internasional, Nasional, dan Regional bidang:
   › Sains
   › Teknologi
   › SeniBudaya
   › Olahraga
√ Guru berprestasi dalam berbagai bidang
√ Pegawai/karyawan yang berprestasi dan mendapatkan persetujuan dan diusulkan oleh atasannya.
√ Peorangan berprestasi yang diusulkan dan disetujui lembaganya.
√ Bukan Dosen (reguler)

Syarat dan Dokumen:
Reguler (S1, S2, dan S3) dalam Negeri

BU dalam negeri merupakan beasiswa diberikan kepada putra/putri terbaik bangsa Indonesia baik perorangan/usulan prodi min. akreditasi B untuk melanjutkan studi di jenjang pendidikan S1, S2, dan S3.
1. Syarat Umum meliputi:
a. Isi formulir pendaftaran BU yang tersedia dalam laman: www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id ;
b. Melampirkan kelengkapan dokumen berikut padalaman pendaftaran:
    - Scan/file surat penerimaan perguruan tinggi;
    - Scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Keluarga;
    - File Daftar riwayat hidup (curriculum vitae);
    - Scan ijasah dan transkip nilai terakhir;
    - Scan TOEFL atau sejenisnya yang masih berlaku;
    - File proposal rencana studi, alasan study, rencana tugas akhir dan rincian biaya;
    - Scan/file Surat permohonan BU ke Kepala Biro PKLN, Sekretariat Jenderal, Kemdikbud. 
c. Menyampaikan copy/scan buku rek./tabungan perbankan nasional (bagi yang telah dinyatakan diterima);
2. Syarat Khusus meliputi:
    Usia saat melamar
     - S1: mak. 21 Tahun
     - S2: mak. 35 Tahun
     - S3: mak. 40 Tahun
› Untuk S1, adalah juara ujian nasional tingkat kabupaten/kota/provinsi/nasional;
› Untuk S2 dan S3 memiliki Indeks Prestasi Komulatif terakhir minimum 3.00 dari skala 0-4.00;
› Atau memiliki sertifikat kejuaraan/prestasi pada tingkat perguruan tinggi, atau prestasi lain minimal pada tingkat kabupaten/kota dalam 5 tahun terakhir.

Reguler (S1, S2, dan S3) Luar Negeri
BU Luar Negeri meliputi beasiswa bagi pendaftar perorangan/melalui perguruan tinggi/instansi lain. Proses pembelajaran dilaksanakan di perguruan tinggi luar negeri, baik untuk full degree atau lainnya dengan prioritas program double/joint degree. Perguruan tinggi di luar negeri berkategori baik DIKTI-KEMDIKBUD.

1.Syarat Umum meliputi:
a. Isi formulir pendaftaran BU tersedia dalam laman: www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id;
b. Melampirkan kelengkapan dokumen berikut padalaman pendaftaran:
    - Scan/file surat penerimaan perguruan tinggi tanpa syarat (Unconditional LoA);
    - Scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Keluarga;
    - File Daftar riwayat hidup (curriculum vitae);
    - Scan ijasah dan transkip nilai terakhir;
    - Scan TOEFL atau sejenisnya yang masih berlaku;
    - File proposal rencana studi, alasan prodi yang dipilih, rencana tugas akhir dan rincian biaya;
   - Scan/file Surat permohonan BU ke Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Setjen, Kemdikbud.
   - Menyampaikan copy/scan buku rekening/tabungan perbankan nasional (yang telah dinyatakan diterima);
2. Syarat Khusus meliputi:
› Usia saat melamar:
   - S1: mak. 21 Tahun
   - S2: mak. 32 Tahun
   - S3: mak. 40 Tahun
› Diterima pada salah satu perguruan tinggi di luar negeri pada peringkat 200 terbaik dunia. Atau memiliki sertifikat kejuaraan/prestasi pada tingkat perguruan tinggi, atau prestasi lain minimal pada tingkat kabupaten/kota dalam 5 tahun terakhir;

Pendaftaran:
Pelamar bisa mengajukan permohan sendiri secara online melalui laman Beasiswa Unggulan di sini. Atau mendaftar melalui perguruan tinggi/universitas dengan menyertakan berkas yang diminta. Lihat gambar:

Pendaftaran online secara mandiri:


Pendaftaran dari PTN/S:


Tahun ini pendaftaran Beasiswa Unggulan secara online dibuka hingga 31 Desember 2014. Pertanyaan bisa Anda sampaikan melalui telp: 021-36785148 atau email bu.bpkln@gmail.com. Unduh panduan Beasiswa Unggulan 2014 di sini.
7/04/2014 | 0 komentar | Read More