Showing posts with label BPPDN. Show all posts
Showing posts with label BPPDN. Show all posts

Beasiswa Dosen 2014 – BPPDN Dikti

Buat Anda yang berprofesi sebagai dosen dan ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di dalam negeri, ini dia kesempatan beasiswa dosen 2014 yang bisa diraih. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) membuka kembali beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPPDN) untuk studi di universitas-universitas dalam negeri. Beasiswa terbuka untuk program magister (S2) dan doktor (S3). Selain tenaga dosen tetap, BPPDN juga terbuka bagi tenaga kependidikan, PNS kantor Kopertis, serta PNS kantor pusat Dikti. Ada 49 perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara dan 13 perguruan tinggi swasta (PTS).

Berbeda dari tahun sebelumnya, BPPDN 2014 tidak tersedia bagi calon dosen dan hanya diperuntukkan bagi dosen tetap baik PTN maupun PTS yang telah memiliki NIDN di lingkup Kemdikbud. Para pelamar diharuskan mendaftar secara online melalui website Dikti dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sejumlah komponen biaya disediakan Dikti bagi para dosen yang berhasil memperoleh beasiswa. Bantuan diberikan per semester, di antaranya biaya hidup Rp 12 juta, tunjangan domisili Rp 3 juta, biaya penelitian Rp 4,5 juta untuk master dan Rp 6 juta untuk doktor, biaya buku Rp 3 juta, biaya pendidikan, serta biaya perjalanan sesuai kebutuhan.

Pelamar BPPDN untuk dosen harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/izin dari Kopertis Wilayahnya.

Ketentuan khusus:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang pernah menerima BPPS, BU, atau Beasiswa Luar Negeri Dikti pada jenjang pendidikan pascasarjana yang sama.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada mereka yang sedang menerima beasiswa (yang meliputi: biaya hidup, biaya pembelian buku, biaya penelitian,dan/atau biaya penyelenggaraan pendidikan) yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia. 4. Beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang memulai perkuliahan pada semester gasal (perkuliahan dimulai pada bulan september).
5. Batas usia penerima BPP-DN Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan.
6. Persyaratan IPK tidak diberlakukan untuk BPPDN dosen. Meskipun demikian PPs Penyelenggara pada umumnya memiliki persyaratan IPK pada saat proses penerimaan mahasiswa baru.
7. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 24 bulan untuk program magister (S2) dan 36 bulan untuk program doktor (S3).
8. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
9. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara BPP-DN dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
10. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku.

Mekanisme pendaftaran: 
 a. Mendaftarkan diri sebagai pelamar BPP-DN melalui laman beasiswa.dikti.go.id/bppdn dengan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan.
b. Memastikan daftar riwayat pendidikan pada database PDPT (pdpt.dikti.go.id) telah diisi dengan lengkap dan sesuai dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuh. Jika belum lengkap, disarankan untuk menghubungi instansi asal.
c. Mendaftar ke PPs Penyelenggara yang dituju dengan memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai pelamar PPs tersebut.
d. Mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan Proses Seleksi yang diselenggarakan oleh PPs Penyelenggara tujuan.
e. Melihat hasil Penetapan Penerima BPP-DN yang diumumkan oleh PPs tempat studi.

Pendaftaran BPPDN secara online melalui laman Dikti dibuka hingga 30 Mei 2014 pukul 23:59 WIB.  Penetapan daftar calon penerima BPPDN akan disampaikan Dikti Juli 2014. Silakan unduh panduan BPPDN 2014 di sini. Pertanyaan bisa disampaikan melalui email bppdn.dikti@gmail.com

Selamat mencoba!
4/08/2014 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Pascasarjana untuk Dosen Gelombang ke-2

Bagi para dosen yang belum mengambil beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) gelombang ke-1 2013, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) mengumumkan BPP-DN gelombang ke-2. Beasiswa pascasarjana ini juga ditujukan bagi dosen tetap yang berstatus status sedang studi (on going).

Pendaftaran beasiswa dibuka secara online melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/dn mulai 5 - 26 Juli 2013. Syarat pengajuan BPP-DN gelombang ke-2, pelamar berstatus dosen tetap dan memiliki nomor induk dosen nasional (NIDN). Minat mencoba? Lihat panduan di sini.

Para penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan sejumlah tanggungan biaya, di antaranya biaya hidup, tunjangan biaya domisili, biaya penelitian, biaya buku, biaya pendidikan, dan biaya perjalanan. Komponen biaya tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang di ambil, S2 atau S3, atau beban biaya pendidikan masing-masing program studi. Rincian di sediakan di panduan.

Informasi lebih jauh dapat menghubungi telepon 021-57946053 atau email: bpp-dn@dikti.go.id.
7/07/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa S2 Dalam Negeri untuk Calon Dosen

Bagi Anda yang mencari beasiswa calon dosen untuk jenjang S2 di dalam negeri, Dikti kembali menawarkan beasiswa pascasarjana. Beasiswa S2 ini dikhususkan bagi calon dosen di PTN baru, PTN berkembang, dan PT penerima mandat. Bidang mencakup Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Sosial dan Politik, Administrasi Publik, dan Bimbingan Konseling.

Berikut persyaratannya:
1. Usia 26 tahun untuk S2 terhitung pada 1 September tahun berjalan
2. IPK S1 untuk calon dosen yang meneruskan program magister adalah 3.00
3. Bersedia ditempatkan pada perguruan tinggi (lihat lampiran)

Jika berminat, silakan ajukan aplikasi secepatnya. Pendaftaran dibuka secara online hingga 12 Juli 2013 melalui laman BPP-DN: http://beasiswa.dikti.go.id/dn 

Kuota beasiswa pascasarjana dalam negeri yang ditawarkan Dikti sebanyak 350. Perguruan tinggi penyelenggara, di antaranya UGM, Undip, Unhas, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Sementara, sasaran perguruan tinggi untuk penempatan calon dosen, meliputi Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Trunojoyo, Universitas Bangka Belitung, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Jambi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,  Universitas Pattimura, dan belasan perguruan tinggi lainnya.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dirjen Dikti di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta – 10270, atau via telepon (021) 57946100, email: subdit_pk@dikti.go.id
7/03/2013 | 0 komentar | Read More

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri Dikti

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) alokasi tahun 2013. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap, calon dosen pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta tenaga kependidikan tetap pada perguruan tinggi negeri dan kantor pusat Ditjen Pendidikan Tinggi.

BPP-DN 2013 merupakan penggabungan dua skema beasiswa yang ada sebelumnya, yaitu beasiswa pendidikan pascasarjana (BPPS) dan beasiswa unggulan (BU). Proses seleksi BPP-DN 2013 khusus untuk dosen tidak diperlukan lagi penetapan status oleh perguruan tinggi negeri/Kopertis pemilik dosen. Namun, demikian dosen bersangkutan tetap harus mendapat izin tugas belajar dari perguruan tinggi negeri/Kopertis asal.

Ketentuan Calon Penerima BPP-DN:
Pelamar BPP-DN untuk dosen dan tenaga kependidikan harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN untuk dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari Kopertis Wilayahnya (dapat di lihat di panduan).

Pelamar BPP-DN untuk calon dosen harus menandatangani Perjanjian antara yang bersangkutan dengan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Lampiran 1), yang harus diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju.

Ketentuan khusus lainnya:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang pernah menerima BPPS, BU, atau Beasiswa Luar Negeri Dikti pada jenjang pendidikan pascasarjana yang sama.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada mereka yang sedang menerima beasiswa (yang meliputi: biaya hidup, biaya pembelian buku, biaya penelitian, dan/atau biaya penyelenggaraan pendidikan) yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia.
4. Batas usia penerima BPP-DN
a) Dosen adalah 45 tahun untuk S2 dan 50 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
b) Calon dosen adalah 26 tahun untuk S2, dan 28 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
c) Tenaga kependidikan adalah 40 tahun untuk S2, dan 42 tahun untuk S3 terhitung pada tanggal 1 September tahun berjalan;
5. Persyaratan IPK:
a) Dosen tidak disyaratkan IPK;
b) IPK S1 untuk calon dosen yang meneruskan program magister adalah 3.00 dan IPK S2 untuk calon dosen yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
c) IPK S1 untuk tenaga kependidikan yang meneruskan ke program magister adalah 2.75 dan IPK S2 untuk tenaga kependidikan yang melanjutkan ke program doktor adalah 3.25;
6. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 24 bulan untuk program magister (S2) dan 36 bulan untuk program doktor (S3).
7. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja atau penempatan oleh Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
8. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara BPP-DN dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
9. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku.

Unduh pedoman BPP-DN 2013 di sini untuk mendapatkan petunjuk teknis pengajuan beasiswa sertar formulir yang dibutuhkan.
4/05/2013 | 0 komentar | Read More