Beasiswa S2 2025 – 2026, Ini Info dan Peluangnya!

Anda masih mencari beasiswa S2 yang tepat untuk pembiayaan studi? Cukup banyak peluang saat ini tersedia. Mulai dari yang memberikan biaya penuh, menanggung dana kuliah saja, atau pun dana parsial untuk kebutuhan studi tertentu. Pemilihan beasiswa tersebut sangat tergantung pada keperluan Anda. Jika menginginkan semua kebutuhan studi ditanggung pihak sponsor atau donatur, pilihan beasiswa penuh jadi prioritas. Sebaliknya, jika memiliki dana cukup/pas-pasan dan ingin mengurangi biaya yang dikeluarkan, beasiswa parsial dapat dipertimbangkan.

Uraian kali ini tidak membahas mana info beasiswa yang paling tepat yang bisa Anda pilih. Sebab, tepat tidaknya tergantung pertimbangan masing-masing. Di bawah ini adalah ulasan peluang-peluang beasiswa yang bisa diikuti serta kelebihan dan kekurangannya, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum mendaftar.

Khusus beasiswa S2 2025-2026, sebagian telah buka pendaftaran, dan banyak lagi menyusul kemudian. Beasiswa S2 tersebut terdiri dari beasiswa S2 luar negeri yang umumnya disediakan oleh donatur luar, sebagian lagi adalah beasiswa S2 dalam negeri yang diselenggarakan oleh lembaga di tanah air.

Berikut ini adalah 15 beasiswa S2 2025-2026 yang rutin ditawarkan:

Beasiswa Pendidikan Indonesia – LPDP
Skema beasiswa pemerintah ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Programnya dinamai Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Cukup beragam beasiswa BPI yang ditawarkan oleh LPDP tersebut. Misalnya Reguler LPDP, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia, Beasiswa Co-Funding, Beasiswa Targeted, dll. Beasiswa LPDP bisa dibilang paling favorit di tanah air saat ini. Itu karena selain menawarkan beasiswa penuh bagi penerimanya, juga luasnya cakupan bidang studi serta universitas yang ditawarkan. Anda dapat melamar beasiswa BPI untuk studi S2 di dalam maupun luar negeri. Pendaftaran dibuka Januari 2025 hingga Juli 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa LPDP

Beasiswa Gates Cambridge
Program beasiswa ini ditawarkan Bill and Melinda Gates Foundation setiap tahun.Jika Anda memiliki prestasi dan berkeinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di University of Cambridge Inggris, Beasiswa Gates Cambridge bisa menjadi salah satu pilihan. Yang menarik, Beasiswa Gates Cambridge dapat dipergunakan untuk studi di berbagai jurusan di Universitas Cambridge. Jadi, bila Anda mengincar beasiswa S2 luar negeri, Beasiswa satu ini patut dipertimbangkan. Khusus beasiswa S2, kandidat terpilih dapat memperoleh manfaat beasiswa hingga 24 bulan. Selain biaya pendidikan, juga tersedia biaya visa, tiket pp, biaya hidup, tunjangan keluarga, dll. Pendaftaran dibuka mulai 4 September hingga 7 Januari 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa Gates Cambridge

Beasiswa Dosen Kemendikbudristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga punya skema beasiswa sendiri yang ditawarkan rutin setiap tahun untuk para dosen. Menyasar dosen dan tenaga kependidikan, beasiswa  ini cukup dikenal kalangan kampus. Apalagi, dosen dan tenaga kependidikan di tanah air jumlahnya tidak sedikit. Bagi Anda yang memiliki profesi di bidang tersebut dan sedang mencari beasiswa S2 2025-2026, beasiswa Kemendikbudristek satu ini patut dipertimbangkan. Beasiswa menyediakan pembiayaan pendidikan penuh dan menawarkan beberapa pilihan bagi pelamarnya. Di antaranya Beasiswa S2 dan S3 dalam negeri dan beasiswa S2 dan S3 luar negeri. Pendaftaran biasanya dibuka Mei hingga Juni.

Info Pendaftaran » Beasiswa Dosen Dikti

Beasiswa Open Doors
Program beasiswa Open Doors ditawarkan Pemerintah Rusia bersama dengan Global Universities Association, wadah universitas di Rusia. Beasiswa Open Doors ditawarkan dalam bentuk kompetisi. Menarik bila Anda mengincar beasiswa S2 luar negeri, terutama di Rusia. Bila pelamar berhasil memenangkan kompetisi tersebut, maka akan dihadiahi beasiswa S2 di Rusia. Selain itu, beasiswa S2 Open Doors ini bisa dimanfaatkan untuk kuliah di puluhan kampus di Rusia termasuk di antaranya universitas-universitas top dunia di negara tersebut. Yang menarik juga, kuota beasiswa yang disediakan cukup banyak, mencapai 300 kursi beasiswa. Peserta yang terpilih akan mendapatkan beasiswa berupa tanggungan 100 persen biaya kuliah (tuition fee). Pendaftaran dibuka September hingga November.

Info Pendaftaran » Beasiswa Open Doors

Beasiswa Fulbright
Tak disangkal, beasiswa Fulbright banyak menyedot minat bagi pemburu beasiswa ke Amerika Serikat. Beasiswa ini terbilang cukup tua, bahkan ditawarkan di ratusan negara, termasuk Indonesia. Nah, untuk Anda yang berencana melanjutkan S2 di universitas-universitas AS, beasiswa Fulbright layak dipertimbangkan. Fulbright merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beberapa jenis dengan sasaran berbeda. Misalkan Fulbright Master’s Degree Scholarship, Fulbright Doctoral Degree Scholarship, Fulbright DAI, dan banyak lagi. Pendaftaran 2025 sudah dibuka hingga 15 Februari 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa Fulbright

Beasiswa SISGP
Program beasiswa S2 satu ini ditawarkan Pemerintah Swedia. Nama programnya Swedish Institute Scholarships for Global Profesionals (SISGP) atau Beasiswa SISGP. Pelamar dari Indonesia salah satu yang diberi kesempatan mendaftar. Beasiswa SISGP ini menawarkan dana biaya kuliah, biaya hidup, biaya perjalanan, serta asuransi.  Bagi Anda yang ingin melanjutkan studi S2 di universitas Swedia, beasiswa SISGP Swedia patut dipertimbangkan. Pendaftaran beasiswa S2 2025 dibuka hingga 26 Februari 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa SISGP

Beasiswa Monbukagakusho
Beasiswa Pemerintah Jepang ini rutin ditawarkan kepada mahasiswa Indonesia. Beasiswa Monbukagakusho. Anda yang mengincar beasiswa S2 ke Jepang, Monbukagakusho juga menyediakannya.  Program Research Students salah satunya. Beasiswa ini dapat dipergunakan untuk mengambi S2 di universitas-universitas Jepang dan diberikan tanpa ikatan dinas. Selain biaya kuliah juga disediakan biaya hidup. Biasanya beasiswa ditawarkan awal April tiap tahunnya. Namun, untuk jenis yang lain sudah ada yang diumumkan sebelumnya. Pendaftaran dibuka April hingga Mei.

Info Pendaftaran » Beasiswa Monbukagakusho

Beasiswa Chevening
Seperti negara lain, Pemerintah Inggris juga memiliki program beasiswa yang ditujukan bagi mahasiswa asing. Sebut saja Beasiswa Chevening yang di Indonesia selalu jadi incaran tiap tahunnya. Beasiswa Chevening merupakan program beasiswa penuh untuk studi S2 di universitas-universitas Inggris. Melalui beasiswa tersebut, kandidat terpilih dapat kuliah di universitas-universitas terbaik UK.

Selain tanggungan biaya kuliah, penerima beasiswa juga memperoleh tiket perjalanan, biaya penyusunan tesis, tunjangan hidup, dan uang saku bulanan. Pendaftaran dibuka Agustus hingga November.

Info Pendaftaran » Beasiswa Chevening

Beasiswa DAAD
Kualitas pendidikan di negara satu ini juga tak perlu diragukan. Jerman. Tiap tahun pelajar Indonesia yang memilih melanjutkan pendidikan di sana cukup signifikan. Meski begitu, ada cara lain bila Anda ingin kuliah tanpa mengeluarkan biaya. Manfaatkan Beasiswa DAAD yang rutin ditawarkan setiap tahun. Bagi yang mengincar Beasiswa S2 2025-2026 di Jerman, Beasiswa DAAD patut jadi pertimbangan. Beasiswa ini juga memiliki beragam jenis yang menyasar para profesional, dosen, peneliti, maupun masyarakat umum. Biasanya kandidat terpilih diberikan biaya kuliah, biaya perjalanan, asuransi, serta tunjangan lain. Pendaftaran dibuka mulai Agustus 2024 hingga Maret 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa DAAD

Beasiswa Eiffel
Prancis tidak saja tersohor karena Menara Eiffel, tapi menjanjikan kualitas pendidikan yang baik yang dapat diikuti. Jika Anda berminat kuliah S2 di Prancis, Beasiswa Eiffel mungkin bisa menghantarkan impian itu. Setiap tahun Beasiswa Eiffel ditawarkan dan pelamar dari Indonesia salah satu diberi kesempatan mengikutinya. Pelamar yang berminat biasanya diminta untuk mendaftar terlebih dahulu ke universitas yang dituju, kemudian meminta pihak universitas mendaftarkan nama pelamar ke penyelenggara Beasiswa Eiffel. Pelamar yang berhasil biasanya mendapatkan tunjangan hidup bulanan, tiket perjalanan, asuransi kesehatan, serta tunjangan akomodasi. Sementara biaya kuliah dibebaskan bila Anda mendaftar kuliah ke universitas negeri di Prancis. Pendaftaran beasiswa Eiffel 2025 dibuka Oktober 2024 hingga 8 Januari 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa Eiffel

Beasiswa Australia Awards
Februari lalu, beasiswa Australia Awards kembali dibuka. Beasiswa ini didanai Pemerintah Australia untuk studi pascasarjana di universitas-universitas Australia. Beasiswa tersebut didanai penuh dan dapat dipergunakan untuk melanjutkan pendidikan S2 di Australia.

Beasiswa yang diberikan di antaranya meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, dana penunjang awal di masa perkuliahan, asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri di Australia, bantuan tutorial tambahan jika diperlukan, biaya-biaya pemeriksaan medis dan rontgen, biaya tiket perjalanan kelas ekonomi saat keberangkatan ke Australia dan pulang ke tanah air, serta penelitian lapangan di Indonesia atau Australia. Pendaftaran rutinnya dibuka Februari hingga April.

Info Pendaftaran » Beasiswa Australia Awards

Beasiswa Holland
Sebagai perwakilan resmi Belanda, Nuffic Neso Indonesia juga menyediakan beragam jenis beasiswa untuk studi di universitas-universitas Belanda. Beasiswa itu di antaranya StuNed, Orange Tulip Scholarship, Netherlands Fellowship Programme, dan yang terbaru Holland Scholarship. Beasiswa ini ada yang ditawarkan penuh, seperti StuNed yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda. Namun, ada juga yang sifatnya parsial, seperti OTS dan Holland Scholarship. Untuk Anda yang berburu beasiswa S2 2025-2026, tidak ada salahnya mungkin mencobanya. Pendaftaran dibuka mulai November hingga Februari atau Juni 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa Holland

Beasiswa Sultan Brunei
Meski tidak sepopuler beasiswa luar lainnya. Beasiswa Sultan Brunei ternyata banyak menarik minat mahasiswa Indonesia. Beasiswa tersebut memang sifatnya terbuka, sehingga bisa diikuti oleh mahasiswa negara lain di waktu yang bersamaan, namun tingginya peminat asal Indonesia ikut jadi tanda tanya.

Sepintas, Beasiswa Pemerintah Brunei tersebut menawarkan beasiswa mulai dari D3 hingga S3. Tidak terkecuali beasiswa S2.  Cakupan studi yang dibuka juga luas, tersebar di tiga universitas terbaik di Brunei. Kemudian, yang tak kalah menarik adalah lengkapnya fasilitas beasiswa yang diberikan. Sebut saja tanggungan biaya kuliah, tunjangan bulanan (uang saku, uang buku, uang makan), tiket pesawat, tunjangan bagasi saat pulang, akomodasi, dan bebas biaya rawat jalan di rumah sakit pemerintah. Beasiswa Sultan Brunei tersebut ditawarkan melalui skema Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students. Pendaftaran dibuka mulai Desember hingga Februari 2025.

Info Pendaftaran » Beasiswa Brunei Darussalam

Beasiswa Türkiye  
Türkiye Scholarships adalah program beasiswa Pemerintah Turki yang ditawarkan tiap tahun bagi kandidat internasional, termasuk Indonesia. Salah satu yang mereka sediakan adalah beasiswa S2 full yang menanggung semua kebutuhan biaya studi di Turki. Jika Anda mengincar beasiswa S2 luar negeri full tahun 2025 - 2026, program beasiswa Turki ini patut diperhitungkan. Yang menarik, selain menanggung kebutuhan studi, pendaftar beasiswa juga akan langsung mendaftar ke universitas yang diminati melalui sistem aplikasi tunggal. Pendaftaran beasiswa dibuka mulai Januari hingga Februari 2025.
 
Info Pendaftaran » Beasiswa Türkiye

Beasiswa MIS
Program beasiswa ini rutin ditawarkan Pemerintah Malaysia bagi mahasiswa internasional. Malaysian International Scholarship (MIS). Beasiswa dibuka bagi masyarakat umum yang ingin melanjutkan S2 dan S3 di universitas-universitas Malaysia.  Ada puluhan universitas yang berpartisipasi. Jika berhasil mendapatkan beasiswa MIS, Anda memperoleh tanggungan biaya kuliah penuh di universitas Malaysia serta tunjangan hidup bulanan. Beasiswa ini juga bisa Anda ikuti untuk studi S2 2025-2026. Pendaftaran biasa dibuka Mei hingga Juni.

Info Pendaftaran » Beasiswa MIS

Itulah sebagian beasiswa S2 2025 - 2026 yang berpeluang untuk Anda ikuti. Silakan simak » Daftar Beasiswa S2 Lengkap untuk mengetahui beasiswa s2 terbaru yang pendaftarannya sedang dibuka.
11/30/2024 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Dikti 2023 – 2024 untuk D3, S1, S2, dan S3

Setiap tahun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menawarkan beragam jenis beasiswa kuliah yang bisa diikuti. Mulai dari beasiswa S1, beasiswa S2, hingga beasiswa S3. Program beasiswa ini cukup menarik karena menanggung biaya pendidikan, bahkan sebagian besarnya adalah beasiswa penuh, yakni selain menyediakan biaya pendidikan, tersedia pula biaya hidup, hingga biaya perjalanan. Salah satunya melalui Dirjen Dikti. Beasiswa Dikti tersebut menyasar beberapa kategori pelamar, seperti dosen, mahasiswa, atau tenaga kependidikan. Buat Anda yang mengincar Beasiswa Dikti 2023 – 2024, peluang beasiswa Dikti di bawah ini mungkin bisa menjadi pertimbangan. 
Beasiswa BPP-DN (BUDI-DN)
BPP-DN adalah Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri yang disediakan Dikti bagi dosen atau tenaga kependidikan di bawah lingkup Kementerian Ristek dan Dikti. Beasiswa Dikti ini terbuka bagi dosen perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Beasiswa BPP-DN merupakan salah satu beasiswa penuh yang dapat dipergunakan untuk melanjutkan studi pascasarjana, meliputi jenjang S2 dan S3 di sejumlah perguruan tinggi dalam negeri. 

Pelamar beasiswa BPP-DN bisa melakukan pendaftaran secara online melalui laman Dikti. Umumnya pendaftaran dilakukan dalam beberapa gelombang dalam setahunnya. Pendaftaran periode pertama biasanya dimulai awal April dan seterusnya. Namun, untuk detil tanggalnya pelamar bisa mengecek melalui pedoman yang disediakan Dikti, termasuk universitas tujuan berlangsungnya beasiswa. 

Selain menyediakan biaya pendidikan, beasiswa BPP-DN juga meliputi biaya hidup, biaya domisili, biaya penelitian, biaya buku, hingga biaya perjalanan. Siapa tahun Anda salah satu yang tertarik dengan beasiswa Dikti 2023 ini.

Info Pendaftaran » Beasiswa BUDI-DN Kemristek Dikti

Beasiswa BPP-LN (BUDI-LN)
Serupa dengan beasiswa BPP-DN, Dikti juga menawarkan beasiswa BPP-LN atau Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri. Dari namanya, sudah bisa ditebak tujuan studi beasiswa pascasarjana satu ini. BPP-LN merupakan beasiswa kuliah yang ditujukan bagi dosen, tenaga kependidikan, maupun calon dosen politeknik/vokasi yang ingin mengambil gelar S2 atau S3 di universitas-universitas luar negeri. 

Pendaftaran beasiswa BPP-LN juga dilakukan secara online melalui laman Dikti (http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/bppln/). Periode pendaftaran biasanya dimulai Mei hingga Juni. Anda bisa melihat di pedoman yang disediakan Dikti untuk melihat detil jadwalnya. Yang juga menarik dari beasiswa BPP-LN ini adalah kandidat terpilih akan diberikan beasiswa penuh, meliputi uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga yang menyertai, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan biaya buku. 

Selain itu disediakan pula biaya penyesuaian saat kedatangan, biaya program khusus, biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi, serta biaya biaya pendaftaran ke universitas. Jika Anda mengincar beasiswa Dikti 2023 – 2024 ini, bisa melihat pendaftarannya yang dibuka sekitar Mei atau Juni.

Info Pendaftaran » Beasiswa BUDI-LN Kemendikbud

Beasiswa PKPI (Sandwich-Like)
Namanya Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI). Beasiswa Dikti ini ditujukan bagi mahasiswa S3 pada pascasarjana penyelenggaran BPP-DN yang ingin membuat publikasi internasional pada jurnal internasional yang bereputasi, seperti melakukan penulisan makalah/artikel dengan mitra di luar negeri, melakukan penyempurnaan maupun penguatan karya seni atau kriya, atau melakukan penelitian lanjutan (analisis laboratorium) yang tidak memungkinkan dilakukan di Indonesia. Beasiswa PKPI merupakan program non gelar yang berlangsung minimum selama empat bulan. Beasiswa ini di antaranya meliputi bench fee, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, serta tiket pesawat pp. 

Beasiswa KIP Kuliah
Jika Anda lulusan SMA/sederajat yang mengalami keterbatasan ekonomi, namun tetap ingin melanjutkan kuliah, Beasiswa KIP Kuliah (sebelumnya Bidikmisi) bisa menjadi solusinya. Beasiswa ini terbuka untuk pelamar yang ingin melanjutkan pendidikan D IV/S1, atau mereka yang ingin melanjutkan pendidikan D III. Durasi beasiswa berlangsung selama periode kuliah, yakni delapan semester untuk D IV/S1 dan enam semester untuk D III. 

Beasiswa KIP Kuliah disediakan Kemdikbud setiap tahun. Bahkan, kuotanya cenderung meningkat. Setidaknya 400 ribu beasiswa KIP Kuliah disediakan yang disebar ke sejumlah PTN maupun PTS di dalam negeri. Pendaftaran Beasiswa KIP Kuliah dilakukan secara online melalui laman Kemdikbud (bidikmisi.dikti.go.id). Pendaftaran dibuka mulai Februari hingga Oktober. 

Beasiswa yang diperoleh di antaranya pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri pada salah satu PT, jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal (khusus untuk yang direkrut sebelum menjadi mahasiswa), bebas biaya pendidikan yang dibayarkan ke perguruan tinggi, dan subsidi biaya hidup sebesar Rp 700 ribu/bulan.

Info Pendaftaran » Beasiswa KIP Kuliah Kemendikbud

Beasiswa Bidikmisi S2
Program beasiswa Bidikmisi S2 merupakan lanjutan dari beasiswa Bidikmisi S1 (KIP Kuliah). Skema beasiswa ini terbilang belum lama ditawarkan. Pelamar Beasiswa Bidikmisi S2 adalah mereka yang sebelumnya memperoleh beasiswa Bidikmisi S1. Skema beasiswa Bidikmisi S2 ini ditawarkan bersamaan dengan beasiswa S2 Keluarga Tidak Mampu, yakni bagi mereka yang ingin melanjutkan S2 dengan latar belakang tidak mampu, namun tidak memperoleh beasiswa Bidikmisi ketika S1. Kedua beasiswa tersebut bisa diajukan melalui laman LPDP (www.lpdp.kemenkeu.go.id) yang pendaftarannya dibuka sekitar awal tahun skema Beasiswa Afirmasi. 

Beasiswa Bidikmisi S2 ini ditawarkan penuh meliputi tanggungan biaya kuliah, seperti pendaftaran, SPP, tunjangan buku, tesis, seminar, dan biaya pendidikan lainnya. Ada juga biaya pendukung, seperti transportasi keberangkatan dan kepulangan, asuransi kesehatan, visa, tunjangan hidup bulanan, tunjangan kedatangan, dll. Penjelasan lebih lanjut sudah dimuat di www.beasiswapascasarjana.com sebelumnya.

Info Pendaftaran » Beasiswa Bidikmisi S2 Kemristek Dikti

Beasiswa PPA – BPP PPA
Beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) dan bantuan biaya pendidikan peningkatan prestasi akademik (BPP-PPA) ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah diploma maupun S1 di perguruan tinggi negeri dan swasta di tanah air. Beasiswa ini dimaksudkan bisa membantu biaya pendidikan mahasiswa demi kelancaran studi. Penerima beasiswa PPA – BPP PPA akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 350 ribu per bulan yang diberikan kepada mahasiswa aktif berdasarkan periode tahun anggaran berjalan dan diberikan untuk pertama kalinya sekurang-kurangnya selama 6 bulan. Kuota beasiswa ini bisa dilihat di masing-masing kampus.

Pengajuan beasiswa PPA dan BPP PPA dilakukan di masing-masing perguruan tinggi. Informasi pendaftaran dan kuota dapat ditanyakan langsung ke kampus. Deadline masing-masing perguruan tinggi bisa saja berbeda.

Info Pendaftaran » Beasiswa PPA - BPP PPA

Beasiswa PMDSU 
Program Beasiswa Pendididikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) ditujukan bagi lulusan sarjana (S1) terbaik (fresh graduate) di tanah air yang ingin menjadi dosen dengan menempuh pendidikan hingga doktor (S3) selama empat tahun. Beasiswa PMDSU ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) yang merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat laju pertambahan jumlah doktor yang saat ini persentasenya masih terbilang rendah. 

Berbeda dengan beberapa program beasiswa Dikti lainnya, seperti BPP-LN atau BPP-DN yang khusus ditujukan bagi pelamar yang sudah berstatus dosen atau calon dosen, Beasiswa PMDSU terbuka bagi fresh graduate yang ingin menjadi dosen. Pendidikan S3 yang ditempuh bisa dilalui tanpa harus menjalani pendidikan magister terlebih dahulu dengan bimbingan promotor yang nantinya diusulkan pelamar saat pendaftaran. 

Beasiswa PMDSU di antaranya meliputi biaya riset di kelompok peneliti/, outsourcing fasilitas riset di dalam dan luar negeri, biaya seminar, biaya pendidikan (SPP/UKT), biaya hidup dan tunjangan mahasiswa, dan biaya administrasi. Beasiswa PMDSU merupakan skema baru yang ditawarkan Dikti. Anda yang lulus S1 dan berniat menjadi dosen, mungkin tidak ada salahnya mencoba beasiswa Dikti ini pada 2023. Pendaftaran beasiswa bisa dicek sekitar April atau Mei melalui laman beasiswa PMDSU Kemdikbud (http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/pmdsu/).

Info Pendaftaran » Beasiswa PMDSU Kemdikbud 

Nah, dari beberapa pilihan beasiswa Dikti 2023 – 2024 ini Anda mungkin sudah bisa menentukan beasiswa yang sesuai dan akan diikuti. Perlu diingat jadwal pendaftaran tiap beasiswa seringkali berbeda.
1/19/2021 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Dosen Ristekdikti dari Fulbright Program S3 di Amerika

Bila Anda berprofesi sebagai dosen tetap perguruan tinggi di bawah Kementerian Ristek Dikti, beasiswa dosen dari Fulbright ini bisa Anda ikuti untuk melanjutkan studi. Namanya DIKTI-funded Fulbright Grants for Indonesian Lecturers - PhD. Beasiswa memberi kesempatan bagi pelamar lanjut ke PhD Program untuk jenjang gelar doktor (S3). Beasiswa yang didanai Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Fulbright ini diperuntukkan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan doktor mereka di universitas-universitas di Amerika Serikat. 

Beasiswa Fulbright untuk dosen Ristekdikti bisa dilamar untuk semua program studi dengan pengecualian bidang kedokteran terutama yang terkait dengan perawatan pasien atau yang berhubungan dengan pasien klinis. Sangat terbuka, bila pelamar ingin mengajukan proposal yang berkaitan dengan humaniora, seni, dan ilmu sosial atau sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), dan juga kesehatan. Jika aplikasi dalam bidang STEM disarankan fokusnya adalah pelestarian lingkungan, eksplorasi energi alternatif, atau mitigasi perubahan iklim.   

Persyaratan: 
Umum:
1. Merupakan warganegara Indonesia dan bukan penduduk tetap Amerika Serikat atau saat ini tinggal di AS
2. Merupakan dosen di universitas negeri atau swasta di Indonesia yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional atau NIDN
3. Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan RISTEK-DIKTI dan diatur setiap tahun dalam panduan beasiswa online
4. Memiliki kualitas kepemimpinan serta memperlihatkan pengalaman di dalam pelayanan masyarakat
5. Punya persiapan serta memperlihatkan komitmen pada bidang studi yang dipilih
6. Mahir berbahasa Inggris
7. Memiliki catatan akademik yang luar biasa
8. Menunjukkan bahwa dapat secara realistis menyelesaikan studi pascasarjana penuh atau melakukan penelitian di AS
9. Menunjukkan komitmen kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program beasiwa Fulbright
10. Bersedia menandatangani kesepakatan dengan RISTEK-DIKTI yang berjanji untuk kembali melayani institusi tempat asalnya beberapa tahun sebelum pensiun setelah menyelesaikan program beasiswa, sesuai dengan persyaratan RISTEK-DIKTI yang berlaku.

Khusus:
1. Bergelar master (S2)
2. IPK minimum 3.0 (skala 4.00)
3. Berusia di bawah 50 tahun
4. Skor ITP TOEFL minimum 575 atau skor iBT 90/91 atau IELTS yang setara

Dokumen aplikasi: 
1. Formulir aplikasi (Unduh). Ini termasuk satu halaman study objective serta 3 – 5 halaman proposal riset.
2. Copy terbaru skor TOEFL ITP/IBT TOEFL atau IELTS, kurang dari dua tahun 
3. Dua surat referensi dari dosen/profesor dan dari atasan tempat kerja yang mengenal Anda dengan baik (Form tertera di formulir aplikasi di atas)
4. Copy ijazah dan transkrip akademik beserta terjemahan resmi ke dalam bahasa Inggris 
5. Copy dokumen identitas (KTP atau paspor)
6. Curriculum vitae

Pendaftaran: 
Pelamar terlebih dahulu mendaftar secara online di laman Ristekdikti. Pilih Dikti Funded Fulbright - S3 dan lengkapi aplikasi online di laman tersebut.

Selanjutnya siapkan berkas dokumen aplikasi yang diminta di atas. Buat dua rangkap. Satu rangkap buat Ristekdikti dan satu buat Aminef. Kemudian ajukan via pos atau antar langsung ke alamat:

DIKTI-funded Fulbright Grants for Indonesian Lecturers
Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK & DIKTI
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Jalan Pintu 1 Senayan, Lantai 5
Jakarta 10270

Kemudian kirim juga copy berkas serupa ke alamat:  

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
Intiland Tower, Lantai 11
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 32
Jakarta 10220
Tel : (021) 579 39 085 ~ 9086

Dokumen aplikasi diterima paling lambat 1 Maret 2019. 

Kontak: 
t: (021) 5793-9085/86
e: infofulbright_ind@aminef.or.id
w: www.aminef.or.id
2/17/2019 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN)

Selain menawarkan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri (BUDI-DN), Kementerian Ristek Dikti bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), juga menyediakan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN). Beasiswa ini ditujukan bagi para dosen tetap perguruan tinggi di bawah Kementerian Ristek Dikti. Pendaftaran BUDI-LN saat ini dibuka untuk gelombang ke-2 2016 setelah sebelumnya dibuka pendaftaran gelombang pertama 2016.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi Kemristek Dikti, dan berniat melanjutkan studi S3 di luar negeri, BUDI-LN bisa menjadi solusinya. Beasiswa ini didanai penuh yang mencakup semua kebutuhan studi di luar negeri. Pendanaan dilakukan oleh LPDP.

Komponen beasiswa yang ditanggung dan besarannya sama dengan standar Beasiswa LPDP. Meliputi biaya kuliah, biaya hidup, biaya keberangkatan dan kepulangan, tunjangan keluarga, tunjangan buku, tunjangan tesis/disertasi, seminar, visa, hingga asuransi kesehatan juga akan disediakan. Ada juga fasilitas lain semisal biaya pendaftaran ke universitas, tunjangan kedatangan, serta insentif jika masuk di perguruan tinggi unggulan berdasarkan peringkat.

Persyaratan:
1. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemristekdikti yang memiliki NIDN atau NIDK
2. Telah memiliki gelar S2 atau yang setara sesuai dengan ketentuan Kemristekdikti
3. Tidak sedangn melaksanakan studi lanjut atau berstatus mahasiswa aktif jenjang S3 pada perguruan tinggi yang dituju di luar negeri (on-going)
4. Tidak untuk mendapatkan gelar kedua pada strata yang sama
5. Telah memiliki LoA (Letter of Acceptance) tanpa syarat (unconditional) dari perguruan tinggi yang dituju
6. Telah memiliki usulan penelitian yang telah disetujui oleh calon promotor di perguruan tinggi luar negeri
7. Usia pelamar tidak melebihi 47 tahun ketika mendaftar beasiswa
8. Pelamar yang berstatus suami atau istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan dibimbing oleh promotor yang sama
9. Mendapatkan izin untuk melanjutkan studi dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS
10. Setelah menyelesaikan studi di luar negeri karyasiswa wajib dan segera kembali ke perguruan tinggi asal serta melakukan ikata dinas sekuran-kurang 2n+1, dan mengisi surat pernyataan sesuai format terlampir (Lampiran 5)

Simak juga » Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (online), yaitu melalui laman Ditjen Sumber Daya IPTEK dan DIKTI di http://budi.ristekdikti.go.id. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem
b. Melampirkan LoA (Letter of Acceptance) tanpa syarat (unconditional) dari perguruan tinggi yang dituju
c. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi
d. Bagi pelamar yang akan studi di negara dnegan bahasa pengantar bahasa Inggris, melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550, atau TOEFL-iBT minimal 80, atau IELTS minimal 6.0, atau TOEIC minimal 650 yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan)
e. Bagi pelamar yang akan studi di negara dengan bahasa pengantar bukan bahasa Inggris, melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL instituisional (ITP) minimal 500, atau TOEFL-iBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5 atau TOEIC minimal 600 yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan)
f. Untuk butir (d) dan (e), apabila perguruan tinggi luar negeri yang dituju memiliki standar atau syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC yang lebih tinggi, maka syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC dari PT luar negeri yang berlaku
g. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan
h. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dalam bahasa Inggris. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3 yang telah didiskusikan dengan calon promotor
i. Melampirkan Letter of Motivation dalam bahasa Inggris maksimal 3 (tiga) halaman
j. Melampirkan surat izin melamar beasiswa dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS
k. Melampirkan surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain (lampiran 4)
l. Melampirkan surat pernyataan kesanggupan pulang ke Perguruan Tinggi asal di Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri dan menjalankan ikatan dinas sekurang-kurangnya 2n+1 (Lampiran 5)
m. Melampirkan surat keterangan berbadan sehat dan bebas Narkoba maupun TBC yang diterbitkan oleh Rumah Sakit Pemerintah
n. Seluruh dokumen tersebut di atas (asli) wajib dibawa saat seleksi wawancara setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi

Pendaftaran online Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI-LN) gelombang ke-2 2016 dibuka mulai 25 Juli – 5 Agustus 2016 di laman website BUDI. Peserta yang lolos seleksi administratif, akan mengikuti seleksi berikutnya yaitu wawancara dalam bahasa Inggris. Penetapan hasil seleksi bisa dilihat melalui akun masing-masing.

Dokumen lampiran yang dibutuhkan seperti tertera di persyaratan bisa diperoleh melalui pedoman beasiswa yang bisa diunduh di laman BUDI-LN. Anda juga bisa melihat daftar universitas tujuan studi.

Kontak:
Direktorat Jenderal Sumberdaya Iptek dan Dikti
Gedung D Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu,
Senayan, Jakarta Pusat 10270
Email: bpps@dikti.go.id | blndikti@dikti.go.id
7/29/2016 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa PMDSU Dikti (Fresh Graduate)

Program Beasiswa Pendididikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) hadir lagi. Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan sarjana (S1) terbaik (fresh graduate) di tanah air yang ingin menjadi dosen dengan menempuh pendidikan hingga doktor (S3) selama empat tahun. Beasiswa PMDSU ditawarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) yang pendaftarannya kini dibuka untuk Beasiswa PMDSU Batch II tahun akademik 2015/2016.

Perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa PMDSU Batch II 2015, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Sumatera Utara. Pelamar dapat memilih melanjutkan pendidikan di salah satu universitas tersebut.

Beasiswa PMDSU merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat laju pertambahan jumlah doktor yang saat ini persentasenya masih terbilang rendah. Berbeda dengan beberapa program beasiswa Dikti lainnya, seperti BPP-LN atau BPP-DN yang khusus ditujukan bagi pelamar yang sudah berstatus dosen atau calon dosen, Beasiswa PMDSU terbuka bagi fresh graduate yang ingin menjadi dosen. Pendidikan S3 yang ditempuh bisa dilalui tanpa harus menjalani pendidikan magister terlebih dahulu dengan bimbingan promotor yang nantinya diusulkan pelamar saat pendaftaran.

Pembiayaan beasiswa PMDSU di antaranya meliputi biaya riset di kelompok peneliti/promotor (maksimum Rp 60 juta/per tahun), outsourcing fasilitas riset di dalam dan luar negeri, biaya seminar, biaya pendidikan (SPP/UKT), biaya hidup dan tunjangan mahasiswa, dan biaya administrasi.

Persyaratan umum:
1. Lulus S1 dalam tiga tahun terakhir
2. Memiliki IPK minimum 3.25
3. Mendaftar secara online melalui beasiswa.dikti.go.id/pmdsu

Pendaftaran:
Pelamar Beasiswa PMDSU dapat mendaftar secara online melalui laman Beasiswa PMDSU Dikti (beasiswa.dikti.go.id/pmdsu) mulai 25 Mei – 18 Juli 2015. Di laman tersebut tersedia nama calon promotor yang bisa dipilih untuk diajukan sebagai promotor atau pembimbing. Pelamar dapat melihat profil mereka, seperti rekam jejak bidang studi, kajian riset, dll.

Sebelum mendaftar Beasiswa PMDSU, Anda diminta melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan calon promotor tersebut, termasuk misalnya menyanyakan kesediaan mereka untuk menjadi promotor Anda. Para promotorlah nantinya yang memutuskan siapa yang mereka setujui untuk menjadi bimbingan mereka.

Setelah itu, pelamar mendaftar ke program pascasarjana (PPs) pada kampus mereka dengan memenuhi segala persyaratan masuk di universitas tersebut. Daftar universitas tertera di atas. Kegiatan pendaftaran ke PPs dan pendaftaran Beasiswa PMDSU bisa Anda lakukan secara bersamaan. Namun, pelamar disarankan mendaftar terlebih dahulu ke PPS tujuan. Lebih teknis bisa dilihat di panduan Beasiswa PMDSU yang bisa diunduh di laman Dikti di atas.

Pelamar hanya diperbolehkan mengajukan usulan kepada satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara PMDSU. Penetapan penerima beasiswa PMDSU akan diumumkan oleh PPs tempat studi. Jika diterima, Anda akan menandatangani kontrak dengan Dikti sebagai calon dosen.

Update:
Pendaftaran Beasiswa PMDSU saat ini dibuka untuk Batch II 2015 Gelombang 2 mulai 14 Juli - 14 Agustus 2015. Silakan mendaftar online.
8/14/2015 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Dosen/Calon Dosen 2016 Kemenristek Dikti

Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (sebelumnya Ditjen Dikti) kembali menawarkan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri dan Luar Negeri yang kini dinamai Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) bagi para dosen di lingkungan Kementerian Ristek & Dikti. BUDI 2016 terdiri dari beasiswa S2 dan Beasiswa S3. Penerima beasiswa S2 akan mendapatkan pembiayaan studi selama maksimum 24 bulan (2 tahun) dan beasiswa S3 diberikan maksimum 36 bulan (3 tahun) dan dapat diperpanjang maksimum 12 bulan berdasarkan pertimbangan kasusnya.

BUDI mencakup uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, biaya buku, biaya kedatangan di negara tujuan, dan biaya program khusus (satu kali mengikuti konferensi/seminar). Selain itu disediakan pula bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi dan biaya pendaftaran ke universitas. Beasiswa Dosen Dikti ini mengacu pada pendanaan LPDP.

Pelamar dibagi ke dalam 2 kategori, yaitu:

Kategori-1: Pelamar ke perguruan tinggi luar negeri yang telah menjalin kerjasama dengan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kerjasama antar perguruan tinggi (U to U) yang telah disahkan oleh Ditjen Kelembagaan Iptek & Dikti

Kategori-­2: Pelamar yang belum menentukan perguruan tinggi tujuan studi dan bersedia diarahkan oleh Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti dalam memilih perguruan tinggi tujuan studi di luar negeri.

Persyaratan:
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, adalah dosen yang:
    1. Memiliki NIDN
    2. Memiliki NIP
    3. Tidak memiliki NIDN/NIP pada bidang keilmuan tertentu dan memiliki masa kerja minimal 5 tahun serta berusia antara 27 sampai 50 tahun;
b. Dosen tetap PTN yang sudah mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, atau dosen tetap PTS yang sudah mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing;
c. Tenaga kependidikan tetap pada PTN, atau Kantor Pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti, atau kantor Kopertis Wilayah, yang sudah mendapat ijin dari pemimpin institusi yang bersangkutan;
d. Bagi dosen tetap dan tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara, sedangkan untuk tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S2 harus telah memiliki gelar S1 atau yang setara;
e. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
f. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris, penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
g. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana bahasa pengantar kuliahnya bukan bahasa Inggris, yang bersangkutan harus menguasai bahasa Inggris minimal setara dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500, atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5;
h. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
i. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian;
j. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN. Untuk tenaga kependidikan, umur pelamar tidak lebih dari 40 tahun untuk studi lanjut gelar S2 dan tidak lebih dari 44 tahun untuk gelar S3;
k. Pelamar yang berstatus suami dan istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (on-line), yaitu melalui laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) di http://beasiswa.dikti.go.id/. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata-sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem;
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;
c. Bagi pelamar yang akan studi di negara berbahasa Inggris (English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 78, atau IELTS minimal 6.0) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
d. Bagi pelamar yang akan studi di negara tan bahasa Inggris (non-English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
e. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
f. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) bagi pelamar program S3. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 4 (pedoman);
g. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi, berupa NIDN. Bagi tenaga kependidikan tetap di Perguruan Tinggi Negeri, atau di Kantor Pusat di lingkungan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau Kopertis Wilayah melampirkan bukti sah berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian;
h. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;
i. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin PTN bagi tenaga kependidikan tetap di PTN, atau sekurang-kurangnya pejabat Eselon-2 Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) bagi tenaga kependidikan tetap di kantor pusat Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), atau koordinator Kopertis Wilayah bagi tenaga kependidikan tetap di kantor Kopertis Wilayah tersebut.
j. Bagi pelamar Kategori-1 yang telah memiliki LoA (Letter of Acceptance) atau LoO (Letter of Offer) dari perguruan tinggi tujuan studi, diminta untuk melampirkannya ketika melamar;

Seleksi akan dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris. Seleksi akan didasarkan pada beberapa aspek, yaitu aspek akademik, aspek bahasa, dan aspek sosial dan keluarga.

Pengumuman hasil seleksi administrasi, wawancara dan pelaksanaan lokakarya pra-keberangkatan dilakukan melalui laman resmi Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (http://www.dikti.go.id). Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui pedoman BPP-LN 2015 yang disediakan di laman Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti.

UPDATE : Pendaftaran BUDI-DN dan BUDI-LN 2016 - 2017
3/23/2015 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Bidik Misi S2 2019 - 2020

Jika selama ini Beasiswa Bidik Misi fokus pada calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi S1/D-IV, kini ada tawaran baru untuk jenjang lebih tinggi. Beasiswa Bidik Misi S2. Memang ada perbedaan dari Beasiswa Bidik Misi S1/D-IV. Beasiswa Bidik Misi S2 hanya ditujukan bagi mereka yang telah meraih Beasiswa Bidik Misi ketika di S1/D-IV dan telah menyelesaikan kuliah sarjananya tersebut. Jika Anda memenuhi kriteria tersebut dan berniat kembali melanjutkan S2 di perguruan tinggi dalam negeri, Beasiswa Bidik Misi S2 ini dapat diikuti.

Seperti halnya Beasiswa Bidik Misi S1/D-IV, Beasiswa Bidik Misi S2 juga memberikan pembiayaan penuh untuk studi yang akan dijalani. Di 2019 misalnya, beasiswa yang diberikan meliputi biaya awal (Initial allowance) yang terdiri dari biaya pendaftaran (langsung dibayarkan ke perguruan tinggi), biaya matrikulasi (langsung dibayarkan ke perguruan tinggi), biaya akomodasi awal, biaya tesis/disertasi, dan biaya transportasi.

Selain itu disediakan biaya berkala (periodic allowance) yang meliputi biaya perkuliahan/SPP (tuition fee), biaya hidup bulanan dan tunjangan domisili, tunjangan buku, serta asuransi kesehatan.

Beasiswa tersebut akan diberikan untuk masa waktu 24 bulan dengan catatan pelamar dapat membuktikan kemajuan studi yang memuaskan serta menjalani studi di perguruan tinggi berbeda.

Persyaratan:
1. Penerima Bidikmisi yang sudah menyelesaikan studi S1/D4
2. IPK kelulusan minimal 3.00
3. Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) dari perguruan tinggi yang dituju (Jika ada)
4. Menguasai bahasa inggris yang dibuktikan dengan sertifikat bukti (TOEFL Institutional minimal 500, IBT minimal 65 atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (jika ada).

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi S2 dikelola oleh LPDP (www.lpdp.depkeu.go.id). Pelamar bisa mendaftar secara online melalui website tersebut. Penjelasannya dapat ditemukan di bidikmisi.dikti.go.id pada menu mahasiswa.

Kemudian isi formulir pendaftaran yang disediakan LPDP. Lalu lampirkan dokumen berikut:
1. Letter of acceptance (LoA) atau letter of offer (LoO) dari perguruan tinggi yang dituju (jika ada).
2. Hasil pindaian ijazah dan transkrip S1/D-IV yang telah dilegalisir.
3. Salinan sertifikat bukti kemampuan bahasa Inggris (TOEFL Institutional minimal 500, IBT minimal 65 atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (jika ada).

Seleksi:
Proses seleksi dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawanara tatap muka dengan Bahasa Inggris. Seleksi akan dilakukan oleh Tim Seleksi Beasiswa Pascasarjana Bidik Misi dengan melihat aspek akademik, aspek bahasa, dan aspek sosial dan kelarga.

UPDATE » Pendaftaran Beasiswa S2 Bidik Misi 2019 - 2020
3/16/2015 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Bidik Misi 2018 - 2019, Ini Pendaftarannya!

Tahun 2018 - 2019, Beasiswa Bidik Misi kembali disediakan pemerintah melalui Kementerian Ristek Dikti. Jumlah kota yang disediakan sekitar 90.000 bagi penerima Beasiswa Bidik Misi 2018. Beasiswa tersebut disebar di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dan seluruh perguruan tinggi swasta (PTS) berakreditasi A di Pulau Jawa, B di luar Pulau Jawa, dan C di daerah tertinggal.

Bidik Misi adalah bantuan pendidikan yang diperuntukkan kepada mereka yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi dalam melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun memiliki potensi akademik yang baik dan kemauan menyelesaikan studi.

Beasiswa yang diperoleh, di antaranya pembebasan biaya kuliah pada perguruan tinggi serta subsidi biaya hidup. Nilai subsidi biaya hidup yang diberikan serendah-rendahnya Rp 650 ribu per bulan yang diberikan setiap 6 bulan. Adapun pembebasan biaya pendidikan mencakup semua biaya yang dibayarkan ke Perguruan Tinggi untuk kepentingan pendidikan.

Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama delapan (8) semester untuk program Diploma IV dan S1, maksimum enam (6) semester untuk program Diploma III, empat (4) semester untuk program Diploma II, dan dua (2) semester untuk program Diploma I.

Persyaratan:
1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2018 dan 2017
2. Belum pernah ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi di perguruan tinggi
3. Usia paling tinggi pada saat diterima di perguruan tinggi adalah 21 tahun
4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:
   a. Siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya
   b. Pendapatan kotor orang tua/wali gabungan (suami + istri) setinggi-tingginya Rp4.000.000,00 (Empat juta rupiah) atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4
6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah
7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu di antara PTN atau PTS dengan ketentuan:
   a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
      1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
      2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN)
      3) Seleksi Mandiri PTN.
   b. Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
   c. PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.

Simak juga » Ini Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 

Pendaftaran:
Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi 2018 dilakukan secara online di bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id

Ada beberapa alur yang ditempuh lulusan SLTA/sederajat sebelum mendaftar. Sekolah harus terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi di laman Bidik Misi. Biasanya butuh waktu 1 x 24 jam untuk diverifikasi terlebih dahulu oleh Ditjen Dikti. Jika sekolah sebelumnya telah terdaftar sebagai pemohon Bidik Misi, maka tinggal login dengan memasukkan NPSN serta Kode Akses yang telah diperoleh.

Berikutnya, sekolah merekomendasikan masing-masing siswa untuk memperoleh Bidik Misi di laman tersebut. Jika mereka telah merekomendasikan, sekolah akan memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing-masing siswa yang sudah direkomendasikan. Tahapan tersebut semuanya dilakukan pihak sekolah.

Nomor pendaftaran dan kode akses yang diberikan pihak sekolah nantinya akan Anda gunakan saat mendaftar beasiswa Bidik Misi secara online. Silakan buka laman Bidik Misi yang tertera di atas untuk mendaftar. Pilih fitur ‘Siswa’ yang telah direkomendasikan. Silakan selesaikan semua tahapan di sistem pendaftaran tersebut.

Siswa yang sudah menyelesaikan pendaftaran Bidikmisi mendaftar seleksi nasional atau mandiri yang telah diperoleh sesuai ketentuan masing-masing pola seleksi melalui alamat berikut:
1. SNMPTN melalui http://www.snmptn.ac.id
2. SBMPTN melalui http://www.sbmptn.ac.id
3. PMDK Politeknik melalui http://pmdk.politeknik.or.id
4. Seleksi Mandiri PTN sesuai ketentuan masing-masing PTN
5. Seleksi Mandiri PTS sesuai ketentuan masing masing PTS.
6. Siswa yang mendaftar dan ditentukan lolos melalui seleksi masuk. melengkapi berkas, dan berkas dibawa pada saat pendaftaran ulang, yaitu:
   a. Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari laman Bidikmisi
   b. Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau bantuan pemerintah sejenis lainnya (jika ada)
   c. Siswa yang belum memenuhi syarat butir (b) di atas, harus membawa Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Kepala Dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat
   d. Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang Susunan Keluarga
   e. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan/ atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya
   f. Berkas pendukung lainnya yang diminta oleh perguruan tinggi dan Kopertis.

Pendaftaran Beasiswa Bidikmisi 2018 dibuka mulai 15 Januari 2018 – 30 September 2018. Informasi pertanyaan bisa disampaikan melalui email: bidikmisi@ristekdikti.go.id atau kunjungi alamat website Bidikmisi yang tertera.

Seleksi:
Seleksi untuk PTN
Proses seleksi Bidik Misi 2018 dilakukan oleh perguruan tinggi baik yang masuk melalui jalur seleksi nasional maupun mandiri. Jika mengikuti seleksi nasional, PTN akan menyeleksi penerima rekomendasi Bidik Misi yang merupakan lulusan seleksi nasional (SNMPTN/SBMPTN). Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTN dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, urutan kualitas sekolah, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Hasil seleksi nasional calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi nasional dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.

Jika mengikut seleksi mandiri, PTN melakukan seleksi terhadap pendaftar menggunakan jalur, persyaratan, dan kriteria khusus yang ditetapkan oleh masing-masing PTN. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh Rektor/Direktur /Ketua atau yang diberi wewenang melalui media yang dapat diakses oleh setiap pendaftar dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.

Seleksi untuk PTS
Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTS dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Untuk memastikan kondisi ekonomi pendaftar, PTS bisa saja melakukan kunjungan ke alamat pendaftar. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi PTS dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.
3/15/2015 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa S3 di Austria Kerjasama Dikti

Skema beasiswa S3 di Austria ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Riset Austria. Namanya Indonesian Austrian Scholarship Programme. Beasiswa yang tertuang melalui perjanjian ASEA-UNINET antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Badan Kerjasama Internasional Austria bidang Pendidikan dan Riset (OeAD-GmbH).

Kini beasiswa tersebut kembali dibuka untuk tahun akademik 2015-2016. Bagi Anda yang berprofesi sebagai dosen dan ingin melanjutkan pendidikan S3 untuk meraih gelar PhD, peluang ini terbuka untuk diikuti. Pelamar diberi kebebasan untuk memilih program studi serta universitas yang diminati di Austria. Setiap tahun disediakan sekitar 20 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Kandidat terpilih akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.000, asuransi kesehatan dan kecelakaan, akomodasi, serta subsidi biaya perjalanan untuk kedatangan dan keberangkatan yang dibayarkan oleh otoritas Indonesia.

Beasiswa akan diberikan selama 36 bulan atau 3 tahun sejak dimulainya program. Pelamar saat ini berusia maksimal 35 tahun atau 5 tahun setelah menyelesaikan kuliah master.

Dokumen persyaratan:
1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas di Austria
3. Deskripsi projek studi/tesis (2-4 halaman, judul, isi, metodologi, tabel waktu) yang telah disetujui oleh supervisor di Austria
4. Satu lembar surat rekomendasi dari supervisor (harus ada kop surat, tandatangan yang memberi rekomendasi, dan cap universitas/departemen. Tidak boleh lebih dari enam bulan saat aplikasi)
5. Scan paspor pada halaman nama dan foto
6. Scan ijazah dan transkrip dari studi sebelumnya (diploma, sarjana, master, atau PhD)
7. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman yang baik (skor tes TOEFL 500 atau IELTS 5.5)

Pendaftaran:
Dokumen yang tertera di atas kirim ke OeAD - Sarah Widmoser, Programme Manager via email: sarah.widmoser@oead.at

Setelah mengirimkan dokumen ke OeAD-GmbH, calon kandidat terpilih akan diundang untuk mengikuti sesi wawancara yang digelar di Indonesia. Kemudian para nominee mendaftar ke universitas di Austria dengan dukungan dari OeAD-GmbH. Pada saat yang sama, peserta juga diminta untuk mengajukan aplikasi kedua ke Dikti, melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppln/

Keputusan final akan diambil setelah kandidat diterima di universitas Austria. Informasi lebih jauh bisa ditanyakan kepada Sarah Widmoser via email: sarah.widmoser@oead.at. Telp: +43 1 534 08 – 455. Atau website www.oead.at. Aplikasi sudah harus diterima paling lambat 1 Februari 2015.
9/26/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

IGSP, Beasiswa Studi S3 di Jerman

Kualitas pendidikan di salah satu negara Benua Eropa ini tidak perlu disanksikan. Banyak pelajar mancanegara berlomba-lomba bisa studi di sana. Jerman. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), setiap tahun disediakan beasiswa studi doktoral (S3) bagi dosen tetap perguruan tinggi di lingkup Kemdikbud. Beasiswa tersebut disediakan melalui skema Indonesia-Germany Scholarship Programme (IGSP), salah satu program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri yang ditawarkan Dikti.

Bila Anda seorang dosen yang dimaksud, ini kesempatan untuk mencoba penawaran beasiswa IGSP. Beasiswa yang diperoleh nantinya meliputi uang kuliah (tuition fee), biaya hidup, tunjangan biaya hidup keluarga inti, tiket pesawat PP, asuransi kesehatan, biaya buku, biaya kedatangan, biaya program khusus (konferensi/seminar), biaya penulisan tugas akhir (disertasi), termasuk biaya pendaftaran ke universitas.

Persyaratan: 
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud adalah:
    1. Memiliki NIDN
    2. Mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, dan/atau mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing (bagi dosen PTS);
b. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) untuk bahasa dan matrikulasi dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju.
c. Dosen tetap yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara;
d. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
e. Penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
f. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
g. Pelamar program S3 harus telah mempunyai usulan penelitian dan rencana publikasi di jurnal internasional bereputasi yang disetujui oleh, atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju;
h. Umur pelamar dosen tetap tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN.
i. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
Pelamar bisa mendaftar secara online di laman http://beasiswa.dikti.go.id/bppln/. Silakan pilih jenis beasiswa Indonesia-Germany Scholarship Programme. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan password yang dapat digunakan untuk log in kembali. Setelah terdaftar, Anda dapat mengunggah dokumen yang diminta, di antaranya:

a. Melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju
b. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2;
c. Melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
d. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan.
e. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dan rencana publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bagi pelamar program S3 yang telah disetujui (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis) oleh calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju.
f. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kemendikbud berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian/NIDN.
g. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;

Pelamar yang memenuhi syarat akan mengikuti sesi wawancara yang akan digelar Dikti pada 17-18 November 2014 di Jakarta. Pendaftaran online serta pengunggahan berkas paling lambat 15 Oktober 2014. Pedoman dapat diunduh melalui laman Dikti di atas.
8/15/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa S2 Fresh Graduate Dalam Negeri

Buat Anda lulusan fresh graduate dari S1/D4 dan mulai melanjutkan pendidikan S2 tahun ini, sebaiknya mengambil kesempatan untuk mengikuti beasiswa program pascasarjana dalam negeri (BPP-DN) yang ditawarkan Dikti. Beasiswa ini khusus buat para fresh graduate, baik perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS).

Bedanya, beasiswa S2 fresh graduate Dikti tidak penuh, seperti misalnya Beasiswa Unggulan atau LPDP. Namun, program ini bakal sangat membantu terutama untuk meringankan tanggungan kuliah Anda. BPP-DN fresh graduate akan membiayai SPP selama maksimum 4 semester. Jika ditanggung sendiri, angkanya juga pasti lumayan besar. Antisipasi juga, siapa tahu Beasiswa Unggulan atau LPDP tidak gol, beasiswa ini justru diterima.

Ketentuan beasiswa fresh graduate:
1. Beasiswa Fresh Graduate diberikan oleh Dikti dan diperuntukkan mahasiswa S1/D4 yang lulus pada periode wisuda satu tahun terakhir (lulus paling lambat 1 Juni 2013)
2. Komponen biaya yang ditanggung oleh BPPDN Fresh Graduate hanya SPP selama maksimum 4 semester
3. Mempunyai IPK >= 3.00/4
4. Masa Studi <= 10 semester
5. Menandatangani pernyataan untuk menyelesaikan S2
6. Program S1/D4 harus sebidang dengan Jurusan S2

Ctt: Periode ini khusus calon mahasiswa angkatan 2014, bukan on going.

Pendaftaran:
Anda bisa mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran online di sini. Ada empat langkah, silakan isi sesuai kategori pemohon. Misalnya kolom “Lingkup Perguruan Tinggi Pendidikan Terakhir”. Pilihannya ada “Perguruan Tinggi Negeri” atau “Kopertis” sesuai masing-masing wilayah jika pelamar berasal dari PTS. Lengkapi semua. Setelah selesai, Anda bisa log ini di laman tersebut untuk merampungkan proses aplikasi.
7/05/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Dosen – BPPDN Ristek Dikti di PTN/PTS Dalam Negeri

Buat Anda yang berprofesi sebagai dosen dan ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di dalam negeri, ini dia kesempatan beasiswa dosen 2019 yang bisa diraih. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Ristek Dikti membuka kembali beasiswa pendidikan pascasarjana dalam negeri (BPPDN) untuk studi doktoral di universitas-universitas dalam negeri. Beasiswa terbuka untuk program doktor (S3) di sejumlah PPs pada PTN maupun PTS penyelenggara beasiswa BPPDN. Syaratnya adalah pelamar merupakan tenaga dosen tetap pada perguruan tinggi naungan Kementerian Ristek Dikti yang ditandai dengan telah memiliki NIDN atau NIDK. Ada 37 perguruan tinggi negeri (PTN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara BPP-DN 2019 dan 9 perguruan tinggi swasta (PTS).

Berbeda dari program sebelumnya, BPPDN 2019 tidak tersedia bagi calon dosen dan hanya diperuntukkan bagi dosen tetap baik PTN maupun PTS yang telah memiliki NIDN/NIDK di lingkup Kemenristekdikti. Para pelamar diharuskan mendaftar secara online melalui website Ristek Dikti dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Sejumlah komponen biaya disediakan Kemenristekdikti bagi para dosen yang berhasil memperoleh beasiswa BPPDN. Bantuan diberikan per semester, di antaranya biaya hidup Rp 15 juta, tunjangan buku Rp 3 juta, biaya penelitian Rp 6 juta, serta biaya pendidikan dan biaya perjalanan yang disesuaikan kebutuhan.

Pelamar BPPDN untuk dosen harus mendapatkan persetujuan pemimpin perguruan tinggi/lembaga asal, dan diajukan kepada Direktur Program/Dekan Sekolah Pascasarjana yang dituju. Bagi pelamar BPPDN yang berasal dari perguruan tinggi swasta, harus juga memperoleh surat penugasan/ijin dari LL DIKTI.

Simak juga » Pendaftaran Beasiswa 2019 - 2020 Program S1, S2, S3

Ketentuan khusus:
1. Pelamar BPP-DN hanya diperbolehkan melamar di satu perguruan tinggi (PT) penyelenggara BPP-DN.
2. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang sudah bergelar doktor di bidang lain dengan pembiayaan melalui sumber pendanaan dari Kemenristekdikti.
3. Beasiswa tidak diberikan kepada pelamar yang sedang mendapatkan beasiswa yang bersumber dari dana Pemerintah Republik Indonesia.
4. Batas usia pelamar BPP-DN adalah 50 tahun terhitung pada tanggal 30 September di tahun pemberian beasiswa.
5. Persyaratan akademik mengikuti aturan dan ketentuan PPs Penyelenggara.
6. Jangka waktu pemberian BPP-DN adalah maksimum 36 bulan.
7. Setelah menyelesaikan studi, penerima BPP-DN diwajibkan untuk kembali mengabdi ke perguruan tinggi tempat bekerja selama 1n+1 tahun (n adalah lama masa menerima BPP-DN dalam satuan tahun) sesuai Permendiknas Nomor 48 Tahun 2009.
8. Penerima BPP-DN diwajibkan untuk mengikuti seluruh ketentuan akademik yang berlaku di PPs Penyelenggara dan/atau Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 48 Tahun 2009 tentang pedoman pemberian tugas belajar bagi PNS di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional.
9. Penerima BPP-DN yang melanggar ketentuan-ketentuan tersebut di atas dikenakan sanksi berupa pengembalian dana BPP-DN sebesar dua kali jumlah yang dikeluarkan oleh Pemerintah ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui mekanisme pengembalian yang berlaku (sesuaikan dengan pernyataan yang tertera di permendiknas).

Dokumen aplikasi:
1. Surat pernyataan penugasan mengikuti seleksi program pascasarjana untuk memperoleh dana beasiswa
2. Salinan (scan) ijasah S2
3. Salinan (scan) transkrip nilai S2
4. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa dari sumber lain
5. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Mekanisme pendaftaran: 
 a. Mendaftarkan diri sebagai pelamar BPP-DN melalui laman beasiswa.ristekdikti.go.id/bppdn dengan memenuhi seluruh persyaratan;
b. Mengunggah dokumen yang dipersyaratkan BPP-DN pada laman http://beasiswa.ristekdikti.go.id
c. Mendaftar ke PPs Penyelenggara yang dituju dengan memenuhi persyaratan pendaftaran sebagai pelamar PPs tersebut;
d. Mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan Proses Seleksi yang diselenggarakan oleh PPs Penyelenggara tujuan;
e. Melihat hasil Penetapan Penerima BPP-DN yang diumumkan oleh PPs tempat studi;

Pendaftaran beasiswa BPPDN 2019 dilakukan secara online melalui laman Ristek Dikti di atas. Pendaftaran online dibuka hingga 29 Mei 2019. Penetapan daftar calon penerima BPPDN akan disampaikan Agustus 2019.

Sebaiknya sebelum mendaftar, pelajari terlebih dahulu panduan beasiswa BPPDN yang tertera di laman tersebut, termasuk melihat daftar perguruan tinggi penyelenggaran BPPDN 2019 serta program doktor yang bisa dilamar. Di dalam panduan juga tertera juga contoh format surat pernyataan penugasan yang dibutuhkan untuk dokumen aplikasi. 

Kontak:
Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti
Gedung D Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu,Senayan, Jakarta Pusat 10270
e: bpps@ristekdikti.go.id | blndikti@dikti.go.id
4/08/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Dikti – BPP-LN

Beasiswa pendidikan pascasarjana luar negeri (BPP-LN) 2014 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kini hadir lagi. Beasiswa ini ditawarkan untuk jenjang pendidikan S2 dan S3 di luar negeri. BPP-LN dapat diikuti bagi dosen tetap PTN maupun PTS serta tenaga kependidikan pada PTN, Kantor Pusat Ditjen Dikti, atau kantor Kopertis.

Kuota BPP-LN Dikti 2014 disebar ke berbagai negara tempat studi. Wilayahnya meliputi Amerika Utara dengan kuota 10 persen, Asia 30 persen, Uni Eropa 40 persen, dan Oseania 20 persen.

BPP-LN merupakan beasiswa penuh yang meliputi uang kuliah, biaya hidup, tunjangan biaya hidup untuk keluarga inti, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan biaya buku per semester. Selain itu disediakan pula biaya kedatangan, biaya program khusus, bantuan biaya penulisan tugas akhir/tesis/disertasi, serta biaya pendaftaran ke universitas. Beasiswa luar negeri Dikti ini disediakan cukup lengkap, sehingga kandidat terpilih bisa sepenuhnya menjalani studi mereka.

Persyaratan:
a. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbud adalah:
    1. Memiliki NIDN
   2. Mendapat ijin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, dan/atau mendapat ijin dari Koordinator Kopertis Wilayah masing-masing (bagi dosen PTS);
b. Tenaga kependidikan tetap (memiliki NIP) pada PTN, atau Kantor Pusat Ditjen Dikti, atau kantor Kopertis, yang sudah mendapat ijin dari pemimpin yang bersangkutan;
c. Telah mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) untuk bahasa dan matrikulasi dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju, atau sesuai dengan ketentuan 4.2.1.b di atas;
d. Bagi dosen tetap dan tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara, sedangkan untuk tenaga kependidikan yang melamar program pendidikan S2 harus telah memiliki gelar S1 atau yang setara;
e. Tidak bisa menggunakan BPP-LN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
f. Penguasaan bahasa Inggris dengan nilai TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, untuk mendaftar BPP-LN. Apabila ada dua syarat atau lebih nilai TOEFL/IELTS yang berlaku di PT luar negeri yang dituju, maka syarat nilai TOEFL/IELTS dari PT luar negeri yang berlaku;
g. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
h. Untuk program S3, pelamar harus telah mempunyai usulan penelitian dan rencana publikasi di jurnal internasional bereputasi yang disetujui oleh, atau sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis dengan calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju;
i. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 50 tahun ketika mendaftar BPP-LN. Untuk tenaga kependidikan, umur pelamar tidak lebih dari 40 tahun untuk studi lanjut gelar S2 dan tidak lebih dari 44 tahun untuk gelar S3;
j. Pelamar yang berstatus suami dan istri dari bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.

Pendaftaran:
a. Proses pelamaran harus dilakukan secara on-line, yaitu melalui laman Ditjen Dikti di http://beasiswa.dikti.go.id. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan password yang dapat digunakan untuk login kembali di sistem;
b. Melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) yang masih berlaku dan bebas syarat (unconditional) dari Perguruan Tinggi luar negeri yang dituju, atau LoA/LoO yang bersyarat (conditional) untuk kemampuan bahasa dari perguruan tinggi Kelompok Pertama;
c. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasi untuk yang akan menempuh program S3, atau salinan ijazah dan transkrip S1 untuk yang akan menempuh program S2;
d. Melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5) yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
e. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
f. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) dan rencana publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bagi pelamar program S3 yang telah disetujui (sekurang-kurangnya sudah dikomunikasikan secara tertulis) oleh calon pembimbing di perguruan tinggi luar negeri yang dituju. Kerangka usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 3;
g. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kemendikbud berupa Kartu Pegawai/SK Kepegawaian/NIDN, serta sebagai tenaga kependidikan tetap di Perguruan Tinggi Negeri dan/atau Kantor Pusat di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi berupa Kartu Pegawai/SK PNS;
h. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau koordinator Kopertis Wilayah bagi dosen PTS;
i. Melampirkan surat ijin melamar BPP-LN dari pemimpin PTN bagi tenaga kependidikan tetap di PTN, atau sekurang-kurangnya pejabat Eselon-2 Ditjen Dikti bagi tenaga kependidikan tetap di kantor pusat Ditjen Dikti, atau koordinator Kopertis bagi tenaga kependidikan tetap di kantor Kopertis.

Pendaftaran beasiswa BPP-LN Dikti 2014 dibagi ke dalam tiga gelombang:
› Gelombang 1: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan April 2014 unggah on-line terakhir 14 Feb 2014.
› Gelombang 2: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan Juli 2014 unggah on-line terakhir 14 Maret 2014.
› Gelombang 3: Seleksi administrasi untuk studi mulai bulan September-Desember 2014, unggah on-line terakhir 16 Mei 2014.

Lihat panduan lengkap yang bisa diunduh di beasiswa.dikti.go.id

Proses seleksi:
Seleksi akan dimulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen, kemudian dilanjutkan dengan wawancara terhadap mereka yang memenuhi persyaratan administrasi. Wawancara dilaksanakan dalam Bahasa Inggris.

Proses seleksi dilaksanakan oleh Tim Seleksi Beasiswa Luar Negeri yang dibentuk oleh Ditjen Dikti. Seleksi akan didasarkan kepada beberapa aspek, yaitu aspek akademik, aspek bahasa, aspek pendanaa, dan aspek sosial dan keluarga.

Pengumuman hasil seleksi administrasi, wawancara dan pelaksanaan lokakarya pra-keberangkatan dilakukan melalui laman resmi Ditjen Dikti http://beasiswa.dikti.go.id.
2/04/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

Ini Dia, Beasiswa Fulbright ke AS

Kesempatan studi di Amerika Serikat (AS) kini terbuka lebar. Program beasiswa Fulbright tiap tahun dibuka buat mahasiswa Indonesia. Anda berpeluang meraih studi mulai dari master hingga PhD di berbagai perguruan tinggi negeri Paman Sam. Ada juga beasiswa yang dikhususkan untuk kegiatan mengajar di AS buat guru dan program non gelar bagi profesional.

Berikut daftar beasiswa Fulbright yang buka pendaftaran:

Fulbright master’s degree program
Beasiswa Fulbright satu ini ditujukan bagi para dosen maupun staf universitas. Kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang ingin mengambil gelar master di universitas-universitas AS. Pelamar tidak dibatasi disiplin dan bidang studi yang akan mereka ambil. Bagi yang berminat deadline pendaftaran 15 April 2015 dengan mengirimkan aplikasi via pos ke kantor AMINEF di Jakarta.

Fulbright-Freeport master’s degree program
Program Fulbright ini khusus ditujukan bagi warga Papua yang ingin studi di Amerika Serikat. Program gelar master yang bisa diambil meliputi beberapa bidang, yaitu teknik, ilmu lingkungan, kebijakan publik, kesehatan masyarakat, bisnis, dan bidang terkait. Batas akhir pendaftaran 15 April 2015.

Fulbright master of science & technology initiative degree program
Selain ditujukan bagi dosen maupun staf universitas, beasiswa ini juga terbuka buat masyarakat umum. Beasiswa ini disediakan untuk program master yang terkait dengan bidang-bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Seperti dua beasiswa di atas, batas pengajuan aplikasi adalah 15 April 2015.

Fulbright PhD degree program
Beasiswa Fubright doktor ini disediakan bagi para dosen, calon dosen, maupun staf universitas yang belum pernah menerima beasiswa Fulbright sebelumnya. Beasiswa terbuka untuk semua program studi yang ingin diambil. Durasi beasiswa berlangsung selama tiga tahun di berbagai program PhD di AS. Batas pengajuan aplikasi 15 April 2015.

USAID funded Fulbright agricultural MS and PhD scholarships
Beasiswa Fulbright satu ini didanai oleh USAID dengan prioritas studi pada bidang pertanian. Selain beasiswa S2 juga tersedia beasiswa S3. Kesempatan ini dibuka bagi calon dosen, dosen, maupun staf universitas. Bagi masyarakat umum juga dipersilakan mendaftar jika memang memenuhi kriteria. Aplikasi sudah harus diterima paling lambat 15 April 2015.

Fulbright doctoral dissertation research program
Hibah penelitian ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi para kandidat doktor di Indonesia yang akan menyelesaikan penelitian disertasinya di AS. Program ini berlangsung selama enam bulan. Deadline 15 April 2015.

Fulbright foreign language (Indonesia) teaching assistant (FLTA) program
Beasiswa ini lebih spesifik ditujukan bagi para guru bahasa Inggris atau sedang dalam persiapan menjadi guru bahasa Inggris untuk mengikuti program mengajar selama sembilan bulan di AS. Anda diminta untuk mengajar bahasa Indonesia/Jawa serta kebudayaan Indonesia kepada siswa-siswa di sana. Program mengajar ini berlangsung selama 20 jam per pekan ditambah mengikuti dua kegiatan perkuliahan studi tentang AS. Deadline 15 April 2015.

Hubert H. Humphrey Fellowship Program for Mid-Career Professionals
Beasiswa Hubert H. Humphrey ini ditujukan buat para profesional dengan karir menengah untuk berpartisipasi dalam program non gelar yang menggabungkan program kerja akademis dengan kegiatan pengembangan profesional di Amerika Serikat. Jangka waktu program ini berlangsung selama sembilan bulan. Anda yang punya pengalaman kerja setidaknya lima tahun, baik di sektor publik maupun swasta bisa mendaftar beasiswa ini.

ILEP (International Leaders In Education Program)
ILEP merupakan program pengembangan profesionalisme guru yang dirancang oleh Biro Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat. Program ini dikelola melalui IREX (the International Research & Exchanges Board), organisasi non profit yang bermarkas di Washington, DC. Beasiswa ini terbuka bagi para guru yang mengajar di SMP, SMA, SMK atau sederajat pada bidang studi bahasa Inggris, IPS, IPA, PKn, dan matematika. Pengalaman mengajar minimal 5 tahun. Batas pendaftaran 15 April 2015.

DIKTI funded Fulbright master’s degree program 
Beasiswa ini merupakan kerjasama DIKTI dengan program Fulbright. Beasiswa ditujukan buat dosen tetap maupun tidak tetap, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Seperti beasiswa sebelumnya, program ini juga ditawarkan untuk semua bidang studi master yang bisa diambil di AS. Batas pendaftaran 15 April 2015.

DIKTI funded Fulbright PhD program
Program beasiswa doktor ini juga didanai oleh DIKTI yang ditujukan buat para dosen tetap di universitas negeri maupun swasta. Jika memenuhi kriteria, Anda bisa mengajukan beasiswa PhD ini untuk studi di universitas negeri Paman Sam. Batas pengajuan aplikasi sama seperti di atas.

DIKTI funded Fulbright doctoral dissertation research program
Program ini ditujukan bagi para dosen perguruan tinggi negeri maupun swasta di Tanah Air yang tengah mempersiapkan penyelesaian disertasi doktoral. Beasiswa penelitian ini juga disediakan oleh DIKTI bekerjasama dengan program Fulbright. Aplikasi beasiswa sudah harus diterima paling lambat 15 April 2015.

Pendaftaran:
Formulir aplikasi bersama dokumen pendukung yang diminta dikirimkan ke kantor AMINEF di Jakarta paling lambat diterima 15 April 2015. Kirimkan ke alamat ini:

AMINEF Office
CIMB NIAGA Plaza, Lt. 3
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta 12920


Khusus beasiswa yang bekerjasama dengan DIKTI, formulir aplikasi beserta dokumen dikirimkan ke:

(… tuliskan nama program beasiswa! …)
Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
u.p.  Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jl. Pintu I Senayan, Lt. 5
Jakarta 10002


Selain dikirimkan ke DIKTI, salinan berkas juga dikirimkan ke alamat kantor AMINEF yang tertera di atas.

Rincian persyaratan dan dokumen aplikasi dari masing-masing beasiswa Fulbright tertera di website AMINEF (www.aminef.or.id).

Tips: Agar tidak membingungkan dalam mengajukan aplikasi, cukup ikuti penjelasan di formulir aplikasi. Semua sudah dirinci, termasuk dokumen yang harus dilampirkan dan kemana berkas tersebut harus Anda kirim. Selamat mencoba! Semoga sukses ke AS.

Update: Beasiswa S2 dan S3 Fulbright
1/14/2014 | 0comments | Baca selengkapnya

Program Beasiswa Indonesia Austria

Anda berminat kuliah S3 di Austria? Jangan lewatkan tawaran ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Riset Austria menyediakan beasiswa PhD untuk studi S3 di universitas-universitas Austria. Beasiswa ini tertuang melalui perjanjian ASEA-UNINET antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Badan Kerjasama Internasional Austria bidang Pendidikan dan Riset (OeAD-GmbH).

Beasiswa doktor di Austria ini tersedia untuk tahun akademik 2014-2015. Sasaran utamanya adalah para calon dosen atau dosen tetap universitas di Indonesia. Beasiswa dibuka untuk semua bidang ilmu yang ada di Austria. Setiap tahunnya disediakan 20 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di sana.

Kandidat terpilih akan mendapatkan tunjangan bulanan sebesar €1.000, asuransi kesehatan dan kecelakaan, akomodasi, serta subsidi biaya perjalanan untuk kedatangan dan keberangkatan yang dibayarkan oleh otoritas Indonesia.

Beasiswa akan diberikan selama 36 bulan atau 3 tahun sejak dimulainya program. Bagi Anda yang berusia maksimal 35 tahun atau 5 tahun setelah menyelesaikan kuliah master, tawaran beasiswa Indonesia Austria ini bisa diikuti.

Dokumen persyaratan:
1. Formulir aplikasi (unduh)
2. Letter of acknowledgement dari supervisor universitas di Austria
3. Deskripsi projek studi/tesis (2-4 halaman, judul, isi, metodologi, tabel waktu) yang telah disetujui oleh supervisor di Austria
4. Satu lembar surat rekomendasi dari supervisor (harus ada kop surat, tandatangan yang memberi rekomendasi, dan cap universitas/departemen. Tidak boleh lebih dari enam bulan saat aplikasi)
5. Scan paspor pada halaman nama dan foto
6. Scan ijazah dan transkrip dari studi sebelumnya (diploma, sarjana, master, atau PhD)
7. Memiliki kemampuan bahasa Inggris atau Jerman yang baik (skor tes TOEFL 500 atau IELTS 5.5)

Pendaftaran:
Dokumen yang tertera di atas dikirim via email: tuantrieu.ha@oead.at yang ditujukan kepada:

OeAD – Programme Manager
Mag. Tuan Trieu HA, Bakk


Batas pendaftaran adalah 1 Februari 2014.

Setelah mengirimkan dokumen ke OeAD-GmbH, calon kandidat terpilih akan diundang untuk mengikuti sesi wawancara yang digelar di Indonesia. Kemudian para nominee mendaftar ke universitas di Austria dengan dukungan dari OeAD-GmbH. Pada waktu yang sama peserta juga diminta untuk mengajukan aplikasi kedua ke Dikti melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id (dosen tetap) atau http://beasiswa.dikti.go.id/ln (calon dosen).

Keputusan final akan diambil setelah kandidat diterima di universitas Austria. Informasi lebih jauh bisa ditanyakan kepada Mr. Tuan Trieu Ha (tuantrieu.ha@oead.at).
11/30/2013 | 0comments | Baca selengkapnya

Beasiswa Terapan Buat Calon Dosen Politeknik

Dikti membuka kesempatan seleksi beasiswa S2 terapan di luar negeri bagi lulusan D4 baik politeknik maupun universitas. Program beasiswa ini diberikan dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggara pendidikan atau calon dosen di politeknik/vokasi. Tujuannya untuk mewujudkan ketersediaan sumber daya staf pengajar yang berkualifikasi S2 magister terapan. Selain beasiswa S2, juga dibuka beasiswa S3 terapan.

Nantinya, peserta yang lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris selama 3-6 bulan di perguruan tinggi/institusi yang ditunjuk oleh Ditjen Dikti. Program ini disiapkan untuk menjembatani calon dosen politeknik/vokasi agar memiliki akses yang luas untuk studi lanjut S2 terapan atau S3 terapan di luar negeri.

Selama pelatihan peserta akan mengikuti program peningkatan kemampuan bahasa Inggris akademik (English for Academic Purposes). Luaran dari program ini peserta memperoleh LoA (unconditional) untuk melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi di luar negeri yang memenuhi standar Dikti. Durasi beasiswa diberikan selama 1-2 tahun untuk S2 terapan dan 2-4 tahun untuk S3.

Kelompok bidang studi yang ditawarkan, di antaranya teknologi dan rekayasa, seni, kerajian dan pariwisata, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi, agribisnis dan agro teknologi.

Persyaratan Pendaftaran
1. Calon Dosen Politeknik: 

• Memiliki ijazah D-IV dari program studi yang teraktreditasi (izin Dikti)
• Memiliki IPK minimum 3.00.
• Umur maksimum 26 tahun bagi lulusan baru (fresh graduate)
• Umur maksimum 30 tahun bagi lulusan yang punya pengalaman kerja (melampirkan bukti pengalaman kerja)
• Lulus ujian seleksi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
• Berbadan sehat dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat aditif lainnya (napza), dibuktikan dengan surat keterangan dokter;

B. Seleksi Peserta
1. Seleksi Administrasi:

a. Borang isian pendaftaran calon peserta;
b. Foto kopi ijazah D-IV yang sudah dilegalisir oleh Perguruan Tinggi asal;
c. Foto kopi Transkrip Nilai yang dilegalisir oleh Perguruan Tinggi asal;
d. Foto copy nilai TOEFL atau nilai IELTS, internasional atau institusional (apabila ada)
e. Surat pernyataan kesediaan mengikuti pendidikan sesuai peraturan yang berlaku dan kesediaan ditempatkan sesuai dengan tempat penugasan yang ditetapkan;
f. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 4 (empat) lembar.

2. Seleksi Akademik:
a. Panitia melakukan seleksi akademik (Tes Potensi Akademik, dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris) secara online.
b. Panitia menetapkan hasil seleksi sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan melaporkan ke Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Dikti.

Bagi Anda yang berminat pendaftaran dibuka secara online. Lihat di sini. Aplikasi diterima paling lambat 28 Oktober 2013.
10/12/2013 | 0comments | Baca selengkapnya