Beasiswa S2/S3 di SIIT Thailand Full 2018 - 2019

Sirindhorn International Institute of Technology (SIIT), Thammasat University, Thailand membuka kesempatan beasiswa S2 dan beasiswa S3 bagi mahasiswa internasional berprestasi. Total disediakan 40 beasiswa penuh melalui skema Graduate Scholarship Program for Excellent Foreign Students (EFS). Beasiswa ini selain menyediakan tanggungan biaya kuliah penuh, termasuk penelitian, juga tersedia biaya lain, di antaranya tunjangan hidup bulanan 10.500 Baht untuk program master dan 11.500 Baht untuk program doktor, kemudian tiket pesawat PP ke Thailand, asrama, biaya lain-lain seperti visa, pajak bandara, yang nilainya maksimal 10.000 Baht. Serta asuransi kesehatan dan kecelakaan selama periode beasiswa di Thailand.

Beasiswa S2 dan S3 di SIIT terbuka untuk bidang studi berikut:
• Biochemical Engineering/Biochemistry
• Chemical Engineering/Chemistri
• Civil Engineering
• Computer Engineering/Chemistri
• Civil Engineering
• Computer Engineering/Science
• Electrical Engineering
• Energy Technology/Management
• Engineering Management
• Environmental Engineering/Science/Technology/Management
• Industrial Engineering and Logistics Systems
• Informatin Technology
• Logistics and Supply Chain Systems Engineering
• Management Technology
• Materials Engineering/Science/Technology
• Mechanical Engineering
Persyaratan:
1. Bukan warganegara Thailand
2. Memiliki catatan akademik yang cemerlang (Masuk dalam ranking 20 persen terbaik di kelas)
3. Memenuhi persyaratan masuk di program pascasarjana SIIT 
(www.siit.tu.ac.th/grad_app)
4. Dua surat rekomendasi (Satu surat rekomendasi harus berasal dari pembimbing akademik)
5. Sehat dan memiliki perilaku yang baik
6. Tidak sedang menerima beasiswa lain

Simak juga » Beasiswa Pemerintah Jepang Program S2 dan S3

Dokumen aplikasi:
1. Statement of purpose (sekurangnya satu halaman)
2. Curriculum vitae (CV) atau resume
3. Salinan transkrip akademik (Untuk master minimal IPK S1 2.75, untuk doktor minimal IPK S2 3.50)
4. Salinan sertifikat kemampuan bahasa Inggris
   - TOEFL (PBT 400+, atau CBT 97+, atau IBT 32+) atau
   - IELTS 4.5+ atau
   - TU-GET 400+ atau
   - TOEIC 500+
5. Dua (2) surat rekomendasi 6. Pasfoto terbaru (1 lembar ukuran 1x1.5 inch)
7. Salinan KTP/paspor
8. Makalah penelitian, publikasi, atau sertifikat (jika ada)

Pendaftaran:
Lengkapi dokumen aplikasi yang diperlukan di atas. Bisa dalam format jpeg, jpg, atau PDF. Kemudian ajukan secara online di laman SIIT Admissions. Paling lambat 30 April 2018.

Pengumuman pemenang akan diberitahukan 28 Juni 2018 untuk studi yang dimulai Semester 1 2018 (Agustus 2018. Pertanyaan dapat disampaikan melalui email: admissions@siit.tu.ac.th dan website: www.siit.tu.ac.th. 

Syarat Lanjutan: 
Jika ingin mempertahankan beasiswa (tahun ke dua dan ketiga) kandidat diminta dapat mempertahankan IPK tidak kurang dari 3.25 tanpa nilai “F”, “U”, "NP", dan “W”. Kemudian membuat progress yang baik untuk tesis master maupun disertasi doktor, serta melaporkan perkembangannya setiap semester. Terakhir membantu pekerjaan Institut selama 30 jam per semester, terutama fokus pada pengawasan laboratorium atau memberi les kuliah minimal 6 jam, sisanya tugas pengawasan ujian.
4/19/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa ke Jepang 2019 untuk Riset, S2, S3

Beasiswa Pemerintah Jepang satu ini resmi dibuka kembali. Program Research Student 2019. Memberikan kesempatan mengikuti riset di perguruan tinggi Jepang sekaligus membolehkan melamar ke program gelar (S2, S3) sewaktu menjalani research student.

Pilihan lainnya, pelamar juga dapat langsung masuk ke program gelar tanpa mengikuti tahapan research student, apabila telah mendapatkan izin dari profesor pembimbing di universitas bersangkutan. Nah, bila Anda telah menyelesaikan studi S1/S2 dan berencana melanjutkan pendidikan ke Negeri Sakura, Beasiswa ke Jepang 2019 untuk riset, S2, dan S3 ini layak Anda coba. Tertarik mengikuti? Silakan simak informasi lebih lanjut di bawah.

Beasiswa Pemerintah Jepang 2019 ini ditawarkan melalui Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Monbukagakusho/MEXT) dan dapat dilamar melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.

Program Research Student menawarkan beasiswa penuh ke Jepang. Beasiswa mencakup 100 persen biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan 143.000 Yen per bulan (research students), ¥144.000/bulan (mahasiswa S2), dan ¥145.000/bulan (mahasiswa S3). Selain itu disediakan tiket pesawat PP Indonesia – Jepang, bebas biaya pengurusan visa, serta di beberapa universitas menyediakan asrama. Bagi universitas yang tidak menyediakan asrama, universitas dapat membantu mencarikan tempat tinggal jika dibutuhkan. Biaya dibayarkan dari tunjangan hidup yang diberikan.

Yang menarik juga, Beasiswa Pemerintah Jepang 2019 ini diberikan tanpa ikatan dinas. Ini akan memberikan keleluasaan bagi Anda setelah menyelesaikan program.

Persyaratan:
1. Usia maksimal 34 tahun pada tanggal 1 April 2019 (lahir pada atau setelah 2 April 1984).
2. Lulusan D4/ S1/ S2.
3. Memilih bidang studi yang berada pada rumpun ilmu yang sama dengan bidang studi di jenjang pendidikan sebelumnya.
4. Diutamakan IPK akhir jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3.2
5. Melampirkan salah satu sertifikat kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang, dengan skor diutamakan sbb:
   ● TOEFL-PBT/ITP minimal 570
   ● TOEFL-iBT minimal 80
   ● IELTS minimal 6.5
   ● TOEIC minimal 820
   ● Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level 2/ N2
   (TOEFL Like dan TOEFL Prediction tidak dapat digunakan. NAT-TEST tidak dapat digunakan. Sertifikat TOEFL/ TOEIC yang dapat digunakan untuk mendaftar adalah terbitan dari ETS.)
6. Sehat jasmani dan rohani. Pelamar tidak diperbolehkan dalam keadaan hamil selama proses seleksi berlangsung hingga keberangkatan ke Jepang bagi yang lolos seleksi.
7. Bersedia belajar bahasa Jepang bagi yang belum menguasai bahasa Jepang.
8. Bagi pelamar yang memiliki salah satu kondisi/ situasi berikut, tidak dapat mendaftar beasiswa program ini. Silakan membaca pada link berikut (klik disini -PDF)

Simak juga » Pilihan Beasiswa S2 Terbaru Siap Daftar

Dokumen aplikasi:
1. Lembar print-out e-mail konfirmasi registrasi online, yang berisi nomor ujian pelamar
   (pelajari bagian PROSEDUR PENDAFTARAN poin 1-2).
2. Application Form 2019 (Unduh)
   Isi dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Jepang
   ● Pasfoto berwarna
     Ukuran 3,5 x 4,5 cm. Formal. Latar polos, warna latar bebas.
     Diambil 6 bulan terakhir.
     Tempel pasfoto pada kotak yang tersedia pada setiap application form, bukan di-print atau fotokopi.
3. Placement Preference Application Form 2019 (Unduh)
   Formulir diisi dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang.
4. Field of Study and Research Program Plan 2019 (Unduh)
   Formulir diisi dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Apabila kotak isian pada formulir tidak cukup, silakan gunakan lembar terpisah sebagai tambahannya.
5. Fotokopi Transkrip Nilai jenjang pendidikan terakhir yang dilegalisasi.
   Transkrip nilai harus dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang dan dilegalisasi/dicap basah asli oleh perguruan tinggi pelamar.
6. Fotokopi Ijazah jenjang pendidikan terakhir yang dilegalisasi atau Surat Keterangan Lulus (SKL).
   Ijazah atau SKL harus dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang dan dilegalisasi/dicap basah asli oleh perguruan tinggi pelamar.
7. Surat rekomendasi dari rektor/dekan/ketua jurusan/dosen universitas jenjang pendidikan terakhir (salah satunya saja).
   Surat rekomendasi berisi mengenai pribadi pelamar dan ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Wajib dilampirkan bagi pelamar yang belum maupun sudah bekerja. Format bebas atau gunakan form yang telah tersedia (Unduh).
8. Surat rekomendasi dari atasan atau supervisor bagi yang sedang bekerja.
   Surat rekomendasi berisi mengenai pribadi pelamar dan ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Format bebas atau gunakan form yang telah tersedia (Unduh).
9. Abstrak penelitian/skripsi/tesis jenjang pendidikan terakhir.
   Abstrak ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Jepang.
10. Portofolio hasil karya atau rekaman bagi yang memilih bidang seni atau desain.
11. Fotokopi sertifikat/hasil nilai TOEFL/IELTS/TOEIC/JLPT (lampirkan minimal satu jenis sertifikat).

Pendaftaran:
1. Hanya pelamar yang memenuhi persyaratan saja yang boleh mendaftar. Pelamar melakukan registrasi online terlebih dahulu melalui website berikut: register.beasiswamext.or.id
2. Setelah melakukan registrasi online, Anda akan menerima e-mail konfirmasi. Silakan cetak e-mail tersebut dan harap menyimpan/mengingat “Nomor Ujian” yang Anda terima. Apabila dalam 5 menit Anda tidak menerima e-mail konfirmasi, silakan cek kotak spam pada e-mail Anda.
3. Lengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Daftar dokumen dapat dilihat pada keterangan sebelumnya.
4.  Seluruh dokumen yang sudah dilengkapi dan disusun sesuai urutan dimasukkan ke dalam 1 amplop besar (ukuran bebas). Silakan tulis kode “Research Students 2019” pada kanan atas amplop.
5. Berkas dikirim atau diserahkan langsung ke:

    Bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan)
    Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M.H. Thamrin No. 24. Jakarta 10350

6. Tidak menerima berkas yang dikirim melalui jasa pengiriman ojek online.
7. Berkas sudah harus tiba di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta paling lambat 8 Mei 2018
8. Hanya pelamar dengan dokumen lengkap dan diterima tidak melewati batas waktu yang akan diproses. Dokumen yang telah dikirim ke Kedutaan Besar Jepang tidak dapat dikembalikan dengan alasan apapun.

Catatan:
1. Dokumen dibuat dalam kertas ukuran A4. Apabila tidak memungkinkan, silakan lipat dokumen tersebut menjadi seukuran A4.
2. Dokumen jangan di-steples, jangan dijilid, jangan dilubangi, cukup di-klip agar tidak tercecer, kecuali portofolio.
3. Dokumen dibuat sebanyak 4 bundel (1 bundel asli dan 3 bundel fotokopi) yang disusun sesuai urutan (poin 1 sampai 11).
4. Mohon untuk tidak melampirkan ijazah dan transkrip nilai yang asli. Khusus untuk kedua dokumen ini, yang dimaksud dengan asli yaitu fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi/dicap basah asli oleh perguruan tinggi.
5. Pelamar yang pendidikan terakhirnya adalah pendidikan profesi, mohon untuk melampirkan juga ijazah dan transkrip nilai pendidikan sarjananya.
6. Lengkapi seluruh dokumen yang diperlukan sesuai instruksi. Dokumen yang tidak sesuai instruksi tidak akan diproses.

Tahap seleksi:
I. Tahap Primary Screening
   1. Seleksi Dokumen.
      Pengumuman hasil seleksi dokumen akan ditampilkan di situs Kedutaan Besar Jepang dengan menampilkan “Nomor Ujian” pelamar pada tanggal 31 Mei 2018. Bagi yang lulus seleksi dokumen akan dipanggil untuk mengikuti seleksi ujian tulis.
   2. Ujian Tulis
      Pada tahap ini peserta akan menghadapi ujian bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Ujian diadakan serentak di Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, dan Makassar.
   3. Ujian Wawancara
      Bagi yang lulus seleksi ujian tulis akan dipanggil untuk mengikuti ujian wawancara di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Biaya transportasi dan akomodasi tidak ditanggung oleh Kedutaan Besar Jepang.

II. Tahap Secondary Screening
    1. Bagi yang lulus primary screening akan Kedutaan Besar Jepang rekomendasikan ke Monbukagakusho/MEXT. Berkas peserta akan bersaing dengan berkas peserta dari negara lain pada tahap ini.
    2. Peserta yang telah lulus sampai tahap ini akan diberikan surat keterangan lulus primary screening dan berkas yang telah dicap oleh Kedutaan Besar Jepang, sebagai persyaratan untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari universitas di Jepang.
    3. Peserta yang lulus seleksi akhir (secondary screening) di Monbukagakusho/MEXT akan menjadi penerima beasiswa. Pengumuman final akan diumumkan pada bulan Desember 2018.

Link pencarian universitas:
http://www.jpss.jp/en
http://www.jasso.go.jp/ryugaku/study_j/search/daigakukensaku.html
http://researchmap.jp/search

Kontak:
Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
Email : beasiswa@dj.mofa.go.jp
Web: www.id.emb-japan.go.jp
Telp. (021) 3192-4308
4/18/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Bantuan Hibah Toyota Foundation untuk ASEAN dan Asia Timur

Bulan ini Toyota Foundation kembali mengumumkan program hibah yang ditujukan ke sejumlah negara, yang meliputi ASEAN dan Asia Timur. Skemanya melalui International Grant Program 2018. Peserta dari Indonesia salah satu yang diberi kesempatan.

International Grant Program adalah program hibah Toyota Foundation yang berlangsung di minimal dua negara sasaran selama satu atau dua tahun. Kegiatannya di antaranya mengidentifikasi isu-isu yang dihadapi bersama, melakukan review dengan mensurvey, serta menganalisa situasi di negara sasaran tersebut. Hasil dari kegiatan nantinya diharapkan dapat memberikan solusi atas masalah yang ada, seperti rekomendasi kebijakan, serta menyebarluaskan hasil nyata tersebut.

Pelamar yang berminat nantinya dapat mengajukan proposal proyek kegiatan ke Toyota Foundation. Pelamar bisa berupa tim/kelompok dengan latarbelakang berbeda, terutama yang memiliki pengalaman praktis atau pengetahuan tentang isu-isu yang ada di negara sasaran. Misalnya praktisi, peneliti, pencipta, pembuat kebijakan, wartawan, dan perwakilan media lainnya.

Pelamar dapat memilih kegiatan proyek yang berlangsung satu tahun (Nov 2018 – Okt 2019) atau dua tahun (Nov 2018 – Okt 2020). Untuk proyek yang berlangsung selama satu tahun, bantuan dana hibah yang diberikan sebesar JPY 5.000.000 (sekitar USD 44.500) dan untuk program dua tahun hibah diberikan sebesar JPY 10.000.000 (sekitar USD 89.000).

Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk biaya personil termasuk honorarium, biaya perjalanan, biaya komunikasi, biaya pertemuan termasuk workshop, simposium, dan kegiatan lainnya. Selain itu dapat dimanfaatkan untuk pembuatan materi-materi hasil kegiatan, seperti biaya cetak, editing, serta pembuatan video atau website.

Secara keseluruhan tahun ini, Toyota Foundation menyiapkan 100 juta Yen yang akan dihibahkan kepada para peserta yang terpilih.

Negara Sasaran:
Asia Timur: China, Hong Kong, Japan, Macau, Mongolia, Korea Selatan, Taiwan,
Asia Tenggara: Brunei, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, the Philippines, Singapore, Thailand, Timor-Leste, Vietnam

Pilihan Tema Proyek:
A. Multigenerational and Multicultural Inclusion in Communities
B. Creating New Culture: Toward a Common Platform for Asia
C. Open Field

Simak juga » Daftar Beasiswa S2 Dalam Negeri Terbaru

Persyaratan:
1. Individu-individu di sejumlah negara sasaran dengan pengalaman praktis di bidang-bidang seperti melakukan penelitian, melaksanakan kegiatan, menghasilkan karya-karya kreatif, dan membuat proposal kebijakan.
2. Sebuah tim atau jaringan yang luas menjangkau ke beberapa negara tujuan yang terdiri dari
anggota seperti praktisi, peserta proyek, peneliti, pencipta, pembuat kebijakan, dan wartawan dan perwakilan media lainnya.
3. Mampu melaksanakan proyek dengan beragam jaringan peserta di beberapa
negara sasaran.

Pendaftaran:
Permohonan program hibah Toyota Foundation dilakukan secara online di laman Toyota Foundation. Klik “Star application procedure”. Selanjutnya Anda akan diminta untuk membuat akun terlebih dahulu. Berikutnya periksa email untuk melihat URL pendaftaran online yang telah dikirimkan ke email Anda.

Sebelum memulai pendaftaran online, silakan unduh terlebih dahulu formulir aplikasi yang disediakan di laman Toyota Foundation tersebut. Itu berisi rincian proposal kegiatan dalam bentuk contoh yang nantinya perlu peserta sesuaikan sesuai dengan kegiatan proyek yang diusulkan. Penjelasan lebih lanjut bisa dilihat di panduannya.

Setelah proposal proyek rampung, selanjutnya unggah dokumen tersebut melalui link pendaftaran yang sudah dikirim via email.

Pendaftaran sekaligus pengajuan proposal online dibuka mulai 2 April s/d 15 Juni 2018. Keputusan resmi hasil seleksi akan diumumkan Toyota Foundation pada pertemuan yang diselenggarakan akhir September 2018 dan diberitahukan melalui email pelamar.

Kontak:
Group for International Grants
The Toyota Foundation
Phone: +81 (0)3 3344 1701
Email: asianneighbors@toyotafound.or.jp
4/17/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 – S3 Full di University of Adelaide

Berbeda dari beasiswa S1 yang ditawarkan University of Adelaide dalam bentuk parsial, beasiswa S2 dan beasiswa S3 disediakan full yang mencakup sebagian besar kebutuhan studi bagi peminat internasional yang mendaftar. Skema Adelaide Scholarships International (ASI) adalah program beasiswa di University of Adelaide yang ditawarkan rutin dengan periode pendaftaran tiga kali dalam setahun.

Pertimbangan utama dari pemberian adalah capaian prestasi akademik serta potensi penelitian. Kegiatan ekstrakurikuler tidak menjadi pertimbangan. Tanggungan biaya kuliah diberikan selama dua tahun bagi kandidat terpilih yang mengambil gelar Master Degree by Research dan tiga tahun untuk gelar Doctoral Research Degree. Perpanjangan beasiswa dapat dilakukan bagi pelamar yang mengambil gelar doktor.

Selain biaya kuliah, disediakan pula biaya hidup $ 26.288 per tahun dengan jangka waktu dua tahun untuk beasiswa S2 dan tiga tahun untuk S3. Perpanjangan tanggungan biaya hidup dimungkinkan bagi pelamar program doktor.

Jika peraih beasiswa memegang visa subclass 500 juga memperoleh asuransi kesehatan, termasuk untuk pendamping dan tanggungan yang ditetapkan sesuai standar Overseas Student Health Cover (OSHC) Worldcare.

Persyaratan:
1. Lulus sarjana dengan predikat First Class Honours (cumlaude)
2. Memiliki prestasi akademik dan potensi riset
3. Mampu berbahasa Inggris
4. Bukan warganegara atau penduduk tetap Australia dan New Zealand
5. Mendaftar di University of Adelaide sebagai mahasiswa internasional dan harus mempertahankan status tersebut
6. Tidak memenuhi syarat jika tengah menjalani kuliah di University of Adelaide, kecuali dapat membuktikan jika ia tidak bisa mendaftar di periode sebelumnya.
7. Peraih beasiswa harus memulai studi pada semester di mana beasiswa ditawarkan
8. Pelamar yang telah mendaftar dan layak dipertimbangkan, namun belum berhasil diterima, maka secara otomatis akan dipertimbangkan untuk periode berikutnya (maks 2 putaran).
9. Tidak mendapatkan beasiswa lain dari Commonwealth of Australia, University of Adelaide, atau sponsor di luar negeri (misal pemerintah).

Umumnya pelamar yang berhasil memenangkan beasiswa ASI adalah mereka yang telah menyelesaikan program master dengan penelitian yang signifikan serta memiliki beberapa publikasi, kerja relevan, serta pengalaman di penelitian.

Simak juga » Beasiswa S2 untuk Keluarga Tak Mampu

Dokumen aplikasi:
1. Bukti status kewarganegaraan (paspor)
2. Salinan ijazah
3. Transkrip akademik
4. Terjemahan dokumen ke bahasa Inggris
5. Bukti kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS)
6. Proposal riset menggunakan format yang disediakan
7. Curriculum vitae
8. Dokumen pendukung

*Secara umum skor IELTS yang diminta minimum 6.5. TOEFL: PBT 575, IBT 79.

Pendaftaran:
Pemohon bisa mendaftar secara online melalui laman University of Adelaide. Jika Anda baru pertama kali mendaftar, silakan buat akun terlebih dahulu. Pelamar bisa mengajukan pendaftaran mahasiswa sekaligus permohonan beasiswa. Tidak diperlukan aplikasi terpisah. Pelamar akan secara otomatis dipertimbangkan untuk setiap beasiswa yang tersedia yang mereka memenuhi syarat. Berbeda dari universitas lainnya, pelamar internasional tidak dikenakan biaya pendaftaran ke University of Adelaide.

Langkah-langkah yang ditempuh, di antaranya, pelamar memilih institusi, menetapkan program studi, melihat persyaratan di masing-masing program, mengidentifikasi area penelitian dan pembimbing, kemudian mengirimkan aplikasi. Jika terpilih, pelamar akan memperoleh tawaran dan merampungkan pendaftaran.

Pendaftaran beasiswa periode pertama berakhir 31 Agustus 2017 untuk perkuliahan semester 1 2018, deadline periode kedua 31 Januari 2018 untuk perkuliahan yang dimulai Agustus 2018, dan periode ketiga paling lambat 30 April 2018 untuk perkuliahan November 2018. Beasiswa University of Adelaide ini dapat dipertimbangkan untuk beasiswa di Australia yang layak diikuti.
4/10/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Pendaftaran Beasiswa S3 Dalam Negeri Kemenag 2018 – 2019

Program 5000 Doktor yang dicanangkan Kementerian Agama RI (Kemenag) saat ini terus berlanjut dengan dibukanya pendaftaran-pendaftaran beasiswa baru yang ditujukan bagi pelamar yang ingin meneruskan pendidikan doktor (S3), baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu beasiswa yang mulai dibuka adalah beasiswa S3 dalam negeri 2018 – 2019 yang disediakan full serta bantuan penyelesaian pendidikan (BPP) S3 bagi yang sedang menjalani studi doktor di dalam negeri.

Beasiswa S3 dalam negeri Kemenag memberi kesempatan bagi dosen maupun tenaga kependidikan yang bekerja pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta pegawai Kementerian Agama yang ingin melanjutkan studi S3 pada perguruan tinggi berkualitas di dalam negeri.

Beasiswa S3 Kemenag yang juga dikenal dengan Mora Scholarship ini akan memberikan tanggungan biaya studi (tuition fee) pada perguruan tinggi tujuan sesuai dengan besaran yang berlaku di kampus tersebut. Selain itu, penerima beasiswa Kemenag juga akan memperoleh tunjangan biaya hidup (living cost) selama studi berlangsung. Bantuan beasiswa S3 dalam negeri Kemenag ini diberikan selama 3 tahun (6 semester).

A. Beasiswa S3 Dalam Negeri
Kementerian Agama telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi baik PTKI maupun PTU. Daftar perguruan tinggi dapat diakses pada saat pendaftaran.

Sasaran Beasiswa:
1. Dosen PNS Kementerian Agama minimal telah bekerja selama dua tahun yang bertugas di:
   a. PTKI Negeri
   b. Diperbantukan pada PTKI Swasta, atau
   c. Diperbantukan pada PTU Negeri
2. Dosen tetap Non-PNS yang bertugas pada PTKIN (minimal telah bekerja dua tahun)
3. Dosen tetap yayasan penyelenggara PTKIS (minimal telah bekerja dua tahun)
4. Dosen tetap (PNS/Non-PNS) pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam pada PTU (minimal telah bekerja dua tahun)
5. Dosen Islamic Studies pada Fakutas Agama Islam pada PTU (minimal telah bekerja dua tahun)
6. PNS pada PTKIN dan PNS Kementerian Agama

Persyaratan Umum:
1. Memiliki gelar magister (S2) dari program studi yang telah terakreditas oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)
2. Bidang studi yang akan diambil nyata-nyata penting untuk pengembangan program studi di institusi yang bersangkutan
3. Bersedia menandatangani kontrak beasiswa
4. Usia maksimal 47 tahun pada saat registrasi akun
5. Melakukan registrasi online pada laman scholarship.kemenag.go.id

Persyaratan Khusus:
1. Surat Permohonan Beasiswa Program Doktor yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam, di atas materai Rp 6.000,-
2. Fotocopy (FC) KTP
3. FC ijazah S2 yang dilegalisir
4. FC transkrip nilai ijazah S2
5. FC Kartu Pegawai (bagi PNS)
6. Izin dari Atasan (bagi dosen surat izin dari Dekan atau Ketua Sekolah Tinggi; bagi PNS non Dosen izin dari Direktur, Sekretaris Direktorat Jenderal, Kepala Pusat, Kepala Biro, Kepala Kantor, atau Kepala Madrasah)
7. FC SK Jabatan Akademik terakhir bagi dosen atau SK Kepangkatan terakhir bagi PNS non-dosen
8. Pasfoto berwarna 4 x 6 sebanyak 3 eksemplar
9. Surat pernyataan tentang: 1. Keaslian dokumen, 2. Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain, dan 3. Kesediaan mematuhi peraturan (format surat dapat diunduh)
10. Sut Pernyataan kesediaan untuk kembali bertugas dan mengabdi pada tempat tugas asal minimal dua kali masa tugas belajar (n) plus satu tahun (2n+1), terhitung setelah kelulusan, download surat pernyataan

Simak juga » Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi (S1, S2, S3)

B. Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP)
Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen dan PNS pada PTKIN atau Kementerian Agama yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian studi di kampus yang terakreditas A atau B. Bantuan berupa uang yang besarannya ditentukan kemudian dan diberikan dalam sekali bayar.

Sasaran BPP:
1. Dosen PNS Kementerian Agama yang bertugas di:
   a. PTKI Negeri
   b. Diperbantukan pada PTKI Swasta, atau
   c. Diperbantukan pada PTU Negeri
2. Dosen tetap Non-PNS yang bertugas pada PTKIN
3. Dosen tetap yayasan penyelenggara PTKIS
4. PNS pada PTKIN dan PNS Kementerian Agama

Persyaratan Khusus:
1. Surat Permohonan Bantuan Penyelesaian Pendidikan yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam di atas matera Rp 6.000,-
2. Foto copy (FC) KTP
3. FC Ijazah S2 yang dilegalisir
4. FC transkrip nilai ijazah S2
5. FC Kartu Pegawai (bagi PNS)
6. Surat Keterangan Mahasiswa Program Doktor (S3) dari pemimpin Program Pascasarjana tempat studi
7. FC transkrip nilai program doktor (S3)
8. Surat Keterangan sebagai dosen tetap pada PTKIS yang ditandatangani oleh pejabat Kopertasi (bagi dosen tetap yayasan penyelenggara PTKIS)
9. Surat Keterangan sedang menyusun disertasi dari salah seorang pembimbing disertasi
10. Pasfoto berwarna 4 x 6 sebanyak 3 eksemplar
11. Surat keterangan telah selesai ujian komprehensif dan/atau ujian pendahuluan/ujian tertutup dari Program Pascasarjana

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa S3 Dalam Negeri Kemenag 2018 – 2019 dan permohonan BPP dibuka mulai 10 April s/d 31 Mei 2018. Pengajuan beasiswa dilakukan secara online di laman scholarship.kemenag.go.id

Buat akun terlebih dahulu. Kemudian konfirmasi via email. Selanjutnya siapkan dokumen aplikasi seperti yang diminta pada persyaratan khusus di atas, lalu unggah dan kirim melalui akun yang sudah dibuat.

Anda dapat mengunduh terlebih dahulu berbagai formulir yang dibutuhkan untuk kelengkapan aplikasi di laman tersebut.

Pemohon Beasiswa Program Doktor Dalam Negeri pada kampus PTU (negeri maupun swasta, kecuali yang Islamic studies) wajib mendaftarkan diri ke kampus PTU tujuan dengan memenuhi persyaratan pendaftaran yang ditetapkan oleh PTU masing-masing.

Simak juga » Beasiswa S2, S3 Pemerintah Malaysia 2018 - 2019

Jadwal seleksi:
Pendaftaran: 10 April 2018 s/d 31 Mei 2018
Pengumuman lulus administrasi: 8 Juni 2018
Ujian tulis dan wawancara: 27 - 28 Juni 2018 (khusus untuk PTKI)
Ujian wawancara: 4 Juli 2018 (Khusus untuk PTU)
Pengumuman kelulusan: 20 Juli 2018
Registrasi ulang: 25 - 31 Juli 2018 (Khusus untuk PTKI. Untuk PTU menyesuaikan jadwal kampus masing-masing).
4/09/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Pemerintah Italia 2018 – 2019 Jenjang S2, S3 dan Riset

Penawaran Beasiswa Pemerintah Italia mungkin tak seramai beasiswa Pemerintah Inggris atau beasiswa Pemerintah Jerman yang memiliki peminat banyak setiap tahunnya. Tapi, negeri Pisa ini juga tak mau kalah menawarkan program beasiswa bagi mahasiswa luar negeri yang ingin lanjut studi di Italia. Pelamar dari Indonesia salah satu yang diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Pemerintah Italia 2018 – 2019 ini.

Melalui Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Italia (MAECI), beasiswa diberikan dalam bentuk hibah yang nantinya dapat dipergunakan untuk membiayai studi master (S2), PhD (S3), serta riset singkat yang berlangsung di universitas-universitas Italia atau lembaga-lembaga riset. Selain itu tersedia juga program pelatihan bahasa dan kebudayaan Italia untuk beberapa bulan.

Penerima beasiswa Pemerintah Italia ini akan mendapatkan tunjangan sebesar 900 Euro setiap bulan yang dibayarkan langsung ke rekening bank Italia mereka. Selain tunjangan bulanan, juga disediakan asuransi kesehatan dan kecelakaan dari MAECI selama durasi program beasiswa. Tidak itu saja penerima beasiswa dapat dibebaskan dari biaya pendaftaran dan biaya kuliah. Tergantung kebijakan dari universitas.

Beasiswa S2, S3, dan riset diberikan selama 6 bulan atau 9 bulan. Beasiswa dapat diperpanjang kembali dan diusulkan di tahun berikutnya dengan melihat kinerja akademik atau capaian prestasi yang diraih. Untuk beasiswa kursus bahasa dan kebudayaan Italia durasi beasiswa berlangsung selama 3 bulan.

Persyaratan:
1.Aplikasi hanya bisa diajukan oleh mahasiswa luar negeri yang tidak menetap di Italia dan oleh warganegara Italia yang tinggal di luar negeri (IRE) serta memenuhi syarat akademik yang diperlukan untuk mendaftar ke universitas/institut Italia
2. - Pelamar jenjang master, perguruan tinggi program Seni, Musik, dan Dance (AFAM), atau kursus bahasa dan kebudayaan Italia, usia tidak boleh lebih dari 28 tahun hingga deadline pendaftaran, kecuali perpanjangan (beasiswa).
   - Pelamar program PhD usia tidak boleh lebih dari 30 tahun hingga batas deadline, kecuali perpanjangan
   - Pelamar proyek riset di bawah asuhan akademik tidak boleh lebih dari 40 tahun hingga batas deadline.
3. Pelamar harus menyertakan sertifikat kemahiran dalam bahasa Italia. Syarat level minimum adalah B2 dalam Kerangka Acuan Umum Eropa untuk Bahasa (CEFR)

Bukti keterampilan bahasa Italia tidak diperlukan untuk perkuliahan yang menggunakan bahasa Inggris.

Baca juga » Beasiswa S1dan S2 di K'ARTS Korea

Pendaftaran:
Pengajuan Beasiswa Pemerintah Italia 2018 – 2019 dilakukan secara online di laman Study in Italy (Unduh). Anda bisa melengkapi formulir pendaftaran dan mengajukan aplikasi secara online. Teknisnya tertera di panduan. Batas pendaftaran adalah 30 April 2018.

Aplikasi akan dinilai oleh komite yang ditunjuk oleh Kedutaan Italia di negara asal pelamar. Pihak kedutaan nantinya akan mengumumkan hasil seleksi serta para pemenang beasiswa.
4/07/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Pemerintah Malaysia 2018 - 2019 (S2, S3, Postdoktoral)

Program beasiswa luar negeri satu ini sudah tak asing lagi di kalangan pemburu beasiswa mancanegara. Malaysian International Scholarship (MIS). Skema beasiswa penuh yang disediakan langsung oleh Pemerintah Malaysia 2018 - 2019 bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi S2, S3, dan postdoktoral di universitas-universitas Malaysia.

Di 2018, beasiswa Pemerintah Malaysia atau MIS hampir sama dengan tahun sebelumnya. Sasaran beasiswa MIS adalah mahasiswa-mahasiswa berprestasi dan berbakat yang tidak saja memiliki catatan prestasi akademik, tapi juga latarbelakang keterampilan.

Jika terpilih, sejumlah fasilitas sudah menunggu. Beasiswa akan menanggung biaya kuliah penuh di universitas Malaysia, diberikan tunjangan hidup bulanan, tunjangan buku dan perjalanan lokal, asuransi kesehatan, biaya instalasi, tunjangan penelitian, hingga tiket pesawat ke Malaysia.

Ada sekitar 29 universitas di Malaysia yang menjadi pilihan lokasi studi untuk program MIS 2018 - 2019. Beberapa di antaranya: Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Malaya (UM), Universiti Teknologi Mara (UiTM), Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM/IIUM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP), Universiti Teknologi Petronas (UTP), Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Multimedia University (MMU), International Centre For Education In Islamic Finance (INCEIF), University Malaysia Sabah (UMS), University Malaysia Sarawak (UNIMAS), University Malaysia Kelantan (UMK), University Malaysia Pahang (UMP), Universitas Sultan Zainal Abidin (UNISZA), dan universitas lainnya.

Area Studi Prioritas:
1. Science and Engineering
2. Biotechnology
3. Agriculture and Fisheries
4. Biosecurity and Food Safety
5. Economics and Islamic Finance
6. Infrastructure and Utility
7. Information and Communication
8. Environmental Studies Technology
9. Health Science excluding dentistry, nursing, medicine, clinical pharmacy.

Kriteria dan Persyaratan:
1. Usia tidak lebih dari 40 tahun (pascasarjana) dan 45 tahun (postdoktoral).
2. Memperoleh IPK minimal 3.5/4.0 bagi pelamar Master dan 3.5/4.0 bagi pelamar PhD. Selain itu, untuk program postdoktoral, seleksi akan dievaluasi berdasarkan jumlah publikasi yang dihasilkan, jurnal, portofolio, dan hak paten. Kandidat postdoktoral harus memiliki reputasi yang sangat baik dalam penelitian dan memiliki pengetahuan yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan.
3. Mahir berbahasa Inggris yang dibuktikan dengan IELTS atau TOEFL tidak lebih dari dua tahun terakhir. Skor minimum yang diperlukan: skor IELTS minimal 6,5; atau TOEFL PBT minimal 580; CBT 230: atau IBT TOEFL minimal 92.
4. Kondisi kesehatan yang prima dan disahkan oleh dokter bersertifikat/medis profesional. Biaya pemeriksaan kesehatan ditanggung oleh pelamar.
5. Menulis proposal yang relevan pada bidang studi yang diambil.
6. Telah mendaftar dan diterima masuk ke studi pascasarjana dan postdoktoral di Malaysia (Conditional Letters of Offer bisa diterima saat pendaftaran atau ada konfirmasi penerimaan atau afiliasi dengan universitas di Malaysia).

Simak juga » Beasiswa LPDP Full untuk S2, S3, dan Riset

Dokumen aplikasi:
1. Formulir Detail Diri (Unduh)
2. Pasfoto ukuran paspor terbaru
3. Laporan pemeriksaan kesehatan lengkap
4. Copy ijazah dan transkrip akademik dilegalisir
5. Copy sertifikat keterampilan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) dilegalisir
6. Curriculum Vitae
7. Surat penerimaan dari Universitas Malaysia (jika ada)
8. Formulir pengesahan (Unduh)

Ctt: Terjemahan dokumen dalam bahasa Inggris harus ikut dilampirkan bila dokumen aslinya berbahasa Indonesia atau yang lain.

Pendaftaran:
Pertama, siapkan semua dokumen aplikasi yang diminta di atas. Selanjutnya bawa ke Kemenristekdikti untuk dilakukan pengesahan. Formulir pengesahan disahkan langsung oleh Kemenristekdikti.

Informasi pengesahan silakan datang ke:

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti
Gedung D Lt 7, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10270, Indonesia
E-mail: Layin.belmawa@ristekdikti.go.id

Setelah dilakukan pengesahan, selanjutnya serahkan atau kirim dokumen aplikasi tersebut ke Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta di alamat berikut:

EMBASSY OF MALAYSIA
Education Malaysia Indonesia
Jl. H.R. Rasuna Said,
Kav. X/6, No. 1-3, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

Dokumen aplikasi diterima paling lambat 15 April 2018. Kandidat yang terpilih akan diberitahu melalui email. Sekedar diketahui, pendaftaran ke universitas di Malaysia merupakan tanggung jawab masing-masing pelamar. Anda bisa mengunjungi website universitasnya untuk informasi pendaftaran. Lihat penjelasannya di panduan Beasiswa Pemerintah Malaysia 2018 (Unduh)

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa Terbaru S1, S2, S3 2018 - 2019

Kriteria Seleksi:
1. Capaian prestasi akademik yang tinggi
2. Kualitas proposal penelitian dan potensi kontribusi menuju kemajuan teknologi dan kesejahteraan manusia

Kontak:

Ministry of Higher Education Malaysia
Scholarship Division
Level 2, No 2, Tower 2,
Jalan P5/6, Precint 5
62200 Putrajaya
Tel: +603-88706000
Fax: 603-88844701
Web: www.mohe.gov.my/penajaan/antarabangsa/mis
3/29/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud Jenjang S2, S3

Salah satu program Beasiswa Unggulan Kemdikbud lainnya yang juga tengah dibuka adalah Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud. Beasiswa ini menawarkan beasiswa penuh jenjang S2 dan S3 bagi PNS di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui mekanisme tugas belajar. Baik studi yang berlangsung di dalam negeri maupun di luar negeri.

Biasanya komponen Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud di dalam negeri meliputi biaya pendidikan (at cost), biaya hidup, penelitian, biaya buku, biaya transportasi tujuan studi, serta tunjangan kedatangan. Jika mengajukan Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud untuk studi di luar negeri, selain ditanggung komponen biaya tersebut, juga disediakan biaya visa serta asuransi.

Persyaratan:
Jenjang S2:
1. Maksimal 37 Tahun
2. IPK S1 minimal 3.00
3. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0 untuk tujuan dalam negeri, sedangkan untuk luar negeri TOEFL ITP 550/IBT 79, IELTS 6.5

Jenjang S3:
1. Maksimal 40 Tahun
2. IPK S2 minimal 3.25
3. TOEFL ITP 450/IBT 45, IELTS 5.0 untuk tujuan dalam negeri, sedangkan untuk luar negeri TOEFL ITP 550/IBT 79, IELTS 6.5

Ketentuan:
1. Mempunyai Sasaran Kerja Pegawai (SKP) minimal 1 tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik;
2. Tidak sedang:
   a. Menjalani cuti di luar tanggungan negara;
   b. Melaksanakan tugas secara penuh di luar instansi induknya;
   c. Menjalani hukuman karena melakukan tindak pidana kejahatan;
   d. Mengajukan keberatan ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) atau upaya
   e. hukum (gugatan) ke pengadilan terkait dengan penjatuhan hukuman disiplin;
   f. Dalam proses penjatuhan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat;
   g. Menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat;
   h. Dalam proses perkara pidana, baik tindak pidana kejahatan maupun pelanggaran;
   i. Melaksanakan kewajiban ikatan dinas setelah tugas belajar;
   j. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan penjenjangan;
3. Tidak pernah:
   a. Gagal dalam tugas belajar yang disebabkan oleh kelalaiannya;
   b. Dibatalkan mengikuti tugas belajar karena kesalahannya.

Simak juga » Daftar Beasiswa S2 di Luar Negeri

Dokumen aplikasi: 
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP).
2. LoA Unconditional.
3. ljazah dan transkrip nilai terkahir.
4. Sertifikat TOEFL/IELTS.
5. Proposal rencana studi.
6. Surat rekomendasi dari pejabat unit utama  atau setingkat eselon II.
7. Surat pernyataan pegawai Kemendikbud (Unduh).
8. Surat keterangan sehat.
9. SKP. 

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud dilakukan secara online melalui laman Beasiswa Unggulan: buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Setelah mendaftar, Anda perlu mengajukan dokumen aplikasi yang diminta di atas secara online di laman tersebut.

Pendaftaran online dan pengajuan berkas dibuka mulai 20 Maret s/d 19 April 2018. Seleksi tahap 1 dan 2 dilakukan pada 20 April s/d 14 Mei 2018.

Pengumuman Hasil Seleksi yang lulus akan diumumkan pada 15 Mei 2018 melalui email dan akun masing-masing pelamar.

Kontak:
Sekretariat Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Sekretariat Jenderal Kemendikbud
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
t: 021-5711144 (ext. 2616)
e: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id
3/26/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Unggulan 3T Program S1, S2, S3 untuk Daerah Tertinggal

Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memiliki beasiswa yang khusus ditujukan bagi yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namanya Beasiswa Unggulan 3T. Seperti halnya Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi, Beasiswa Unggulan 3T juga menawarkan program beasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Juga dibuka umum, hanya saja ditujukan bagi mereka yang berdomisili di daerah yang masuk kategori 3T.

Bila Anda termasuk yang berdomisili di daerah 3T (daftarnya tertera di bawah), Beasiswa Unggulan 3T ini lebih cocok Anda lamar. Pelamar bisa siapa saja,  namun tidak ditujukan untuk dosen. Bila Anda saat ini baru diterima di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, bisa mendaftar. Atau yang sudah berstatus sebagai mahasiswa dan maksimum duduk di semester 2, juga diberi kesempatan mengajukan Beasiswa Unggulan 3T.

Program Prioritas Beasiswa Unggulan 3T 2018:
1. Pendidikan (Pendidikan PAUD, Pendidikan PGSD),
2. Kurikulum dan Pedadogi,
3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan,
4. Perfilman,
5. Seni Pertunjukan,
6. Seni Musik,
7. Kebudayaan,
8. Perpustakaan,
9. Arkeologi (Permuseuman),
10. Teknologi Informasi,
11. Kebijakan Publik,
12. Pariwisata
13. Industri Kreatif,
14. Teknologi Pangan,
15. MIPA,
16. Maritim,
17. Pertanian, dan
18. Energi

Simak juga » Beasiswa S2 Terbaru 2018 - 2019

Persyaratan:
A. Beasiswa Jenjang S1:
1) Mahasiswa Baru
   1. Maksimal 25 Tahun
   2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
   3. Memiliki prestasi yang ditunjukan dalam bentuk sertifikat, plakat atau hal lain yang dapat dibuktikan kebenarannya berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir

2) Mahasiswa On-Going
   1. Maksimal 25 Tahun
   2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
   3. IPK minimal 3.25 pada skala 4.0
   4. Memiliki prestasi yang ditunjukan dalam bentuk sertifikat, plakat atau hal lain yang dapat dibuktikan kebenarannya berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
Beasiswa jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS.

B. Beasiswa Jenjang S2:
1) Mahasiswa Baru
   1. Maksimal 32 Tahun
   2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
   3. IPK S1 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
   4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
   5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
   6. Peraih juara peringkat 5 besar

2) Mahasiswa On-Going
   1. Maksimal 32 Tahun
   2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
   3. IPK S1 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
   4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
   5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
   6. Peraih juara peringkat 5 besar

C. Beasiswa Jenjang S3:
1) Mahasiswa Baru
   1. Maksimal 37 Tahun
   2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
   3. IPK S2 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
   4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
   5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
   6. Peraih juara peringkat 5 besar

2) Mahasiswa On-Going
   1. Maksimal 37 Tahun
   2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
   3. IPK S2 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
   4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
   5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
   6. Peraih juara peringkat 5 besar

Simak juga » Beasiswa S2, S3 Pemerintah Austalia 2018 - 2019

Dokumen aplikasi:
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2. Kartu Tanda Mahasiswa (khusus On-Going)
3. LoA Unconditional (Untuk On-Going ganti dengan surat tanda aktif kuliah)
4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir (Khusus On-Going)
5. ljazah dan transkrip nilai terakhir
6. Sertifikat TOEFL/IELTS (TOEFL/IELTS untuk S1 tidak diwajibkan)
7. Proposal rencana studi (rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi, topik apa yang akan ditulis dalam skripsi/tesis/disertasi, deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan dilakukan selama studi dan bagaimana implementasi hasil studi di masyarakat)
8. Surat rekomendasi dari civitas akademik atau institusi terkait (Unduh)
9. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain (Unduh)
10. Sertifikat prestasi minimal tingkat kabupaten
11. Essay menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul: "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia" ditulis sebanyak 3-5 ha la man pada kertas A4 dengan format huruf Times New Roman ukuran huruf 12 dengan spasi 1.5 lines.

* Daftar Daerah 3T Beasiswa Unggulan (Unduh)

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Unggulan 3T Kemdikbud 2018 – 2019 dilakukan secara online di laman: buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Silakan buat akun terlebih dahulu, dan unggah dokumen aplikasi seperti yang diminta di atas. Pendaftaran dibuka mulai 20 Maret s/d 19 April 2018. Seleksi tahap 1 dan 2 dilakukan pada 20 April s/d 14 Mei 2018. Pengumuman hasil seleksi final akan diberitahukan kepada pelamar pada 15 Mei 2018 melalui email dan akun yang dimiliki.

Kontak:
Sekretariat Program Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C Lantai 6 Jl Jenderal Sudirman
Senayan - Jakarta, 10270
T: (021) 57-111-44 ext.2616
E: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id
3/24/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk S1, S2, S3

Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memiliki beragam variasi beasiswa. Selain Beasiswa Unggulan Pegawai Kemdikbud. Yang satu ini tak kalah menariknya. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi. Namanya lebih spesifik untuk membedakan Beasiswa Unggulan yang satu dengan lainnya.

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ditujukan bagi masyarakat berprestasi di segala bidang, terutama calon mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa aktif maksimal semester 2. Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ditujukan bagi pelamar umum dan tidak diprioritaskan bagi dosen.

Beasiswa yang ditawarkan ditujukan untuk program gelar S1, S2, dan S3. Bila Anda saat ini telah diterima di perguruan tinggi dalam negeri dengan akreditasi perguruan tinggi minimal B, Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi ini sayang untuk dilewatkan. Begitupun dengan Anda yang sudah berstatus mahasiswa aktif dan maksimal semester 2, Anda juga bisa mendaftar. Jadi, pelamar bisa berasal dari mahasiswa baru atau mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan (on going).

Beasiswa yang diberikan untuk program gelar S1, S2, dan S3 dapat berupa biaya pendidikan (tuition fee), biaya hidup, dan biaya buku.

Pada 2018, Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan prioritas pada sejumlah bidang keilmuan, yakni:

1. Pendidikan (Pendidikan PAUD, Pendidikan PGSD),
2. Kurikulum dan Pedadogi,
3. Manajemen dan Kebijakan Pendidikan,
4. Perfilman,
5. Seni Pertunjukan,
6. Seni Musik,
7. Kebudayaan,
8. Perpustakaan,
9. Arkeologi (Permuseuman),
10. Teknologi Informasi,
11. Kebijakan Publik,
12. Pariwisata
13. Industri Kreatif,
14. Teknologi Pangan,
15. MIPA,
16. Maritim,
17. Pertanian, dan
18. Energi.

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa 2018 - 2019 untuk S1, S2, S3

Persyaratan: 
Jenjang S1:
▪ Mahasiswa Baru:
1. Maksimal 22 Tahun
2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
3. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
4. Peraih juara peringkat 5 besar

▪ Mahasiswa On-Going:
1. Maksimal 22 Tahun
2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
3. IPK minimal 3.25 pada skala 4.0
4. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
5. Peraih juara peringkat 5 besar

Beasiswa jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS.

Jenjang S2: 
▪ Mahasiswa Baru: 
1. Maksimal 32 Tahun
2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
3. IPK S1 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar

▪ Mahasiswa On-Going:
1. Maksimal 32 Tahun
2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
3. IPK S1 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar
 

Jenjang S3:
Mahasiswa Baru:
1. Maksimal 37 Tahun
2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B
3. IPK S2 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar

Mahasiswa On-Going:
1. Maksimal 37 Tahun
2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah
3. IPK S2 minimal 3.25 pada pada skala 4.00 baik mahasiswa baru maupun on-going
4. Skor TOEFL ITP minimal 500/IBT 61, atau skor IELTS minimal 5.5
5. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir
6. Peraih juara peringkat 5 besar

Simak juga » Beasiswa LPDP S2, S3, dan Riset (FULL)

Dokumen aplikasi S1, S2, S3:
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2. Kartu Tanda Mahasiswa (khusus On-Going)
3. LoA Unconditional (Untuk On-Going ganti dengan surat tanda aktif kuliah)
4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir (Khusus On-Going)
5. ljazah dan transkrip nilai terakhir
6. Sertifikat TOEFL/IELTS (TOEFL/IELTS untuk S1 tidak diwajibkan)
7. Proposal rencana studi (rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi, topik apa yang akan ditulis dalam skripsi/tesis/disertasi, deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan dilakukan selama studi dan bagaimana implementasi hasil studi di masyarakat)
8. Surat rekomendasi dari civitas akademik atau institusi terkait (Unduh)
9. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain (Unduh)
10. Sertifikat prestasi minimal tingkat kabupaten
11. Esai menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul: "Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia" ditulis sebanyak 3-5 halaman pada kertas A4 dengan format huruf Times New Roman ukuran huruf 12 dengan spasi 1.5 line

Pendaftaran:
Pelamar yang berminat mengajukan Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi untuk jenjang S1, S2, dan S3 dapat mendaftar secara online.

Lakukan pendaftaran di laman: buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

Berikutnya unggah dokumen aplikasi beasiswa yang diminta sesuai tertera di atas. Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2018 untuk program gelar ini dibuka mulai 20 Maret s/d 19 April 2018. Seleksi tahap 1 dan 2 mulai 20 April s/d 14 Mei 2018. Pengumuman hasil seleksi akan disampaikan pada 15 Mei 2018.

Kontak:
Sekretariat Program Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Sekretariat Jenderal Kemendikbud
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Telp. 021-5711144 (ext. 2616)
www.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id
Email: beasiswa.unggulan@kemdikbud.go.id
3/23/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa S3 IASP di Austria untuk Dosen Kemenristekdikti

Selain skema Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI), ada beberapa pilihan beasiswa lainnya yang ditujukan bagi para dosen perguruan tinggi lingkup Kemenristekdikti yang ditawarkan rutin. Salah satunya Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP). Beasiswa IASP adalah beasiswa S3 hasil kerjasama pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti dan Austria melalui OeAD-GmbH. Beasiswa ini ditujukan bagi dosen yang ingin melanjutkan studi doktornya di universitas-universitas terbaik yang ada di Austria.

Durasi beasiswa berlangsung selama 3 tahun (36 bulan), menanggung sejumlah biaya yang dibutuhkan oleh penerima beasiswa, di antaranya uang pembinaan 1.000 euro per bulan, akomodasi, asuransi kesehatan dan kecelakaan, uang kuliah, tiket keberangkatan dan kepulangan, buku, dan tunjangan keluarga maksimal satu orang anak.

Persyaratan:
1. Dosen tetap Perguruan Tinggi (memiliki NIDN) di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
2. Mendapat izin dari pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan dan/atau dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing (bagi dosen tetap PTS)
3. Memiliki gelar S2 atau setara dengan tahun kelulusan selambat-lambatnya tahun 2012
4. Tidak untuk mendapat gelar kedua dalam strata yang sama
5. Menguasai bahasa Inggris, dibuktikan dengan sertifikat nilai TOEFL minimal 550, IBT minimal 80, atau IELTS minimal 6.0 (atau sesuai dengan syarat yang berlaku di perguruan tinggi tujuan), yang masih berlaku
6. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa Jerman (apabila ada)
7. Mempunyai usulan penelitian (research proposal) 2 - 4 halaman, yang sudah dikomunikasikan dengan calon pembimbing/calon supervisor di universitas tujuan
8. Usia maksimal 35 tahun
9. Memiliki Daftar Riwayat Hidup yang lengkap (dalam bahasa Inggris)
10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi dari universitas asal (dalam bahasa Inggris)
11. Memiliki paspor yang masih berlaku
12. Memiliki letter of acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan (asli) atau letter of admittance dari professor/calon supervisor dari perguruan tinggi tujuan
13. Pelamar yang berstatus suami dan istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama
14. Memiliki ijazah (asli) dan transkrip nilai pendidikan terakhir (dalam bahasa Inggris) yang sudah dilegalisasi

Simak juga » Daftar Beasiswa S2, S3 Terbaru di Luar Negeri

Dokumen aplikasi:
1. Formulir beasiswa Ristekdikti
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas Austria
3. Deskripsi singkat study project (2 - 4 halaman, judul, isi, metodologi, jadwal waktu) yang telah disetujui supervisor Austria
4. Dua surat rekomendasi dari universitas asal
5. Scan paspor (memuat halaman nama dan foto)
6. Scan ijazah dan tranksrip nilai terakhir
7. CV lengkap
8. Sertifikat IELTS atau TOEFL 

Pendaftaran:
Buat dosen yang berminat, pendaftaran beasiswa IASP 2018 dilakukan secara online di laman beasiswa.dikti.go.id/bppln. Pilih Indonesia – Austria Scholarship Programmes (IASP) – S3 pada pilihan beasiswa yang tersedia. Berikutnya unggah dokumen aplikasi yang diminta pada sistem online tersebut.

Pendaftaran online dan pengajuan aplikasi diterima paling lambat 31 Maret 2018.

Kontak:
▪ RISTEKDIKTI:
Ms. Fine Resyalia
Head of Overseas Education for Faculty Members
fresyalia@ristekdikti.go.id

Mrs Juniarti D. Lestari
Sub-Cordinate
jdlestari@ristekdikti.go.id

▪ OeAD-GmbH:
Svetlana Kim
Programme Officer
svetlana.kim@oead.at
3/20/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Beasiswa Australia 2018 – 2019 Program S2, S3

Australia adalah salah satu negara paling rutin menyediakan beasiswa bagi pelamar Indonesia. Anda mungkin sudah sering mendengar atau bahkan mendaftar beasiswa ini: Australia Awards Scholarship. Ya, pendaftarannya sudah dibuka. Beasiswa Pemerintah Australia 2018 – 2019 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZAS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas. 

Beasiswa Australia Awards 2018 – 2019 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan, penderita disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat. 

Beasiswa yang disediakan mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup, tiket perjalanan pp ke Australia, asuransi kesehatan, pelatihan bahasa Inggris di Indonesia sebelum keberangkatan plus uang saku, serta program pengenalan akademik Australia. Selain itu disediakan pula tunjangan kemandirian saat pertamakali tiba, biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk pengajuan visa, dukungan penunjang akademik, serta tunjangan kerja lapangan jika program master yang diambil mewajibkan kerja lapangan tersebut. 

Bidang studi prioritas: 
Trade, Small and medium enterprise development, Economics, Infrastructure Planning, Transport Safety, Water and Sanitation, Mining, Livestock management, Animal Husbandry, Agriculture, Aquaculture/fisheries, Forestry, Natural Resource Management, Climate Change, Rural Growth, Disaster Prevention and Management, Development Studies, International Studies, Communicable Disease Prevention, Health Management, Health Services, Maternal and Child Health, Public Health, Education and Training, Education Management, Human Resource Development, Law, legal and judicial systems, Political Science and Government, Public administration, Public expenditure management, Public Sector Reform, Environmental Law, Anti-corruption, Decentralisation, Monitoring and Evaluation, Transnational Crime Prevention, Conflict Resolution, Women and Gender Studies, Disability Services.

Persyaratan Umum:
1. Usia minimal 18 tahun saat mendaftar 
2. Warganegara Indonesia dan mendaftar beasiswa dari Indonesia 
3. Tidak menikah/bertunangan dengan warganegara atau penduduk tetap Australia dan Selandia Baru 
4. Memenuhi persyaratan Pemerintah Australia untuk mahasiswa asing di Australia (kesehatan, karakter, dll) 
5. Tidak mengajukan permohonan visa menetap di Australia 
6. Tidak mengajukan permohonan Australia Awards jangka panjang lainnya (jika sudah menerima) kecuali telah berada di luar Australia selama dua kali waktu ketika berada di Australia. Misalnya, sebelumnya memperoleh beasiswa Australia Awards dengan durasi empat tahun, maka baru bisa mengajukan bila telah berada di Indonesia atau luar Australia selama delapan tahun. 
7. Telah memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia 
8. Tidak bertugas di kemiliteran 
9. Dapat memenuhi semua persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan (DIBT) untuk visa pelajar DFAT. 
10. Dapat memenuhi persyaratan masuk di universitas Australia di mana beasiswa akan dijalankan.

Persyaratan khusus: 
1. Mendaftarkan diri untuk area studi yang termasuk dalam bidang-bidang prioritas pembangunan (lihat “Bidang Studi Prioritas” di atas) 
2. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2,9
3. Bagi pendaftar jenjang Masters, memiliki nilai kemampuan bahasa Inggris sekurang-kurangnya 5,5 untuk IELTS (atau 525 untuk paper-based TOEFL atau 69 untuk internet-based TOEFL, atau 46 Pearson PTE). Hasil IELTS atau TOEFL merupakan yang terbaru (2 tahun terakhir). Hasil tes bahasa Inggris lainnya (termasuk tes prediksi TOEFL) tidak akan diterima.
4. Bagi pelamar PhD, memiliki nilai kecakapan bahasa Inggris sekurang-kurangnya 6,0 untuk IELTS (atau 550 untuk paper-based TOEFL atau 79 untuk internet-based TOEFL), atau 54 untuk Pearson PTE. Hasil IELTS atau TOEFL merupakan yang terbaru (2 tahun terakhir) 
5. Bagi pelamar yang berasal dari fokus daerah prioritas dan kandidat pengecualian lainnnya memiliki IPK setara 2.75 atau lebih, nilai IELTS 5.0, TOEFL pBT 500, atau TOEFL iBT 59, atau PTE Pearson 38.
6. Telah meraih gelar Sarjana jika mendaftarkan diri untuk jenjang Master, atau
7. Telah meraih gelar Master jika mendaftarkan diri untuk program Doktor 
8. Jika mendaftar untuk jenjang doktor, para pelamar yang dipertimbangkan merupakan staf di universitas, lembaga perguruan tinggi, serta staf lembaga penelitian, pembuat kebijakan, serta para kandidat yang ditargetkan di badan-badan yang terkait dengan kegiatan-kegiatan Pemerintah Australia
9. Sangat dianjurkan bagi para pelamar jenjang doktor untuk memiliki surat dukungan dari universitas di Australia terkait bidang studi yang diusulkan oleh pendaftar tersebut 

Dokumen aplikasi: 
1. Salinan akta kelahiran atau yang serupa 
2. Bukti kewarganegaraan, contohnya KTP atau halaman informasi pribadi paspor 
3. Curriculum Vitae terbaru 
4. Salinan ijazah resmi (dilegalisir*) 
5. Salinan transkrip nilai resmi (dilegalisir*) 
6. Hasil tes kemampuan bahasa Inggris IELTS atau TOEFL asli terbaru (2 tahun terakhir). Tes TOEFL prediksi TIDAK diterima 
7. Para pelamar jenjang Master juga wajib melampirkan ijazah/transkrip gelar D3 yang telah dilegalisir jika menggunakan ijazah dan transkrip D4/S1 ekstensi 
8. Para pelamar jenjang doktor juga wajib melampirkan ijazah/transkrip gelar S1 yang telah dilegalisir 
9. Referensi akademik dari pembimbing S2 bagi kandidat doktor

* Wajib dilegalisir oleh institusi yang mengeluarkan dokumen atau disahkan notaris. 

Rincian dokumen aplikasi yang harus dilampirkan juga tertera di formulir informasi tambahan.

Pendaftaran: 
Pendaftaran Beasiswa Australia Awards 2018 – 2019 dapat diajukan secara online. Siapkan semua dokumen aplikasi (sebagian bisa discan) sebelum diunggah, kemudian lakukan pendaftaran online di: https://oasis.dfat.gov.au/

Setelah melakukan pendaftaran dan mengajukan dokumen apliksai di laman Oasis tersebut, lengkapi juga formulir aplikasi online tambahan di laman Australia Awards.

Pendaftaran online ini dibuka mulai 1 Februari - 30 April 2018. Sebaiknya ajukan sebelum deadline.

Pelamar sangat dianjurkan untuk mengajukan aplikasi secara online. Tapi, jika tidak bisa mendaftar secara online karena kondisi tertentu, seperti tidak tersedianya jaringan internet, pelamar bisa mengirimkan dokumen aplikasi dalam bentuk hard copy (berkas fisik) ke alamat berikut: 

Australia Awards Office
Gedung Wira Usaha 7th floor
JL. H.R. Rasuna Said Kav.C-5 Kuningan, 
Jakarta Selatan 12940

Aplikasi diterima paling lambat sesuai deadline tertera di atas. 

Pelamar akan diseleksi berdasarkan aplikasi yang diajukan dan hanya mereka yang masuk pemeringkatan yang akan dihubungi untuk mengikuti tahap seleksi wawancara.

Kandidat yang berhasil terpilih beasiswa nantinya akan diberitahukan paling lambat Juni 2018.

Kontak: 
Australian Awards Office
Gedung Wira Usaha 7th floor 
Jl. H.R. Rasuna Said Kav.C-5 Kuningan 
Jakarta Selatan 12940 Indonesia 
Telephone: +62 21 527 7648 Fax: +62 21 527 7649 
Email: longtermawards@australiaawardsindonesia.org
Website: www.australiaawardsindonesia.org
3/05/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Tips Berburu Beasiswa sampai Berhasil

Kuliah pakai beasiswa sebenarnya bukan hal spesial. Kok bisa? Ya, itu karena peluang yang terbuka banyak sekali. Bisa jadi kamu hanyalah satu dari sekian ribu yang diterima. Memang sebagai pemburu beasiswa terkadang untuk mencari beasiswa yang tepat perlu berbagai pertimbangan, tapi itu bukanlah persoalan jika ada keinginan mendapatkan beasiswa. Masalah utamanya adalah bagaimana beasiswa yang kita lamar itu tidak sia-sia. Tidak sekedar menjadi penambah tumpukan aplikasi. Apalagi pelengkap penderita. He.he.. Tapi, sebaliknya ada kesuksesan. Beasiswa yang dilamar dijawab, lolos seleksi berikutnya, bahkan ditetapkan sebagai kandidat penerima beasiswa. Itu kan yang diharapkan? Nah, cara terakhir ini yang akan kita bahas bersama-sama. 

Sebagai pemburu beasiswa, kita tidak cukup hanya sekedar mendaftar saja. Perlu persiapan matang dan itu serius. Jika sekedar coba-coba, untung-untungan, kamu akan melewatkan peluang itu begitu saja. Menghabiskan waktu dan juga biaya. 

Berikut ini adalah kiat yang bisa dipakai untuk berburu beasiswa sampai berhasil, kemanapun kamu mau. Asalkan ada beasiswanya. :) 

Lihat Peluang 
Berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sebenarnya tidak ada masalah. Kalau kamu yakin, silakan diteruskan. Tapi berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sangat berbeda peluangnya dengan beasiswa yang menawarkan 10 atau 20 kursi. Bayangkan jika kamu harus bersaing dengan 100 orang peserta dengan perbandinan kuota kedua beasiswa tersebut. Pastilah peluang diterimanya lebih kecil jika memilih opsi yang pertama.

Selain melihat jumlah kuota, perhatikan juga preferensi yang diberikan oleh beasiswa tersebut. Apakah kamu adalah kandidat yang mereka harapkan. Atau justru kamu sama sekali bukan kriteria mereka. Preferensi di sini bisa dalam berbagai bentuk. Misalnya melihat program studi yang diutamakan, perolehan prestasi, pengalaman kerja/organisasi, daerah asal, usia, hasil riset, kampus asal, dll. Biasanya preferensi ini sudah tertera di pengumuman beasiswa. Jadi, pelamar hanya perlu menyesuaikan. 

Pantaskan Diri 
Ada satu pertanyaan klasik yang sering telontar ketika pemburu beasiswa gagal. Kenapa saya tidak lolos beasiswa? Jawabannya sebenarnya sederhana sekali. Karena belum pantas. Hanya itu. Kalau mengutip istilah yang digunakan Mario Teguh. Pantaskan diri. Penyedia beasiswa tidaklah sembarangan dalam menetapkan pelamarnya untuk terpilih. Mereka memiliki kriteria, persyaratan, serta ketentuan yang harus dipatuhi oleh semua pelamar. Jika mereka menetapkan si A daripada memilih si B, itu karena panelis menganggap, si A lebih layak dan lebih pantas. 

Ukuran kepantasan dalam memburu beasiswa ini cukup mudah diketahui. Kamu hanya perlu memenuhi apa maunya si pemberi beasiswa. Tahunya dari mana? Lihat di kriteria beasiswa, persyaratan, dan juga kepada siapa preferensi diberikan. Jika kita menganggap kita pantas dan layak untuk itu, silakan lanjut. 

Siapkan Aplikasi Berkualitas
Peluang ada, kepantasan rasanya juga cukup. Nah, ini yang paling menentukan dalam keberhasilan kamu meraih beasiswa. Aplikasi. Sebelum orang lain menimbang aplikasimu, timbanglah terlebih dahulu. Apakah dengan aplikasi yang kamu sodorkan sudah cukup menggugah benak panelis untuk menjatuhkan pilihan. Atau justru aplikasimu hanya membuat panelis garuk kepala. Aplikasi yang bagus adalah aplikasi yang berkualitas. 

Tidak harus sempurna, tapi hampir tak ada celah untuk mengabaikannya. Bagaimana membuat aplikasi berkualitas? Pertama, semua dokumen aplikasi yang diminta lengkap dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan penyelenggara. Kedua, aplikasi tersebut harus memiliki nilai plus di mata panelis. Contohnya, ketika menulis motivation letter atau essay, kamu mampu menjelaskan kebutuhanmu dengan baik yang selaras dengan tujuan beasiswa. Ketika membaca essay tersebut panelis langsung tergugah dan merasa kamu memang layak untuk beasiswa itu. 

Aspek lainnya apa? Kamu harus memperlakukan semua dokumen aplikasi yang diminta secara istimewa. Misalnya jika panelis meminta proposal riset, siapkan proposal itu dengan baik. Atau mintalah masukan profesormu terlebih dahulu mengenai proposal yang akan diajukan tersebut. 

Contoh lain misalnya IPK. Penyelenggara beasiswa mensyaratkan IPK minimum pelamar adalah 3.0 pada skala 4.0. Tapi, kenyataannya banyak pelamar yang mengajukan IPK segitu. Tentunya IPK 3.0 tidak lagi istimewa. Ketika IPK yang kamu tawarkan 3.5 misalnya. Pertimbangannya pastilah akan berbeda. 

Masing-masing penyedia beasiswa memiliki proporsi berbeda dalam memberi nilai pada tiap item dokumen aplikasi yang diajukan. Proporsi nilai yang lebih besar biasanya akan diberikan berdasarkan preferensi. Jika beasiswa itu adalah beasiswa prestasi, maka kemungkinan IPK atau prestasi lainnya akan diutamakan. Tapi, ketika beasiswa itu adalah beasiswa karir, maka panelis akan banyak melihat latar belakang pekerjaan, pengalaman, kiprah, dll. Hal serupa misalnya ketika beasiswa yang diajukan merupakan beasiswa untuk keluarga kurang mampu. Pertimbangan berdasarkan ekonomi pelamar akan menjadi sangat dominan. Begitulah kira-kira. 

Daftar ke Banyak Beasiswa Sekaligus
Kalau ada pribahasa mengatakan ‘jangan menaruh telurmu di satu keranjang’. Kondisi serupa sepertinya tidak berbeda ketika melamar beasiswa. Jangan bergantung pada satu beasiswa saja. Tapi, bergantunglah pada banyak beasiswa. Sebab, kalau satu terputus masih ada gantungan lain membantu. Syukur-syukur tidak ada yang putus, sehingga semua beasiswa yang kamu lamar tersebut lolos. Bagaimana? Asyik bukan menjadi King atau Queen dari kerumunan beasiswa. Atau jangan-jangan kamu bingung mau pakai beasiswa yang mana. 

Banyak sekali beasiswa yang jadwal pendaftarannya berdekatan. Bila kamu mengunjungi laman muka beasiswapascasarjana.com ada sederet beasiswa yang bisa kamu lamar bersamaan. Itu belum termasuk jika kamu menelusuri situs-situs beasiswa lainnya, akan banyak sekali tawaran. Memang harus diakui ada beberapa program beasiswa spesifik yang ketersediaannya terbatas. Tapi, itu kembali lagi bagaimana kita serius mencarinya. 

Buatlah beberapa aplikasi sekaligus. Tentu berdasarkan persyaran dan ketentuan masing-masing beasiswa. Ajukan setidak-tidaknya tiga aplikasi beasiswa sekaligus. Bagaimana kalau 10? Boleh saja, tapi itu akan sangat menguras energimu dan biaya. Tiga sampai lima aplikasi rasanya sudah banyak. Tapi, dengan syarat semuanya aplikasi berkualitas. Bukan asal. 

Proaktif 
Sedikit kesalahan bisa membuat aplikasi beasiswa yang diajukan gagal. Sebagai pemburu beasiswa dituntut ketelitian dan keakuratan. Cermati semua persyaratan, dokumen aplikasi, dan ketentuan lainnya dari beasiswa yang akan dilamar. Jika masih ada sesuatu yang mengganjal cari tahu di website penyelenggaranya. Lihat di FAQ. Atau hubungi langsung nomor kontak, email, atau alamat panitianya. Jangan biarkan keraguanmu itu menjadi masalah buat aplikasi yang diusulkan. Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan sampai seperti itu. 

Satu hal lagi, manfaatkan nomor kontak atau email penyelenggara beasiswa tersebut sekedar untuk menanyakan tips-tips beasiswa mereka. Siapa tahu dikasih bocoran, rahasia lolos beasiswa mereka. :)

Belajar ke Alumni
Ada satu tips berburu beasiswa yang juga sering dibagikan. Yakni belajar ke alumni. Tips ini pernah dimuat dalam tulisan Tips Memenangi Beasiswa di Persaingan Ketat. Tips ini sengaja ditambahkan untuk melengkapi. Apa gunanya belajar ke alumni? Kamu bisa mengetahui lebih jauh kenapa alumni bisa lolos beasiswa yang dilamar. Apa kiat mereka dan juga bagaimana persiapan ketika mendaftar beasiswa tersebut. Alumni bisa menjadi guru yang sangat berharga untuk mengulang keberhasilan yang sama.  

Bagaimana mengetahui alumni? Silakan cari pada menu ‘alumni’ yang biasanya sudah disediakan pada website penyedia beasiswa. Kamu bisa menghubungi mereka untuk mengetahui banyak hal tentang beasiswa yang dilamar. Jika tidak menemukan mereka di website beasiswa, silakan cari di Google. Misal dengan mengetikkan ‘alumni beasiswa ..bla.bla..’

Itulah beberapa tips berburu beasiswa sampai berhasil yang mudah-mudahan bermanfaat. Selamat mencoba dan semoga berhasil! 
2/27/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya

Cara Menulis Essay Beasiswa yang Baik dan Menjual

Essay. Tulisan singkat yang berisi sekitar 500 sampai 1.000 kata ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aplikasi beasiswa. Dokumen ini seringkali diminta oleh penyelenggara untuk melihat kepribadian calon. Apakah kandidat yang dicari sudah tepat atau sesuai dengan kriteria mereka. Penilaian tersebut salah satunya mereka lihat dari essay. Adakalanya seseorang berpotensi untuk mendapatkan beasiswa, namun karena essay yang ditulis tidak menarik, komite seleksi akhirnya mengabaikan.

Selain essay, ada beberapa penyebutan lain untuk maksud yang sama, seperti motivation letter, statement of purpose, personal statement, letter of interest, dan sejenisnya. Ada yang memberi defenisi berbeda dari masing-masing dokumen ini. Namun, secara umum mereka memiliki kesamaan, yakni gambaran profil singkat Anda, ketertarikan atau minat, serta sasaran yang ingin dicapai bila terpilih. Bisa diibaratkan essay adalah lembaran promosi yang ‘menjual’ diri Anda. Laku tidaknya ya tergantung Anda.

Karena essay adalah lembaran promosi, maka buatlah essay sebaik mungkin. Sebisa mungkin essai tersebut memiliki nilai jual yang bisa mendongkrak Anda sebagai salah satu kandidat yang layak dipertimbangkan. Tanpa essay yang baik, rasanya sulit bisa lolos ke tahap seleksi. Kecuali jika essay memang dianggap komponen yang tidak menentukan. 

Berikut beberapa tips atau cara menulis essay yang baik dan menjual:

Ketahui maunya sponsor
Sebelum menulis essay, ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu apa maunya sponsor. Apakah kriteria atau kandidat yang mereka cari ada pada diri Anda. Dengan mengetahui keinginan mereka, Anda akan memiliki arah atau gambaran dalam menulis essay. Tidak perlu lagi mereka-reka mau menulis tema apa karena Anda sudah tahu essay yang dikehendaki oleh sponsor.

Misalnya, apakah sponsor mencari kandidat dengan profil kemampuan kepemimpinan, aktif dalam organisasi atau komunitas, punya inovasi, atau kandidat yang memiliki prestasi akademik. Setelah tahu, materi essay tinggal diarahkan sesuai dengan latar belakang Anda.

Simak juga » Beasiswa LPDP Terbaru Program S2, S3

Tulis secara unik
Essay unik tidak saja penulisannya yang berbeda, tapi juga  sisi-sisi yang diangkat memiliki nilai lebih di mata komite seleksi. Essai sebaiknya jangan copy-paste, sehingga tidak menimbulkan kesan Anda kurang serius. Bagaimana menulis essai yang unik? Ini memang perlu proses. Bagi pemula, setidaknya butuh beberapa hari untuk menyiapkan essai dengan matang. Anda mungkin bisa memulai dengan menceritakan latar belakang Anda, kenapa tertarik dengan beasiswa tersebut, dan alasan komite seleksi harus memilih Anda. Mungkin bisa juga dijelaskan, apa yang bakal dilakukan jika berhasil mendapatkan beasiswa dan langkah selanjutnya. 

Ciptakan kedekatan
Anda harus memenangkan hati komite seleksi untuk memperbesar peluang meraih beasiswa. Essay yang baik tidak saja unik, tapi juga memikat. Sebagai audience, komite seleksi akan membaca secara seksama essay yang Anda buat. Di sinilah unsur kedekatan tersebut perlu diciptakan, sehingga komite seleksi semakin yakin bahwa sosok yang tepat untuk posisi beasiswa yang dicari adalah Anda.

Menciptakan kedekatan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, ada sebuah posisi beasiswa S2 yang dibuka bagi lulusan S1 dengan prioritas kandidat yang sudah punya pengalaman kerja. Anda yang masuk kategori tersebut bisa menjelaskan bahwa Anda sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja yang dimaksud. Lebih baik lagi dijelaskan jenis pekerjaan tersebut, posisi saat ini, dan capaian yang telah diperoleh.

Hal serupa juga berlaku untuk jenis beasiswa lain. Misalnya, ada sponsor yang siap membiaya beasiswa riset selama dua sampai tiga tahun dengan kriteria calon punya pengalaman di bidang riset. Anda bisa memasukkan pengalaman riset, dengan siapa Anda berkolaborasi, siapa saja supervisor Anda. Tidak ada salahnya juga Anda jelaskan dampak positif yang ditimbulkan dari hasil riset tersebut.

Simak juga » Beasiswa Unggulan Kemdikbud Program S1, S2, S3

Percaya diri
Inilah poin yang cukup menentukan sukses tidaknya essay Anda. Percaya diri. Tanpa melebih-lebihkan, Anda bisa menceritakan secara proporsional siapa Anda. Sikap percaya diri ini dbutuhkan untuk lebih meyakinkan komite seleksi. Kebiasaan orang timur yang seringkali bersikap inferior atau rendah diri perlu Anda singkirkan. Tulis saja essay tersebut dengan mantap, antusias, dan yakin.

Punya target
Komite seleksi umumnya cenderung mengunggulkan kandidat yang memiliki visi misi ke depan. Mereka butuh langkah konkret yang akan Anda lakukan usai menyelesaikan studi dengan bantuan beasiswa mereka. Karena itu, buatlah target dengan jelas yang sejalan dengan visi misi mereka. Sehingga komite seleksi sampai pada kesimpulan bahwa pemberian beasiswa kepada Anda tidak sia-sia.

Kalimat jelas, tepat, dan benar
Poin ini adalah soal teknis penulisan. Terkadang maksud yang ingin disampaikan bagus, tapi karena cara penulisannya berantakan, jadinya juga tidak maksimal. Kriteria tulisan yang baik memang harus jelas, tepat, dan benar. Jelas maksudnya, apa yang ingin Anda sampaikan ‘nyambung’ dalam pemikiran komite seleksi. Mereka tidak sampai mengernyitkan kening. Tepat adalah penyampaian essay Anda sesuai dengan yang mereka harapkan. Sedangkan benar, terkait dengan susunan kalimat, tata bahasa, maupun penempatan kata per kata dalam essay Anda.

Simak juga » Daftar Beasiswa Luar Negeri S1, S2, S3

Koreksi essay
Ini langkah terakhir sebelum essay dikirimkan bersama aplikasi beasiswa lainnya. Koreksi sangat dibutuhkan, terutama mengevaluasi apakah ada penyampaian yang keliru, penulisan yang salah, atau sisi tata bahasa yang perlu diperbaiki. Mintalah penilaian beberapa orang yang memiliki pengalaman di bidang menulis, sehingga mereka juga bisa mengoreksi essay Anda.

Itulah beberapa tips dalam menulis essay yang baik sekaligus menjual. Silakan kembangkan sendiri essay Anda hingga pada posisi yakin bahwa essay yang telah ditulis tersebut layak diperhitungkan para panelis.
2/26/2018 | 0 komentar | Baca selengkapnya